
Bab 264
‘Benar saja Nia San ini pemuda yang serakah. Dia berpura-pura baik terhadap ku.’ batin Hua Ning Bing tersenyum tenang. Tetapi dia sudah menganggap bahwa nian San adalah mayat hidup. Menjadi kekasih Xiao Chen kamu harus kejam jika tidak kejam, maka akan menjadi beban.
Karena Hua Ning Bing paham betul bahwa musuh Xiao Chen adalah musuh yang tidak ada habisnya. Bagaimana tidak habis, wong Xiao Chen memiliki berbagai ketrampilan yang membuat siapapun akan iri dan banyak juga yang ingin mengambil keterampilan Xiao Chen.
Hua Ning Bing juga tidak tahu bagaimana Xiao Chen melakukannya, bahkan jika dirinya meniru membuat jimat seperti milik Xiao Chen, itu tidak berhasil. Itu gagal karena ada unsur yang mereka tidak bisa dilakukan selain Xiao Chen.
Xiao Chen bisa melakukan itu karena mempunyai otak jenius dengan kecepatan komputer Microsoft level 2 dan efek magis dari buku hitam yang memancarkan kekuatan yang membuat jimat itu berfungsi dengan semestinya.
Bisa dikatakan buku hitam itu adalah buku yang bisa menyatu dengan hukum dunia. Karena apa yang diketahui, seluruh item yang memancarkan kekuatan menakutkan tidak terlepas dari formasi jimat di dalamnya.
Karena itulah Hua Ning Bing membuat jimat seperti yang diperagakan oleh Xiao Chen tidak akan berhasil sampai kapanpun.
Setelah Hua Ning Bing menghilangkan kebingungan atas formasi jimat, dia berpura-pura menjadi tenang seolah tidak ada yang terjadi bahwa seluruh pesta yang murah ini sudah dikelilingi oleh pembunuh.
Semua murid tidak menyadari bahwa area sekarang sedang dikepung oleh beberapa pembunuh yang dikirim dari keluarga Gongsun.
Tepat ketika Hua Ning Bing sedang menyantap berbagai daging yang sangat lezat, ada satu koki yang mendekatinya sambil membawa minuman. Tetapi Hua Ning Bing sudah yakin bahwa koki itu yang sedang mendekati ke arah dirinya bukanlah koki, tetapi pembunuh yang sudah menyamar.
Adapun baju koki itu digunakan baju milik koki sebenarnya yang sudah dia bunuh.
Pembunuh itu mengerutkan keningnya setelah melihat Hua Ning Bing meminum anggur begitu banyak tapi tidak terkena efek racun yang membuat tak sadarkan diri.
Pada saat itu dia sudah tiba di hadapan Peri Xuanyi dan Hua Ning Bing dengan pura-pura lembut. Tangan kirinya mengambil sebuah item yang memungkinkan bisa meledakkan dengan area yang dituju dengan jangkauan yang sangat kecil. Sebagai contoh jika artefak itu digunakan di bagian kepala, maka kepalanya terkena ledakan sampai hancur. Tetapi akibat ledakan itu tak sampai menyebarluas sampai sekelilingnya.
Dia menaruh minuman yang baru sambil menatap ke arah Hua Ning Bing sangat ganas.
“Nona. Ini adalah minuman terbaru harap nona menyukai.” Setelah menaruh minuman itu menggunakan tangan kanan, tiba-tiba tangan kirinya mengangkat dan menyerang wajah cantik Hua Ning Bing.
__ADS_1
“Hahahaha! Sayang sekali nona, wajah yang cantik seperti ini akan rusak hahaha!"
Peri Xuanyi dan beberapa panutua, terlambat bereaksi setelah melihat penyusut itu mengulurkan tangan kirinya dan menyerang wajah Hua Ning Bing.
Hua Ning Bing hanya masih tenang duduk dan mengangkat tangan kanannya langsung memegang tangan kiri dari penyusup yang ingin mencelakai dirinya.
Setelah tangan kiri dari penyusup itu yang hendak ingin menyerang Hua Ning Bing, tiba-tiba mereka semuanya melihat bahwa dari tubuh Hua Ning Bing mengeluarkan asap hitam yang berputar-putar langsung memasuki ke tubuh penyusup itu.
Ahhh!
