
Bab 101 Dia Hanyalah Monster
Ada tiga orang satunya adalah wanita yang sangat cantik dan dingin. Setiap sisinya ada satu masing-masing yang menjaga.
Ketiga orang itu, hanya melihat sebelah sisi ketika Xiao Chen membunuh Nin Tian, dan tidak melihat bagaimana Xiao Chen menyatukan tubuhnya kembali, akhirnya mereka setelah melihat Xiao Chen terkapar dengan perut terbelah, sudah yakin bahwa dia meninggal.
Apalagi Xiao Chen menggunakan topeng sehingga wajahnya tidak terlihat bahwa Xiao Chen sedang melihat mereka bertiga.
“Ambil telur Monster ini, kita bunuh mereka semuanya!” Teriak Wanita itu dengan angkuhnya.
Semua kelompok yang pada awalnya saling berbuat telur itu, dan mengalami cedera akibat dihajar Nin Tian, akhirnya seluruh hatinya penuh dengan badai karena akan dibunuh.
“Siapa mereka sebenarnya sungguh sombong!” Tang Zhang Zhang menggertakan giginya.
Tidak banyak juga para kelompok yang sudah melarikan diri. Tetapi wanita itu, hanya melirik sekilas tiba-tiba pendekar yang melarikan diri langsung terjatuh karena kakinya terpotong.
Semua langsung bergidik merinding. Hanya sakali melirik, bisa memotong kaki dengan cepat.
“Tidak ada yang lolos dari penglihatan ku, kalian harus mati," ucap wanita itu yang memakai pakaian hitam dan memiliki bibir warna hitam.
Mereka semuanya terjatuh dalam keputusasaan. Melarikan diri akan mati juga.
kemudian wanita itu memerintahkan untuk mengambil telur dan pria itu melangkahi tubuh Xiao Chen yang terkapar di tanah. Dia melihat topeng itu yang indah berniat untuk mengambilnya. Tetapi, tiba-tiba topengnya mengeluarkan tulisan formasi biru langsung meludahkan bongkahan es krucut yang teramat sangat cepat dan banyak.
Swosh! Swosh!
“Bajingan dia belum mati!” Pria itu melompat kebelakang sambil bersalto dia menghindari tembakan Es beberapa kali.
Wanita itu menyipitkan matanya dan melihat pemuda yang memakai topeng tiba-tiba kepalanya menoleh kearah dirinya.
Tiba-tiba tubuhnya menyatu kembali semua urat dan otot-otot seperti cacing dan menjalin satu tubuh atas dan bawah. Hanya beberapa saat akhirnya Xiao Chen sudah menjadi seperti semula.
“Gadis kamu hanya kuat karena bergantung kepada artefak sampah sehingga menjadi sombong, hahahah!” Xiao Chen mengejek dan suaranya akhirnya terdengar semua orang yang berada di sekitarnya.
Dengan pergelangan tangan yang kecil dan putih, apalagi suaranya yang masih diumur lima sampai tujuh belas tahun, ini membuktikan pemuda itu masih bocah.
Walaupun dia masih bocah, kekuatannya sungguh aneh. Apalagi dia mengetahui jenis artefak yang digunakan wanita itu. Mungkin saja pengalaman pemuda bertopeng, sungguh kaya.
Mereka yang mengetahui hal ini, sungguh berharap bahwa pemuda memakai topeng, bisa menyelamatkan mereka semua.
Wanita itu bernama Xu Qingxuan. Xu Qingxuan mendengar bahwa Xiao Chen sedang mengejek kepada dirinya sungguh marah dan wajahnya menjadi jelek.
Dia memuntahkan kata-kata amarah kepada Xiao Chen.
“Sialan bajingan diam kamu!"
__ADS_1
Sring!
Tidak tahu bagaimana Xu Qingxuan menyerang, tiba-tiba kepala Xiao Chen terpotong dan menggelinding di tanah.
Tetapi, kepala Xiao Chen mengatakan cibiran lagi kepada Xu Qingxuan. “Ciih... harta sampah, setidaknya kamu bisa berlindung dari pengejaran musuh hahahah!"
Seketika di atas langit banyak formasi api langsung menyambar mereka bertiga. Pria satunya melesat tajam menggunakan pedang untuk menyerang Xiao Chen.
Dentang!
Sring!
Percikan kembang api sungguh sangat memanjakan mata bagai semua kelompok yang sedang melihat.
Xiao Chen juga mengeluarkan pedang kesombongan surgawi dari perutnya sehingga pria itu membelakan matanya karena terkejut.
