Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Melawan Perompak


__ADS_3

Bab 112 Melawan Perompak


Akhirnya Xiao Chen langsung memakai bajunya untuk berdiri dan dia menatap ke arah perahu yang sedikit besar dengan tatapan yang sangat serius. Sepertinya perompak itu ingin menyandera kelompok Resimen dirinya dan Resimen Kanari Hijau.


Terlebih lagi, semua kebanyakan adalah wanita. Dengan Resimen Violet Garden hanya dirinya yang satu-satunya laki-laki, mungkin akan membuat para perompak itu menatap mata dengan cerah dan keserakahan untuk berbuat kemesuman semakin tinggi.


Ada dua orang yang berbadan kekar memakai baju jubah sedikit kuning keemasan, tetapi bentuk dadanya diperlihatkan kepada semua orang. Di bagian dada itu, sungguh sangat kekar dan ada juga beberapa luka goresan dari pedang.


Itu membuktikan bahwa para perompak itu sudah berpengalaman untuk mencuri atau menyandera wanita cantik.


Bom!


Dua perompak mengeluarkan penindasan jiwa pendekar level 12 sehingga semuanya hampir berlutut. Bahkan, akibat penindasan Aura jiwa pendekar, perahu itu hampir pecah.


Ahhh!


Paman nahkoda dialah yang pertama berlutut kemudian disusul para anggota Resimen Kanari Hijau.


Hanya saja Liu Ruyun yang masih bertahan walaupun memiliki wajah yang sangat pucat seperti kertas putih. Dia melihat Resimen Violet Garden yang semuanya anggotanya tidak ada yang berlutut, masih berdiri dengan serius. Ini semata-mata karena Xiao Chen yang telah membuka buku jimat tingkat lanjut milik Jiang Chen pada waktu itu.


‘Sial aku juga tidak ingin berlutut dengan para perompak itu! Ahh!'


Engah!


Akhirnya Liu Ruyun tidak tahan langsung berlutut sambil muntah darah sekitar dua suap.


Kedua perompak itu adalah saudara kembar yang bernama Jin San dan Jin Dan. Ketika saudara perompak kembar itu melihat resimen Violet Garden tidak berlutut, tiba-tiba mengerutkan keningnya langsung mencoba meningkatkan lagi tekanan Aura yang menindas.


Bom!


Xiao Chen melirik Mi Qiongqi dan memerintahkan untuk menyerangnya.


“Kamu serang dia.” Xiao Chen berkata dengan ringan.


"Hummm!” Mi Qiongqi menganggukan kepalanya langsung bergegas untuk menyerang perompak kembar itu menggunakan teknik tangan yang telah dipelajari dengan versi terbaik.


Jin Dan melihat ada wanita yang memakai bertopeng mencoba menyerang dirinya, dia tidak habis pikir. Walaupun dirinya bingung kenapa dia tidak terpengaruh oleh penindasan Aura pendekarnya, tetapi setelah melihat lambang Resimen yang masih bronze, seketika mencibir.


Resimen bronze berani sekali lancang!


Alhasil, Jin Dan langsung menggunakan tangannya untuk menangkap tangan yang halus dari milik Mi Qiongqi.


“Huh! Tangan yang bagus, putih, dan cantik, akan sangat disayangkan ketika rusak akibat tindakan aku." Dia mendengus langsung meraih tangan cantik milik Mi Qiongqi.

__ADS_1


Tetapi, pada saat itu....


Sring!


Jin Dan masih dalam keadaan bingung belum menyadari bahwa tangannya sudah terpotong dari pergelangannya. Beberapa detik kemudian barulah Dia merasakan rasa sakit di pergelangannya.


Ketika dia melihat bahwa tangannya sudah menghilang akhirnya berteriak. “Tangan ku!"


“Brengsek kamu!” Jin Dan Raung sungguh sangat marah langsung dia melakukan manuver dengan cara menghancurkan perahu ini hanya sekali tinju.


Bom!


Akhirnya akibat tinju itu yang sangat dahsyat, akibat pintu yang sangat dahsyat perahunya langsung hancur berserakan. Paman Nahkoda dan lainnya melompat untuk menaiki perahu yang lebih besar dari para perompak.


Jin San tertawa jahat: “Hahaha kalian sudah tidak memiliki perahu hanya ada satu cara yaitu ikutlah dengan perahu kami jika tidak makam kalian akan mati!”


