
Bab 278 Du Yuanguang
Xiao Chen sudah menjadikan monster itu zombie dan dia menghilang memasuki kabur gelap. Xioa Chen melanjutkan perjalanan lagi untuk mencari desa Zhangjiajie bahkan ke empat orang itu tidak tahu harus bagaimana. Mereka ingin berterima kasih, tapi mereka melihat bahwa remaja bertopeng itu seperti tidak menganggap mereka ada.
”Ayo kita pergi dari sini, untung saja ada pendekar misterius yang menyelamatkan kita semua. Oh iya sepertinya dari sini ada pemukiman, kita beristirahat di sana.” Satu orang berkata kepada tiga lainnya.
“Tunggu! Apakah remaja tadi akan pergi ke reruntuhan kuno yang lahir! Apakah dia bercanda, walaupun dia kuat tapi para mahluk penjaga reruntuhan kuno itu tidak bisa diremehkan! Ada selusin monster perajut yang menyerang ribuan murid sekte maupun para kelompok yang berdatangan!” Satunya berkata dengan kahawatir.
”Isssh kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, ingat tubuh kita dan keselamatan tubuh kita lebih penting tau!”
”Ummpp. Kamu benar ayo kita pergi dari sini!”
Wush!
Wush!
Akhirnya mereka terbang sangat cepat untuk mencari pelindung dan menyelamatkan dirinya masing-masing.
Sementara itu, ketiga orang berpakaian gelap, sudah turun tangan dan melihat sendiri bahwa Gongsun Wualing dan Gongsun Ye meninggal. Bahkan ratusan pembunuh juga sudah meninggal hanya menyisakan darah.
Akan tetapi, mereka bertiga tidak menemukan jasad ratusan pembunuh sehingga mereka bertiga bertanya-tanya; dimana semua jasad para geng pembunuhan itu? Kenapa kami semua tidak menemukan?
Semakin turun ke gunung, mereka bertiga menemukan banyak darah yang menggenang. tetapi yang membuat aneh mereka semua belum menemukan jasad satupun dari orang yang telah dibunuh.
Setelah beberapa saat wanita itu tiba-tiba terpikiran dengan pendekar misterius yang membuat gunung dan sungai menjadi berdarah.
Yan Xiaming berkata kepada dua orangnya. “Aku sepertinya curiga bahwa remaja bertopeng itu adalah remaja yang dikatakan sebagai pendekar misterius yang beberapa hari yang lalu telah membuat gunung di kerajaan lain menjadi berdarah.”
Dua orang lainnya juga terkejut langsung masuk akal juga karena remaja bertopeng itu sangatlah kuat memiliki keterampilan yang sangat aneh dan baru pertama kali mereka semua melihat keterampilan seperti itu.
Akhirnya mereka bertiga sudah memutuskan bahwa yang menyerang keluarga Gongsun, adalah pendekar misterius. Bahkan mereka juga menjelaskan kepada keluarga Gongsun perihal kematian Gongsun Ye yang begitu sangat cepat ada hubungannya dengan pendekar misterius.
Yan Xiaming tidak menyarankan untuk mencari pendekar misterius itu karena sangat kuat, Bahkan dia menyarankan untuk menyelamatkan nyawa sendiri daripada mencari pendekar misterius itu untuk dibalaskan dendam.
Setelah mengingatkan kepada keluarga Gongsun, mereka bertiga langsung memutuskan untuk pergi ke Sekte Awan Melonjak berniat menemui remaja yang memiliki kekasih Hua Ning Bing.
__ADS_1
Sementara itu, Xiao Chen yang terbang hampir melewati pegunungan yang sangat tinggi dan ada udara yang sangat dingin, tiba-tiba dari kejauhan ada cahaya kilat yang berkedip-kedip sangat sering.
Xiao Chen sudah menduga bahwa itu adalah pertempuran, sebenarnya dia ingin berjalan menyamping untuk menghindari pertempuran yang sangat merepotkan.
Hanya saja ketika hendak berjalan menyamping, dia mendengarkan teriakan demi teriakan yang teramat menyakitkan.
Jiwa kepo Xiao Chen meronta-ronta dan akhirnya terbang dan mengintip dari atas pegunungan yang dingin. Pada saat itu, Xiao Chen melihat pertempuran dan di tengah-tengah gunung yang menjulang terdapat belahan yang sangat besar. Tapi dari celah gunung itu, Xiao Chen melihat ada pintu istana yang sangat megah.
“Apa itu!” Xiao Chen belum pernah melihat reruntuhan kuno sehingga dia tidak tahu. Karena penasaran, dia langsung terbang untuk mendekati celah gunung yang sangat besar yang di dalamnya ada pintu yang besar dan berwarna emas.
Ketika sedang mendekati ke celah gunung tersebut, ada dua orang yang berlari tanpa busana. Mereka sangat ketakutan.