Entah kenapa, setiap pedang biru itu di unuskan kepada dirinya, tiba-tiba ada perasaan mencekam sehingga seluruh tubuh selama tiga nafas tidak bisa bergerak.
Dentang!
“Tsk!" Pria itu mendecahkan lidahnya. Tetapi dia juga terlambat menghindar sehingga pedang Xiao Chen yang berwarna biru, hendak memenggal kepalanya. Hanya saja Xu Qingxuan langsung menggunakan Artefaknya sehingga tangan Xiao Chen terputus.
Sring!
“Ahh tangku terputus!"
seketika seluruh tubuhnya meledak dan berubah menjadi lebah.
“Sial Nona Xu, dia memiliki jurus yang aneh! Mungkin kita harus mengeluarkan seluruh pasukannya!”
Xiao Chen tidak menggubrisnya, tetap berteriak! “Kalian yang ingin hidup, menghindari wanita gila ini sejauh-jauhnya! Cepat!"
Xiao Chen setelah berteriak, dia menggunakan jurus perang dasar bagian enam. Seketika sosoknya langsung berlari sungguh sangat cepat sehingga Artefak milik Xu Qingxuan, tidak bisa membaca pergerakan Xiao Chen yang sangat cepat.
Sring!
Ahhh!
Pria yang dalam sepesialis pedang, tiba-tiba tanganya terpotong. Dan pedang itu, terjatuh langsung di tendang kaki Xiao Chen sehingga terpental ke atas langung ditangkap menggunakan tangan kirinya.
Setelah menangkap pedang itu, Xiao Chen memenggal pria tersebut hingga tewas.
Sring!
Tiba-tiba Xiao Chen sudah di atas langit sedang terbang. Dia langsung menggunakan tablet peturinya sehingga ketika dia mengunuskan pedang, ada kilatan listrik.
__ADS_1
Wanita bercadar yang sudah menghindar sejauh 150 meter melihat ketrampilan Xiao Chen yang serbaguna, tidak bisa terbelak matanya.
“Sial apakah pemuda itu adalah monster? Jurus yang digunakan sungguh sangat luar biasa. Sebagai pendekar normal, hanya menguasai dua tiga jurus. Tetapi pemuda itu sungguh jenius. Aku khawatir jika wanita gila bukan tandingannya,"
“Aku juga berfikir demikian, sepatunya pemuda itu harus membunuh wanita gila yang Arogan."
Di pertempuran!
Sudah memenggal kepala pria itu, akhirnya Xiao Chen melirik pria satunya. Hanya dengan kilatan listrik, Xiao Chen sudah berhadapan dengan pria itu.
Sring!
Dentang!
“Bajingan kamu! Apakah kamu fikir kamu bisa mengalahkan ku setelah membunuh rekan ku, ‘Hah?”
“Mari kita coba,” jawab Xiao Chen acuh tak acuh.
"Dentang!"
Wosh!
Xiao Chen mundur enam meter dan menemukan pria itu mengeluarkan pedang yang lebih besar dan lebar. Pada saat itu, pedangnya ada tulisan merah menyala.
Otomatis Xiao Chen berkata sinis, “Ahhh ternyata kamu juga mengandalkan Artefak sampah! Hahah!"
“Diam!” Pria itu murung langsung langung menebas pedang Artefak apinya kepada Xiao Chen.
Buar!!!
Pedangnya mengeluarkan semburan api. Sayangnya Xiao Chen menghindari dengan cepat menggunakan tablet petir.
Dentang!
“Hahaha pedang yang bagus juga, akan aku rampas!” Xiao Chen tertawa jahat.
Seketika tangannya yang bagian kanan kuku-kukunya mengeluarkan cakar dan dia melesat sungguh tajam dan menukik langsung memegang tebasan artefak pedang apinya sehingga tangan kanannya terbakar dan Xiao Chen menahan rasa sakit.
Setelah itu, tangan kirinya langsung mencekik leher pria itu.
“Khahahaha! Setelah kamu mati, pedang ini menjadi milik ku khahah!"
Pria itu melihat tawa Xiao Chen sungguh merasakan jejak rasa takut, walaupun sebenarnya Xiao Chen memakai topeng.
“Brengsek ahhh... Lepaskan aku! Bangunan!” Pria itu menggeram tidak bisa bernafas.
__ADS_1
Pada saat itu, Xu Qingxuan dan pria yang sedang dicekik, melihat dari pergelangan tangan Xiao Chen kirinya, mengeluarkan lipan hitam dengan punggungnya berwarna biru langsung berjalan dan mengitari leher pria yang sedang di cekik.