Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 233


__ADS_3

Bab 233


“Aku tidak tahu motif mu, tapi kamu jangan membuat celaka kepada kakek ku.” Xian Miaomiao tidak percaya apa yang diutarakan oleh Xiao Chen.


Kamu tahu kan? Dunia yang kamu tempati sungguh berbahaya, tidak ada orang yang murah hati untuk menolong seorang.


Tetapi setelah melihat keadaan Xiao Chen yang tidak memiliki napas pendekar, Xian Miaomiao mengerutkan keningnya.


Pemuda itu hanya mengandalkan wajah tampannya dia sama sekali tidak memiliki kekuatan pendekar. Sehingga untuk berpura-pura lemah dan mencoba menikam dirinya itu sungguh tidak mungkin.


Ehem!


Ada Xian Guo yang memasuki kamar tersebut dan menatap ke arah Xian Miaomiao. Xian Guo menatap dan berbicara, “Apakah kamu sudah lebih baik nak. Aku tidak tahu bagaimana kamu pingsan di tempat itu."


“Kakek, saya ketika itu sedang lewat di tempat tersebut. tiba-tiba ada motor jatuh karena gelombang kejut yang menakutkan akhirnya, saya terpesona dan tak sadarkan diri.


”Untung kamu tidak apa-apa. Kamu berisitirahat di rumah kakek terlebih dahulu.” Xian Guo langsung menyerahkan makanan seperti bubur yang ditaburi beras berwarna merah.


"Makanlah, mungkin kamu lapar." Xian Guo setelah itu langsung pergi meninggalkan Xiao Chen sendirian.


“Hmmm! Jika kamu sudah menyelesaikan makanannya, panggil saja aku entar aku akan mengambil mangkuk itu untuk dibersihkan." Xian Miaomiao pergi.


”Apa boleh buat," kata Xiao Chen mengangkat bahu dan meraih mangkuk itu dan memakan bubur yang disediakan oleh Xian Guo.


“Rasanya asin!” Wajah Xiao Chen sedikit masam, tapi dia masih menerima bubur itu.


Xiao Chen tidak repot-repot untuk memanggil Xian Miaomiao, dia langsung beranjak bangun dan membawa mangkuk tersebut untuk dibawa keluar.


Ketika Xiao Chen keluar dari kamar tanpa disatria mendengar percakapan antara cucu dan kakek, menurut kesimpulannya, Xian Miaomiao sungguh Ingin mendaftar ke sekte dewa perang. Tapi setelah beberapa percobaan mendaftar dia tidak memenuhi syarat Sekte itu. Bahkan dia hanya memiliki satu teknik bertarung saja yang bisa dia diandalkan.

__ADS_1


Meskipun demikian Xiao Chen mengetahui bahwa hanya dengan satu jurus saja, Xian Guo ternyata sudah bisa menguasai sampai ke tingkat lapisan hantu.


Xiao Chen hanya mengagumi bahwa kakek itu adalah kakek jenius berbanding terbalik dengan cucunya, dia sudah berlatih kurang lebih dari tiga tahun masih dalam tahap lapisan manusia.


Ehem!


Xiao Chen memecah perdebatan mereka sehingga kedua orang itu langsung terdiam dan menatap ke arah Xiao Chen.


”Ahh nak ... Kamu sudah bangun? Apakah kamu tidak beristirahat terlebih dahulu mungkin saja kamu masih merasa kecapean!” Xian Guo berseru.


”Tidak kakek. Saya tidak apa-apa, saya bingung jika terus-menerus berbaring di kamar tidak ada kegiatan selain tiduran saja. Jika kakek ada sesuatu yang bisa dilakukan, saya akan siap membantu, hitung-hitung sebagai kompensasi karena telah menolong saya.” Xiao Chen berkata ringan dan lembut.


Xian Guo berpikir sebentar tapi dia tidak tahu hal-hal apa yang bisa dilakukan oleh Xiao Chen, karena pada sejatinya adalah dirinya bukanlah orang yang terpandang melainkan hanya orang biasa yang merawat satu cucu.


Tapi, ketika matanya berpindah-pindah dan menatap ke arah Xian Miaomiao, “Nak kamu ambil perangkap ikan di sungai tersebut Mungkin dia bisa membantu!”


"Baik kakek,” kata Xian Miaomiao lesu.


