Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Membunuh Bai Xuan


__ADS_3

Bab 41 Membunuh Bai Xuan


Setelah itu, Xiao Chen langsung untuk meraih baju yang terbawa angin di samping pertempuran mereka.


Walaupun memiliki penampilan tenang, sayangnya di dalam hati Xiao Chen ada rasa berdebar-debar. Jika saja alasan yang telah dirinya ungkapkan mereka tidak percaya, maka terpaksa berkelahi.


Benar saja. Ketika Xiao Chen sudah mengambil bajunya, tiba-tiba Bai Xuan langsung menyipitkan matanya. Setelah Itu, langsung berkata dengan ada jejak ancaman.


“Alasan yang kamu lontarkan apakah aku percaya?” Bai Xuan berkata sambil memainkan pedangnya itu untuk bersiap-siap menebas leher Xiao Chen.


Xiao Chen menghela nafas sebentar kemudian menjawab: “Huff! Bagaimana agar kamu mempercayai aku bahwa tidak ada hubungannya dengan kalian semua? Aku hanyalah mengambil baju ini yang terbang tertepa angin.”


Bai Xuan mencibir, “Untuk mempercayaimu maka berikanlah hidupmu kepadaku.”


”Tidak semudah itu Ferguson," balas Xiao Chen langsung berjalan lagi sambil menggelengkan kepalanya.


“Meminta kematian!” Bai Xuan langsung marah, sebagai pria yang arogan mana mungkin akan diremehkan oleh pemuda yang tidak memiliki baju seperti manusia purba.


Bai Xuan langsung meloncat dan menyerang Xiao Chen menggunakan pedang.


“Tekinik Tarian Paha Mimi Peri!”


Tangan kanan Bai Xuan beserta kakinya sangat selaras seperti sedang memainkan tarian balet. Bahkan tarian itu mengakibatkan ada berbagai gelombang arus angin yang mengelilingi sekitarnya.


"Sring!"


Wajah Xiao Chen karena terlalu cepat serangannya, akhirnya wajah itu terkena pedang dan mata kanannya juga pecah akibat tebasan pedang.


Tidak sampai di situ saja akibat angin yang sangat besar, Xiao Chen meluncur sambil berputar-putar sebanyak enam kali dan berhenti akibat menebak pohon besar.


"Bom!"


Xiao Chen langsung mengusap matanya yang sudah hancur akibat terkena pedang yang sangat cepat dari Bai Xuan.


Sementara itu, Bai Xuan langsung terkejut karena serangan yang dilakukan kepada dirinya untuk membunuh Xiao Chen, ternyata tidak mengakibatkan fatal hanya mengalami luka di bagian wajah sehingga langsung mengernyit matanya dan berkata, “Aku tidak mengira bahwa wajahmu lebih tebal daripada kayu, bahkan pedangku dan teknik pedangku tidak bisa melukai atau membunuh seketika kepadamu.”


Xaio Chen masih memiliki pedang yang usang tidak berniat untuk menggunakannya karena belum terlalu mendesak.

__ADS_1


Mati kiri Xiao Chen melihat bahwa darah yang keluar dari mata kanannya akibat terkena pedang menetes ke tanah tersebut langsung berkata kepada Bai Xuan.


“Serangan mu sungguh kuat, aku mengalami terluka akibat teknik pedang mu. Namun, ketika nyawaku masih hidup tidak diizinkan kamu membunuhku.” Setelah berkata Xaio Chen tangan kanannya menunjuk ke Bai Xuan langsung mengacungkan jari tengahnya dengan mengejeknya.


Setelah mengejek, tiba-tiba seluruh tubuh Xiao Chen langsung di selimuti sinar hijau sehingga mata yang sudah rusak kembali seperti semula sehingga, Bai Xuan dan kelompok yang terluka parah langsung terpana.


”Hmmm teknik yang an....” Belum sempat melanjutkan perkataannya, Bai Xuan tiba-tiba melihat bahwa tubuh pemuda yang tidak memakai baju langsung menghilang berubah menjadi kilatan listrik dan hanya beberapa nafas sudah tepat dihadapannya.


Tinju Gajah Prajna Gong, dan teknik tablet petir dipadukan sehingga semakin selaras untuk menyerang.


"Bam!"


Wajah Bai Xuan ntar kena pukul dari Xiao Chen langsung meluncur ke samping kiri sekitar lima meter.


