Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Mata Yang Tertutup


__ADS_3

Bab 30 Mata Yang Tertutup


Satu murid marah, langsung mengajak kawannya agar bisa membantu mengeroyoki Xiao Chen.


Sekiranya ada enam murid yang berlari kearah Xiao Chen untuk menghajar secara keroyokan. Saat ini, Xiao Chen tidak memiliki jejak kekhawatiran dia sudah memiliki jimat serangan balik sehingga hanya menunggu mereka semuanya menyerang secara bersamaan dan saat itulah jimat serangan balik bereaksi.


Keenam murid itu, seperti melihat bahwa Xiao Chen tidak berkutik sedikit sama sekali, seperti patung sehingga mereka akhirnya menerka bahwa Xiao Chen dikeroyok akan takut juga.


Yang Ma dari kejauhan tentunya menyadari sehingga menyringai, ”Humm mati kamu, ini karena kamu berani melawan murid lama, dan kamu adalah junior hahah!”


Namun beberapa saat kemudian, senyuman yang mengejek mengeras secara tiba-tiba karena Yang Ma melihat ke-enam tersebut, setelah menyerang menggunakan pukulan secara serentak, tiba-tiba langsung terpental sangat jauh sekitar dua belas meter.


"Bam!"


"Wosh!"


“Apa yang terjadi bagaimana mungkin serangan kejutan apa itu....”


Beberapa murid berkata penuh kebingungan karena setelah memukul Xiao Chen, ada gelombang kejut yang dua kali lipat dari serangan tinju tersebut.


“Cih!” Xiao Chen mengejek kemudian berlari sangat cepat untuk bergegas menyerang Yang Ma.


Xiao Chen mencoba menggunakan tinju Gajah Prajna Gong dan dipadukan teknik tablet petir, tiba-tiba percobaannya berhasil, dengan secara kilat Xiao Chen sudah tiba dihadapan Yang Ma langsung memukul dada tiga kali.


"Bam!"


"Bam!"


"Bam!"


Yang Ma dadanya menerima pukulan dari tinju Xiao Chen langsung patah tulang dan terpental meluncur sangat jauh sehingga langsung tewas seketika.


Ke enam murid tersebut, yang melihat Yang Ma terbunuh sangat mengenaskan, semuanya langsung bergidik ngeri.


“Hei Bajingan! Kamu sangat berani membunuh Yang Ma yang sudah lama daripada kamu!” ke enam murid tersebut, salah satunya berkata untuk mengancam Xiao Chen.

__ADS_1


“Jika kalian tidak tahu melihat, Lebih baik diam saja! Aku yang melihat dan aku yang merasakan jadi, kalian tidak perlu menghakimiku!” Wajah Xiao Chen sungguh sangat garang bagaimanapun mereka yang memberikan kotak hadiah adalah jebakan Jika saja dirinya masih sampah yang dulu mungkin sudah mati dengan kepala terpenggal.


“Bajingan apakah kamu berani lantang membunuh sesama murid hah!” Murid itu masih bersikukuh.


"Swosh!"


Xiao Chen tiba-tiba sosoknya menghilang langsung tiba di hadapan murid yang masih mengomel. Seketika tangan kanannya langsung menampar keras murid tersebut.


“Aku bilang, kamu diam! Sekali lagi kamu mengeluarkan suara maka mati!" Xiao Chen tatapannya menyipit tajam seperti iblis.


Ke enam murid tersebut, lututnya lemas hingga ingin kencing di tempat, akhirnya mereka tidak berani berkata lagi bahkan untuk bernafas saja, sangat berhati-hati.


Xiao Chen lihat mereka semuanya ketakutan akhirnya tidak berkata lagi langsung kembali ke gubuknya untuk beristirahat.


Belum sehari tapi Xiao Chen sudah mendapati satu masalah, Jika dia selamanya berdekam di Sekte akan sangat khawatir di masa depan banyak yang akan berurusan dengannya.


Ketika Xiao Chen sedang kembali ke gubuknya tiba-tiba ada Yan Ling yang menghentikannya.


“Kamu adalah salah satu murid terbaru yang paling susah patuh, dan begitu sembrono bahkan membunuh sesama murid apakah kamu ingin dikeluarkan di tempat sekte ini?”


