Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Waktunya Pergi


__ADS_3

Bab 305 Waktu Pergi


Yin Yu tidak bisa menahan senyumnya, dia menatap dengan mata menawan langsung berkata: ”Kamu memang naga diantara manusia. Tapi kamu juga harus berhati-hati. Jika terjadi sesuatu terhadap mu, aku bisa gila.”


Yin Yu mendekat dan terbang sambil memeluk lengan Xiao Chen. Mereka melanjutkan perjalanan untuk kembali ke rumah keluarga Yin.


Dalam perjalanannya, Xiao Chen dan Yin Yu melihat di pinggiran kota Daning ada gemuruh sungai menimbulkan bunyi merdu seperti bunyi lonceng angin. Angin sepoi-sepoi sedikit mengacak-acak permukaan sungai, mengeluarkan gemerlap ombak.


Di tepi sungai Xiao Chen melihat ada banyak pasangan di sini, baik berdiri berdampingan dan menatap sungai, atau duduk dan bersandar satu sama lain. Di bawah sinar matahari yang cerah, setiap pasangan memiliki ekspresi manis dan lembut di wajah mereka. Senyum bahagia dan gambarnya bukannya tanpa keindahan.


Saya berdoa dan berharap semua kekasih di dunia pada akhirnya akan menikah!


Waktu akhirnya berlalu dengan cepat!


Yin Yu sudah memberitahukan kepada Xiao Chen bahwa dalam jarak seratus meter akan sampai dirumahnya.


“Ayo kita jalan kaki!” Yin Yu menarik lengan Xiao Chen dan pada akhirnya menukik tajam dan berjalan secara berdampingan sambil melihat hutan-hutan yang sangat indah karena di jaga oleh pembantu keluarga Yin.


Di tengah perjalanan hampir sampai, dia melihat Yin Yu melepaskan penutup wajah dan seluruh tubuhnya. Melihat kecantikan di sampingnya, Xiao Chen tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekat padanya.


“Ayo pergi.” Yin Yu adalah orang pertama yang mengatakan ini.


Xiao Chen mengangguk, dan keduanya datang ke jalan, saling memandang, dan akhirnya Yin Yu berjalan begitu sangat cepat untuk memberitahu kepada keluarga Yin bahwa dirinya sudah mendapatkan kekasih yang bisa menerima keadaannya!


Hanya saja ketika untuk membutuhkan dua puluh meter sampai di depan halaman rumah Yin, tiba-tiba Yin Yu menatap manja ke arah Xiao Chen.


”Suami! Gendong aku!” Suaranya begitu sangat manja dan merengek seperti anak kecil.


“Uhuk! Padahal kamu sudah tujuh puluh tahun, kenapa kamu seperti anak kecil saja,” ucap Xiao Chen menghela nafas sambil berjongkok dan menepuk-nepuk punggungnya, ”Ayo sini biar aku gendong Ratu manja (⁠◠⁠‿⁠◕⁠) !”


”Hehehe!” Yin Yu begitu kikuk langung menempel di punggungnya Xiao Chen.


Xiao Chen menggendong Yin Yu, dia terbiasa berkelahi dan membunuh. Dia belum pernah merasa begitu damai dan nyaman di hatinya. Saat ini Yin Yu benar-benar tenggelam di dalamnya, menikmati waktu yang damai dan berharga ini. Mungkin, inilah keajaiban cinta sejati!


“Sungguh manja!” Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan berjalan begitu cepat akhirnya dua puluh meter sudah dilalui, Yin Yu memasuki ke dalam rumah sendiri.


Salah satu dari Tetua Yin adalah kakak beradik Yin Yu, dia sedang duduk sambil khawatir apakah Yin Yu mengalami kecelakaan ketika mengintai keluarga Xiao.


"Adik Yin Ying! Aku pulang!” Yin Yu berteriak dan sambil melambaikan tangannya.


Yin Ying kaget, dan dia menoleh ke sumber suara itu. Begitu dia melihat Yin Yu sedang digendong oleh seseorang pemuda yang sangat tampan, dirinya terkejut.


