Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Kamu Kalah


__ADS_3

Bab 47 Kamu kalah


"Swosh!"


Xiao Chen meluncur menjauh dari Su Xing dan berhenti karena menabrak gubuk sendiri.


Akibat hantaman dari tubuhnya, gubuk tersebut hancur dan Liu Shen yang sudah pergi karena mendengar dentuman keras seketika kembali untuk menemui asal muasal dari suara tersebut.


Begitu sudah kembali ke tempat Xiao Chen, dia terkejut bukan main karena Liu Shen sedang melihat Xiao Chen dan Guru Su Xing sedang bertarung satu sama lain.


Kebetulan jimat kura-kura sudah habis waktunya sehingga wajah Xiao Chen terkena tinju Su Xing begitu sangat keras.


Wajahnya mimisan dan berubah menjadi kepala babi. Bhkan semua wajah Xiao Chen sudah lebam.


“Kenapa aku begitu mudah di tipu? Bagaimana mungkin di dunia pendekar ada Mia Khalifa,” ucap Xiao Chen sambil menyeka darah dari mulutnya.


Xiao Chen berteriak: “Guru, kamu curang dan pembohong!”


Su Xing tidak menggubris, dia hanya tersenyum tipis dan berkata seperti ini, “Dalam pertempuran untuk mencapai kemenangan, cara licik juga bisa dilakukan heheh bagaimana murid? Apakah tinju singa kepala tiga sungguh manatap?”


Xiao Chen berkata tenang, “Ini sungguh mantap Guru, sehingga kepala murid akibat di tinju, berubah menjadi kepala babi.”


“Hahaha singguh lucu!” Su Xing tertawa terbahak-bahak.


“Walaupun murid terkena tipu, murid ini belum menyerah!” Xiao Chen berteriak seketika, sosoknya menghilang di udara tipis sudah tiba di hadapan Su Xing.


"Wosh!"


Tinju itu ingin mengenai wajah Su Xing, pada akhirnya tinju itu langsung ditangkap dengan mudah oleh Su Xing dan tubuh Xiao Chen di tarik sehingga seketika di SmackDown sangat keras.


"Bug!"


"Entah!"


Xiao Chen mengeluarkan satu teguk darah dari mulutnya akibat benturan keras setelah di banting Su Xing.

__ADS_1


Di atas langit, Xiao Chen sudah menggunakan jimat petir seketika langsung menghantam tubuh Su Xing.


"Klarak... jeder!"


Gemuruh guntur tersebut sangat keras sehingga Su Xing terkena jimat guntur, langsung terpelanting sangat jauh sekitar dua puluh meter.


Bukan sampai di sini, baju Su Xing terkena jimat guntur, sudah sobek dan tidak berbentuk lagi, sehingga tubuh yang putih seperti salju terlihat oleh Xiao Chen.


“Hmmmm sungguh kulit yang mulus, apa lagi Guru adalah wanita cantik, jika dia di Indonesia mungkin saja akan menjadi rebutan. Cih yang pastinya artis semuanya kalah dengan kecantikan Guru Su Xing.” Xiao Chen menghina bahwa artis Bumi, tidak sebanding dengan kecantikan Su Xing.


Akan tetapi, sesaat kemudian, tiba-tiba raut wajahnya langsung mengeras dan menggelengkan kepalanya. “Tidak! Tidak! Tidak kenapa aku memuji guru Su Xing? Aku bukan Chen Yoko yang akan jatuh cinta kepada gurunya sendiri yaitu Bibi Lung,”


Xiao Chen berteriak, “Wow! Guru kamu memiliki sekantung kulit yang putih, dan itu sungguh mengagumkan.”


”Murid kamu sembrono berani mengintip!” Su Xing cemberut dan melompat untuk menyerang lagi menggunakan teknik tarian pedang yang sudah di latih sejak lama.


"Swosh!"


"Swosh!"


“Aku hanya menyukai wanita pekerja keras, jadi ucapan guru bahwa murid ini mengintip sepenuhnya tidak benar,"


Entah kenapa Su Xing setelah mendengarkan perkataan Xiao Chen sedikit ada perasaan yang tidak terima sehingga sembari berputar-putar di udara dengan tarian pedang, Su Xing memarahi Xiao Chen dengan satu tarikan nafas.


