Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Kenapa Harus Melarikan Diri


__ADS_3

Bab 102 Kenapa Harus Melarikan Diri


Lipan itu, mengitari dua kali leher pria yang sedang di cekik Xiao Chen. Setelah sudah mengitari leher dia, tiba-tiba Lipan langsung menggigit kulit pria tersebut.


Tidak membutuhkan jeda yang lama, kulit yang digigit Lipan, seketika menghitam dan langsung melepuh.


Xiao Chen melepaskan cekikan langsung dia melihat pria itu mengusap-usap kulit yang telah digigit Lipan.


Ahhhh!


Dia melihat bahwa kulitnya sedikit demi sedikit, membusuk. Dari pipi menjalar ke mata sampai ke wajah.


Hanya kurang dari dua menit, pria yang telah digigit Lipan, akhirnya meninggal dengan kepala membusuk.


Xiao Chen meraih pedang artefak Api, langung disimpan ruang penyimpanannya.


“Sekarang saatnya kamu wanita gila, yang menganggap bahwa kamu kuat. Tetapi pada akhirnya akan merasakan apa itu mati.” Seketika seluruh tubuh Xiao Chen diselimuti fukultasi listrik dan menghilang sudah di samping Xu Qingxuan langsung memotong tangannya.


Sring!


Ahhh!


“Bajingan! Apakah kamu tidak mengetahui aku siapa, ‘hah? Jika kamu membunuh ku, maka orang dibelakang ku tidak akan memaafkan mu!”


Sring!


Ahhh!


Xu Qingxuan menjerit setelah mata kirinya terkena sayatan pedang sehingga rasa yang sakit, tidak bisa menahannya.


Mata pencerahan Xiao Chen diaktifkan sehingga dia bisa melihat Artefak yang digunakan Xu Qingxuan.


“Humpp aku menemukannya,” ucap Xiao Chen seketika langsung meraih kalung berwarna merah cerah dengan ada motif bintang Daud bercorak merah.


Xu Qingxuan menyadari bahwa harta berharganya dirampas langsung meraung.


“Bajingan! Itu milikku! Kembalikan!” Xu Qingxuan meraung seperti orang gila.


“Ini sungguh sangat menarik aku mengambilnya. Jika kamu yang memakai, aku berjanji bahwa kamu akan membunuh begitu banyak manusia yang tidak bersalah. Lebih baik, aku merampas Artefak ini, dan membunuh mu.”


Artefak pedang api, diunuskan ke leher Xu Qingxuan agar cepat mati. Tetapi seketika ada tembakan berupa tangan raksasa berwarna emas.

__ADS_1


Lancang!


Bam!


Xiao Chen melompat salto kebelakang dan mendekati telur emas dan mengambilnya.


Pada saat ini, Xiao Chen melihat ada ribuan pendekar yang sedang mengepung kearah dirinya. Tetapi Xiao Chen tidak panik sedikit sama sekali malahan dia mengambil telur itu dan memasukan ke ruang penyimpanannya.


Xiao Chen yang mengaktifkan mata pencerahan, seketika seperti menjadi aplikasi Map android dia bisa melihat pergerakan nyata dari hutan-hutan sekitar 200 meter.


Jumlah pasukan Xu Qingxuan sungguh banyak, mungkin reputasinya sudah bersinar di wilayah ini.


Ketika semua kelompok sudah mendekati, akhirnya Xu Qingxuan merasakan aman dan mencibir kepada Xiao Chen.


“Hahaha sekarang kamu melihat bukan? Kamu sekarang sudah dikepung dari berbagai arah. Kamu tidak bisa melarikan diri hahaha! Cepat serahkan kalung milikku dan serahkan telur itu. Jika tidak, maka kelompok ku akan membunuh mu.” Xu Qingxuan mendapatkan kembali aura dinginnya.


“Hahahah melarikan diri? Hahaha siapa yang melarikan diri! Mengapa Bajingan!” Xiao Chen menghina. Kemudian dia melompat mundur satu langkah, seketika ada retakan ruang muncul dan akhirnya Xiao Chen melarikan diri dengan aman sentosa.


Xu Qingxuan dan lusinan bahkan ribuan bawahannya mengusapkan matanya secara seksama untuk memastikan apakah yang dilihat adalah ilusi.


Tetapi, setelah beberapa kali mengusap matanya dia menemukan bahwa pemuda bertopeng itu sudah menghilang dan mereka semua mengetahui bagaimana pemuda itu menghilang.