Hidung Bai Xuan langsung mimisan akibat terkena tinju dari Xaio Chen, seketika tidak terima langsung berteriak seperti orang gila, “Kamu bajingan! Mati kamu!”


Bai Xuan langsung berdiri dan menggunakan teknik pedang yang telah dilatih sejak dari lama.


"Katsu!"


Mantra jimat peledak, langsung mengenai tubuh bagian belakang Bai Xuan sehingga akibat ledakan itu, sekali lagi Bai Xuan terpental ke depan dengan salto.


"Bom!"


“Mata diganti mata nyawa diganti nyawa.”


"Sring!"


Tangan Xiao Chen keluarkan belati dan mencabik-cabik mata Bai Xuan beberapa kali sehingga wajahnya hancur dan seketika langsung kritis.


Xiao Chen mengambil pedang usang yang telah disimpan cukup lama, langsung menusuk perut Bai Xuan.


"Engah!"


“Bajingan ka....” Bai Xuan tidak bisa berkata kehidupan nyawanya sungguh terancam ke tingkat yang mencengangkan bahkan dirinya merasakan bahwa kekuatan dan vitalitas energi pendekarnya sedang diserap oleh pedang milik Xiao Chen.


Bukan Bai Xuan saja yang terkejut akibat darahnya dan semua energi diserap tapi, Xiao Chen juga terpana karena merasakan energi yang dimiliki Bai Xuan tiba-tiba mengalir melalui pedang usangnya sehingga sepertinya lafal pendekar ingin naik menjadi level tujuh.

__ADS_1


‘Oh jadi seperti itu, pedang ini adalah pedang yang sangat keren bisa menyerap energi lawan seperti jimat persembahan cukup menarik,’ batin Xiao Chen sambil melihat tubuh Bai Xuan yang sekarang menjadi kering seperti busung lapar.


Tanpa berlama-lama kaki kirinya, langsung menjejak leher Bai Xuan sehingga langsung copot menjadi dua bagian.


Akhirnya Bai Xuan sekarang sudah meninggal. Sekarang saatnya kamu pergi dari sini, dan biarkan ketiga kelompok itu yang mengalami luka untuk menyembuhkan diri.


Xiao Chen berkata kepada ketiga orang itu, “Kalian sudah aman sekarang. Oke! Aku akan pergi dari sini!"


"Tunggu! Terimakasih karena telah menolongku, sebagai kompensasi, ini adalah beberapa inti monster yang telah aku dapatkan.”


Kemudian satu orang menyerahkan beberapa inti monster untuk diberikan kepada Xiao Chen. Tentu saja, Xiao Chen langsung menerima dengan senang hati dan menganggukkan kepalanya langsung berkata, “Terimakasih, aku menerimanya,”


Kemudian Xiao Chen ingin melanjutkan pergi lagi, sayangnya masih dicegat.


"Tunggu!"


“Ada apa lagi?” Xiao Chen bingung.


“Hmm aku ingin mengenal siapa kamu, bolehkah aku bertanya, siapa sebenarnya kamu?" kata orang itu.


Xiao Chen membalas, “Namaku Fujiwara Takumi,”


Ketiga orang setelah mendengarkan nama yang memiliki istilah yang sangat aneh dan baru pertama kali melihatnya langsung mengerutkan keningnya.


“Fujiwara Takumi? Sungguh nama yang aneh dan aku baru mendengar nama yang aneh seperti itu.”


“Mungkin aneh tapi memang nyata,” ucap Xiao Chen sambil tersenyum ringan kemudian langsung meloncat ke atas langsung menghilang dari ketika pandangan orang.


Akhirnya ketiga orang itu, saling memandang satu sama lain.


“Hei kalian! Apakah kalian baru pertama kali mendengar nama yang begitu aneh?”


Kedua lainya mengangguk dan menjawab. “Itu tidak aneh lagi, bahkan tidak familiar. Aku tidak tahu bagaimana ayah dan ibu orang itu memberikan nama yang aneh apa yang sedang mereka pikirkan.”


“Itu tidak masalah, setelah kita pergi dari sini, kembali ke rumah masing-masing, setelah memulihkan tenaganya, Ayo! Kita mencari siapa dia.”


"Baik!"

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga memutuskan memulihkan tenaga terlebih dahulu dan kembali ke rumah.


Untuk mengetahui siapa pemuda yang memiliki nama Fujiwara Takumi, mereka menyampingkan masalah nanti, setelah sudah selamat.


__ADS_2