Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Semua Laki-laki, Sama Saja


__ADS_3

Bab 83 Semua Laki-laki, Sama Saja


Wenren Wushuang sudah sungguh lama mencoba menenangkan hati yang bergejolak tanpa sebab yang jelas. Sayangnya tindakan itu tidak ada gunanya semakin kamu mencoba menghilangkan perasaan aneh itu maka semakin terngiang-ngiang wajah Xiao Chen ketika sedang melakukan hubungan intim kepadamu.


Diluar sana, Xiao Chen sudah menunggu cukup lama sehingga kedua kakinya mengalami kesemutan mulutnya berkedut hebat langsung berkata, “Oi, Aku sudah menunggumu cukup lama aku ingin memasuki dalam karena sudah mengantuk!”


“Kamu bisa kembali ke kamar!” Di dalam kamar Xiao Chen yang telah disewa, tiba-tiba Wenren Wushuang berteriak.


Xiao Chen menganggukkan kepalanya langsung melangkah maju dan membuka pintu itu.


“Apakah sudah cukup? Jika kamu belum merasa cukup untuk memilih keinginan menyendiri maka kamu pergilah di kamar kamu yang telah disewa. Aku sudah tidak tahan ingin tidur.”


Wenren Wushuang bangun dari tidurnya sambil menutup Mata sedikit lama setelah itu, langsung menghembuskan nafas lalu berkata: ”Huhhh..”


Wenren Wushuang langsung mencoba berdiri akan tetapi, tiba-tiba langsung terhuyung-guyung. Dia langsung melihat ke bawah-bawah banyak darah yang keluar dari alat vitalnya.


Dia ingat dan baru menyadari bahwa tongkat pedas milik Xiao Chen memiliki ukuran yang sangat perkasa sehingga selaput darahnya sobek cukup lebar dan otomatis mengeluarkan darah.


Jika mengeluarkan darah itu tidak masalah akan tetapi dia juga merasakan rasa sakit hebat di bagian perutnya.


“Aduhh aku mengalami kesulitan untuk berjalan, ini gara-gara kamu karena memiliki barang yang sangat perkasa,” ucap Wenren Wushuang sambil mengeluh.


“Memiliki benda pusaka yang berukuran perkasa adalah kebanggaan bagi semua pria, Apa gunanya jika memiliki barang yang kecil itu tidak layak disebutkan.” Xiao Chen mencoba membantah perkataan dari Wenren Wushuang.


Wenren Wushuang tidak menjawab perkataan Xiao Chen. Dia hanya kembali duduk di kasur Xiao Chen.


Sekarang Xiao Chen melihat bahwa Wenren Wushuang tidak memiliki tenaga untuk keluar dari kamarnya karena masih memiliki efek akibat hubungan intim.


Tetapi dirinya juga bisa menyembuhkan luka Wenren Wushuang hanya menggunakan jimat penyembuhan saja. Namun, Xiao Chen tidak melakukannya karena dia ingin beraniat untuk meningkatkan jiwa pendekar dengan memanfaatkan Wenren Wushuang.


Di dalam hatinya tersenyum jahat dan langsung berkata lembut. “Baiklah, kamu bisa tidur satu kamar dengan ku.”


Sontak Wenren Wushuang setelah mendengarkan perkataan dari Xiao Chen, tiba-tiba jantungnya berhenti sejenak langsung terpana.

__ADS_1


“Tidak-tidak aku akan pergi dari kamar ini, ahhh perutku sungguh sakit!” Wenren Wushuang terjatuh lagi. Dia harus menjauh dari Xiao Chen. Karena ketika dirinya berdekatan dengan Xiao Chen, sepertinya tubuh ini menjadi panas dan tak terkendalikan untuk memeluk Xiao Chen.


Sayangnya akibat tongkat pedas Xiao Chen yang perkasa, akhirnya mengacaukan segalanya.


Sekarang Xiao Chen meminta agar dirinya untuk tidur satu kamar. Jika seperti ini, bukankah akan melakukan ronde kedua?


Memikirkan hubungan intim pada waktu itu, Wenren Wushuang menelan ludah dan mencoba memejamkan matanya sambil berpikir jernih.


“Kamu tidur denganku tidak masalah, ‘Kan? Lagipula kita sudah saling sentuh dan saling tukar keringat?” Xiao Chen mengangkat bahu kemudian langsung tertidur terlentang mencoba memejamkan matanya.


