Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Aku Tahu Perasaanmu


__ADS_3

Bab 94 Aku Tahu Perasaanmu


Lipan itu hanya enam ekor. Enam ekor bagi Xiao Chen sudah cukup apalagi sepertinya dia telah memakan daging membusuk yang terkontaminasi racun jimat dirinya yang berada di tubuh bawahan Bu Changseng, tidak mengalaminya kerusakan.


Ini membuktikan bahwa lipan ini, tahan dengan racun korosif. Tentunya Xiao Chen harus meneliti lebih lanjut.


“Lipan kecil, ayo masuklah kita akan mendekati Wenren Wushuang,” ucapnya.


Xiao Chen setelah melihat Lipan memasuki ke jimat sarang, dia menumbuhkan sayap serangga di punggung langsung terbang mendekati Wenren Wushuang yang sedang di ketinggian bukit.


Banyak para bawahan yang masih mengumpat di semak-semak dan pohon-pohon besar. Tetapi hanya sekejap saja, para bawahan itu terhisap oleh lubang hitam.


Sungguh sederhana untuk membunuh sekawan Bu Changseng, hanya mengaktifkan jimat persimpangan dimensi langsung beres.


Wenren Wushuang cukup kagum ketika melihat Xiao Chen punggungnya memiliki sayap serangga. Dia sepertinya bukan manusia bagaimana mungkin manusia bisa seperti itu?


“Kamu sungguh aneh, kamu melawan musuh bukan menggunakan ketrampilan yang diterapkan dunia pendekar ini, kamu adalah orang yang menyalahi aturan.” Wenren Wushuang tersenyum sambil bercanda.


“Sebenarnya aku bisa menggunakan jiwa pendekar hanya saja kurang praktis dan cepat lelah karena jiwa pendekar akan beroperasi seperti bahan bakar. Semakin lama bertarung, maka semakin cepat jiwa pendekar terkuras. Jika aku menggunakan teknik yang aku buat tidak menggunakan jiwa pendekar. Jika ada yang simpel lalu kenapa harus memilih yang rumit? Jiwa pendekar aku gunakan ketika dalam keadaan bahaya saja.”


Kamudian Xiao Chen mlirik kedua wanita dan berkata lagi: “Baik nona, kami sudah membunuh Bu Changseng itu. Kamu sudah aman dan tidak ada ancaman.”


Xiao Chen memerintahkan kedua wanita untuk pergi dengan hati-hati. Tetapi kedua wanita itu, saling memandang dan berkata sedikit ragu-ragu.


“Sekali lagi, terimakasih kepada kalian. Jika kalian tidak menolong ku, mungkin tidak tahu kita tidak akan melihat matahari besok. Untuk menerima ucapan terimakasih, bisakah kalian kami undah untuk mendatangi ke rumah? Ini hanya semata-mata karena membalas budi.”


Salah satu wanita itu sedikit ragu-ragu. Bahkan dia mengatakan sedikit hati-hati agar tidak mengatakan yang salah.

__ADS_1


Akan tetapi, Xiao Chen hanya membalas ringan. “Maaf kamu tidak perlu repot-repot untuk melakukan hal seperti itu. Kamu tidak perlu keberatan untuk membalas budi kepada kami berdua. Anggap saja masalah sudah selesai. Bisa dibilang, tindakan ku hanya ingin menyelamatkan semua wanita yang berada di sini dari bahaya Bu Changseng.”


Kemudian Xiao Chen memegang tangan putih Wenren Wushuang dan mengangguk kepalanya mereka berdua dan sosoknya tiba-tiba menghilang tersedot lubang hitam seperti kamui milik Obito Uchiha.


Kedua wanita saling melirik dan akhirnya mereka tersenyum pahit, padahal keduanya memiliki wajah sudah dianggap cantik. Namun, ini tidak akan membuat pemuda bertopeng itu sedikit goyah.


Mereka berani bersumpah, bahwa pemuda itu tampan, dilihat tangannya yang putih tidak ada cacat sedikitpun. Apalagi memiliki pasangan yang tentunya cantik juga.


Orang cantik harus disandingkan dengan orang tampan, dan mereka sudah yakin bahwa kecantikan atas. Sayangnya pemuda itu tidak melirik malahan menolak ajakan baik untuk memperkenalkan kepada orang tua.


“Kita jangan khawatir. Aku dengar, wanita itu mengatakan bahwa pemuda bertopeng memiliki nama Xiao Shi. Mari kita cari tahu marga Xiao kepada orang yang lebih tua. Mungkin dia mengetahui karena kita juga baru pertama kali mendengar marga Xiao di wilayah ini?” Wanita yang memiliki kucir kuda dan rambutnya berwarna kuning, berkata. Dia bernama Wuming Shi. Dan wanita satunya bernama Lu Hanyan.


