
Bab 256
Xiao Chen memandang ke arah penatua ketiga kemudian selepas itu, berkata: "Aku hanya mengambil Yang Zhiqing ku. Tidak harus menumpahkan darah seperti ini. Tapi jika kalian pihak Sekte ingin melakukan pertumpahan darah, aku Xiao Chen sangat lapang dada untuk menerima!”
“Diciptakan mata untuk melihat. Tapi bukan hanya sekedar untuk melihat saja. Gunakan untuk melihat yang baik. Nak Er Chen, sebenarnya saya tidak ada sedikit pun melakukan seperti itu, bahwasanya mereka lah yang menikam ku dari belakang." Liao Wudi menggelengkan kepalanya. Apakah kamu bercanda menantang Xiao Chen? Bahkan sebelum kedatangan Xiao Chen saja, Liao Wudi tidak akan berani berpikir seperti itu.
”Hmm mungkin hanya kamu yang memiliki mata yang bagus.” Xiao Chen mengangguk dan menggunakan jiwa pendekar api hitamnya untuk membakar lima mayat diaken Sekte Dewa Perang.
Setelah semuanya sedikit kondusif, diatas langit terdengar dengusan dingin.
”Apa yang terjadi sebenarnya!” Panutua pertama terbang dengan rambut berkobar-kobar seperti bendera dengan kedua tangan memeluk kebelakang layaknya seorang ahli.
Panutua ke satu bernama Zhuge Wang. Perlahan-lahan, Zhuge Wang mendekati Xiao Chen dan Liao Wudi sambil melihat kesekeliling karena tempatnya sudah porak-poranda.
Liao Wudi buru-buru menjelaskan dari pertama sampai terakhir. Sehingga wajah Zhuge Wang menjadi dingin.
Tak bejus!
Liao Wudi seketika terkena serangan yang tak terlihat, sehingga dia terbang seperti meriam langsung menabrak dinding dan memuntahkan darah sangat banyak.
”Kamu sudah aku berikan sebuah amanah. Kenapa kamu begitu sangat ceroboh!” Zhuge Wang buru-buru mendekati Xiao Chen dan berkata dengan tulus.
”Nak Er Chen. Saya sebagai tetua Sekte yang paling senior sungguh malu dengan para panutua yang lancang. Mungkin kamu juga sudah tahu bahwa setiap apapun benda yang mencolok, akan menyebabkan pertumpahan darah. Mahluk baik juga akan berubah menjadi jahat karena tamak.” Zhuge berkata sungguh tulus sehingga Xiao Chen cukup segar kembali setelah mendengar pernyataan Zhuge Wang.
”Tidak apa-apa. Toh, mereka sudah mati,” angguk Xiao Chen sehingga Zhuge Wang wajahnya berkerut.
Semua panutua adalah kekuatan yang paling kuat. Tapi dihadapan Xiao Chen seperti ayam yang ingin disembelih.
__ADS_1
“Baiklah. Tidak perlu dipikirkan lagi, mereka sudah meninggal dan saya akan mencari pengganti yang lebih bijaksana.” Zhuge Wang menggelengkan kepalanya dan menatap Liao Wudi yang sudah berdiri dengan malu.
”Mungkin kamu cukup beruntung tidak terhasut oleh panutua yang lain sehingga menjadi serakah. Tapi ini pelajaran bagi mu jangan lalai. Perhatikan dan lapor.” Zhuge Wang berkata dengan nada yang tinggi seperti TNI.
"Aku mengerti. Aku akan melakukan hal sebaik mungkin.” Wajah Liao Wudi sangat saleh.
Zhuge Wang menatap ke Xiao Chen dan Yang Zhiqing. ”Nak Er Chen. Begini, kami pihak Sekte Dewa Perang sungguh menganggap Yang Zhiqing sebagai kartu As kami. Semoga kamu mengerti. Pihak kami butuh kekuatan yang hebat. Terlebih lagi dunia sekarang sedang tidak baik-baik saja,” ucap Zhuge Wang langsung menceritakan empat kabar yang mengejutkan kepada Xiao Chen panjang kali lebar.
Xiao Chen cukup terkejut karena dari kabar itu, semua yang diceritakan oleh Zhuge Wang adalah ciri-ciri dari Mi Qiongqi, Ye Tian dan dirinya. “Jangan takut. Mereka bukan ancaman sekte ini selama seket ini tidak mencoba mencelakai Yang Zhiqing ku. Kalian aman,” ucap Xiao Chen.