Xian Miaomiao yang sedang berjalan tiba-tiba melirik ke wajah Xiao Chen dan berkata: “Kamu memiliki wajah yang tampan tetapi setelah aku melihat nafasmu kamu bukanlah seorang pendekar, apakah kamu tahu, dunia ini Jika ingin dihargai harus memiliki kekuatan pendekar kuat dan beberapa perlengkapan senjata yang memadai. Lihatlah aku tidak ada keluarga yang bisa diandalkan karena hanya hidup dua batang kara. jika aku bisa protes kepada dewa mungkin saja aku bisa meminta agar bisa dilahirkan di keluarga terpandang. lahir di keluarga besar tentu saja memiliki bakat pendekar yang tinggi juga."


Xiao Chen tersenyum, “Kamu jangan putus asa, mungkin saja kamu adalah cucu satu-satunya harapan kakek sehingga jika kamu terus berjuang mungkin kamu akan berhasil dan mengharumkan nama kakek mu ....”


“ ... Untuk wajah ku yang tampan, itu hanyalah bonus, kamu juga bisa cantik jika mempunyai sumber daya yang melimpah.”


Setelah mendengar penjelasan Xiao Chen, Xian Miaomiao langung mengejek tidak setuju apa yang diutarakan oleh Xiao Chen.


“Kamu benar. Tapi sumber daya yang melimpah hanya didapatkan jika kamu memiliki latar belakang yang kuat, lihatlah hidup ku dan hidup kakek, sungguh menyedihkan!”


”Percayalah, tidak ada usaha yang sia-sia.” Xiao Chen membalas lagi sambil berjalan sehingga tanpa sadar sudah di tempat hutan yang terdengar air yang sangat deras.

__ADS_1


Ketika Xian Miaomiao mengambil perangkap ikan, dia terkejut karena perangkap itu sudah rusak dan tidak ada ikan sama sekali sehingga Xian Miaomiao marah, ”Perangkap ini rusak, aku tidak tahu bagaimana perangkap ini rusak tetapi jika seperti ini, tidak da yang dimakan ketika malam."


Pada saat itu, tiba-tiba terdengar langkah kaki yang cukup padat langsung keluar dari pepohonan yang sedikit rimbun langsung menatap ke arah Xian Miaomiao.


“Yoo ... Tuan ini melihat bahwa perangkap yang digunakan untuk ikan sudah rusak. Tuan ini akan menggantikan perangkat yang baru hanya saja syaratnya Kamu harus menjadi wanitaku.” Pemuda itu bernama Yu Bufan, dia juga teman dari Xian Miaomiao sekaligus sudah menaruh hati kepadanya, hanya saja Xian Miaomiao selalu menolak sehingga dia sedikit marah.


Tetapi setelah mengetahui bahwa pendaftaran murid sekte dewa perang Xian Miaomiao mengalami kegagalan dia langsung menjadi sangat sombong dan selalu mengajak Xian Miaomiao menjadi wanita dengan paksa.


Xian Miaomiao akhirnya marah dia tahu siapa yang sudah merusak perangkap ikan, ternyata adalah Yu Bufan.


“Kamu sudah merusak perangkap ikan ku, kemudian kamu menyuruh ku untuk berlindung di betismu? Sungguh mimpi aku menolak!”


Xiao Chen yang merasakan kasihanan akhirnya bergegas maju dan berkata: “Kalian berani sekali menggertak wanita, apakah kalian banci? Aku harap kalian berlutut untuk dia, dan meminta maaf.”


“Brengsek! Memangnya kamu siapa hah? jangan ikut campur! cepat kalian bereskan dia!” Yu Bufan memerintahkan antek anjing untuk menghajar Xiao Chen.


Pada saat itu, Xian Miaomiao bergegas didepan untuk menolong Xiao Chen karena Xiao Chen tidak memiliki jiwa pendekar.


“Kamu tidak memiliki jiwa pendekar, harap berhati-hati, seharusnya kamu tidak memprovokasi dia,” kata Xian Miaomiao dengan wajahnya sudah tidak cantik lagi.


Jangan khawatir!


Xiao Chen menarik tangan Xian Miaomiao langung mendekatkan diri ke antek anjing dan menghajar satu per satu hingga babak-belur.


Bam!


Klik


Ada yang tangannya patah bahkan sampai terlempar sekitar empat meter.

__ADS_1


Seketika Xian Miaomiao terpana, ternyata Xiao Chen bukan manusia biasa, melainkan dia adalah serigala berbulu domba!


__ADS_2