
Bab 252 Xiao Yun
Xiao Chen mundur sebentar dan sedikit pusing setelah ditampar. Kulit pisang ini lah yang membuat dirinya terpeleset sehingga wajahnya mencium.
Ketika Xiao Chen mundur melihat wanita berumur dua puluh lima dengan rambut hitam gaun hitam juga. Bibirnya cukup merah dan sedikit tebal dan exotis.
"Ummm ... Nona. Ini saya meminta maaf karena lalai sehingga terpeleset.” Xiao Chen meminta maaf dengan tulus.
“Aku tidak percaya alasan mu, kamu sejatinya pemuda mesum!” Wanita itu melototkan matanya tidak puas. Xiao Chen melihat penampilan wanita itu seperti menggunakan seragam petualangan.
Biasanya setelah lulus dari sekte, di umur tujuh belas tahun, atau murid yang sudah dinyatakan kuat dari pihak sekte, mereka para pendekar akan mengadu nasib. Jika kekuatannya hebat dan kuat, tanpa menjadi seorang petualang dia akan disegani.
Tetapi kebanyakan akan menjadi petualangan sampai umur yang tidak ditentukan. Barulah jika itu bosan mereka semua akan merawat anak di keluarga masing-masing. Jika beruntung, memiliki anak yang berbakat maka akan meningkatkan popularitas keluarga itu sendiri.
Sekarang wanita yang sedang dihadapi Xiao Chen bernama Xiao Yun. Sama-sama dari keluarga Xiao hanya saja bagaimana pun kamu berpikir, luasnya alam semesta mungkin ada orang yang memiliki marga yang sama.
Xiao Yun adalah petinggi asosiasi dari kelompok petualang bagian timur. Bahkan dia ketika sering memberikan laporan atau saran kepada Minyue Xue. Hanya saja status Xiao Yun adalah janda karena sang lelaki meninggal ketika berpetualang di hutan.
Xiao Chen tidak tahu harus berbuat apa. Tapi dia masih meyakinkan. ”Harap tenang nona. Saya sungguh tidak sengaja, saya terpeleset kulit pisang, jika nona tidak percaya, lihatlah ada kulit pisang.” Kemudian Xiao Chen menunjukkan sebuah kulit pisang yang tergeletak.
Xiao Yun sayangnya tidak percaya dan cemberut, “Apakah kamu pikir wajahku sedang percaya apa yang kamu bicarakan? tentu saja tidak. Kamu mesum tetap mesum. Ini adalah peringatan ku kepada mu, jika sekali lagi kamu melakukan hal yang sama, aku tak segan membunuh mu!”
“Jangan hiraukan, ayo kita lanjutkan lagi pergi ke Sekte Dewa Perang. Jika kamu meladeni terus kamu akan kelelahan." Mi Qiongqi ikut berbicara.
Untung saja artefak kuali emas itu bisa disembunyikan, sehingga keberadaannya tidak membuat orang-orang menjadi curiga.
Ketika Xiao Chen mengabaikan Xiao Yun, Xiao Yun hanya menatap lurus ke arah Xiao Chen. Tatapan Xiao Chen ketika dirinya marah, sepertinya tidak ada jejak ketakutan maupun panik. Sepertinya dia sangat tenang.
Tapi tetap saja pemuda itu pemuda mesum!
Setelah itu, Xiao Yun melihat dari samping bahwa ada setidaknya tiga murid yang dari penampilannya adalah murid nakal. Mereka selalu melihat ke arah Xian Miaomiao dengan wajah yang meremehkan.
__ADS_1
Xiao Yun berpikir apakah murid itu ingin mengerjai gadis berumur belasan tahun? Akhirnya dia masih melihat dari kejauhan.
Pada saat itu tiga murid yang nakal, sudah dekat di samping Xiao Chen. ”Yo! Bukankah dia gadis yang kita sering temui di hutan? Hahahah kenapa dia datang ke sini!”
”Hey! Kamu jangan seperti itu, mungkin dia akan mendaftar lagi. Gadis itu sungguh sangat ulet sekali walaupun pada akhirnya gagal hahaha!”
Xian Miaomiao melihat Xiao Chen dan menatap penuh arti.
