Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Hanya Itu Saja


__ADS_3

Bab 38 Hanya Itu Saja


Setelah sekiranya sudah berjarak jauh, Xiao Chen langsung mengaktifkan jimat peledak dengan berbarengan.


"Katsu!"


"Bam!"


Ke empat orang itu, sudah mengira-ngira bahwasanya hidup sudah aman. Namun, siapa sangka tiba-tiba, tubuhnya meledak dan ke empat orang tersebut tewas semuanya.


Xiao Chen yang mendengar suara ledakan, akhirnya tidak bisa menahan tawa, “Bhahaha! Mati adalah pilihan yang tepat bagimu!”


Xiao Chen tidak peduli dengan kehidupan mereka berempat.


Di dunia ini jika kamu berkelahi, jika dia tidak mati, maka kamu yang mati. Sepatunya jangan berbekas kasih, bunuh saja jika orang itu berniat membunuh dirimu.


Sementara itu Liu Shen yang melihat keempat murid tersebut meledak dan tewas seketika langsung menyipit tajam dengan semua ini, Liu Shen berkata kepada diri sendiri, bagaimanan Xiao Chen melakukan bahkan serangan ini sungguh sangat berbahaya.


“Pemuda itu sungguh menarik, sebisa mungkin harus menjadi bagianku, tenang saja kamu sekarang menolak, akan tetapi tidak dimasa depan." Tangan Liu Shen mengepal sangat erat seperti sedang bersungguh-sungguh.


Liu Shen tidak peduli dengan kehidupan mereka yang sudah tewas, melainkan dia langsung terbang untuk mengikuti Xiao Chen dimana dia tinggal.


"Swosh!"


Liu Shen melompat jauh dan terbang untuk mengikuti Xiao Chen secara sembunyi-sembunyi, begitu melihat sosok Xiao Chen akhirnya tersenyum tipis.


“Menemukan,” ucap Liu Shen sambil tersenyum bulan sabit, akhirnya jika seperti ini tidak repot-repot untuk mengetahui dimana Xiao Chen tinggal.


Kemudian Liu Shen mendarat ke ranting pohon raksasa dan bersembunyi, agar tidak ditemukan Xiao Chen.


Liu Shen setelah melihat gubuk Xiao Chen sedikit tidak asing, bahkan dia sudah menduga. Benar saja, tiba-tiba ketika Xiao Chen hendak memasuki pintu untuk kedalam, tiba-tiba ada Su Xing yang menghentikan.


Su Xing berkata: “Sudah menjelang malam, sebelum beristirahat kamu setidaknya membuat makanan buat Guru ini.”


Xiao Chen menahan nafas, dan mencoba menenangkan diri kemudian menatap Su Xing dengan hormat. “Guru, apa yang ingin kamu makan? Biar murid ini yang menyediakan!”


“Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan sepotong peniss beruang, dan sayur lobak beberapa ikat. Untuk cara masak teserah kamu yang terpenting pas di lidah,” ucap Su Xing kemudian menyerahkan bahan hidangan setelah itu langsung kembali duduk di bawah pohon kecil sambil menunggu Xiao Chen memasak.

__ADS_1


Xiao Chen melihat tongkat beruang yang sangat perkasa, wajahnya tersipu. Walaupun barang sendiri tidak terlalu kecil dan besar setelah melihat tiongkat beruang sungguh membuka mata.


“Andai saja aku mempunyai tingkat seperti ini, mungkin para wanita sudah kejang-kejangnya heheh!” Xiao Chen tertawa sambil ditutup menggunakan mulut.


Melihat ada keanehan Xiao Chen, Su Xing mengerutkan keningnya lalu, berkata. “Apa yang kamu tertawakan?”


Xiao Chen langsung menoleh Su Xing dan pada saat itu, Su Xing akhirnya paham langsung memalingkan wajah dan berkata: “Hilangkan pikiran jahat mu, aku memilih tingkat beruang karena dagingnya tidak lembut dan tidak keras, jika di makan, akan memperpanjang rasa kenyang!”


“Uhuk, aku paham Guru, baik aku akan melanjutkan pekerjaan ini,” balas Xiao Chen langsung mengambil kendil dan tongkat beruang dan lobak tersebut langsung dimasukkan ke dalam kndil tersebut.


Xiao Chen mengambil air untuk membersihkan tongkat beruang dan sayur lobak. Setelah sekiranya bersih, Xiao Chen mengambil air lagi untuk merebus tongkat beruang.


“Guru! Rebus tongkat beruang memerlukan cukup lama mohon bersabar,” seru Xiao Chen yang saling berjauhan.


Mereka berdua tidak tahu bahwa Liu Shen sedang mengintip di sebuah ranting pohon yang cukup besar sehingga keberadaannya tidak diketahui.


Liu Shen yang melihat semua ini, akhirnya berkata curiga, “Hmm guru Xing akhirnya menerima murid setelah sudah lama, dan ini adalah murid Xiao Chen yang menurut ku orang yang sangat menarik, aku tahu guru Su Xing menerima murid jika murid itu memiliki keunikan contoh: Xiao Chen adalah murid yang unik lantas masuk akal juga jika guru Su Xing menerimanya?"


Akhirnya Liu Shen mencoba mengamati Xiao Chen yang sedang berjongkok sambil menunggu rebusan tingkat beruang.


