
Bab 86 Bukan Pedang Biasa
Ming Yu hanya melirik sekawan mayat preman yang sudah tergeletak di tanah. Kemudian, dia langsung melihat Xiao Chen lalu berkata: “Hehe maaf sedikit terganggu, ini tusuk ayam silahkan disantap selagi hangat!”
Xiao Chen dan Wenren Wushuang hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa lagi.
Mereka berdua langsung menyamping ditempat yang sudah disediakan oleh Ming Yu.
“Mmmm rasa yang enak, ada percampuran asin dan manis, pantas saja kamu menjual ini banyak orang yang beli, ternyata kamu adalah Koki yang sangat handal.” Xiao Chen memuji sambil mengunyah makanan.
“Ini adalah resep aku hahah! Aku mengembangkan resep ini tidak mudah membutuhkan beberapa tahun agar menjadi sempurna,” ucap Ming Yu sambil tersenyum.
Kemudian Xiao Chen menatap Ming Yu dari atas sampai kebawah. Dia menyimpulkan bahwa penjual tusuk ayam itu memanglah kuat dan tidak terduga kekuatannya mungkin saja level jiwa pendekarnya sudah sangat tinggi, sehingga dirinya juga tidak bisa merasakan bahwa Ming Yu adalah seseorang pendekar.
“Hmmm Boss? Apakah kamu juga anggota dari sekte tertentu? Dilihat kamu membereskan beberapa preman sungguh sangat mudah dan sungguh sangat terampil.” Karena ingin tahu, Xiao Chen akhirnya berkata seperti itu.
Sayangnya Ming Yu menggelengkan kepalanya, “Aku tidak bergabung ke sekte manapun, kesehariannya aku sebagai penjual tusuk ayam.”
Ketika mereka sedang berbincang, tiba-tiba ada sekumpulan preman yang mencoba menghampiri Ming Yu.
“Kamu yang membunuh bawahan ku?” ucap ketua preman yang memiliki mata satu ditutup seperti bajak laut.
Ming Yu juga membalas. “Maff tuan, kami hanya mencoba melindungi diri dia semua ingin merampas harta ku seperti; beberapa ayam yang aku jual,”
”Omong kosong!" Ketua preman tidak berniat untuk berdamai langsung menggunakan tangan kanannya untuk menampar Ming Yu.
Alhasil, tamparan ketua preman langsung bercahaya dan diarahkan ke tubuh ramping Ming Yu.
"Plak!"
__ADS_1
Dia terhempas sangat jauh, sehingga Xiao Chen dan Wenren Wushuang langsung tercengang. Kecepatan serangan ini baginya adalah baru pertama kali melihat.
Walaupun Xiao Chen memiliki jimat serangan balik tetapi dirinya juga mengkhawatirkan Wenren Wushuang jika terjadi sesuatu.
Benar saja, ketua preman itu langsung melirik Wenren Wushuang.
“Woahh ada wanita yang sangat cantik ini sungguh sangat beruntung. Kamu kemarilah denganku untuk menyembuhkan suasana hatiku,” ucap ketua preman kepada Wenren Wushuang. Setelah mengetahui beberapa bawahannya meninggal akhirnya dirinya menjadi suram dan menampar pemilik toko tusuk sate ayam.
Tetapi sekarang melihat wanita yang sangat cantik sehingga rasa kegelisahan hati suasana membunuhnya langsung lenyap setelah melihat Wenren Wushuang.
Alhasil, Wenren Wushuang wajahnya menjadi sangat jelek dia langsung mundur di belakang Xiao Chen.
“Kamu mundur sekitar 10 langkah biarkan aku yang menghadapi!” Xiao Chen wajahnya sungguh sangat serius dia juga melihat ke arah di Ming Yub terhempas sangat jauh dan belum kunjung kembali.
Dia berpikir mungkin saja, Ming Yu mengalami cedera patah tulang atau sudah pingsan di tempat akibat hempasannya sangat jauh.
Xiao Chen tidak takut untuk melawan preman yang ada di depannya karena dirinya juga bisa mengalahkan walaupun sedikit lama.
“Kamu tidak diizinkan untuk mengganggu wanitaku. Berani sekali kamu melangkahi garis yang aku sudah tetapkan maka sebagai ganti nyawamu menjadi milikku.” Xiao Chen langsung tatapannya menjadi serius dia menggunakan langkah kuda-kuda dan tangan kirinya juga sudah mengeluarkan pedang usangnya.