Benar, dia menghilang menggunakan retakan ruang yang muncul secara tiba-tiba.


“Sial... aku kalah! Ahhh bajingan aku tidak akan membiarkan dia lolos ayo cepat cari mereka!”


“Tapi Nona! Matamu berdarah! Mungkin saja dia sudah pergi sangat jauh!"


“Ahhh sial-sial!” Xu Qingxuan memukuli tanah sampai bonyok. Sebagai wanita yang sombong Bagaimana mungkin akan melepaskan musuh dan mengambil artefak berharganya.


Tanpa artefak itu, dia dalam bahaya.


~


~


#Di Sisi Lain!


Woshhh!


Retakan dimensi terbuka langsung mengeluarkan Xiao Chen.

__ADS_1


“Hmmmm apa yang terjadi? Apakah kamu mendapatkan sesuatu?” Wenren Wushuang tersenyum sambil mendekati Xiao Chen.


“Tentu saja aku mendapatkan manfaat yang baik setelah mendekati kearah ledakan itu,” ucap Xiao Chen kemudian dia mengeluarkan telur yang menyala-nyala.


Uhhh!


Mata Wenren Wushuang terpukau dan ingin tahu monster apa jika telurnya menetas.


“Benar, aku mendapatkan telur ini. Tetapi aku tidak tahu bagaimana dia menetes." Setelah itu, Xiao Chen memasukan telurnya ke penyimpanan.


Dia mengeluarkan pedang Artefak Api dan mencoba melihat simbol yang tertulis jelas di pedang itu. Xiao Chen berniat untuk mempelajari tulisan agar bisa di duplikasi di semua pedang rampasannya.


“Ini sedikit rumit. Tetapi dengan otakku sedikit demi sedikit akan bisa membuka belenggu."


Pada awalnya Xiao Chen menggambar jimat yang sama persis tulisannya di pedang Artefak Api. Sudah beberapa kali dia terbakar dan meledak seperti tabung Gaz. Meskipun begitu, Xiao Chen tidak menyerah selama hampir 10 jam, akhirnya Xiao Chen menemukan Bug dari tulisan Artefak api itu.


Xiao Chen menemukan Bug dengan menyukai jimat Artefak Api, harus menulis di senjata besi yang sudah dipanaskan seperti bara.


Bahkan, Xiao Chen menulis sampai melupakan bahwa Wenren Wushuang disampingnya sudah tertidur lelap.


Dari sore sampai malam, malam ke pagi akhirnya Xiao Chen menempelkan beberapa tulisan Artefak api yang sudah di modifikasi.


Pada saat itu, sudah subuh dan Wenren Wushuang terbangun menemukan bahwa Xiao Chen belum tertidur.


“Hei apakah kamu belum tidur?” Wenren Wushuang beranjak dan mendekati Xiao Chen. Ketika dia melihat Xiao Chen menoleh ke arahnya, tiba-tiba kaget.


“Ahh kamu sudah bangun,” ucap Xiao Chen sambil dimatanya ada lingkaran pada dan memiliki mata merah yang melotot akibat begadang.


Bahkan matanya ada sedikit yang berkedut-kedut.


Wenren Wushuang menggelengkan kepalanya dan duduk disampingnya Xiao Chen.


“Kamu sungguh pekerja keras selama ini.” Wenren Wushuang tersenyum dan mengacungkan jempol secara diam-diam melihat kegigihan Xiao Chen.


“Karena jika aku tidak bekerja keras, maka aku akan ditindas,” ucap Xiao Chen dia berterima kasih kepada Jiang Chen setelah menerima warisan jimat yang menentang surga.


Wenren Wushuang tidak bertanya lagi. Dia paham apa yang dikatakan Xiao Chen. Dunia kejam jika kalian tidak memiliki kekuatan maka setatusnya lebih rendah daripada hewan itu sendiri.


Sekarang, Xiao Chen sudah menuliskan bug jimat. Sekarang hanya mencoba mempelajari kalung batu giok yang digunakan Xu Qingxuan sebagai kartu AS nya.


“Wenren kecil, tunggu sebentar. Biarkan aku istrahat.” Xiao Chen langsung bertelentang dan mencoba melepaskan baju hitamnya agar pengejarannya tidak ditemui.

__ADS_1


Wenren Wushuang juga melepaskan baju hitam dan dimasukkan ke cincin penyimpanan.


__ADS_2