“Bajingan kamu nak! Apakah kamu tidak takut jika berani membunuh sesama murid,” Yan Ling wajahnya sangat jelek dan tidak sedap dipandang bagaimanapun, dia ingin sekali memberi pelajaran kepada Xiao Chen. namun walaupun level pendekar Xiao Chen masih di level enam, dia sungguh sangat khawatir karena trik macam apalagi yang digunakan bocah sembrono tersebut untuk mengacaukan ketenangannya.


“Apa yang ditakutkan, mereka semua berani sekali membunuhku sehingga aku melawan, Murid ini akan mengajukan perkataan kepada guru, jika posisinya terbalik apakah semua murid bahkan guru akan menolongku?” tanya Xiao Chen penuh percaya diri dan bangga.


“Hump, tentu saja jika itu kamu guru dan semua murid, tidak peduli dengan kehidupan mu!” Yan Ling mendengus tajam.


“Sungguh tidak masuk akal, orang seperti mu adalah manusia yang memiliki hati iblis,” kata Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan melanjutkan perjalanannya lagi.


“Bajingan kamu nak, mau kemana kamu! Berhenti!” Yan Ling meraung gila seperti singa.


“Ada apa lagi? Aku tidak ingin berurusan dengan guru gila seperti mu!” hina Xiao Chen tanpa rasa takut. Setelah itu, langsung berjalan kembali.


Akan tetapi, Yan Ling menyerang diam-diam dengan menggunakan pedang yang sangat tajam.


“Berani sekali tidak patuh!”

__ADS_1


”Sudah berakhir, akhirnya murid itu mati terkena hukuman!”


“Huh, itu salah satu akibat membunuh sesama murid,”


“Hahah rasakan akibatnya!”


Ke enam murid tersebut saling mengajak dan menghina ingin sekali melihat akhir tragis dari Xiao Chen. Namun mereka semua tidak pernah menyadari bahwa guru tersebut pernah babak belur dihabisi oleh Xiao Chen pada waktu itu.


Sekarang sepertinya Yan Ling ingin mengulangi kesalahan yang sama yaitu menjadi kepala babi untuk dipukuli oleh Xiao Chen.


Akan tetapi, tiba-tiba Ada sosok wanita yang berpakaian serba putih rambut putih dan wajah seperti persolen yang sangat cantik, langsung mengeluarkan pedang dan menebas Yan Ling.


"Dentang!"


Su Xing kemudian telah menghalau pedang Yan Ling menggunakan pedang sendiri akhirnya mendorong pedang Yan Ling sangat keras.


“Guru Yan, Apakah guru berani melukai muridku? Hiyaaa!”


Setelah mendorong, Su Xing langsung meloncat ke atas sekitar tiga meter sambil berputar-putar sehingga pedang itu menari-nari sangat indah.


"Sring!"


"Dentang!"


Yan Ling juga menghalau serangan itu menggunakan pedangnya akan tetapi dia terpental sekitar enam meter.


Yan Ling mendengus, “Guru Xing, dia sudah membunuh beberapa murid kita sebagai guru harus mendidiknya agar kapok.”


“Hump, aku tahu rencana busukmu! Kamu memiliki dendam kesumbat terhadap muridku, kamu tidak diizinkan untuk melukai muridku, jika berani hadapilah aku!” Kata-kata Su Xing sungguh garang dan mengeluarkan Aura pedang sehingga beberapa murid yang menonton langsung merasa sesak dadanya akibat penekan Aura tersebut.


Xaio Chen melihat Yan Ling yang tidak bisa berkutik akhirnya ikut berkata, “Hahah kamu mati kutu, ayo! serang aku jika berani! Hahah!”


Su Xing berjalan pelan sambil menutup mata menghampiri Xiao Chen, setelah sudah dekat tiba-tiba, Su Xing langsung meraih telinga Xiao Chen dan menjewer sangat keras.


“Aduh! Aduh! Aduh Guru Xing ini sakit!” Xiao Chen meringis kesakitan.

__ADS_1


“Hump kamu murid, ayo ikutlah denganku untuk menerima hukuman!” Su Xing mendengus langsung membawa Xiao Chen sambil menjewer telinga.


__ADS_2