Zhuge Wang tidak paham perkataan Xiao Chen. Tapi dia berpikir sangat keras.
”Pokoknya kalian aman jika tidak menggangu Yang Zhiqing ku, aku akan mengambil Yang Zhiqing untuk pergi sebentar. Tentu saja aku tidak akan melupakan kebaikan panutua ke satu atas rahmat penolong.” Xiao Chen berkata yakin.
Pada saat itu, dari langit Mi Qiongqi yang sedang membawa Xian Miaomiao turun dan mendekati Xiao Chen.
"Tentu saja dengan sumber daya yang melimpah kamu bisa menjadi sangat cantik.” Yang Zhiqing menjawab sambil tersenyum lembut.
“Hmmm. Itu tidak peduli yang terpenting kamu selamat,” angguk Mi Qiongqi.
kedatangan wanita cantik tapi sedikit tepos, membuat Zhang Tianji wajahnya menjadi sangat gelap seperti mendung. Sambil berbalik arah, dia harus menikam sekali serang secara sembunyi-sembunyi.
Pada saat itu juga Wu Anxian dan Chen Bulan mendekati ke sumber pertempuran, wajahnya terkejut. “Bukankan dia yang kita bicarakan? Gadis kecil itu dan pemuda tampan itu, ternyata kenalan dari Nona Yang Zhiqing! Pantas saja kita pada waktu itu membicarakan, sepertinya nona Yang Zhiqing tidak kaget sama sekali.
Xia Yang tidak tahu apa yang dibicarakan oleh kedua murid itu. “Apa yang kamu bicarakan?” tanya Xia Yang bingung.
“Kakak Xia. Dialah yang aku bicarakan pada waktu itu. Dan gadis kecil itu juga yang telah kita ceritakan kepada mu.” Chen Bulan serius.
__ADS_1
“Apa!” Xia Yang sungguh kaget. Pantas saja dirinya kalah hanya sekali tembak. ”Pemuda itu kuat, bahkan aku terluka,” kata Xia Yang seketika membuka belahan dada dan di belahan itu ada luka memar biru yang terlihat jelas oleh mata telanjang.
“Gadis kecil!” Wu Anxian memanggil Xian Miaomiao. Kemudian Xian Miaomiao menoleh ke sumber suara tersebut. ”Hmmm.” Xian Miaomiao mengangguk dengan enerjik.
Melihat kepergian Xian Miaomiao dan yang lain, Wu Anxian berkata kepada Zhuge Wang. ”Panutua Wang. Pemuda itu dan gadis kecil itu adalah yang kami bicarakan pada waktu itu,” kata Wu Anxian.
"Oh benarkah?” Zhuge Wang sedikit terkejut dengan perkataan Wu Anxian yang tiba-tiba.
”Aku tidak mengira bahwa Yang Zhiqing memiliki mitra yang sangat menakutan. Untung saja aku tidak gegabah, jika tidak sudah mati.” Zhuge Wang sedikit merinding. Walaupun dirinya sudah pendekar level tiga puluh, tapi dia merasa bahwa Xiao Chen lebih kuat kekuatannya.
Chen Bulan juga buru-buru menjelaskan. "Ada satu lagi, menurut murid yang lain, gadis kecil itu adalah Xian Miaomiao. Dia sudah mendaftar di Sekte ini lima bulan yang lalu hanya saja ditolak karena memiliki pendekar peringkat empat.”
Seketika Zhuge Wang wajahnya rumit, sayang sekali pada waktu itu dia tidak diterima karena memiliki kekuatan yang kuat. Jika pihak Sekte tahu, mungkin saja tidak akan menolak tanpa syarat langsung menerima Xian Miaomiao.
“Sekarang kita harus memiliki mata agar tidak memprovokasi Er Chen. Aku sedikit memiliki firasat bahwa Ye Tian dan satu wanita lagi, masih satu komplotan dengan Er Chen.” Zhuge Wang mengantisipasinya.
Hmmm!
Mereka semua mengangguk dengan serius. Tapi dia juga bingung dengan Marga Xian, karena Marga Xian adalah marga teman lama yang sudah tujuh tahun menghilang mengisolasi diri. Mungkin saja Xian Miaomiao adalah cucu dari temannya yang tidak lain adalah Xian Guo?
~
~
Ilustrasi Yang Zhiqing
__ADS_1