Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Oyang Fang


__ADS_3

Bab 44 Oyang Fang


Sebagai sesama wanita, tentunya Liu Shen akan paham raut wajah yang dipancarkan dari Su Xing.


Su Xing sepertinya ada rasa cinta kepada Xiao Chen, walaupun rasa cinta itu tidak tahu seberapa besar.


Bahkan dirinya juga merasa ada yang salah ketika Xiao Chen berkata demikian. Walaupun kata-kata yang dilontarkan memang benar, akan tetapi dirinya tidak terima. Tidak kecuali Su Xing.


"Crack!"


Sumpit yang terbuat dari bahan bambu langsung patah menjadi dua bagian akibat di remaas Liu Shen.


‘Benar, kamu benar Xiao Chen, walaupun aku sudah memiliki pasangan, melihat kamu aku tidak berhenti rasa ingin tahu di lubuk hati ini,’ batin Liu Shen.


Su Xing juga melirik Liu Shen kemudian berkata, “Murid Liu, kenapa kamu mematahkan sumpit? Apakah kamu ingin memakan sumpit itu?”


“Tidak, tidak aku hanya sepertinya untuk melanjutkan makanan ini sudah tidak tertarik,” kata Liu Shen menggelengkan kepalanya.


"Hmmm!" Su Xing mendengus ringan kemudian, matanya tertuju kepada Xiao Chen yang sedang memakan masakan itu dengan lahap dengan tempramen tenang. Apa lagi, ada angin sepoi-sepoi yang menerpa rambut Xiao Chen sungguh membuat Liu Shen dan Su Xing tersesat sejenak.


‘Uhhh Xiao Chen baka!’ Su Xing bergumam lewat hati. Entah kenapa tidak tahan untuk memukuli kepala bocah tersebut hingga bisa mengobati rasa kesal yang entah kenapa muncul di hati.


Di sisi Xiao Chen dahinya mengernyit, “Kenapa mereka semuanya menatap ku seperti itu? Sungguh kedua wanita gila? Aku sungguh menyesal menjadi murid Sekte,”


Xiao Chen tidak berdaya. Kemudian, setelah menghabiskan makanan itu, langsung terbaring di tanah yang sudah ditumbuhi rumput sehingga Xiao Chen memungkinkan untuk tidur bebrbaring di tanah tersebut.


Terpaan angin sepoi-sepoi membuat Xiao Chen merasakan kantuk yang secara bertahap menyerang.


Mata Xiao Chen langsung merasakan rasa berat sehingga pada saat itu juga, langsung terlelap tidur.


Liu Shen dan Su Xing saling melirik dan Liu Shen berkata terlebih dahulu.


“Hanya berbaring sebentar, langsung terlelap tidur?”


“Masuk akal juga setelah berlatih di hutan merasakan kecapean sehingga terlelap tidur?” Su Xing berkata sambil memegang dagu yang tidak memiliki jenggot.


Liu Shen tidak membalas, langsung berjalan mendekati Xiao Chen.


“Apa yang kamu lakukan Murid?” Su Xing bertanya dengan ingin tahu kepada Liu Shen.


“Aku hanya ingin melihat bocah itu dari dekat,” jawab Liu Shen sambil berjalan ringan.


“Hei ... biarkan murid ku tertidur, kamu tidak perlu mengganggu,” kata Su Xing kemudian mengikuti Liu Shen dibelakangnya.


Mereka berdua mendekati Xiao Chen yang tanpa sengaja tertidur setalah makan. Begitu mendekati, mereka berdua melihat Xaio Chen.


Rambut hitam yang terurai di tanah, alis mata seperti pedang, bibir tipis yang berwarna merah merona, bahkan kulit yang putih milik Xiao Chen seperti susu.


Kedua wanita itu, melihat bibir Xaio Chen tanpa disadari menjilat bibirnya tanpa sengaja, karena penampilan Xiao Chen jika dari dekat sangatlah menyihir.


Apa lagi sifat misterius dan cueknya, membuat Su Xing dan Liu Shen sedikit tertarik. Sehingga, saat ini entah apa yang dia pikirkan di dalam otak kedua wanita itu.


Akan tetapi tiba-tiba, ada tawa yang keluar dari mulut Xiao Chen yang sedang tertidur lelap.


“Hahaha ninja Hatori, cepat serang Superman! Hiyaaa! Hahah rasakan!"


“Hei Ultraman Gaia, kamu cepat serang monster itu!”


“Wuts!"


"Wuts!"

__ADS_1


"Wuts!"


Xiao Chen menggigau sambil memperagakan kedua tangannya memukul-mukul udara dengan semangat.


Akhirnya Liu Shen dan Su Xing, tiba-tiba otaknya menjadi bodoh.