“Hmmm. Kamu bisa melakukannya.” Xiao Chen mengangguk dengan ringan lalu, menyamping sebentar dan melihat bagaimana Xian Miaomiao memberikan pelajaran kepada tiga murid itu.
Xian Miaomiao melirik ke-tiga murid tersebut sehingga mereka semua semakin mengejek, “Hahaha lihat gadis itu sepertinya marah! Hahahah hey gadis. Lebih baik kamu pulang saja, dan rawat kakek tua itu yang sebentar lagi mencium tanah.”
"Apa kamu bilang?” Wajah Xian Miaomiao marah, Xiao Chen maupun dirinya, akan marah jika orang tua di bawa-bawa, sehingga Xian Miaomiao langsung berlari untuk menyerang ketika murid nakal tersebut.
Ketiga mereka terkejut. Kapan gadis belia ini menjadi begitu tidak malu-malu? Jika dulu dia akan menunduk, tapi sekarang berubah seperti kucing garong. Tapi tetap saja, dia hanyalah pendekar level empat begitu mudah untuk menikam.
Sutra Pedang Taixuan digunakan sehingga hanya satu tangan dan satu pedang, seketika bisa melumpuhkan ketiga murid sekaligus. Bagi orang-orang, pada melihat tangan Xian Miaomiao seperti berubah menjadi enam lengan.
Sring!
Sring!
Buk!
Mereka semua mringis kesakitan, dia mencoba berdiri dan mengeluarkan kekuatan penuhnya secara bersamaan. Tiba-tiba Xian Miaomiao langsung berubah menjadi Xiao Yun sehingga dia bisa meniru gerakan langkah kaki gajah emas lapisan hantu.
Kaki kanan melangkah belakang, setelah itu kaki kiri bergeser membentuk bulan sabit. Kemudian kaki kanannya mengangkat ke atas seketika menendang ketiga murid nakal tersebut hingga muntah darah dan patah tulang.
Bang!
Engah!
__ADS_1
Xian Miaomiao melihat ketiga murid nakal terhempas sebelas meter dan menabrak Grobak hingga Grobak itu hancur.
Bom!
Xian Miaomiao meloncat dan berubah menjadi Mi Qiongqi menggunakan teknik jari tak terkalahkan.
Seketika jarinya bercahaya cukup mengerikan. Mereka bertiga sudah yakin bahwa tidak bisa mengalahkan Xian Miaomiao. Sehingga pada saat itu, dia meraih orang yang sedang berjualan untuk disandra.
“Berani mendekat, maka orang ini mati!” Satu orang itu ketakutan hingga ingin kencing di tempat.
Xian Miaomiao menurunkan tangannya, dan menatap orang yang sedang disandra.
"Gadis kecil tolong aku!" Penjual itu sungguh putus asa, dia ingin melarikan diri.
Mata Xian Miaomiao dalam bentuk Mi Qiongqi berubah menjadi merah sehingga tiba-tiba tiga murid itu kejang-kejang dan terjatuh satu persatu.
Akhirnya penjual itu berlari ketakutan untuk menghindar pertempuran.
Xiao Chen tersenyum dan Mi Qiongqi menatap Xian Miaomiao dengan sangat aneh, jimat Xian Miaomiao yang diberikan oleh Xiao Chen sungguh keren bisa meniru semua orang yang ditemui.
“Kamu jangan iri, aku sudah memberikan porsi yang pas kepada masing-masing angota.” Xiao Chen tersenyum sambil mengetuk dahi Mi Qiongqi.
Hmmm!
Kemudian Xiao Chen memanggil Xian Miaomiao, untuk pergi melanjutkan lagi memasuki Sekte Dewa Perang.
Karena dari pandangan matanya gerbang Dewa Perang berjarak sekitar lima puluh meteran.
Akan tetapi, ketika Xiao Chen dan yang lain berjalan meninggalkan bekas pertempuran, Xiao Yun memanggil Xian Miaomiao.
“Gadis kecil, tunggu ada yang ingin aku sampaikan!” seru Xiao Yun.
__ADS_1
Xiao Chen sudah tahu, sehingga menatap Xiao Yun dengan serius. Apakah kamu ingin mengambil Xian Miaomiao dari Xiao Chen, jangan berpikir panjang, jelas-jelas Xiao Chen tidak akan melepaskan begitu mudah! Walaupun kamu berpose menjilat betis.