“Bukan kita semua yang mati tetapi kalian para perompak jahat,” pekik Mi Qiongqi langsung bergegas melompat lagi untuk menghancurkan tangan Jin San.


“Huhh sungguh lancang!” Jin San kemudian mengeluarkan artefak yang seperti tameng besar.


Dentang!


Akibat benturan belati dari Mi Qiongqi, tameng itu mengeluarkan percikan kembang api.


Mi Qiongqi melompat mundur langsung berdiri di atas bendera para perompak itu. Dia langsung melanjutkan lagi untuk menyerang menggunakan jurus tangannya.


Hiya!


Sring!


Tembakan tangan itu, hanya bisa menggores tameng yang dimiliki oleh Jin San. Tetapi Jin San sungguh sangat terkejut karena kekuatan dari wanita bertopeng itu sungguh sangat bagus bisa menggores tameng yang sudah dibangga-banggakan dirinya untuk sebagai pertahanan.


Tsk!


‘Sial dia memiliki artefak tameng yang sangat kuat!’ seru Mi Qiongqi di dalam hati sampai dia tidak menyadari bahwa ada tendangan dari Jin San yang ingin mengenai perutnya.


Dia menghindar sangat ekstrem sambil melompat ke atas tetapi tangan kanannya Jin San langsung menangkap hendak ingin mencopot topeng yang sedang dikenakan oleh Mi Qiongqi. Hanya saja ketika hanya beberapa cm untuk mencopot topeng itu, ada perlawanan yang sangat kuat langsung meledak keluar dari topeng.


Bam!


Tangan Jin San planting ke belakang, tetapi dia juga tidak mengalami cedera serius langsung mengibaskan tameng raksasa itu sehingga Mi Qiongqi menukik terjatuh langsung ditangkap oleh Wenren Wushuang.


Bam!

__ADS_1


Uhh!


“Kamu tidak apa-apa? Dia memiliki item artefak berkualitas bagus mungkin jurus dari kemarin yang baru ditingkatkan belum sebanding dengan artefak item yang dia gunakan....”


“Artefak itu sungguh bagus dan ini harus dirampas untuk dijadikan milik kita semua."


Pada saat itu, Wenren Wushuang setelah menangkap tubuh Mi Qiongqi, dia langsung melesat tajam untuk menyerang Jin San menggunakan tinju Lotus biru.


Hiya!


Bom!


“Hahaha wanita cantik, kalian percuma karena tameng ini adalah kualitas terbaik sehingga hanya mengandalkan tangan kosong saja, akan melukai dan mencederai tanganmu. Hahahah!"


Dentang!


Apa!


Tiba-tiba dia terhempas ke bawah sampai menyemplung ke lautan.


Jin San melihat bahwa tamengnya yang terkena tinju dari Wenren Wushuang, sudah bonyok dan terlihat jelas dan sangat kontras.


“Ahahah ternyata aku telah meremehkanmu!" Dia tertawa di dalam air sambil melompat terbang lagi untuk menyerang Wenren Wushuang.


Akan tetapi, Wenren Wushuang langsung menggunakan teknik pedang dasar bagian tiga. Dia menyamping langsung sambil memutarkan pedang seperti gangsing. Setelah itu, ketika pedang memutar ke bawah kaki kirinya, dia langsung menendang pedang yang berputar.


Dentang!


Wenren Wushuang menghindari serangan Jin San ke belakang langsung menangkap pedangnya lagi dan mencoba menebas punggungnya.


Sring!


Engah!


Darah keluar dari punggung seperti air menetes sangat banyak. Para perompak lainnya yang sudah menonton langsung mengurutkan keningnya. Pedang apa itu, Kenapa mereka semua tidak mengetahui ada jenis pedang yang sangat aneh?


Ada salah satu perompak yang masih berdiri di kapalnya yang bernama Huang Sang langung berteriak sambil memberikan peringatan.


“Kalian mundur terlebih dahulu sepertinya Resimen ini tidak sederhana apa yang kita lihat!”


Tsk!


Jin Dan dan Jin San yang mengalami kekalahan yang sangat memalukan, dia langsung melompat untuk menjauh dari hadapan mereka dengan enggan.

__ADS_1


Akibat itu, paksaan Aura yang sangat mencekam langsung menghilang.


__ADS_2