Pada saat ini, Xiao Chen sebenarnya ingin melakukan hubungan intim lagi kepada Wenren Wushuang. Sayangnya ketika dia mencoba memejamkan matanya sebentar, tiba-tiba langsung tertidur pulas dan mendengkur.


Sontak melihat cara tidur Xiao Chen yang begitu sangat cepat, Wenren Wushuang langsung terkejut.


“Apakah dia manusia?” kata Wenren Wushuang sambil menggaruk dagu.


Kemudian untuk memastikan bahwa Xiao Chen tertidur tidak berpura-pura, Wenren Wushuang langsung mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah Xiao Chen lebih jelas.


Setelah mendekatinya, Wenren Wushuang tersenyum. Tetapi kamu akan melihat ada rona merah yang samar secara sekilas di wajah Wenren Wushuang.


Kemudian entah kenapa, walaupun Wenren Wushuang sungguh membenci Xiao Chen. Tetapi tiba-tiba ada terbesit pikiran untuk mencium bibir Xiao Chen. Sehingga langsung menoleh kiri dan kanan untuk memastikan apakah ada penguntit. Setelah suasana terbilang aman, akhirnya Wenren Wushuang langsung meniatkan untuk mencium bibir Xiao Chen.


Tetapi, ketika hendak ingin mencium tiba-tiba Xiao Chen menggigau.


“Hahahaha apakah pantat Feng Huang mempunyai tahi lalat?”


Sontak Wenren Wushuang, langsung ingin muntah darah dan tanpa berbasa-basi, langsung mengambil pedang dan meneriaki kata-kata mutiara.


”Baijingan Xiao Chen mati saja kamu!”


"Sring!"


"Ahhh!"

__ADS_1


Seketika leher Xiao Chen terpotong dan menjerit sambil meringis.


“Oi, apakah kamu gila, kamu menyerang ku secara tiba-tiba tanpa sebab!” Kemudian Xiao Chen kepala yang terpotong menyatu kembali dan langsung memelototinya kearah Wenren Wushuang.


“Kamu pria sama saja, apakah kamu menyukai pantat Feng Huang yang memiliki tahi lalat,” ucap Wenren Wushuang dadanya ingin meledak. Entah kenapa dirinya kesal tanpa sebab yang jelas.


Seketika Xiao Chen menggaruk kepalanya. Dia sangat khawatir jika tertidur dan menggigau mengeluarkan kata-kata aneh tanpa disadarinya.


Xiao Chen tidak berkata apa-apa lagi, dia langsung ingat bahwa dirinya akan melancarkan serangannya kepada Wenren Wushuang. Tetapi setelah dihajar karena menggigau akhirnya tidak memiliki keinginan dan melanjutkan tidurnya kembali.


“Aku tidak peduli, aku merasakan rasa kantuk karena terlalu lelah. Jika kamu ingin tidur disamping tidak masalah hoammmzz!” Xiao Chen menguap langsung memejamkan matanya. Seketika dia kembali tidur pulas sambil mendengkur.


Kepala Wenren Wushuang bersungut-sungut, entah kenapa sungguh sangat marah sehingga melupakan rasa sakit di perutnya langsung mencoba tertidur disampingnya Xiao Chen.


‘Bajingan kamu! Akan aku bunuh!’ Wenren Wushuang menatap ganas Xiao Chen yang sedang terlelap tidur.


~


~


#Pagi Harinya!


Sekarang Xiao Chen merasakan rasa yang sangat lega setelah tertidur sangat nyaman. Akan tetapi, ketika hendak membuka matanya, tiba-tiba langsung tertegun.


Beberapa saat kemudian, wajah Xiao Chen langsung hitam seperti kekurangan oksigen.


“Uhuk! Uhuk! Oi lepaskan aku, apakah kamu ingin mencekik aku sampai mati!” Xiao Chen melihat bahwa ketika bangun tidur, dia menemukan Wenren Wushuang sedang memeluk sangat erat dalam posisi terbalik.


Dari kedua paha Wenren Wushuang menjepit bahu Xiao Chen sehingga pandangan yang pertama Xiao Chen melihat adalah pantat yang elastis dari Wenren Wushuang.


Sementara itu, kepala Wenren Wushuang memeluk paha Xiao Chen.


Pada saat ini, Wenren Wushuang yang sedang tertidur lelap, merasakan ada getaran sehingga langsung membuka matanya.

__ADS_1


Betapa terkejutnya ketika melihat dirinya mencekik Xiao Chen hingga ingin mati.


“Ahhh maafkan aku!” Sontak Wenren Wushuang langsung bangun dan melepaskan cengkramannya.


__ADS_2