Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Kamu Cemburu Tidak Ada Gunanya


__ADS_3

Bab 62 Kamu Cemburu Tidak Ada Gunanya


Feng Huang bingung entah kenapa Su Xing mengatakan hal demikian. Tetapi ada sedikit insting yang tersirat di dalam hatinya.


Bahkan, dia sedikit ada curiga walaupun sudah di tepis jauh-jauh di dalam pikirannya.


‘Apakah guru Su Xing sedang menyukai Xiao Chen? Bukanya dia sudah memiliki tunangan?’ batin Feng Huang sambil melirik secara sengaja.


Kemudian tiba-tiba ada pikiran licik dari Feng Huang sehingga langsung bercelatuk, ”Yah meskipun Wu Lian sedikit tertarik dengan Xiao Chen, namun dia tidak terlalu mengejar-ngejar dia pada awalnya ingin sekali mendapatkan hati Xiao Chen. Namun setelah memasuki Sekte, dia menemukan bahwa kekuatan lebih berguna. Soudara Wu Lian ingin memiliki kekuatan yang kuat sehingga jika takdir menentukan dia bersama Xiao Chen, setidaknya tidak akan menjadi beban.”


“Sekarang melihat keadaan aku, dibandingkan yang lainya, sudah paham kesenjangan yang ada di dalam diriku,”


“Apa magsud mu,” Tiba-tiba, Su Xing bingung dengan perkataan Feng Huang.


“Magsudku?” Feng Huang menatap lurus kearah Su Xing. Kemudian, langsung berbisik: “Walsupun aku mendukung Wu Lian, tapi tidak apa-apa jika aku menyukai Xiao Chen.”


”Apa!” Tatapan Su Xing dingin sehingga dia sudah memasukan Feng Huang sebagai daftar hitam yang secepatnya harus disingkirkan.


Melihat tatapan bermusuhan dari su Xing, Feng Huang sudah menebak bahwa dia sudah terpancing dengan kata-katanya. Ini membuktikan bahwa Su Xing menyukai Xiao Chen dan Feng Huang adalah saingannya.


Feng Huang mengangguk sambil berpura-pura tidak tahu apa-apa. ”Hmmm benar guru, sebenarnya aku menyukai Xiao Chen, tetapi aku tidak memiliki keberanian.”


“Lebih baik kamu tidak perlu repot-repot untuk mendekati dia, biarkan murid berlatih dengan tenang. Jika murid ini mendapati sedang berpacaran, aku khawatir akan menghambat pertumbuhan kekuatannya.” Su Xing menepis langsung.


“Apakah seperti itu? Sepertinya tidak benar. Dulu aku pernah mendengar legenda ada satu kaisar yang jahat dan bengis. Dia selama hidupnya, penuh pertumpahan darah. Akan tetapi, sifat iblis itu berhenti dan menghilang ketika kaisar itu mengenai wanita. Setelah mengenal wanita kaisar menjadi sosok yang berbudi luhur.” Feng Huang juga menyangkal langsung gagasan dari Su Xing.


Wajah Su Xing seketika mengeras tidak bisa mengelak.

__ADS_1


Di samping Feng Huang, entah kenapa sifatnya berubah menjadi berani melontarkan apa yang di dalam pikirannya. Karena pada saat itu, ketika Su Xing berkata, dan sedikit ada merugikan kepada Feng Huang, tiba-tiba gelang yang bercorak naga itu bercahaya sebentar.


Gelang itu ketika mengeluarkan cahaya akan memberikan efek kepada Feng Huang agar tidak mudah di tindas dan akan mengatakan kata-kata yang menurut Feng Huang benar.


Bahkan, Feng Huang sendiri cukup bingung entah kenapa sekarang memilih kepercayaan diri yang tinggi dan otaknya sedikit berpikir jernih.


Sementara itu, Xiao Chen yang sedang memasak, dari awal sampai akhir, mendengarkan percakapan antara Feng Huang dan Su Xing. Dia cukup tersenyum setelah kata-kata Su Xing di sangkal oleh Feng Huang dan dirinya cukup menyukai.


‘Aku tidak mengira bahwa Feng Huang memiliki lidah yang tajam,’ batin Xiao Chen dengan senyuman tipis.


Kemudian setelah sudah selesai, Xiao Chen langasung keluar dari dapur kecil dan menghidangkan tiga ekor ikan gabus yang dilumuri saus tomat merah yang begitu cemerlang.


