Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Kembali ke Tanah Api Neraka


__ADS_3

Bab 172 Kembali ke Tanah Api Neraka


Chu Sanguan merasakan rasa sempag dan pedang besarnya digunakan untuk mendukung tubuhnya yang sudah sempoyongan.


“Dia sungguh memiliki fisik besi yang sangat kuat. Bahan item pedang ku tidak bisa menggores lapisan besi yang digunakan monster badak itu. Sial! Bahkan dia bisa merubah bentuk menjadi Golem raksasa!" Chu Sanguan menggertakan giginya dan mencoba berdiri.


Hissss! Rhinox mendengus seperti hewan buas. Dia berteriak langsung berlari sambil membawa gada bulat raksasa untuk menumbuk Chu Sanguan.


“Tidak baik!” Chu Sanguan sungguh ketakutan langsung mengeluarkan item tameng ajaib dan mendukung dirinya agar tidak terkena tumbukan Rhinox.


Bang! Daya pukulan sungguh sangat hebat sehingga Chu Xuanyuan terhempas dan terseret sepuluh meter dan terjatuh akhirnya.


Ahhh! Chu Sanguan kesakitan dia melihat Rhinox datang berlari sungguh sangat celah dan mencoba menggunakan palu besarnya untuk memukul Chu Sanguan lagi.


Monster Angsa serang!


Klarakkk jeder!


Seketika Rhinox mengaum seperti hewan buas langung menutupi tubuh dan menghindar sambil menembakan pistol..


Dar!


Dar!


Kaarrrk! Monster angsa berkepala dua seketika sayapnya tertembak dan bolong sehingga monster tersebut langsung terjatuh berputar di udara.


“Ahhh! Monster peliharaan ku!" teriak Chu Sanguan langung berlari mendekati angsa.

__ADS_1


“Senior Chu Sanguan! Lebih baik kita mundur! Lawannya sungguh sangat berbahaya!" teriak murid yang lainya dengan wajah yang sangat ketakutan.


”Tapi mosnter itu sudah membuat sayap angsa monsterku terluka!” Chu Sanguan sungguh sangat tidak terima jika memang peliharaannya terluka begitu parah. Apalagi dia sudah membesarkan dengan sepenuh hati cukup lama dan tidak akan rela juga hewan yang sudah menurut dirinya dijadikan sebagai keluarga mengalami serangan yang menyakitkan.


“Jangan impulsif. Kita pergi dan kita melawan dengan terpaksa maka nyawa kita yang menjadi taruhannya.” Dia berkata serius.


“Tapi aku tidak ingin meninggalkan hewan kesayanganku!” pekik Chu Sanguan.


“Persetan dengan hewan peliharaan! Nyawa kita lebih berharga dari pada monster peliharaan!” Murid itu sungguh sangat kesal dan jika Chu Sanguan bukan senior yang jenius, dia akan menampar dan meninggalkannya.


“Tidak ... Tidak ... Aku akan menyelamatkan angsa ku,” ucap Chu Sanguan sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian berkata lagi didalam hatinya, ‘Dia memiliki karakteristik hewan buas dan sifatnya juga seperti hewan buas. Mungkin saja dia juga bisa menggunakan pikiran yang masuk akal. Bertahan dulu dan mencoba mengatakan hal omong kosong.”


“Tuan siapa Anda, saya tidak bermaksud untuk berperang dengan Anda. Tetapi karena kami semua adalah sekte kabut mendalam memiliki spesialis penjinak monster. Maafkan kami Jika lancang. Jika Tuan Anda memiliki hati yang lebar dari pada dunia ini, maka mohon ampun kami dan ijinkan kami pergi dari sini tidak akan melakukan hal yang sembrono.”


Pada saat itu tiba-tiba monster Rhinox langsung mendengus kedua hidungnya mengeluarkan asap dan berkata dengan sangat garang. “Kamu mengatakan hal yang masuk akal. Tetapi kami Maksimal adalah prajurit terhebat sehingga kalian sudah menyerah sebelum kematianmu maka kami akan mundur.”


