
Bab 70 Feng Huang Harus Diselamatkan
Xiao Chen setelah itu, bangun untuk menghampiri ayahnya Xiao Shi. Untung saja dirinya selamatkan oleh suara kuno yang entah keluar dari mana.
Sekarang dirinya ingin memanggil suara kuno itu tetapi tidak ada jawabannya.
“Untung saja ayah baik-baik saja jika tidak, maka aku dalam masalah besar.” Xiao Chen menghela nafas panjang kemudian duduk di samping tempat di mana Xiao Shi sedang pingsan.
Xiao Chen sudah merasakan bahwa pedang usang itu sekarang berubah menjadi pedang usang biasa tanpa ada efek negatif dari iblis karena sudah hancur dan pengetahuannya langsung masuk ke dalam pikirannya.
Menurut pengetahuan dari iblis kuno itu, dia akan terlahir kembali dengan memasuki ke pedang usang itu. Setelah pedang sudah ditempati jiwa iblis kuno, maka hanya mencari wadah manusia untuk dijadikan tubuh.
Untung saja ketika pada waktu itu ada suara Agung yang menolongnya sehingga tanpa diketahui jiwa iblis kuno itu langsung menghilang dan pengetahuannya yang telah dikembangkan beberapa tahun yang lalu sudah menjadi miliknya.
Setelah menyerap semua ingatan dari iblis kuno, Xiao Chen setidaknya mengetahui beberapa teknik yang sudah menentang surga. Hanya menggunakan teknik itu, Xiao Chen bisa mengalahkan musuh dengan mudah.
Yang pertama jurus itu seperti vampir membunuh dan menyerap jiwa manusia untuk dijadikan kekuatannya sehingga menerobos ke tingkat pendekar yang lebih tinggi.
Yang kedua, perwujudan iblis. Teknik perwujudan iblis itu aku memiliki beberapa tahap seperti; setengah iblis dan iblis seutuhnya.
Yang ketiga, Teknik pemenggalan Dewa dan monster. Teknik pedang ini bisa memotong dan melukai musuh dan monster yang lebih tinggi tingkatannya, seperti memotong sisik naga kuno dan monster kuno.
Yang keempat, teknik jurus samsara iblis. Teknik ini bisa menyatukan kembali seluruh tubuh jika mengalami kehancuran yang signifikan. Selama yang mempunyai teknik semsara iblis ini bisa menyerap darah dari pendekar musuh, maka penyatuan kembali tubuh jika mengalami kerusakan akan begitu cepat. Begitu sebaliknya, jika darah yang dimiliki tidak terlalu mencukupi maka untuk menyatukan kembali tubuhnya akan terganggu.
Maka dari itu, para praktisi Jalan iblis dengan tipe seperti ini harus melawan musuh dan membunuhnya. Karena dengan membunuh maka darah akan diserap ke dalam tubuhnya untuk digunakan sewaktu-waktu jika pengguna memiliki badan yang terpotong.
Sementara itu yang kelima adalah jurus iblis abu keabadian. Ketika jurus itu diaktifkan maka orang yang terluka oleh pengguna akan berubah menjadi abu.
__ADS_1
Semua kelima jurus itu sudah tertanam di otak Xiao Chen. Bahkan, Xiao Chen sendiri ketika sedang duduk di samping Xiao Shi sedikit pusing, karena pengalaman pembunuhan yang dilakukan iblis kuno itu, adalah dirinya.
“Tidak-tidak aku adalah pemuda tampan yang baik, aku bukan iblis. Ingatan itu berasal Iblis kino bukan aku Ok,” kata Xiao Chen sambil tidak berdaya.
Sekarang merenung sebentar untuk pergi langsung dan menuju ke arah wilayah lembah komik kematian. Karena harus menyelamatkan Feng Huang.
‘Tidak dijinkan kamu hidup, telah mengambil Feng Huang ku, jika ada yang menghalanginya maka mati!’ batin Xiao Chen sehingga tiba-tiba Lan Xuaner dan Wu Lian yang melihat aura ganas yang keluar dari tubuh Xiao Chen, seketika langsung panik.
“Xiao Chen! Apa yang kamu lakukan! Apakah kamu ingin membunuh kita semua!” Wu Lian berteriak.
“Ahh!” Seketika Xiao Chen tersadar kembali dan Aura ganas yang keluar dari tubuhnya langsung hilang seketika. “Maafkan aku, aku hanya marah karena tidak berdaya untuk menyelamatkan Feng Huang,” imbuhnya.
