
Bab 190 Bertarung
Xiao Chen langsung membuka kuda-kuda dan mempersiapkan untuk membuat gerekan teknik dan menyerang Fan Qin lagi.
Xiao Chen kemudian setengah jongkok pedang kesombongan surgawi diunuskan ke belakang dan kaki kirinya sedikit menekuk. Tiba-tiba disekelilingnya ada aura biru yang sangat hebat langsung menyelimuti tubuh Xiao Chen.
Teknik pedang belut licin!
Xiao Chen menggunakan teknik pedang belut licin yang dia dapatkan ketika melakukan pertandingan dengan musuh. Setiap tembakan yang dilakukan pengguna, dia memiliki kecepatan yang sangat signifikan seperti dua kali lipat dari kelincahan para pendekar.
Apalagi, Xiao Chen sudah menyempurnakan teknik tersebut sehingga teknik pedang belut licin, seketika memiliki kekuatan tempur tiga kali lipat dari biasanya.
Swosh! Tubuh Xiao Chen menghilang dibarengi aura warna biru dan dia sungguh terbang sangat cepat.
Xiao Chen mendekati Fan Qin yang sedang kesakitan dia mencoba menggunakan teknik pedang belut licin sebagai percobaan.
Fan Qin melihat kecepatannya Xiao Chen seketika matanya melotot. Dia mengepak-ngepak sayapnya sehingga banyak udara bercampur bebatuan kecil yang menyebabkan daya penglihatan menjadi terbatas.
Akan tetapi, Xiao Chen memiliki ketrampilan pedang belut licin dia sungguh bisa menghindari bebatuan yang bertebaran di udara.
Sring! Cahaya biru dari efek pedang kesombongan surgawi, langsung terlihat oleh mata telanjang Fan Qin sehingga dia memuntahkan kata-kata amarahnya, “Bedebah mati kamu!”
Seketika udara itu berubah menjadi api, batu juga menjadi lava cair sehingga jika orang biasa terkena badai api tersebut, sudah dipastikan akan meninggalkan seketika.
Xiao Chen tidak demikian, dia langsung menyemburkan aura biru dari perpaduan pedang belut licin dan kesombongan surgawi seketika badai api tersebut, langsung hilang hanya beberapa sekejap saja.
Bommm!
Setelah badai api hilang, Xiao Chen masih melesat untuk menyerang dan mencoba membunuh Fan Qin.
“Sungguh payah!” Xiao Chen mendengus dingin dan mengayunkan pedang itu ke arah permukaan tubuh Fan Qin.
Sring!
Sekali lagi bukanya Xiao Chen yang bisa membunuh, tapi dialah yang terkenal cambuk cakar yang sangat keras dari Fan Qin sehingga meluncur kebelakang sangat jauh.
Xiao Chen menabrak pohon besar beberapa kali hingga pohon tersebut pada patah. Tetapi Xiao Chen langsung menyembuhkan tubuhnya dan dia mencoba meloncat untuk menyerang Fan Qin.
__ADS_1
Hiya!
Seketika bilah biru berbetuk belur Rakasa bergerak-gerak di langit menuju ke arah Fan Qin.
Bom!
Bom!
Bom!
Fan Qin tidak tinggal dia saja. Dia juga menyemburkan api untuk menabrakkan semburan ke belut biru yang sangat ganas.
Burrr!
Burrr!
Apinya begitu mengerikan dan sekelilingnya juga banyak batu-batuan yang terkena api meleleh hingga menjadi aliran lava. Bahkan para guru yang sedang melihat pertempuran Fan Qin dan Xiao Chen, melarikan diri untuk mencari tempat yang aman. Tentunya mereka juga menyerang menggunakan teknik jarak jauh.
Xiao Chen menggunakan jimat naga es. Langsung tubuhnya mengeluarkan naga es yang sangat keras seketika menyerbu genangan lava yang mencair.
Roar!
Roar!
Naga Es tersebut merubah arahnya untuk mencoba menyerang Fan Qin setidaknya ada empat naga es yang sedang menyerbu Fan Qin.
“Naga es seperti itu tidak ada gunanya bagiku... Aku adalah monster kuno kalian sampah tidak bisa mengalahkan ku!" Fan Qin berteriak.
Di sisi lain, Wenren Wushuang sedang bertarung sangat sengit. Ada berbagai percikan kembang api akibat dentuman pedang dan pedang saling berbenturan.
