
Bab 65 Bunuh! Bunuh! Bunuh!
“Magsud kamu apa murid, Kenapa kamu berkata seperti itu?” Su Xing tiba-tiba ada rasa ketakutan jika dia menyadari bahwa di hatinya ada jejak ingin membunuh kepada Feng Huang.
“Aku tahu guru membiarkan Feng Huang disiksa oleh kelima wanita itu agar tewas,” kata Xiao Chen tatapannya dingin.
“Murid ini buka yang seperti kamu pikirkan aku ha...!”
"Bom!"
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba ada ledakan seperti meteor jatuh ke sekte tanah hitam. Sehingga separuh sekte itu langsung rontok dan menewaskan seketika murid-murid yang tidak tahu apa-apa.
Xiao Chen dan wanita lainnya langsung terhempas sangat jauh seperti terkena sapuan gelombang nuklir.
“Ahhh serangan apa ini! Sungguh mengerikan!” Xiao Chen langsung menangkap tubuh Feng Huang dan dia berputar-putar di tanah 20 kali akhirnya menabrak sebuah batu besar sehingga tulangnya patah.
"Bom!"
"Ahhh!"
Setelah ledakan itu sudah berakhir mereka semua menemukan separuh dari sate itu sudah menjadi kawah yang sangat lebar.
Xiao Chen baru menyadari bahwa di atas ada seperti Array yang sangat besar menutupi langit dan berputar-putar sangat cepat berwarna emas. Di atas array itu, ada lima kelompok pemuda yang memakai setelah prajurit emas yang sedang menatap ke arah Xiao Chen dan Feng Huang dengan tatapan yang sinis. Tentunya, tatapan sains itu diarahkan kepada Xiao Chen.
Kamudian di belakang kelima pemuda itu yang memakai setelan prajurit emas ada satu wanita yang seperti perih langsung matanya dituju kepada Feng Huang.
“Kamu sekarang adalah penerus Sekte wilayah Lembah Phoenix Kematian. Kami semuanya adalah punggawa yang akan membawa mu ke tempat lembah itu.” Wanita cantik itu, menatap ke arah Feng Huang dengan lembut. Sayangnya, ketika tatapan itu dialihkan kepada Xiao Chen, tiba-tiba menjadi dingin dan menghina.
“Bagaimana mungkin pewaris lembah Phoenix kematian akan memiliki pasangan sepertimu yang tidak memiliki jiwa pendekar. Hei kalian ambil pewaris lembah Phoenix kematian, dan bunuh pemuda sampah itu!” Wanita itu bernama Luo Ningshuang.
Xiao Chen yang telah memulihkan menggunakan jimat penyembuhan seketika melirik ke arah Su Xing dan lainya sedang terkapar tidak sadarkan diri bahkan ada luka bakar yang sangat jelas di kulit mereka.
Ketika Xiao Chen hendak mengatakan sesuatu tiba-tiba di depannya ada angin yang berhembus sangat cepat langsung memunculkan Satu pemuda berpakaian prajurit emas langsung meninju wajahnya.
"Bam!"
__ADS_1
Akan tetapi, karena memiliki jimat serangan balik, tinju itu langsung mengenai Pemuda berpakaian prajurit emas itu sehingga terhempas sangat jauh sekitar dua puluh meteran.
Setelah baju prajurit itu juga langsung retak kemudian berdiri dan menatap ke arah Luo Ningshuang dan berkata: “Sepertinya dia memiliki kemampuan yang sangat aneh. Mungkin aku harus meminta bantuan kalian untuk menyerang bersama.”
Xiao Chen setelah mengeluarkan jimat serangan balik langsung ada kabut yang menyelimuti dirinya sehingga ketika mata itu terbuka menemukan bahwa Feng Huang sudah disandera oleh Luo Ningshuang.
Xiao Chen marah dan berteriak, “Kalian bajingan! Lepaskan Feng Huang ku! Walaupun aku tidak memiliki jiwa pendekar, apa yang kamu katakan aku tidak akan takut dengan kalian!”
Kebetulan jimat serangan balik masih dalam pendinginan sehingga ketika kata-kata itu sedang diucapkan tanpa persiapan langsung terkena Aura mendominasi sehingga tubuhnya hampir berlutut.
“Kamu semut, kata-katamu sungguh sangat arogan. Walaupun kamu memakai gelang yang sudah dinobatkan sebagai pasangan dari wilayah lembah Phoenix kematian, pihak kita tidak akan sudi mempunyai pasangan yang tidak memiliki jiwa pendekar,” kata Luo Ningshuang dan dia memerintahkan kelima kelompok itu untuk menyerang lagi.
“Hahah dasar sampah! Jangan berharap kamu untuk memiliki pasangan yang akan menjadi generasi lembah Phoenix kematian, lebih baik pihak kita mencari kandidat yang lebih baik daripada sampah seperti ini. Aku tidak ingin berlama-lama untuk mengeluarkan tenaga saat ini kamu harus mati!” Salah satu pemuda yang memakai setelah prajurit emas langsung mengarahkan tangannya ke atas sambil menggunakan Array yang digunakan seperti tadi untuk menyerang pertama.
