
Bab 238
Xian Miaomiao yang terbang, menoleh kebelakang dan melihat bahwa teman Yi Wuxiao pada mengejar penuh kebencian. Walaupun dirinya memiliki jimat peniru, itu tidak tahan lama hanya berlangsung satu jam. Jika satu jam sudah digunakan, maka jimat itu sudah tidak aktif.
Untuk mengaktifkan kamu harus menunggu keesokan harinya!
“Aku harus pergi! Jika tidak, aku akan kalah otomatis keamanan ku tidak terjamin,” gumam Xian Miaomiao dia harus membereskan setidaknya satu terlebih dahulu.
Kemudian memutuskan tubuhnya dan menukik mengeluarkan panah yang sama persis dimiliki oleh Chen Bulan.
Teknik panah hujan api!
Swoshh!
Satu panah ditembakkan kearah teman-temannya Yi Wuxiao itu, dan yang tadinya bilah panah hanya satu, sekarang menjadi lima sambil mengelus api yang panas.
Bom!
“Sial! Kita harus menghindarinya!" Beberapa teman Yi Wuxiao menghindari, tapi ada dua orang yang terkenal tembakan api panah di punggungnya sehingga punggung itu memar dan merah akibat luka bakar.
“Kamu wanita brengsek akan ku habisi!" Dia menghindari dan mengeluarkan pedang bergerigi seketika menghunuskan ke panah tersebut.
Dentang!
Ahhh!
Panah itu terjatu dan Xian Miaomiao melihat orang itu tangan kirinya mencoba memukul bagian perut.
Xian Miaomiao tidak bisa menghindari dan terjatuh menukik sambil memuntahkan darah.
Bom!
__ADS_1
Setelah pingsan, sosok Xian Miaomiao berubah menjadi seperti semula dengan tubuh menyedihkan dan tergeletak di tanah.
Level pendekar empat ditambah belum ada pengalaman dalam hal bertarung sungguh sangat rapuh dan berbahaya.
Grup Yi Wuxiao mendekati Xian Miaomiao yang sudah pingsan tak sadarkan diri dengan tatapan serakah maupun cabul. Mereka serakah karena harus mendapatkan teknik sutra Pedang Taixuan dan keterampilan peniru itu. Jika mendapatkan keduanya maka mereka akan menjadi angsa yang naik ke atas langit setatus juga akan meningkat.
Dari kejauhan Wu Anxian dan Chen Bulan melihat bahwa Xian Miaomiao dalam bahaya, dia mempercepat untuk menyelematkan. Tapi, pada saat itu ada sosok berpakaian panjang gelap yang tiba-tiba muncul disamping Xian Miaomiao.
Pemuda itu sangat tampan, tatapan setenang air sumur, tapi dalam hal pandangannya sungguh sangat ganas. Wu Anxian melihat pemuda itu menebas pedang diudar seketika semua grup Yi Wuxiao tiba-tiba lehernya terputus.
Pemuda tampan itu meraih tubuh Xian Miaomiao yang pingsan, seketika setelah membunuh semua grup Yi Wuxiao, dia menghilang dan memasuki retakan ruang yang tiba-tiba muncul.
Pada saat itu, grup Wu Anxian langsung tiba ditempat dimana Xian Miaomiao menghilang karena dibawa oleh pemuda yang sangat tampan.
“Dia diambil oleh pemuda aneh, mungkin saja masih satu kelompok. Ayo kita harus melapor dan tentu saja kita memberikan kabar kepada Nona Yang Zhiqing, jika Nona Yang Zhiqing tahu, mungkin bisa membantu untuk mencari keberadaan dia," Chen Bulan matanya penuh kesalehan.
“Ayo kita harus pergi dan tinggalkan jasad murid yang sudah meninggal agar dimakan oleh monster," kata Wu Anxian dan terbang untuk pulang ke sekte dewa perang.
“Hehehe bangun gadis kecil, jika kamu tidak bangun maka aku akan membangunkan dengan tamparan bokong.” Xiao Chen tersenyum.
Umm!
Engah!
Xian Miaomiao seketika berdiri dan muntah.