Lu Hanyan, mengangguk dia setuju betul apa kata-kata Wuming Shi harus memberitahu kepada orang yang lebih tua.


“Baik kita kembali terlebih dahulu. Kita harus menanyakan kepada orang yang lebih tua, dia mungkin lebih tahu." Lu Hanyan mengangguk dan mengajak Wuming Shi pergi setelah memulai tenaga pendekar.


Swosh!


Lubang hitam tiba-tiba memuntahkan kedua sosok yakni, Xiao Chen dan Wenren Wushuang.


“Xiao Chen, kenapa kamu menolak ajakan baik dari kedua wanita itu?" Wenren Wushuang ingin tahu, seharusnya dia menerima ajakan baik agar menghargai.


Tetapi Xiao Chen hanya menggelengkan kepalanya, “Aku tidak ingin berhutang budi satu sama lain. Anggap saja masalah sudah selesai sehingga dia tidak ada hubungannya dengan kita."


Xiao Chen tahu benar rutinitas seperti ini. Jika dia menyetujui untuk pergi menerima perjamuan kedua wanita, sudah dipastikan akan ada tipu muslihat antara orang tua dari kedua wanita itu. Contohnya ketika Xiao Chen sudah menghadiri maka ada patriak yang menanyakan apakah kamu melajang atau sudah menikah. Bahkan mengatakan yang sebenarnya, tidak akan merubah keadaan.


Sekarang yang diinginkan Xiao Chen mencari wanita yang tidak gampang terbujuk. Seperti: Wenren Wushuang dia tidak akan mau menjadi wanitanya jika bukan karena kesepakatan awal. Bahkan Feng Huang dia tidak akan mendekati dirinya karena sadar banyak saingannya seperti guru, Lan Xuaner dan Liu Shen.

__ADS_1


Tetapi inilah yang dicari Xiao Chen mereka adalah wanita yang berbeda dan ini sungguh membuat tertantang.


Jika Xiao Chen menuruti rutinitas novel yang dia baca di plat Biru, mungkin sudah mengikat lusinan wanita.


Melihat Wenren Wushuang tidak berbicara, dia melangkah dan membenamkan tubuhnya di kasur yang sedikit lembut.


“Yo.. kebetulan ini sudah malam, ayo kita tidur mari kita saling berpelukan!" Xiao Chen yang terlentang tangan kanannya menepuk-nepuk kasur di sebelahnya sambil tatapanya ada niat jahat kepada Wenren Wushuang.


“Dasar iblis!” Wenren Wushuang membuang wajah dan duduk di kursi kecil.


“Ada yang bilang bahwa saling berpelukan akan melepaskan rasa penat dan memuliakan beberapa energi.” Xiao Chen masih merayu kepada Wenren Wushuang. Sayangnya Wenren Wushuang hanya acuh dan masih duduk berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


Alhasil, Xiao Chen juga tidak bertanya apapun dan mulai memejamkan matanya.


Wenren Wushuang memastikan dan mencoba mendekati Xiao Chen apakah dia sudah benar-benar tidur. Ternyata benar, dia sudah tidur sungguh pulas.


Ini membuat Wenren Wushuang cukup terkejut. Ternyata dia bisa langsung tertidur seperti tidak ada beban pikiran.


Bukanya dia tidak ingin mendekati Xiao Chen lebih lama, karena setiap bersentuhan dengan dia ada perasaan aneh yang tak terlukiskan.


Sekarang dia croboh menatap Xiao Chen sungguh lama sehingga ada pikiran yang tidak terkendali untuk mencium bibir Xiao Chen.


“Hanya sekali ini saja, walaupun aku tidak mencintaiu, namun kamu sebenarnya tampan juga.” Dia mendekatinya wajah Xiao Chen hendak mencium. Sayangnya tiba-tiba Xiao Chen membuka mata dan kedua tangannya langsung meraih pinggung Wenren sehingga dia jatuh dalam pelukan Xiao Chen.


“Ada yang tidak lebih paham dari menanggani maslah hati wanita," ucap Xiao Chen sambil tersenyum dan saat itu juga langsung mencium Wenren Wushuang sambil mengaktifkan kultivasi Ganda.


...--------------------------------...

__ADS_1


Bagi yang suka Novel ini, like, komen dan kasih bintang. Karena itu adalah semangat ku. 🙏🙏


...--------------------------------...


__ADS_2