
Bab 42 Kembali Seperti Semula
Xiao Chen sudah meninggalkan mereka yang Bai Xuan. Kemudian saatnya pergi untuk berlatih di tengah hutan secara mandiri tanpa ada seseorang yang bersama.
Tentu saja, Xiao Chen sudah menggunakan bajunya itu seperti sedia kala dan dia juga meninggalkan mereka bertiga bukan karena dirinya kembali ke tempat Sekte. Melainkan, Xiao Chen langsung menembus hutan-hutan yang lebat mencari monster untuk dijadikan persembahan.
Dalam perjalanan, Xiao Chen tentu saja selalu melihat monster-monster yang berlulu lalang di tanah, dan Xiao Chen langsung mengesekusi untuk dijadikan jimat persembahan dan berbagai jimat ketrampilan agar dirinya bisa menggunakan ketrampilan monster tersebut.
Xiao Chen tidak peduli bahwa monster itu kemah, yang terpenting mendapatkan keterampilan dan sedikit membantu untuk melawan musuh dari pada tidak.
Setelah membunuh monster ada berbagai daging untuk di makan semut peliharaanya.
Bahankan Xiao Chen menemukan bahwa semut Rangrang yang tinggal di cincin Gu, sepertinya memiliki perubahan yang sangat mencolok, yang pada mulanya berwarna merah, sekarang berubah menjadi ungu dan hitam.
Warna ungu sungguh memiliki warna yang unik dan memanjakan mata. Warna hitam sendiri menandakan racun yang terkandung semut tersebut memiliki kandungan yang tinggi.
Awalnya hanya memberikan beberapa racun kedalam tubuh Ratu semut, akan tetapi selama beberapa hari, dengan taktik otak jenius Xiao Chen para semut yang di pelihara cincin Gu mulai bermutasi.
Untuk sekarang, Xiao Chen setelah membunuh beberapa monster kecil, jiwa pendekar hampir sedikit lagi naik menjadi level tujuh.
Xiao Chen tidak akan cepat-cepat untuk meningkatkan jiwa pendekarnya, melainkan dia sendiri sedang mencari sarang lebah untuk di ambil beberapa koloni agar menjadikan perajurit.
Untuk mengambil sang Ratu, Xiao Chen belum berani, karena tidak tahu konsekuensi yang akan dihadapi ketika di masa depan. Coba kamu bayangkan, jika Xiao Chen mengambil Ratu lebah dan di sisipkan cacing parasit, dan setelah itu di masa depan semua lebah yang sudah di hutan terkontaminasi cacaing parasit, tentunya akan sangat bahaya.
Sehingga akan mempersulit manusia yang memiliki kekuatan rendah untuk mengambil madu karena racun yang sangat bahaya.
itu adalah bahaya menurut logika Xiao Chen, akhirnya memutuskan hanya mengambil beberapa koloni lebah.
Xiao Chen sudah beberapa lama mencari sarang lebah untuk diambil beberapa koloni. Sehingga, menjadi alat serang dirinya.
Akhirnya dari kejauhan, sepertinya melihat koloni lebah yang sangat besar seperti lima kali lipat buah semangka yang sedang bergerombol.
Xiao Chen yang melihat itu, tidak bisa menahan senyum langsung berkata, “Alhirnya, mari kita eksekusi!”
Kamudian Xiao Chen melompat dan mendekati pohon besar yang sedang ditempati sarang lebah madu.
Sebelum itu, Xiao Chen jimat racun agar semua lebah pingsan. setelah lebah itu semuanya pingsan dan berjatuhan ke tanah, Xiao Chen mengambil sebagian madunya untuk diambil dan dimakan sendiri.
__ADS_1
Setelah sudah mengambil madu sebagian,, Xiao Chen langsung meloncat ke bawah untuk mengambil koloni lebah beberapa sekitar 100 lebah pekerja.
100 lebah itu ditaruh ke dalam daun yang lebar setelah itu dibungkus dan Xiao Chen melompat ke atas, cari tempat yang sedikit nyaman untuk membuat.
Xiao Chen setelah mendapatkan tempat yang sedikit nyaman akhirnya langsung, langsung menetaskan darah dan dioleskan kepada seluruh lebah yang sudah diambil.
Tentu saja, Xiao Chen sudah menanamkan jimat pengendalian di darah tersebut sehingga lebah itu semuanya langsung menjadi hewan kontrak.
Jimat kontrak itu, sudah dirancang sedemikian rupa dan dipadukan menggunakan teknik racun Gu memungkinkan lebah itu ketika mengambil racun tidak akan mati karena keracunan.
Sehingga, lebah itu memiliki efek yang mematikan. Di dunia pendekar, lebah itu berbeda di dunia Bumi. Jika di Bumi, ketika koloni lebah menyengat akan mati, namun jika lebah yang di dunia pendekar tidak ada kata mati setelah menyengat.
Semakin tinggi kandungan racun, semakin bahaya jika orang terkena. untuk bisa menyembuhkan racun itu setidaknya memiliki jiwa pendekar yang lebih tinggi daripada kandungan racun tersebut.
Kini, Xiao Chen sungguh sangat telaten memberikan jimat kontrak kepada seluruh koloni lebah satu per satu.
Setiap lah itu menetes ke lebah tersebut, ada cahaya merah yang berkedip-kedip dan menandai kontrak sudah terjalin.