Pantat monster tupai sungguh sangat bau melebihi tujuh kali kotoran paling bau di dunia, sehingga Xian Miaomiao sadar dan muntah.
“Uhhh .. Bau apa ini!” Wajah Xian Miaomiao merah karena merasakan mual terus-menerus.
Xiao Chen kemudian memamerkan pantat tupai kepada Xian Miaomiao dan berkata: “Tara! Sebenarnya jika kamu tidak akan bangun, aku akan menampar bokong heheh!"
__ADS_1
“Ini ... Pantat tupai! Pantas bau, apakah kamu tidak ada cara yang lain untuk membangunkan ku,” ucap Xian Miaomiao ingin marah, tapi tidak bisa marah, karena dia tahu bahwa Xiao Chen lah yang menolong ketika dikepung sekumpulan grup Yi Wuxiao.
Karena sudah ditolong, Xian Miaomiao menunduk sambil memainkan kedua tangannya dan berkata: “Terimakasih telah menolong, jika tidak ada kamu, mungkin aku sudah kalah dan di arak oleh grup murid Yi Wuxiao.”
“Tidak apa-apa, sekarang kamu aman, hanya saja kamu harus meningkatkan pengalamannya, sehingga jika di masa depan bertemu lawannya lebih tangguh kamu tidak akan kaget,” jelas Xiao Chen, dia tidak ingin Xian Miaomiao terjadi apa-apa karena dia adalah perioritas Xian Guo.
Akan sangat berbahya jika Xian Guo mengetahui tadi bahwa Xian Miaomiao bahaya mungkin dia akan pusing sampai mati.
“Ayo! Sepertinya hasil buruan mu sudah banyak. Kamu bisa menukarkan inti monster ke paviliun sehingga kamu bisa menukarkan beberapa obat. Pastinya kamu akan naik walaupun satu level saja,” kata Xiao Chen dia kemudian meminta agar Xian Miaomiao untuk menunjukkan jalan tempat terdekat paviliun.
~
~
Di kuil tertentu, ada seorang pemuda yang cukup tampan dia sedang menyapu plataran kuali, hanya tatapan pemuda tersebut sepertinya sedang tidak baik-baik saja.
“Mungkin dibandingkan tim lain, akulah yang paling menyedihkan, tapi tidak apa-apa. Hehehe di sini sungguh banyak wanita cantik sial!” Seketika mata Ye Tian berbinar-binar.
Pada awalnya, dia terjun dari langit dan meluncur ke kandang babi. Bajunya penuh kotoran tapi aku yang tidak disangka ketika mandi ada monster yang sangat besar sehingga ekor itu mencambuk dirinya hingga terbang bebas sampai memasuki Sekte yang bahkan dirinya tidak diketahui.
Apalagi dia setelah meluncur langsung hinggap ke atap dan menerobos masuk kedalam.
Apakah kamu tahu, Ye Tian setelah menerobos atap dia menimpa wanita yang cantik. Tapi wanita cantik itu adalah jenius no dua di sekte tersebut yang pertunangannya akan diselenggarakan dua hari lagi.
Tepat calon tunangan laki-laki yang hendak menjenguk wanita itu, tiba-tiba datang dan Tara! Wajah Ye Tian dan wanita itu panik lho, karena calon tunangan laki-laki membuka pintu tiba-tiba Ye Tian di atas wanita itu sambil meremas dua gunung indahnya.
Calon tunangan laki-laki yang bernama Lin Xian sungguh marah, tapi wanita itu mencegat dan menjelaskan apa yang terjadi kenapa pemuda itu tiba-tiba ada di kamarnya.
Walaupun Lin Xian sudah mendengarkan penjelasan bahwa itu masuk akal, tapi dia sungguh marah ingin sekali membunuh.
Akibatnya Ye Tian dihukum di sekte menjadi tukang sapu, bahkan karena jiwa pendekarnya tidak terdeteksi mereka semua sungguh meremehkan.
__ADS_1
Terlebih lagi, wanita itu yang jenius kedua selalu memerintahkan Ye Tian untuk melakukan hal yang tidak masuk akal hanya beralaskan hukuman. Tapi, Ye Tian tidak berat hati, dia menikmati sambil mencari wanita sebagai pendamping hidup.