Ketua preman dan beberapa bawahannya langsung tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan ucapan Xiao Chen. Mungkin dia sudah mengalami gila di otaknya Bagaimana mungkin satu pria bisa melawan beberapa lusinan geng preman yang sedang menghadapinya.
Akan dikhawatirkan dia akan pingsan dan meninggal di tempat.
“Hahah apakah kamu bodoh lihatlah kesenjangannya kamu dan aku? Aku khawatir jika kamu melawanku selebihnya tidak bisa melihat matahari keesokan harinya.” Ketua preman mencibir ke arah Xiao Chen.
Akan tetapi, Xiao Chen tidak memperdulikannya langsung melesat untuk memukul ketua preman itu.
semua preman termasuk ketuanya melihat pemuda yang sembrono itu menggunakan pukulan tinju tangan kosong Yang sepertinya tidak memiliki kekuatan sama sekali, akhirnya langsung menggelengkan kepalanya. Mereka semua mencibir di hati masing-masing.
__ADS_1
Namun, adegan selanjutnya tiba-tiba semua preman matanya membulat tajam karena melihat kepalan tinju yang biasa itu setelah mengenai kepalan tinju dari ketua preman tiba-tiba mengeluarkan gelombang kejut yang sangat dahsyat sehingga menghempaskan ketua preman itu sejauh 15 m.
"Apa! Apakah kita semua bermimpi? Bagaimana mungkin pemuda itu yang menurut kita semua tangannya seperti anak kecil bisa melemparkan ketua kita sangat jauh!”
“Ahhh sebenarnya siapa dia, Apakah dia adalah harimau yang sedang berpura-pura menjadi?”
“Tetapi lihat ketua preman kita sedang terbang dan mendekati pemuda itu! Hahaha rasakan Kamu bocah bedebah ini akibatnya berani sekali kepada ketua kita hahah!”
Akhirnya kelompok geng Kramat itu yang awalnya panik setelah melihat ketua sendiri terlempar sangat jauh tiba-tiba langsung gembira mendapati ketua gamenya melesat terbang untuk memberi pelajaran kepada bocah itu.
Ketua preman langsung tertawa garang, ”Hahah bocah brengsek Apakah kamu terkejut? Hah! Mungkin kamu mengira dengan pukulanmu yang sudah melemparkan aku sangat jauh akan membuat diriku mengalami cedera sangat serius tetapi lihatlah matamu yang secara lebar-lebar aku masih selamat hahaha! Sekarang giliran aku untuk melawanmu dan membalas Bagaimana kamu telah memukulku tadi!”
Kepalan tinju itu langsung mendarat di bagian tubuh Xiao Chen. Walaupun dalam pandangan mereka semua kepalan tinju itu hanyalah kepalan biasa, tetapi tinju itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat bisa melubangi beberapa dinding yang sangat tebal.
Akan tetapi, Xiao Chen langsung menggunakan pedangnya untuk menghalangi tinju itu agar tidak mengenai tubuhnya.
Sontak beberapa preman juga langsung tertawa lagi melihat bocah brengsek itu menghalau pukulan dari ketuanya menggunakan pedang usang tetapi ini kedua kalinya dia akan terkejut setelah tinju yang sangat memukau mengenai pedang usang milik bocah brengsek itu.
"Dentang!"
Benar saja tangan dari ketua geng itu, langsung hancur dan tulang jemari-cemarinya juga langsung melengkung ke belakang dan tidak berbentuk seperti tangan manusia, melainkan seperti kaki ayam.
"Ahhh!"
Ketua preman langsung menjerit seperti babi dan saat ini juga, Xiao Chen tidak membiarkan kesempatan ini terbuang sia-sia. Dia langsung memenggal leher ketua preman itu dengan sangat mudah.
"Sring!"
Alhasil, hanya sekali tebas tubuh ketua preman itu tidak memiliki kepala kepalanya sudah menggelinding ke tanah beberapa kali.
__ADS_1
Ketua preman meninggal hanya satu tebas! Ini tidak bisa dipercaya! Mereka semuanya mengira bahwa pedang itu adalah pedang karatan. Tetapi sekali lagi beberapa murid preman langsung terkecoh.