“Kamu bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan temanku tanpa ada kebencian?” Wu Lian sungguh sangat mengeluh jika Xiao Chen mengeluarkan aura yang ganas seperti itu. Bahkan untuk mengingat kembali ketika Xiao Chen berubah seperti iblis yang memiliki tanduk sungguh sangat ketakutan.
“Maafkan aku, baik aku akan berpikir jernih sebisa mungkin,” balas Xiao Chen. Dia memegang dagu sambil berpikir kemudian berkata lagi: “Oh iya, wilayah lembah Bonek kematian Mungkin jauh dari tempat ini?”
Mata Xiao Chen tertutup sebentar dan memejamkan matanya sambil berpikir. Dia ingin pergi ke wilayah lembah Phoenix kematian. Namun dia juga belum mengetahui wilayah tepatnya.
“Baikllah, aku akan mengatakan kepada ayah Jika dia sudah bangun,” kata Xiao Chen kemudian menganggukkan kepalanya.
Xiao Chen ingat bahwa dirinya memiliki jimat pemulihan diri sehingga, tanpa berbasa-basi langsung menggunakan jimat itu kepada ayahnya.
Tangan Xiao Chen menyentuh tubuh Xiao Chen dan pada saat itu, tiba-tiba ada cahaya transparan berwarna hijau langsung menyelimuti seluruh tubuh Xiao Shi.
Hanya beberapa waktu saja, Xiao Shi sudah terbangun dan menatap ke arah Xiao Chen dengan takjub.
“Ahhh! Nak, apakah aku tidak mati! Apakah kamu Xiao Chen!” Xiao Shi ketika langsung bangun dan menatap ke arah Xiao Chen dengan seksama. Bahkan tangan sendiri menepuk-nepuk bahwa Xiao Shi sedang tidak berhalunisasi.
__ADS_1
“Ayah, kamu baik-baik saja sedang tidak bermimpi. Soal tadi, aku minta maaf jika putra ini telah melukai ayah.”
“Oh iya, ayah. Aku ingin mengatakan kepadamu Di manakah wilayah lembah Phoenix kematian? Aku ingin segera menyelamatkan Feng Huang?”
Xiao Chen memandang wajah Xiao Shi dengan seksama untuk melihat apakah perilaku ayahnya memiliki pengetahuan dari wilayah lembah Phoenix kematian itu. Sayangnya sudah sedikit lama memandang perilaku Xiao Shi, dirinya sudah menebak bahwa dia belum pernah mendengar tempat yang telah dirinya katakan.
Kemudian Xiao Chen tersenyum pahit, lalu berkata: “Ayah, Apakah kamu tidak mengetahui wilayah itu?”
Xiao Shi juga malu, sehingga hanya membalas, “Nak, mungkin wilayah itu sangat jauh dari tempat ini.”
”Hmmmm! Baik mungkin aku akan mencari tahu sendiri.” Xiao Chen menghela nafas panjang.
Setelah itu, Xiao Chen memandang ke atas langit yang masih ada matahari yang hendak ingin tenggelam.
Pada saat itu, matanya tertuju ke arah sedikit kejauhan karena menemukan ada kakek tua yang sepertinya dirinya pernah mengenali.
“Aku pernah melihat kakek tua itu, bahkan wajahnya sedikit familiar tetapi di mana aku melihat dia?” Xiao Chen mencoba berpikir untuk mengingat di mana dia pernah bertemu dengan kakek tua itu.
Xiao Chen belum sempat menemukan dan di mana dirinya pernah bertemu dengan kakek itu, tiba-tiba dia mendekati Xiao Chen dengan sangat cepat dan berkata: “Nak, aku mengetahui lembah Phoenix kematian.”
Xiao Chen langsung matanya tertuju kepada pria tua itu dan berkata: “Kakek, apakah kamu mengetahui Di mana tempat lembah kematian itu?”
“Yah aku mengetahuinya.” Kakek tua mengangguk dengan lembut.
Tanpa berbasa-basi, Xiao Chen berkata: “Aku ingin menyelamatkan teman ku, bisakah kakek lebih spesifik menjelaskan dimana letak Lembah Phoenix Kematian?”
Kakek itu menjawab: “Lembah Phoenix kematian terletak disebuah seberang lautan. Kamu akan sampai dalam lima hari dalam perjalanan terbang.”
__ADS_1