“Murid bodoh! Tidak peduli hitam, putih, kuning, coklat kuncinya, sebisa mungkin bisa menangkap tikus! Apakah kamu paham Murid! Jangan melihat dari bentuk kulit putih, mulus atau hitam selama orang itu bisa berkemauan, maka kata-kata kamu sungguh salah!”


“Walapun aku memiliki kulit bagus, itu masuk akal karena aku wanita! Ada satu lagi aku adalah wanita mandiri dan hobiku makan dan masak! Ahh dasar baka kamu murid,”


Xiao Chen panik karena sepertinya kekuatan tarian pedang memiliki kekuatan yang sangat bahaya, seperti Su Xing sedang mengeluarkan kekuatan penuh akibat marah di ejek perlu dirinya.


“Guru! Apakah kamu ingin membunuhku!” Xiao Chen terpaksa menggunakan jiwa pendekarnya yang akan memasuki level tujuh untuk menghalau tebasan Su Xing.


Tiba-tiba pendekar jiwanya langsung beresonansi dengan teknik penguatan tubuh kingkong dan di padukan tinju Gajah Prajna Gong.


Liu Shen yang melihat dari kejauhan awalnya takut setengah mati ketika melihat Guru Su Xing mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menghardik Xiao Chen, akan tetapi tiba-tiba terpana karena pada saat ini, Liu Shen melihat bahwa Xiao Chen menggunakan jiwa pendekar yang telah di sembunyikan.

__ADS_1


"Jiwa pendekar level enam!"


Liu Shen menggelengkan kepalanya dan tidak bisa berkata apa-apa, dirinya yang sudah jenius juga masih jiwa pendekar level lima dan hampir saja memasuki level enam.


Akan tetapi, Xiao Chen apa yang tidak dipercaya sudah level enam dan itu sungguh mencengangkan masuk akal juga Guru Su Xing merekrutnya.


Ketika Xiao Chen menggunakan tinju dengan kekuatan jiwa pendekar level enam langsung seperti ada aura hewan buas yang keluar dari tubuh Xiao Chen.


"Swosh!"


Saat ini Xiao Chen memukul tarian pedang sehingga pedang itu terpental dan kepalanya mendarat di bagia bahu kiri Su Xing sehingga langsung meluncur sangat jauh.


"Bam!"


‘Aku kalah! Bagaimana mungkin!’ Su Xing berteriak didalam batin sambil meluncur sangat jauh.


Liu Shen mendekati Xiao Chen langsung berkata: “Xiao Chen, apakah Guru Su Xing tidak apa-apa?”


“Tidak apa-apa mungkin hanya luka ringan dan tidak sadarkan diri saja,” balas Xiao Chen kemudian kembali ke gubug untuk melanjutkan rebahan.


Kedua alis Liu Shen berkerut melihat Xiao Chen yang sangat cuek. Dia meloncat terbang untuk mendekati Su Xing terlebih dahulu untuk memberi beberapa pertolongan.


Ketika mendekati Su Xing, dia menemukan sudah ada para murid yang sedang menolong Su Xing yang sudah tidak sadarkan diri.


Liu Shen berpikir jika calon suami Su Xing melihatnya, mungkin akan menambah masalah, untung saja dia tidak melihatnya sehingga tidak akan ada masalah yang runyam.


Su Xing setelah diberikan beberapa obat penyembuh, langsung membuka mata dan berkata sambil mencoba bangun.


”Aku tidak boleh kalah, bagaimana mungkin Guru akan kalah,”


Tiba-tiba Liu Shen menghentikannya, “Guru kamu sudah kalah, Xiao Chen sudah masuk ke dalam gubuk. Dalam pertarungan ada kalah dan menang. Jadi Guru terima saja kekalahan ini.”


“Guru mari aku bawakan kamu ke tempat gubuk Guru agar Guru bisa memulihkan beberapa tenaga,”


"Bai!"

__ADS_1


Akhirnya Su Xing menyerah kalah dari Xiao Chen. Namun, di dalam hatinya masih ada jejak bahwa dirinya tidak akan kalah, sehingga mengingat Xiao Chen ingin memukuli.


__ADS_2