“Baik seratus lebah sudah aku ambil sekarang tinggal bagaimana memelihara lebah itu sendiri.” Xiao Chen kemudian memerintahkan semut untuk keluar dan memberikan racun kepada lebah tersebut lewat mulut dengan mulut.
Semua semut peliharaannya, karena sudah bermutasi akhirnya memiliki dan menghasilkan racun di tubuh semut sendiri.
Sekarang, Xiao Chen menuai keberuntungan semut yang telah dipelihara, menghasilkan racun sendiri.
Lebah itu, yang disuap lewat mulut semut, tidak menolak langsung meminum racun tersebut sampai beberapa saat, akhirnya Xiao Chen memerintahkan semua hewan peliharaannya untuk memasuki cincin penyimpanan Gu.
Xiao Chen melompat untuk mencari monster yang lebih besar sehingga bisa membuat jimat pemulihan diri, dan meningkatkan jiwa pendekar menjadi level tujuh.
Namun, semakin menelusuri ke dalam hutan, sepertinya tidak menemukan monster yang cukup untuk meningkatkan jiwa pendekarnya.
Masalah ini, Xiao Chen langsung mengerutkan dahinya.
Akan tetapi sedang dalam kebingungan tiba-tiba matanya tertuju dari kejauhan sepertinya melihat ada bangkai raksasa.
Xiao Chen langsung mendekati dan ingin tahu bangkai apa itu. Begitu mendekati, Xiao Chen menemukan bahwa tangkai monster tersebut adalah bangkai raksasa yang sepertinya memiliki cangkang yang sangat besar seperti tiga kali lipat wajan penggorengan.
“Apa ini?” Xiao Chen mendekati bangkai monster tersebut dan menemukan bahwa cangkang ini adalah cangkang kura-kura raksasa.
__ADS_1
Melihat bahwa Hanya menyisakan cangkang kura-kura yang berukuran besar, Xiao Chen membuktikan bahwa monster ini memiliki ketahanan di bagian cangkang.
Xiao Chen tersenyum tipis langsung menggunakan jimat untuk mengambil keterampilan cangkang kura-kura dengan mengambil darah yang tersisa tidak banyak.
Satu batang dupa berlalu, Xiao Chen hanya bisa membuat dua belas jimat cangkang kura-kura, dengan hanya tiga puluh nafas.
Tiga puluh nafas, itu cukup lama mungkin setengah batang dupa.
Walaupun sekarang dia tidak meningkatkan ranah pendekar menjadi level tujuh, Xaio Chen sudah mendapatkan jimat kura-kura sehingga ketahanan tubuhnya akan terjaga beberapa saat.
Sekarang Xiao Chen untuk kembali ke Sekte Tanah Hitam, karena mungkin saja guru sudah menantikan untuk memasak beberapa hidangan untuk dimakan.
"Swosh!"
Xiao Chen melompat sangat jauh dan sekitar empat batang dupa berlalu, sudah tiba di pinggiran Sektenya.
Ketika Xiao Chen kembali ke halaman, menemukan Liu Shen dan Su Xing sudah duduk di depan gubuk.
“Apa-apaan ini, kenapa wanita itu yang menyebalkan datang ke sini?” Xiao Chen wajahnya cemberut langsung menghadapi Su Xing dan berkata lagi: “Guru sungguh menantikan masakanku dengan sabar.”
“Sabar? Ini sudah akan menjelang sore, dari mana saja kamu aku mencarinya?” ucap Su Xing sepertinya sudah tidak tahan dan wajahnya juga terasa kesal.
Xiao Chen memegang hidung dan berkata, “Sebagai murid yang teladan maka harus berlatih secara giat tidak peduli itu siang dan pagi maka harus berlatih. Jika Guru berkata murid di mana, tentu saja murid sedang berlatih mencari pengalaman di hutan-hutan.”
Su Xing tidak berkata apa-apa lagi, melainkan langsung melemparkan beberapa seikat sayuran kangkung, dan tulang iga babi yang diperoleh ketika berburu.
Xiao Chen mengerutkan keningnya, walaupun sangat merapatkan tapi sebagai guru kamu harus berbakti.
Dengan berat hati, Xiao Chen langsung mengambil semua bahan dan dieksekusi seperti rutinitas biasanya.
Dari awal sampai akhir, Liu Shen hanya menatap mereka berdua karena dirinya seperti tidak dibutuhkan sehingga hatinya tidak senang dan tanganya mengepal sangat erat langsung berbisik kepada Su Xing.
“Guru, apakah Xiao Chen orangnya seperti itu sungguh sangat kaku,” bisik Liu Shen.
Su Xing menjawab sambil menganggukan kepalanya, “Ketika kamu membicarakan bocah itu aku sangat ingin memukuli kepalanya.”
Kemudian Su Xing menceritakan ketika dirinya membujuk Xiao Chen agar memasuki sekte dan menjadi murid pribadinya penuh perjuangan walaupun pada akhirnya, Xiao Chen menyetujui karena ayahnya berkata demikian.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Su Xing, Liu Shen sepertinya salah mendengar bagaimana mungkin guru Su Xing yang banyak murid ingin menjadi guru pribadi tiba-tiba menemukan membujuk dan mengemis kepada Xiao Chen agar bisa menjadi muridnya.
Ini tidak terduga, pantas saja Su Xing ingin sekali memukuli kepalanya.