Chu Sanguan langsung menghembuskan nafas lega, dia menatap ke arah murid yang sedang bergemetaran langsung berkata: “Kita selamat sekarang dan kita harus pergi untuk membuat kabar kepada seluruh murid bahwa di luar sana ada monster berlapis besi yang sangat keren kita harus bahu saling membahu agar bisa mendapatkan kedua monster tersebut."


Chu Sanguan berkata dengan serius Bahkan dia cukup terkejut karena baru pertama kali melihat monster yang bisa bicara apalagi merubah bentuk menjadi satu bentuk berbeda. Jika Sekte kabut mendalam bisa menguasai salah satu dari monster tersebut maka kekuatannya tidak bisa diremehkan oleh sekte lain yang berada di luar.


Mereka semua langsung mengangguk dan Chu Sanguan juga langsung membawakan monster angsa berkepala dua untuk diobati.


“Monster kecil ku, kamu selamat kita harus pergi terlebih dahulu untuk mengobatimu,” kata Chu Sanguan sambil mengelus-elus salah satu kepala dari monster angsa tersebut.


Satu kepala monster angsa langsung mendekati wajah Chu Sanguan langsung mengusap-ngusapkan ke pipinya bahwa dia sedang dalam keadaan nyaman setelah Chu Sanguan tidak meninggalkan dirinya.


“Hahaha kamu tenang saja. Kamu sudah bukan dianggap sebagai hewan peliharaan Tetapi lebih intim lagi sehingga untuk meninggalkanmu itu mustahil.” Kemudian, Chu Sanguan langsung memasukkan monster angsa berkepala dua ditaruh cincin penyimpanannya.

__ADS_1


~


~


Di sisi lain Xiao Chen tiba-tiba matanya berkerut karena monster Transformers datang ke sini tidak mendapatkan apa-apa.


“Apakah mereka meloloskan diri,” tanya Xiao Chen kepada Rhinox.


“Kami adalah prajurit dan kami juga tidak akan membunuh terlalu lebih lama jika musuh itu menjatuhkan senjata dan mengakui kekalahan,” ucap Rhinox.


“Hais....” Xiao Chen seketika menatap ke arah Rhinox dengan tatapan aneh. Pasalnya cara bertarung dari prajurit hebat seperti itu hanya saja mereka datang di tempat yang salah karena ini adalah dunia pendekar bukan prajurit.


Dunia pendekar adalah yang kuat memakan yang lemah jika kamu lemah maka sudah mati sejak lama. Bahkan tidak ada kata maaf hanya kepalan tangan yang bisa bicara.


Bahkan Xiao Chen langsung menjelaskan A sampai X kepada kedua monster tersebut sehingga monster Rhinox dan Petardon langsung menyesali keputusannya dan dia tidak akan melakukan kesalahan lagi dan dia sudah berjanji akan membunuh jika ada musuh yang secara terang-terangan memprovokasi Xiao Chen


“Tidak apa-apa. Kita pergi terlebih dahulu,” kata Xiao Chen langsung tiap naik di atas burung Petardon dan monster Rhinox langsung merubah bentuk menjadi monster pada dan berlari mengikutinya.


Setiap Rhinox berlari maka akan mengakibatkan gempa kecil yang terasa sekitar tiga puluh meter. Bahkan para monster kecil dan burung-burung yang merasakan getaran hebat itu langsung menghindar sangat jauh takut terjadi seperti akan di terkam.


Xiao Chen yang sedang meliuk-liuk. Dia tidak lupa menjatuhkan beberapa monster Transformer seperti macan tutul Transformer yang memiliki nama Chator. Bahkan Xiao Chen juga menjatuhkan Transformers banteng dengan julukan Hotbuls. Ini bertujuan agar kelompok berpakaian putih keluar tidak bisa sesuka hati untuk keluar dan menghambat pergerakan sekte Kabut mendalam. Itung-itung dua robot Transformers dia jadikan sebagai penjaga hutan tersebut.


Bahkan kemungkinan besar akan dijadikan hewan keramat dari penduduk setempat.


Dengan monster Transformers yang menyebar di beberapa titik maka akan mengakibatkan kekuatan Violet Garden akan menakutkan.


Tentu saja monster itu mungkin saja akan mengalami kekalahan karena di luar sana mungkin saja ada pendekar yang sangat kuat dan kemungkinan dia sudah sangat transenden.

__ADS_1


__ADS_2