“Apa yang murid ini bicarakan? Ultraman Gaia siapa dia?” Su Xing bingung sambil mengerutkan keningnya.


“Guru, apakah kamu tahu siapa Superman dan Ronaldowati? Dia membicarakan itu ketika tidur?" Bahkan Liu Shen bingung dengan Xiao Chen yang sedang menggigau.


“Aku tidak tahu, guru akan menanyakan setelah murid ini bengun,” bisik Su Xing kemudian tangan kanannya langung meraih tangan Liu Shen untuk membawa mereka berdua agar tidak menggangu Xiao Chen yang sedang terlelap tidur.


Setelah itu, mereka berdua langsung melanjutkan makanan lagi akan saya tidak dimakan setelah sudah dimasak oleh Xiao Chen.


Ketika mereka berdua sedang mengunyah makanan dengan nikmat, tiba-tiba Xiao Chen langsung bersuara lagi.


“Ahhh gunung kembar 🗻 🗻 Mia Khalifa sungguh besar, dan perasaan ini sungguh sangat menyegarkan, kenyal, elastis bahkan telapak tanganku tidak bisa menjangkau semuanya!”


“Ahh sungguh beruntung aku di cium Mia Khalifa!”


"Uhuk!"


Seketika mereka berdua setelah mendengarkan Xiao Chen yang sedang menggigau dengan suara mesum langsung terbatuk-batuk.


Su Xing menggertakkan giginya sambil menancapkan sumpit itu ke daging, langsung menghampiri Xiao Chen dengan marah.


Su Xing meraih kayu yang besar untuk memukul kepala Xiao Chen yang sedang tertidur tidak tahu malu.


"Pak!"


"Aduh!"


“Guru kenapa guru memukulku!" Xiao Chen meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.


“Ini untuk menghukum kamu karena tidak tahu malu siapa itu Mia Khalifa dan gunung kembar yang besar!” Su Xing diraut wajahnya ada sedikit rona merah karena malu.


“Ini....” Xiao Chen langsung tersadar apa maksud dari guru Su Xing.


Xiao Chen malu dan menggaruk hidungnya, dan berkata, “Hehehe Guru, sebagai pria yang memiliki musim panas, dan memiliki umur yang masih menggebu-gebu akan masuk akal jika memiliki wanita yang terdapat di fantasinya,”


“Jika guru ingin tahu siapa itu Mia Khal....”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dinding kayu yang melingkari gubuk miliknya tiba-tiba ada yang mendobrak.


"Brak!"


“Brengsek! Siapa pemuda bernama Xiao Chen!” Tiba-tiba ada satu pemuda cukup tampan langsung mendobrak dinding kayu gubug Xiao Chen sehingga saat ini mata Xiao Chen langsung menyipit.


“Siapa lagi, yang ingin mengganggu ketenangan ku?” Mata Xiao Chen tertuju kepada pemuda cukup tampan yang dirinya bahkan tidak mengenali.


Namun, Su Xing dan Liu Shen mengenali langsung.


Liu Shen berkata, “Oyang Fang? Kenapa dia disini?”


Liu Shen sungguh heran apakah dia sudah selesai dalam pelatihan mandiri, kenapa begitu cepat?


Liu Shen berkata: “Oyang Fang! Kenapa kamu disini? Apa yang sedang kamu lakukan disini!”


Oyang Fang yang pada mulanya memiliki raut wajah yang sangat marah tiba-tiba mendengar suara yang familiar langsung lembut.


Oyang Fang berkata, “Shen'er, aku datang ke sini hanya ingin menemuimu, ketika aku sedang mencarimu tidak ada, tiba-tiba aku di beritahu oleh Lan Xuaner bahwa kamu berada di sini sedang menemui Pemuda!”

__ADS_1


“Aku datang ke sini itu adalah temanku tidak ada urusan denganmu lebih baik kamu keluarlah!” pekik Liu Shen.


“Apa? Kita adalah sudah diwasiatkan untuk bersama dan dijodohkan ke dua belah pihak keluarga masing-masing kenapa kamu seperti itu?” Oyang Fang bingung, akan tetapi tiba-tiba teringat dari kata-kata Lan Xuaner bahwa, Liu Shen menemui pemuda yang pertama Xiao Chen.


Di sini hanya ada satu pemuda yang memiliki wajah tampan sehingga kemungkinan dialah pemuda yang disebutkan oleh Lan Xuaner.


Oyang Fang menatap Xiao Chen dengan murung, lalu berkata, “Kamu apakah Pemuda yang memiliki nama Xiao Chen?”


“Itu benar, aku adalah Xiao Chen ada apa?” jawab Xiao Chen dengan lugas.