Niatnya Xaio Chen akan membuat rendang dengan bahan tongkat beruang, tapi dengan bahan di dunia pendekar karena tidak ada kecap dan santan akhirnya Xiao Chen meminta ijin sebentar untuk memetik buah kelapa yang tua untuk di ambil santan dan mencari lebah madu untuk dijadikan kecap.


Dua batang dupa berlalu, dua buah kelapa tua dan beberapa madu yang di ambil di hutan akhirnya telah terkumpul.


Xiao Chen memeras kelapa dan diambil santan, kemudian dicampur madu tadi. Setelah itu, dia melihat bahwa tongkat beruang sudah matang saatnya ditiriskan.


Xiao Chen memotong peniss beruang menjadi beberapa bagian, kemudian langsung di masukan ke kendil yang telah dikuras air rebusan hanya tidak sampai kering


Santan kelapa yang dicampur madu dimasukkan berbarengan, pada saat itulah rempah-rempah sudah disiapkan dan menunggu sampai matang.


Untuk sayuran lobak hanya direbus karena sebagian pengangganti karbohidrat.


Setelah menunggu beberapa saat kepulan asap memenuhi udara, sehingga Su Xing langsung cerah matanya dan mendekati Xiao Chen.


”Ini sungguh sangat harum, masakan apa lagi yang kamu buat?” tanya Su Xing dengan ingin tahu, bahkan dia membuka kendil itu, tiba-tiba asap yang harum mengenai wajahnya seketika, Su Xing diambok kelaparan.


“Guru sudah matang, ayo kita makan!" Xiao Chen tersenyum kemudian membawa beberapa daun untuk mencempal kendil panas tersebut.

__ADS_1


Xiao Chen setelah menghidangkan kepada Su Xing, langsung mengambil untuk sendiri dan mencoba memisah menjauh agar tidak menimbun kesalahpahaman.


Su Xing mengerutkan keningnya dan berkata: “Kenapa kamu menjauh mendekatlah, apakah kamu takut dengan Guru ini?”


“Tidak, aku hanya sendirian,” balas Xiao Chen kemudian setelah membawa beberapa potong daging langsung memakan dengan sangat lahap.


Menjauh Su Xing adalah pilihan tepat, karena berkat semut Rangrang, kamu mengetahui ada Liu Shen yang sedang mengintip, jika berita ini disebarkan Liu Shen bahwa kamu sedang berduaan dengan guru Xing akan bahaya.


Di sisi lain, Su Xing sepertinya tidak senang, entah kenapa setelah berdekatan dengan Xiao Chen, sekarang menjadi sentimental.


Bahan sekarang Su Xing jika bertemu murid Xiao Chen akan mengunakan pakaian yang rapih dan wangi alasan itu agar enak di pandang kepada muridnya.


Namun, Xiao Chen selalu menghindari bahkan dia melihat bahwa tatapan Xiao Chen kepada dirinya seperti tanpa raut yang berlebihan.


Kamu ingin tampil anggun dan menawan di hadapan Xiao Chen, tapi kamu melihat bahwa Xiao Chen tidak melirik sedikit sama sekali kepadamu, tentu saja kamu marah dan gelisah.


Bahkan kamu mungkin akan mempertanyakan apakah penampilan yang anggun ini, apakah tidak selaras dengan Xiao Chen?


Memikirkan itu, Su Xing entah kenapa kesal langsung memakan daging tersebut sangat cepat tanpa mempedulikan Xiao Chen.


Xiao Chen di samping itu melihat kebisingan yang dihasilkan Su Xing akibat makan terlalu cepat akhirnya berkata dengan menggaruk kepalanya, “Guru bisakah Guru memakan dengan perlahan?”


”Hmmm!” Su Xing membalas lembut, akan tetapi didalam hatinya membara-bara, sehingga tanpa disadari Su Xing, karena masakan yang begitu harum akhirnya Liu Shen yang tidak tahan mendekati mereka berdua.


Xiao Chen matanya menyipit ingin sekali menampar bokong Liu Shen karena tahu bahw Liu Shen orang yang merepotkan.


“Wanita narsis ini untuk apa datang kesini?” Xiao Chen memakan sangat cepat, supaya jika Liu Shen mendekati Su Xing makan dirinya sudah selesai sehingga langsung memasuki gubuk untuk beristirahat.


Kemudian tanpa disadari Liu Shen sudah dekat disampingnya Su Xing dan berkata hormat, “Guru Xing, aku mencium bau harum yang sangat semerbak, aku mengikuti bau tersebut dan siapa sangka Guru berada di sini sedang makan,”


“Guru, aku lihat daging itu sungguh sangat menggugah selera bolehkah berbagai?”


Su Xing tersenyum dan berkata: “Ayo makanlah ini enak, masakan yang dibuat murid ku,”


Liu Shen bergembira dan duduk di tanah langsung mengambil beberapa bagian.


Kemudian dia setelah mengambil daging tongkat beruang dan memakannya tiba-tiba matanya cerah, katena masakan ini sungguh sangat enak. Namun, ketika dia melirik Xiao Chen menemukan dia berjalan dan memasuki gubuk.

__ADS_1


‘Xiao Chen kenapa kamu seperti itu, apakah kamu selalu menghindar? Oh, tentu saja dimasa depan kamu tidak bisa menghindar.’ batin Liu Shen sambil memakan penuh amarah nan menikmati rasa yang enak.


__ADS_2