
Bab 98 Bertemu Orang Yang Tepat
“Okelah kalau begitu.” Xiao Chen mengangguk dia tidak akan berkata lagi. Mungkin beda itu rahasia, sehingga untuk menggali informasi harus perlahan-lahan agar Wenren Wushuang akan menerima.
“Baiklah ayo! Kita beranjak lagi,” ucap Wenren Wushuang kebetulan sudah malam karena itulah, dia tidak ingin membuat penginapan di tengah Padang Savana yang luas ini.
“Kenapa terlalu terburu-buru? Di sini sungguh hebat, lihatlah padang yang sangat luas memanjakan mata. Terlebih lagi, sekitar sepuluh meter ada air, kita tidak akan kesulitan menemukan air bersih." Angin yang berhembus di padang rumput memanglah menyegarkan sehingga ini alasan Xiao Chen untuk menikmati angin yang indah.
Perasaan Wenren Wushuang sungguh luar biasa. Akhirnya dia menebak bahwa dia ingin tidur di padang rumput ini. Jika untuk melepas penat ketika siang hari itu tidak masalah. Namun, jika untuk beristirahat dimalam hari, ini tidak mungkin.
Coba kalian bayangkan di Padang rumput yang sangat luas, ketika malam hari tiba sudah pastinya banyak nyamuk yang nakal untuk menyerap darah ketika kalian tidur.
Ini masalahnya Wenren Wushuang tidak ingin seperti itu. Karena Wenren Wushuang memiliih bentuk keindahan dengan ciri-ciri dirancang dengan rumit oleh dewa, lambang kecerdasan yang halus.
Wajahnya yang menawan hanya semakin ditekankan oleh matanya yang cerah itu. Selain hidungnya yang seperti batu giok, dipahat tinggi, dan bibir kecilnya yang seksi berwarna merah, dia hanya bisa digambarkan seperti teratai salju di antara bara api vulkanik.
Sosoknya tidak ekstrim, tetapi sesuatu yang lebih mirip dengan keindahan, tapi tidak terlalu. Orang bisa melihat busur dari puncak kembarnya dengan jelas tergambar, dan kontur pantatnya yang gagah, bahkan ketika ditutupi oleh pakaian hitamnya. Sementara kakinya yang panjang dan indah bersinar dengan pancaran batu giok murni, memunculkan perasaan hasrat pada pria.
Rambut hitam gagak itu sebahu, menambah pesona keseluruhannya sebesar 30%
Wanita ini, dalam arti kata apa pun, mendekati tingkat kesempurnaan. Seluruh tubuhnya memancarkan aura halus yang mirip dengan makhluk surgawi.
Dengan kecantikan seperti itu, dia tidak ingin ketika malam hari sedang tertidur tiba-tiba ada nyamuk yang menggigit sehingga akan merusak citra penampilannya.
Nyamuk hutan lebih besar dua kali lipat besar dari pada nyamuk pada umumnya sehingga akan mengakibatkan iritasi yang terlihat.
__ADS_1
Tetapi, Xiao Chen berkata, “Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah membuat racun pengusir nyamuk sehingga kamu bisa tertidur lelap.”
Dia mengeluarkan benda seperti lilin yang besar langung dibakar sehingga asapnya mengeluarkan bau yang harum seperti bunga anggrek.
Wenren Wushuang menghirup bau itu penuh kesegaran dan menatap ke arah Xiao Chen sambil berkata: “Kamu memang sangat mudah untuk diandalkan."
“Dengan aku di sini, kamu takan khawatir jika ada bahaya.” Kemdian Xiao Chen langsung pergi untuk mencari daun yang lebar dan beberapa ranting pohon yang lurus untuk membuat kemah.
Daun rumput yang panjang-panjang, dia anyam untuk dijadikan sebagai atap sementara. Sementara itu, pagar juga sama.
Setelah sudah selesai semua, barulah Xiao Chen menggali tanah sekitar enam jengkal manusia dan saat itu juga, Xiao Chen membakar ranting pohon untuk menghangatkan badan ketika malam hari.
Xiao Chen juga sudah memburu tikus hutan agar dijadikan sebagai makanan malam. Untuk tikus ini dia memakan buah-buahan. Jika di Bumi, mungkin Xiao Chen tidak akan sudi untuk memakannya, karena kalian tahu, tikus di bumi sungguh jorok penuh penyakit.
Setelah sekiranya sudah bersih, dia langsung kembali untuk mencoba membakar tikus hutan tersebut.
Walaupun di dunia pendekar tidak ada bahan asin, untuk penyedap rasa, Xiao Chen adalah penduduk bumi pada waktu itu. Mengandalkan pengetahuannya dia sudah membuat garam menggunan tumbuhan.
Tumbuhan itu bernama pohon Dan. Pohon itu sungguh persis seperti tumbuhan yang tumbuh di Papua.
Di Papua namam daun ini de sebut pohon Dan. Adapun Xiao Chen menggunakan daun itu dengan cara-cara, daun dikumpulkan dan diikat padat memanjang atau dianyam lalu, dibakar di bara api hingga jadi arang kemudian dibungkus menggunakan daun yang memiliki bentuk lebar seperti daun pisang dan daun palem. Daun inilah yang dijadikan garam oleh Xiao Chen.
Xiao Chen yang sedang membakar tikus hutan, langsung mengeluarkan bungkusan benda yang panjang dan di tutupi daun yang sudah kering.
Wenren Wushuang bingung dan bertanya, ”Apa yang kamu keluarkan?"
__ADS_1
“Ini adalah garam alami. Kamu tidak tahu, tetapi aku paham, lihatlah dan rasakan daging ini setelah matang." Xiao Chen mengangguk dan dia menaburkan bubuk daun yang mengandung garam yang sudah kering ke daging tikus sedang di panggang.
Ketika daun garam itu mengenai permukaan daging tikus dan pemanggangan yang merata, akhirnya minyak itu keluar dan mencampur dengan daun garam.
Wenren Wushuang yang melihatnya juga merasakan rasa yang tak sabar. Sepertinya makanan ini sungguh menggunggah selera sehingga tidak tahan untuk mencicipi.
“Sepertinya kamu juga sungguh ahli dalam memasak. Apa itu garam yang kamu sebutkan bahkan aku tidak mengetahui. Sebagai wanita yang akan menjadi ibu dimasa depan, sungguh malu,” ucapnya sambil tersenyum.
“Berarti kamu menemukan orang yang pas. Dan beruntung telah menemukan aku heheh!” Xiao Chen sudah menuntaskan daging tikus itu dan siap disajikan.
Xiao Chen menarik paha tikus langsung disuapkan kepada Wenren Wushuang untuk mencicipi pertama.
Awalnya malu, dia takut citra anggunnya akan hilang setelah menggigit daging tikus itu, tetapi selanjutnya langung kagum karena makanannya sungguh sangat enak.
“Apakah ini yang dinamakan garam! Sungguh enak dan menambah rasa daging menjadi berwarna. Kenapa kamu pada waktu itu tidak melakukan hal seperti ini?"
“Pada waktu itu, daun garam belum sepenuhnya kering."
Akhirnya Xiao Chen memakan daging tikus dengan sangat lezat pada akhirnya ada ledakan dari radius 200 meter.
Bom!
“Apa yang terjadi?” Wenren Wushuang bingung dia dan Xiao Chen langsung tegang keatas langsung melihat ada cahaya merah terpancar dari langit.
“Mungkin ini bahaya, kamu tunggu di sini aku akan mengecek segera mungkin," ucap Xiao Chen.
__ADS_1