“Hahah jadi itu kamu sampah! Hahah pantas saja Lan Xuaner menjauhimu dan berpaling kepada keluarga Wang, hahaha kamu sampah patut juga ditinggalkan buat apa sampah hidup!” Oyang Fang tertawa terbahak-bahak sambil mengejek.


“Jika aku sampah, apa hubungannya denganmu? Ketika aku menjadi sampah itu adalah urusanku dan kamu tidak perlu ikut andil dalam urusanku, bahkan jika kamu mati, aku tidak peduli,” ucap Xiao Chen mencibir.


“Huh! Kamu sampah yang hanya bisa berkata saja, aku peringatkan tidak perlu mendekati wanitaku Liu Shen, jika tidak kamu akan mati,” kata Oyang Fang perilakunya bermartabat.


“Kamu tidak perlu mengancamku seperti itu, asalkan kamu tahu, aku tidak pernah mendekati wanitamu, bahkan melihatnya saja aku tidak tertarik. Jadi, jangan terlalu percaya diri bahwa seseolah akulah yang mengambil wanitamu padahal tidak,” tegas Xiao Chen kemudian langsung meninggalkan tempat itu karena hendak memasuki gubuk.


Di sisi Su Xing sama sekali tidak peduli langsung mendekati Xiao Chen untuk mengikuti ke tempat gubuk tersebut.


Seketika, Oyang Fang marah melihat Su Xing mendekati Xiao Chen.


“Bajingan mati kamu! Berani sekali mendekati guru Su Xing!"


"Ahhh!"


Oyang Fang langsung mengambil pedang dan berniat menyerang untuk menebas tubuh Xiao Chen.


Xiao Chen ingin menangis tapi tidak ada air mata, bagaimanapun dirinya sudah menjelaskan tapi dia tidak percaya sama sekali.


Karena Xiao Chen tahu bahwa Oyang Fang sedang terbakar cemburu akhirnya bagaimanapun jika Xiao Chen menjelaskan, itu tidak ada gunanya.


Akhirnya Xiao Chen menggunakan jimat cangkang kura-kura yang telah didapat pada waktu itu.


Jimat cangkang kura-kura sudah digunakan ketika tebasan itu mengenai leher, tiba-tiba ada pemandangan aneh. Karena pada saat itu pedang milik Oyang Fang setelah mengenai dan mendarat di Xiao Chen tiba-tiba menemukan leher Xiao Chen masih utuh tanpa ada goresan dan luka darah.


Bahkan tebasan pedang ketika mengenai leher Xiao Chen sepertinya mengeluarkan percikan api.


Xiao Chen menatap ke arah Oyang Fang dengan tenang. Sebaliknya, Oyang Fang tiba-tiba raut wajahnya tidak memiliki jejak kepercayaan bagaimana mungkin ada sebuah kulit yang sangat keras melebihi baja.


“Bagai mana mungkin! Jurus apa yang digunakan tubuhmu Kenapa kulitmu sungguh sangat keras seperti cangkang besi!” Ketenangan Oyang Fang sekarang lama-kelamaan, mulai memudar.


“Kamu ingin tahu? Jurus yang aku gunakan, hahah ini adalah teknik tubuh Saitama,” balas Xiao Chen langsung tangan kanannya mengepal untuk memukul wajah Oyang Fang.


Karena durasi jimat kura-kura tersebut tidak sangat lama hanya beberapa apa saja, Xaio Chen harus memanfaatkan situasi dan sekarang dia harus melumpuhkan Oyang Fang dengan sekali Serang.


"Swosh!"


Tinju itu, mendarat di wajah Oyang Fang, walaupun kepalan tinju itu sepertinya hanya tinju biasa tapi bagi Oyang Fang, seperti melihat tinju yang sangat menakutkan langsung mendarat ke arah wajahnya.


"Bang!"


"Engah!"


Wajah Oyang Fang langsung mimisan bahkan gigi depannya langsung rontok akibat tinju Xiao Chen.


Setelah meninju, Xiao Chen menendang perut Oyang Fang sampai terpental jauh sepanjang tiga belas langkah kaki manusia.


"Swoshh!"


Setelah mengalahkan Oyang Fang, Xiao Chen menatap Liu Shen dan berkata terus terang, “Kamu melihat sendiri bukan? Kamu harus berpikir ketika semakin lama kamu mendekati ke tempatku, maka semakin banyak masalah yang aku akan hadapi di masa depan, semua orang juga ingin berlatih dengan tenang dan hidup dengan tenang tanpa ada masalah. Jadi, kumohon kepadamu, aku tidak ingin ada masalah sekarang, hari ini, adalah hari terakhir di mana kamu menemuiku. Di masa depan, lebih baik kamu tidak datang ke sini lagi untuk menemui guru Su Xing dan aku.”

__ADS_1


__ADS_2