Bahkan Feng Huang melihat hidangan yang dikeluarkan Xiao Chen, matanya berbinar-binar.


“Hahaha sepertinya, kamu tidak sabar memakan ikan gabus ini,” kata Xiao Chen. Setelah sudah didepan mereka langsung menurunkan sajian itu langsung memerintahkan kedua wanita itu untuk memakannya.


Sekarang Xiao Chen memutuskan bahwa Feng Huang adalah wanita yang menarik. Untuk sekarang, setelah sudah memberkan hidangan kepada kedua wanita, Xiao Chen memutuskan untuk pergi ke hutan yang lebih terdalam. Dia hanya ingin mencari monster yang lebih kuat agar bisa di ambil darahnya sehingga setelah itu, berniat membunuh patriak Wang.


Xiao Chen melihat Feng Huang memakan dengan sangat cepat sehingga saus tomat yang berwarna merah langsung membasuhi bibir dan acak-acakan.


Feng Huang tidak memperdulikan hak itu yang terpenting menikmati makanya sangat lezat.


Akan tetapi, Xiao Chen langsung meraih kain lap dan dibasuhkan ke bibir Feng Huang. Setelah itu berkata: “Makan yang pelan-pelan tidak ada yang mengambil makananmu toh,”


“Ahhh!” Feng Huang kaget karena tiba-tiba, Xiao Chen mengelap bibirnya yang penuh dengan saus dengan tatap yang sangat lembut sehingga dirinya sedikit tersipu.


“Hmm terimakasih?" Feng Huang berkata lagi.

__ADS_1


Sementara itu Su Xing melihat mereka berdua yang begitu sangat romantis, seketika langsung marah hatinya terbakar cemburu. Dia langsung mengikuti bagaimana Feng Huang makan sehingga saus langsung melumur di bibirnya. Dia berniat agar Xiao Chen akan membantu untuk mengelap bibirnya.


Akan tetapi, sudah lama menunggu Xiao Chen tidak berinisiatif untuk mengelap bibirnya sehingga langsung menggebrakan meja kecil itu sehingga Xiao Chen dan Feng Huang sedikit terkaget.


“Ada apa guru?” Feng Huang terlebih dahulu bertanya.


“Hentikanlah perlakuan seperti itu, murid Feng Huang juga memiliki tangan dia bisa mengelap bibirnya sendiri, kenapa kamu begitu repot-repot untuk berinisiatif?’’ Su Xing mendengus kepada Xiao Chen.


Xiao Chen berkata: “Bukankah ini normal? Jika aku melakukan itu kepada pria atau guru bukankah itu tidak normal?”


“Tidak normal, bukakan aku dan murid Feng Huang sama-sama wanita?” Su Xing cemberut.


“Anu, guru kamu benar. Kita sama-sama wanita. Akan tetapi, ada yang mendasari perbedaannya jika guru adalah wanita yang sudah memiliki kekasih, maka aku wanita yang bebas. Jadi Xiao Chen juga paham akan hal itu.”


“Jika Xiao Chen melakukan itu kepada Guru, bukankah tindakan yang dilakukannya begitu sembrono?”


Akhirnya Su Xing tersadar bahwa dirinya sudah memiliki kekasih. Sehingga ketika memikirkan hal itu tadi, dia sungguh malu dan sedikit ada rasa tidak berdaya.


“Maaf aku melupakannya,” ucap Su Xing. Namun, tangannya mengepal sangat erat.


Kemudian Feng Huang dan Xiao Chen saling memandang dan satu sama lain langsung menghela nafas lega. Melihat guru Su Xing yang tidak masuk akal mereka semua pusing.


Setelah itu, Feng Huang berkata kepada Xiao Chen, “Masakan yang kamu hidangankan sungguh sangat lezat, besok hari aku akan membayar masakan resep ini dengan masakanku.”


Xiao Chen tertarik: “Ahh kamu ingin memasak untuk diberikan kepadaku?”


“Benar. Aku ingin memasak sengaja untuk mu.” Feng Huang tertawa lebar.

__ADS_1


“Baik kalau begitu aku menunggunya,” ucap Xiao Chen.


Su Xing yang mendengarkan perbincangan mereka berdua langsung cemburu. Dia ingin sekali menyingkirkan Feng Huang, agar tidak mendekati Xiao Chen.


__ADS_2