“Hizzz ... Aku telah meremehkan mu. Kupikir kamu hanyalah pendekar biasa tetapi kamu adalah bagian Violet Garden yang di mana Resimen sedang booming,” kata Gou Jian dia merasakan mati rasa dibagikan pergelangan setelah beberapa saat bertempur dengan Wenren Wushuang.
Kemudian Gou Jian melirik ke arah Chu Sanguan dan Cai Yang, “Kalian bantu aku cepat!”
Kemudian Cai Yang dan Chu Sanguan bergegas maju untuk menghadapi Wenren Wushuang.
Kedua belah pihak memgeluarkan senjata masing-masing. Cai Yang berkata kepada Wenren Wushuang terlebih dahulu, “Kamu sudah membunuh Meongsaurus ku. Aku akan membunuhmu!”
__ADS_1
“Lakukanlah!” Wenren Wushuang membalas dengan ringan. Matanya sudah berubah menjadi serius. Ketika dia melihat kaki Cai Yang bergeser, langsung menggunakan Jumat Xu Qingxuan sehingga sekali tatap, pergelangan kaki Cai Yang terputus dan mengeluarkan banyak sekali darah.
Ahhh! Cai Yang natap ke arah pergelangan kaki yang terputus menjadi dua bagian Karena sebab yang tidak diketahui. Bagaimana mungkin hanya sekali tatap seketika menyebabkan pergelangan kakinya terputus.
Jika seperti ini, dirinya bukanlah lawan dari kembaran Wenren Mingyue. Akan tetapi Cau Yang tidak terlalu memikirkan dia langsung terbang sambil membuat aba-aba kepada Chu Sanguan.
Chu Sanguan juga melihat teknik Serangan yang dilakukan oleh Wenren Wushuang, dia juga kaget dan sangat hati-hati karena takut saja jika dia menatap ke arah lehernya seketika lehernya terputus.
Akan tetapi, dia melihat bahwa Wenren Wushuang sedang mengamati pergerakan Cai Yang sehingga dirinya akan sangat leluasa menggunakan jurus untuk membombardir.
“Kesempatan yang bagus.” Chu Sanguan wajahnya sungguh sangat serius langsung mengeluarkan teknik dengan bentuk seperti Angsa.
Dia menulis di udara menggunakan pedang seketika setelah tulisan itu selesai, seketika ada cahaya putih langsung berubah menjadi angsa dan angsa itu juga melesat sangat cepat ke arah Wenren Wushuang.
Sring!
Wenren Wushuang menggunakan teknik pedang dasar bagian 2 dia melompat sambil berputar-putar di udara dan memenggal jurus berbentuk angsa itu di bagian lehernya.
Bom!
Wenren Wushuang seketika setelah menyembelih angsa tersebut langsung meledak dan dirinya terhempas ke belakang beberapa meter Tetapi dia juga bisa menstabilkan tubuhnya sehingga mendarat dengan mulus.
Wenren Wushuang menggunakan Jimat pedang Suyu Fumei sehingga para senjata yang sedang dipakai oleh berbagai murid atau guru-guru langsung terlepas tak terkendali. Senjata itu langsung ditunjukkan ke arah Gou Jian.
Gou Jian melihat ribuan pedang yang sedang diarahkan kepada dirinya langsung panik seperti kucing terinjak ekornya dia bertindak untuk meminta bantuan kepada Fan Qin.
“Tuan Fan Qin! Tolong saya!” pekikan Gou Jian melebihi kerasnya alat pengeras suara, sehingga Fan Qin menolak sebentar dan mengeluarkan api dari mulutnya sehingga ribuan pedang itu langsung meleleh dan terjatuh ke tanah sangat banyak.
Wenren Wushuang tidak ingin menunda lama lagi. Langsung menggunakan jimat persimpangan dimensi seketika menghilang memasuki celah ruang sudah tiba di belakang Gou Jian.
Sring!
Setidaknya untuk sarangan menyelinap kemungkinan kecil 80% berhasil. Akan tetapi, Wenren Mingyue dengan sigap dia berubah menjadi asap dan menangkis pedang tersebut.
Dentang!
“Kamu tidak diizinkan untuk membunuhnya,” kata Wenren Mingyue matanya serius dan ada sedikit kerumitan dalam pandangannya.
__ADS_1