“Kaka Yin Yu! Kamu tidak apa-apa! Terus bagaimana Yin Wuji dan Yin Jue?” tanya kembali Yin Ying.

__ADS_1


“Dia sudah mati.” Tiga kata itu yang diucapkan oleh Yin Yu entah kenapa membuat perasaan Yin Ying lega.


"Syukurlah, dua bapuk itu mati.” Yin Ying berguman tapi dia berkata kembali. “Ngomong-ngomong, siapa pemuda yang sedang menggendong mu?”


”Ini adalah kekasih ku!" ucap Yin Yu memeluk dari belakang, kemudian mencium pipi Xiao Chen dengan bringas. Dia sedang memiliki hati yang berbunga-bunga, karena baru pertama merasakan apa itu cinta.


”Halo adik perempuan. Saya Xiao Chen kekasih Yin Yu.” Xiao Chen menjawab dengan hormat.


”Adik perempuan gundulmu! Aku laki-laki!” Yin Ying cemberut tidak suka.


Seketika mulut Xiao Chen berkedut hebat, apakah keluarga Yin ini adalah keluarga aneh, Yin Yu kecantikan tingkat tinggi, wanita yang memiliki batang. Kamudian dihadapannya ada orang berparas cantik, tapi sebenarnya dia adalah laki-laki!


Aneh tapi nyata!


Hidup sedang capek-capeknya, Xiao Chen melihat keanehan!


Yin Yu tersenyum aneh dan dia terkejut bahwa kekasihnya adakah marga Xiao.


”Jadi kamu juga keluarga Xiao. Tapi kenapa aku tidak melihat mu dari dulu! Apakah kamu bersembunyi cukup dalam?” tanya Yin Yu di telinga kiri Xiao Chen.


Xiao Chen geli kemudian menjawab, “Aku memang dari keluarga Xiao, tapi bukan keluarga Xiao di sini. Ada keluarga Xiao dari tempat asal ku.”


”Ahhh ... Asal mu? Bisakah aku melihat ayah mu heheh!” Yin Yu tersenyum menawan.


"Kamu sebenarnya memiliki wanita lain selain aku!” Yin Yu terkejut, dia sempat marah tapi dia juga bersyukur sudah mendapatkan kekasih yang menerima apa adanya, apalagi Xiao Chen kuat dan ganteng. Akibatnya kemarahan sudah hilang.


“Benar, kamu adalah kekasih ku yang ke sembilan.” Xiao Chen menjelaskan.


"Waw banyak sekali, pastinya wanita mu semuanya cantik." Yin Yu harus memastikan apakah ada yang lebih cantik darinya.


”Dia sungguh cantik, dua lainnya adalah putri keluarga Yun dan jenius Sekte Awan Melonjak Peri Xuanyi.” Xiao Chen walaupun dalam hati mengakui bahwa Yin Yu adalah yang paling cantik, tapi tidak begitu berani untuk mengatakannya bisa-bisa menjadi perang dunia ke-3.


Yin Yu mengangguk dan paham apa yang dipikirkan oleh Xiao Chen, tapi Yin Ying yang sedang disampingnya ikut nimbrung, ”Maaf bukannya aku tidak merestui hubungan kalian, Aku menyukai jika kamu menyukai kakak aku. Tapi apakah kamu sudah mengetahui hal tabu yang dimiliki oleh dia?”


“Aku tahu, dan aku sudah berhubungan intim dengan Yin Yu, jadi tida ....” Yin Yu langsung wajahnya memerah dan tangan yang sehalus seperti batu giok seketika membungkam bibir Xiao Chen. "Jangan keceplosan!”


Yin Ying yang sudah bersuami istri dan memiliki beberapa anak langsung menggelengkan kepalanya dan berkata: ”Kamu yakin tidak risih? Apakah kamu menerima apa adanya dengan kekurangan dia?”


Xiao Chen seketika wajahnya menjadi sangat Saleh, “Jangan khawatir, penyakit itu bisa dihilangkan begitu sangat mudah, yaitu dipotong.”


Ahh jadi seperti itu!