Penyusup itu, kejang-kejang dan menatap ke arah Hua Ning Bing dengan ketakutan yang sangat tinggi, seharusnya artefak itu setelah tubuh pelaku akan meledak begitu sangat hebat. Tetapi sekarang kamu melihat bahwa atas waktu itu tidak bisa membunuh ataupun menghancurkan tangan dari Hua Ning Bing.
Dalam ketakutannya mungkin pihak lawan memiliki level pendekar yang lebih tinggi daripadanya.
Apalagi asap hitam yang memasuki ke dalam tubuhnya seperti sedang mencabik-cabik seluruh organ dalam. Dia menjerit kesakitan seperti di dalam organ itu dipotong-potong menggunakan pisau.
”Tidak ... Ampuni aku!" Dia sungguh ketakutan ingin sekali melepaskan cengkraman dari Hua Ning Bing. Akan tetapi, bagaimanapun kamu melakukannya itu sama sekali tidak berguna.
Peri Xuanyi langsung berdiri dan berkata kepada panutua, ”Para panutua! Sepertinya tempat ini ada penyusup yang ingin mencelakai nona Hua Ning Bing.”
Hua Ning Bing berdiri langsung matanya di arahkan kepada Nian San. ”Saya tahu siapa dalang di balik ini." Seketika Hua Ning Bing meloncat dan terbang untuk menyerang Nian San.
Pedang yang sangat cantik keluar dari tangan kanan Hua Ning Bing seketika langsung dihunuskan kepada Nian San.
Dang!
"Humpp kamu adalah penghianat! Dalang dibalik semua ini adalah kamu!" pekik Hua Ning Bing dengan tangan dan lengan yang ramping langsung menebas Nian San sangat semangat.
Nian San mengeluarkan senjata seperti keris dengan dua buah langsung menangkis pedang itu sambil terseret sepuluh meter. Akan tetapi, Hua Ning Bing masih mendorong begitu sangat keras sampai menabrak dinding sampai jebol.
__ADS_1
Alhasil Nian San terjatuh dan berguling-guling punggungnya merasakan rasa sakit.
Sring!
Hua Ning Bing menghunuskan pedang di udara seketika udara itu terbentuk es dan melesat tajam ke arah Nian San.
Cihh! Nian San mendecakan lidahnya langsung berdiri dan dua tangan itu yang sedang memegang keris seketika bercahaya merah langsung menari-nari dengan indah sambil memotong lusinan kerucut es yang sedang menembak ke arahnya.
Gerakan longsor salju!
Hua Ning Bing langsung turun dan menggeserkan kaki kanannya dengan setengah lingkaran seketika memunculkan es langsung mencoba menerjang Nian San.
Grrrr!
Nian San langsung meloncat dan mendarat di atap sekte itu.
Peri Xuanyi yang masih belum bereaksi tentang masalah ini, akhirnya berteriak. ”Nian San apa yang terjadi! Kenapa kamu memiliki permusuhan dengan Nona Hua Ning Bing!”
“Peri Xuanyi, Dia adalah orang yang mengirim pesan kepada keluarga Gongsun aku yang sudah membunuh putranya. Dia melaporkan kepada keluarga Gongsun semata-mata karena ingin mendapatkan item artefak yang dimiliki oleh ku! Humpp kamu sungguh sangat serakah!” Hua Ning Bing menatap ke arah Peri Xuanyi sambil memainkan pedang itu begitu sangat indah.
“Cihh, apa boleh buat!" wajah nian San muram dia Langsung Melompat ke bawah dari atap sekte itu langsung mencoba mendekati Hua Ning Bing.
Pertempuran pedang dengan pedang begitu sangat indah yang satunya pedangnya memiliki cahaya kekuatan merah yang satunya memiliki cahaya mengkilap seperti warna biru yang sangat mengagumkan. Kedua kaki itu satu sama lain saling menendang. Tetepi pada akhirnya Nian San yang kalah telak, setelah putaran terakhir dia mencoba menendang perut Hua Ning Bing, tetapi Hua Ning Bing tangan kirinya yang tidak memegang pedang langsung menangkap kaki Nian San.
Setelah menangkap kaki Nian San, tiba-tiba kekuatan monster langsung keluar tetapi sekarang gunturnya berwarna merah langsung menyelimuti tubuh Nian San.
Bom!
Ahh!
__ADS_1
Nian San terkena kejutan listrik dan terhempas sangat jauh sampai pakaiannya ada yang terbakar sedikit.
Nian San muram dan melirik ke sekeliling! ”Kalian Bajingan jangan bersembunyi terus menerus! Cepat bantu aku!”