Bomm!
Tiba-tiba dari celah gunung tersebut muncul reptil bersayap menyemburkan api ke arah dua orang itu, otomatis Xiao Chen menggunakan tablet listrik untuk menyambar reptil bersayap itu.
Bang!
Karrrrkkk!
”Kamu bimbing aku untuk ke depan! Bunuh semua yang menghalangi!” pinta Xiao Chen.
”Pulu Pulu Pulu !" Monster prajurit itu mengangguk dan mengatakan dengan bahasa mereka.
Akhirnya Xiao Chen berjalan didampingi oleh Zombie monster prajurit.
Sring!
monster prajurit itu membelah reptil bersayap dan Xiao Chen menjadikan monster reptil bersayap itu menjadi zombie.
Reptil bersayap itu bentuknya seperti naga mitologi Eropa, setelah reptil naga itu menjadi zombie, Xiao Chen langsung menunggangi di atasnya sambil mengikuti monster prajurit di depannya.
Ketika Xiao Chen memasuki ke celah Gunung itu tiba-tiba ada reptil bersayap sekitar sembilan ekor langsung menyerang.
Sring!
__ADS_1
Monster prajurit langsung menghunuskan pedang seketika ke sembilan monster reptil itu, terpotong menjadi beberapa bagian.
Orang yang sudah melarikan diri dan tidak memakai busana setelah melihat Xiao Chen yang mengendalikan monster sama persis dengan monster yang sangat jahat di dalam itu, sehingga mereka mulutnya ter nganga nganga.
Bahkan mereka melihat reptil bersayap itu setelah ditebas menggunakan pedang raksasa seketika berubah menjadi mayat hidup. Dan reptil bersayap yang telah menjadi zombie berbalik menyerang membantu Pemuda bertopeng itu.
Setelah memasuki pintu raksasa, Xiao Chen matanya terpejam langsung menggunakan indra sensei dan menemukan bahwa sudah tidak ada monster yang tiba-tiba menyerang.
“Hmmm kamu kembalilah," pinta Xiao Chen kepada monster yang sudah menjadi zombie.
"Pulu Pulu Pulu!"
Monster prajurit dan reptil bersayap langsung menghilang berubah menjadi asap langsung masuk ke dalam kegelapan.
Xiao Chen mengangguk dan berjalan pelan ke dalam pintu yang besar. Item serbaguna langsung berubah menjadi senter tembak sehingga penglihatan malam Xiao Chen tidak terganggu.
Setidaknya banyak monster kecil seperti belalang yang mencoba berani menyerangnya. Akan tetapi ketika belalang itu hendak mengenai tubuh Xiao Chen, langsung hancur.
Ada lipan raksasa tapi tangan Xiao Chen berubah menjadi ular langsung memakannya.
Sampai tiba waktunya, Xiao Chen tidak menyadari bahwa sedang menginjak Informasi yang aneh sehingga dia dipindahkan ke tempat reruntuhan kuno yang paling dalam. Apalagi Xiao Chen diturunkan ke tengah-tengah pertempuran yang sedang memperebutkan harta.
Harta itu seperti tripod yang diatasnya ada pernak pernik setidaknya ada sembilan warna yang mengelilingi tripod itu.
”Harta apa ini?” Xiao Chen menyelinap ke sekumpulan pendekar yang sedang menatap ke arah dua orang yang satunya pemuda yang tingginya seperti anak laki-laki berumur sepuluh tahun, dan satu wanita belia yang memakai pedang di punggungnya.
Sepertinya dua orang itu tidak membiarkan sekumpulan pendekar meraih item yang menancap di sebuah himpitan batu.
”Nona Li Shuangyan. Jangan kahawatir tidak ada yang bisa mengambil harta yang akan menjadi milik nona,” jawab pemuda itu yang memiliki nama Du Yuanguang.
Du Yuanguang sudah membunuh lusinan pendekar yang hendak merampok item yang akan dijadikan hak paten ke Li Shuangyan.
Li Shuangyan mengangguk dengan dingin, ” Terima kasih Du Yuanguang.” Li Shuangyan berkata tanpa ekspresi, dan dia tetapan nya diarahkan ke seluruh pendekar yang sedang mengepung lalu berkata lagi: ”Kalian para semut-semut, jika tidak ingin mati, menyingkirlah, karena harta ini adalah harta yang akan menjadi milik ku. Jangan salahkan aku begitu kejam, tapi salahkan kamu yang lemah yang patut di injak-injak.”
Xiao Chen tidak peduli yang terpenting mengambilnya dan dia berlari melompat dan melewati sekumpulan pendekar yang sedang mengepung Li Shuangyan dan Du Yuanguang.
__ADS_1
Du Yuanguang melihat ada satu remaja naif yang bertopeng hendak mengambil tripod itu, akhirnya mencibir.