Yin Yu maupun keluarga Yin yang mendengarkan perkataan Xiao Chen seperti baru mendengarkan cerahan. Kenapa mereka tidak memikirkan hal yang sederhana ini? Jika kamu malu memiliki kelainan, kenapa tidak di potong!

__ADS_1


Yin Yu juga merasa aneh, entah kenapa tidak terpikirkan apa yang dikatakan oleh Xiao Chen. Jika Yin Yu sedari dulu itunya di potong, bukankah sepenuhnya sudah manjadi wanita?


Tapi jika dirinya sudah menyadari sejak dulu bukankah sekarang, dirinya sudah menikah dengan Yang Kai, tapi bukan dengan Xiao Chen?


Yin Yu tersenyum dan berkata kepada Xiao Chen. "Kamu beruntung suami. Jika aku menyadari hal kecil itu sejak dulu, mungkin kamu bukan jodohku.”


“Hahaha!” Xiao Chen menggaruk hidungnya dan Xiao Chen langsung meminta Yin Yu untuk memasuki ke kamarnya.


Xiao Chen hendak mengoperasi adik laki-laki Yin Yu agar hilang dan sepenuhnya menjadi wanita.


Di kamar!


Yin Yu membuka seluruh pakaiannya dan Xiao Chen melihat adik laki-laki yang sangat kecil sedang tertidur sehingga merusak keindahan Yin Yu.


Tanpa pikir panjang, Xiao Chen menatap Yin Yu dan mengangguk serius. ”Apakah kamu siap.”


"Aku siap kapan pun.’’ Yin Yu serius.


Xiao Chen kemudian mengeluarkan pisau kecil seketika tanpa berbasa-basi memotong peniss Yin Yu, dan menyayat sampai ke perut. Dia mengangkat itunya sampai ke ginjal. Setelah sudah Xiao Chen mengeluarkan jemaat penyembuh dan seketika pada cahaya hijau berputar-putar di atas perut Yin Yu. Hanya sekejap, Yin Yu sudah sembuh dan tidak ada lagi adik laki-laki.


Sepenuhnya Yin Yu sudah menjadi wanita seutuhnya.


Yin Yu begitu sangat bergembira Langsung menangis dan memeluk Xiao Chen. "Suami aku seutuhnya wanita!”


Xiao Chen memeluk juga selama sepuluh menit sampai Yin Yu tenang.


Akhirnya Xiao Chen menaruh Yin Yu di kasur dan mereka berdua saling berpelukan.


Sambil berpelukan, dia benar-benar tenggelam di dalamnya, menikmati waktu yang damai dan berharga ini.


Dia percaya bahwa Yin Yu yang dalam pelukannya merasakan hal yang sama dengannya, pada saat ini, hati mereka terikat dan mereka bisa merasakan detak jantung dan suhu tubuh satu sama lain.


Tanpa disadari, langit sudah menguning, langit dipenuhi pancaran sinar matahari redup, dan matahari akan tenggelam!


Dengan perasaan yang sangat damai, mereka berdua tertidur dengan sangat lelap dan Yin Yu memeluk tubuh Xiao Chen dan tidak membiarkan untuk pergi. Begitu sedikit saja tangan Xiao Chen bergerak, Yin Yu akan cemberut pura-pura menangis manja.


Pagi hari akhirnya datang lagi, hampir di saat yang sama, mereka berdua membuka mata dan saling melirik. Memikirkan tidur di samping lawan jenis tadi malam, Yin Yu tidak bisa menahan rona samar di wajahnya.


Yin Yu tampak enggan untuk pergi, tidak ingin bangun. Setelah bangun tidur, dia tampak menikmati kelembutan terakhir. Setelah beberapa saat, keduanya berdiri.


Ayo pergi ke Perjamuan Raja Yang Mulia Agung.” Yin Yu adalah orang pertama yang mengatakan ini.


Ahhh!

__ADS_1


Hanya saja tiba-tiba Xiao Chen terjatuh sambil meringis kesakitan. ”Tidak tangan ku kesemutan! Sial sungguh sakit!” Xiao Chen hampir empat jam lebih, tangannya tertindih tubuh Yin Yu pantas saja dia kesakitan!


__ADS_2