Xiao Chen ingat ketika pertama adalah ledakan langsung memusnahkan separuh Sakti dan separuh murid yang tidak tahu apa-apa. Sekarang dia tersenyum pahit dan ada sedikit keputusaan.
Xiao Chen menunduk ke bawah sambil melihat tanah dan berguman sendiri dengan jejak Aura yang sangat membunuh. “Aku ingat ketika sedang berbahagia karena ingin menjalin hubungan pernikahan dengan Lan Xuaner. Akan tetapi Aku tidak percaya dan wanita itu berpaling dariku, sekarang bajingan aku tidak ingin kedua kalinya kehilangan wanita yang ingin aku cintai itu tidak bisa bajingan!”
“Aku sudah berjanji kepada ayah bahwa di masa depan aku akan memenggal para dewa dan memegang para naga!”
Seketika pada saat itu pedang usang itu langsung memancarkan cahaya marah dan langsung mempengaruhi otak dan pikiran Xiao Chen.
Bunuh para Dewa! Bunuh para Budha! Bunuh para iblis! Bunuh para Naga!
“Bunuh! Bunuh! Bunuh!” Xiao Chen tanpa sadar tangannya langsung meraih pedang usang itu dan melotot Sangat tinggi untuk menyerang pemuda yang sedang menggunakan Array raksasa.
Pemuda itu yang sedang membuat array raksasa, langsung mencibir dan memerintahkan Satu pemuda lagi untuk menyerang Xiao Chen. “Dasar semut tidak tahu kesenjangan antara kami, cepat bunuh dia!”
“Dengab senang hati hahaha mati kau!” Salah satu pemuda itu langsung kedua tangannya mengeluarkan pedang yang bercahaya merah dan secara kilat tiba-tiba sosoknya menghilang di udara tipis sudah tiba di samping Xiao Chen.
Akan tetapi, Xiao Chen entah kenapa tidak memperdulikan dia dia berfokus untuk menyerang Satu pemuda yang sedang menggunakan orang yang raksasa agar tidak memusnahkan seluruh sekte.
"Sring!”
"Puf!"
__ADS_1
Tangan Xiao Chen satunya langsung buntung darahnya memuja sampai jatuh ke tanah tapi dia tidak peduli langsung mengarahkan pedang itu untuk memenggal kepala pemuda yang sedang memasang array raksasa.
“Cihh sungguh semut!” Tangan kanan sedang membuat array raksasa, kemudian tangan kirinya langsung buat pakai pertahanan untuk memblokir pedang dari Xiao Chen.
Akan tetapi, ketika pedang itu mengenai array pertahanan tiba-tiba, array itu langsung pecah dan mengenai tangannya sehingga langsung buntung.
“Hahah mati kamu!” Xiao Chen tertawa terbahak-bahak seperti iblis yang sedang kehausan.
Setelah tertawa sangat jahat pedang itu diarahkan ke dada dan menebas-nebas sampai pemuda itu manti seketika.
“Sring!"
“Ahhh bagaimana mungkin aku mati oleh sampah sepertimu!” Perut orang itu telah menjadi dua bagian bahkan sebelum kematiannya Dia merasakan energi yang terkumpul di tubuhnya dan darahnya langsung diserap di pedang itu.
Luo Ningshuang seketika wajah dan memerintahkan kelompok yang tersisa untuk menggunakan serangan terkuatnya. “Cepat tunggu apa lagi kalian bunuh dia.”
"Sring!"
Tiba-tiba setelah Xiao Chen memotong pemuda itu menjadi dua bagian di atasnya ada pedang raksasa langsung membelah kepala dan perutnya. Akan tetapi, tiba-tiba pedang usang itu percaya marah langsung menyatukan kembali tubuh-tubuhnya. Bahkan, kepala Xiao Chen yang sudah terpotong yang sedang terjatuh ke tanah seketika kembali lagi untuk menyatu.
“Hahahh mati!" Xiao Chen sudah gila karena telah dirasuki oleh pedang usang itu.
Luo Ningshuang langsung sedikit panik dan meminta bantuan dari lembah Phoenix kematian.
Xiao Chen setelah membunuh pemuda yang berspesialis array, diam menukik tajam untuk menyerang kepada pemuda yang telah memotong seluruh tubuhnya.
Xiao Chen melemparkan pedang itu sangat cepat seperti Boomerang.
"Swosh!"
"Tck! Sial!” Pemuda tersebut langsung menghalau serangan lemparan pedang menggunakan pedang sendiri yang berwarna merah menyala-nyala.
"Dentang!"
Akan tetapi, tiba-tiba pedang merah itu, langsung patah dan mengenai tangannya sehingga langsung buntung.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, pedang yang telah memotong tangannya tiba-tiba memutar kembali langsung menusuk punggung Pemuda tersebut sampai menyedot darahnya sampai terkuras.
Alhasil, tidak membutuhkan beberapa waktu, orang itu mati dan darahnya mengering seperti mayat hidup. Xiao Chen berkata: “Setelah aku membunuh mereka berlima tunggu sesaat lagi, maka giliranmu yang akan aku habisi wahai wanita jalangg!”