
Bab 231 Xian Miaomiao
Di Pegunungan yang sangat lebat dan menjulang, ada sebuah pohon-pohon yang sangat rimbun dan sunyi. Hanya ada monster-monster dan berbagai tumbuhan liar yang selalu mendominasi.
Wkwkwwk!
Ada seekor burung kecil tak dikenal memecah kesunyian hutan itu, setelah berputar-putar di udara beberapa saat, mendarat di atap sebuah batu yang cukup besar seperti bongkahan meteor.
Burung itu, mematuk alat kelamin seorang pemuda yang masih pingsan, sehingga pada saat itu, pemuda yang pingsan akhirnya membuka mata sambi mengusap agar burung tersebut terbang.
”Ini sungguh sangat jahat, bagaimana mungkin aku terlempar dari ketinggian seperti itu? Untung saja aku memiliki berbagai peralatan yang mendukung hidup. Jika tidak, aku akan mati begitu mudah,” kata Xiao Chen sambil mencoba berdiri mengusap batu besar yang sedang menimpa bagian kaki.
Tepat ketika dia hendak mengangkat batu besar, ada seorang yang datang ke tempatnya, dalam pendengar Xiao Chen, suara langkah kaki itu sungguh sangat cepat dan sepertinya sedang terburu-buru.
Otomatis Xiao Chen mengerutkan keningnya dan berpura-pura pingsan lagi sambil melihat sekelompok orang mendekatinya.
Xiao Chen menggunakan Indra sensor sehingga walaupun matanya sudah terpejam dia masih bisa melihat dengan jelas dengan cara wilayah sepuluh meter jangkauannya.
Setidaknya Xiao Chen setelah menggunakan indra sensornya ada dua orang yang satu pria paruh baya sekitar berumur enam puluh tahun dan satunya wanita yang memakai pakaian putih tetapi ada sedikit pita berwarna biru dan rambutnya juga sedikit kebiru-biruan.
Pria paruh baya memiliki perawakan sedikit membungkuk tetapi tatapannya sungguh sangat tegas dan berwibawa bahkan Xiao Chen sendiri merasakan bahwa pria paruh baik itu adalah pria yang sangat kuat walaupun lebih kuat dirinya.
__ADS_1
Sementara wanita itu penampilannya cantik dan tidak terlalu mencolok tetapi jika lambatnya tahun, setelah bisa merawat diri wanita tersebut memiliki kecantikan yang tinggi setara dengan ketiga wanitanya.
Pria paruh baya bernama Xian Guo dan wanita cantik itu bernama Xian Miaomiao.
“Kakek tadi aku melihat meteor jatu yang sangat menakutkan, dan menghantam ke gunung yang sekarang kita dekati? Ayo kakek. Siapa tahu ada harta yang lahir." Xian Miaomiao mendesak jika dia bisa mendapatkan item tinggi sudah dipastikan dia akan diterima manjadi murid.
Pada awalnya Xian Miaomiao sudah mendaftar menjadi murid. Tapi karena jiwa pendekar terlalu rendah tidak memiliki keriteria dan minim senjata item, akhirnya ditolak. Sekarang sudah tiga tahun berlalu Sekte Dewa Perang sedang merekrut murid lagi sehingga jika apa yang dia pikirkan benar, bahwa meteor yang jatuh adalah sebuah item maka sungguh beruntung sehingga untuk diterima menjadi murid magang akan besar.
”Nak. Jangan terlalu semangat kita harus berhati-hati. Apakah kamu tahu? Kamu Hanyalah cucu ku satunya. Bajingan kedua orang tua mu meninggal akibat dimakan mosnter! Jika kamu dalam bahaya kakek akan bersalah kepada Dewa,” kata Xian Guo dengan letih.
“Tapi kakek, ini adalah kesempatan bagus, cepat siapa tahu ....” Belum menyelesaikannya perkataannya, Xian Guo menginstruksi.
”Sttt ... Lihat itu bukan item, tapi seorang manusia? Cepat kita harus menyelamatkan!” Xian Guo mendesak dan menarik lengan Xian Miaomiao sehingga Xian Miaomiao terseret-seret sambil cemberut.
“Nak, tidak peduli dunia itu kejam atau tidak, tapi kakek akan mengatakan bahwa berbuat baik itu adalah cara kita mendapatkan karma yang baik. Cepat kita selamatkan pemuda itu dan kita bawa ke rumah!”
~
~
~
__ADS_1
# Sekte Dewa Perang!
“Guru, apakah wanita itu tidak apa-apa? Bagaimana keadaan wanita itu? Apakah dia sudah tersadar?”
“Guru ,....”
Pada saat itu, ada wanita yang cukup cantik yang memiliki bibir yang sangat seksi dan ditambah ada tahi lalat yang menenpel di bawah bibir kanan sehingga siapapun laki-laki yang melihat tidak tahan untuk menggigit.
Dia adalah Jiang Bilan.
“Kalian harap tenang, dia masih belum sadarkan diri, mungkin beberapa saat lagi dia akan terbangun,” pikir Jiang Bilan dengan cemberut.
“Dekan Zhao, apakah wanita itu sudah bangun?" Tanya Jiang Bilan.
“Mungkin sebentar lagi. kita harus bersabar." Zhao Fujue berkata dengan tenang.
“Hmmm baik kita harus bersabar,” angguk Jiang Bilan. Pasalnya dia mengetahui peristiwa sangat menghebohkan ketika malam hari. Pada saat itu, Sekte Dewa Perang tiba-tiba kedatangan penyusup yang memiliki kekuatan yang sangat jahat bahkan semua murid dan guru-gurunya sangat kewalahan untuk menghadapi kelompok tersebut. Tapi, entah bagaimana Seperti harapan Dewa tiba-tiba di atas langit turunlah meteor yang sangat besar menghantam sebagian sisi Sekte Dewa Perang hingga akibat benturan meteor itu mengakibatkan seluruh kelompok penjahat langsung meninggal seketika.
Setelah mengidentifikasi, ternyata meteor jatuh itu adalah seorang wanita cantik dan tanpa busana. Karena itulah peristiwa tersebut menganggap bahwa wanita yang jatuh dari langit adalah anak titisan dewa dari pagi sampai menjelang siang banyak murid yang ingin menanyai kabar dari wanita tersebut.
Pada saat itu, mata Yang Zhiqing seketika membuka mata dan melihat ke samping dan bertanya-tanya kepada diri sendiri, ” Tempat ini di mana?”
__ADS_1
Yang Zhiqing seketika kaget karena mendapati bahwa seluruh tubuhnya tidak memakai baju seketika dia ingin mengeluarkan baju dari penyimpanannya tiba-tiba pintu itu terbuka dan muncullah Jiang Bilan dengan mata yang berbinar-binar.
"Akhirnya kamu sudah bangun ternyata!”