
Bab 159 Hati Iblis
Sungguh tampan dan sungguh gagah. Ini yang dirasakan wanita itu setelah bertemu Xiao Chen.
“Maaf aku terlalu bersemangat untuk melihat papan pengumuman ini.” Dia langsung menyingkir dari hadapan Xiao Chen tetapi pandangannya masih mengamati wajah tampan tersebut.
“Apakah gadis ini sedang melihat papan pengumuman itu? Jika kamu melihat orang yang sedang di dalam pengumuman itu apa yang akan kamu lakukan.” Xiao Chen menatap gadis tersebut sambil mengangguk dan tersenyum.
“Yang pastinya aku akan melawan dan menghajarnya untung untung bisa mendapatkan hadiah yang lebih besar dari sekte Lembah Phoenix.” Dia memiliki nama Nalan Yanran, langsung mengangguk kepalanya.
“Tetapi Apakah kamu tahu ini sepertinya penjahat kelas kakap Jika kamu melawannya tentu saja tidak bisa dan tentu saja kamu akan kalah, jika kamu masih tetap bersikeras untuk melawan sungguh sangat berbahaya,” jelas Xiao Chen setelah melihat Nalan Yanran sungguh sangat lucu sepertinya dia adalah wanita yang sangat naif.
“Humpp ... Meskipun sepertinya aku mustahil melawan orang yang sedang di dalam papan pengumuman tersebut, apa salah mencoba. Jika Aku bisa mengalahkannya tentu saja bisa mendapatkan hadiah yang sangat besar Setidaknya aku tidak akan berpetualang mencari hadiah selama kurun waktu satu tahun lebih." Nalan Yanran matanya berbinar-binar sudah membayangkan jika dirinya sudah mengalahkan orang yang berada di papan pengumuman tersebut.
Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan melirik ke arah Hua Ning Bing, ”Ayo kita peristirahat dulu kemudian kita pergi ke acara pelelangan yang sudah diadakan setiap hari."
Hua Ning Bing mengangguk, ”Baik. Ayo Aku juga ingin mengetahui dan mempelajari barang-barang yang telah kamu berikan kepadaku." Dia tersenyum sambil mendekati Xiao Chen dan pergi meninggalkan Nalan Yanran.
Nalan Yanran melihat tatapan sinis dari Xiao Chen, akhirnya cemberut. Tetapi dia juga mendengarkan bahwa mungkin keesokan harinya dia akan pergi ke tempat pelelangan akhirnya tiba-tiba dia juga memutuskan untuk pergi ke acara pelelangan tersebut.
~
~
__ADS_1
#Penginapan!
Xiao Chen sedang duduk bersila sambil menggambar berbagai monster robot yang telah dia kembangkan dengan imajinasi khayalannya.
Xiao Chen membuat monster Transformers yang dalam perubahan bukan mobil ataupun pesawat melainkan dia menggunakan media monster untuk dijadikan hewan Transformers.
Bahkan, Xiao Chen sudah membuat lusinan monster Transformers Arachaina, yang memiliki bentuk dua perubahan monster yaitu; laba-laba dan lebah raksasa.
Ada juga Xiao Chen membuat monster Transformers yang bentuk perubahannya adalah burung phoenix.
Hua Ning Bing yang sedang di sebelahnya hanya berjarak 4 meter langsung mengerutkan keningnya dan bertanya kepada Xiao Chen. “Bagaimana kamu bisa melakukan itu? Bagaimana kamu bisa mendapatkan ide hal yang gila seperti ini? Walaupun sepertinya itu adalah formasi jimat biasa tetapi cara membuatnya sungguh sangat sulit."
“Ini masuk akal Jika kamu tidak bisa karena aku adalah jenius sejati." Xiao Chen tersenyum dengan bangga dia sudah menggambar kurang lebih ada empat monster Transformers.
Xiao Chen kemudian berkata lagi, “Oh iya. Kamu sudah menjadi bagian anggota Resimen violet Garden. Kamu juga statusnya adalah guru besar di Sekte tanah api neraka. Sebaiknya kamu menyembunyikan identitas bahwa kamu adalah bagian dari kita karena akan sangat berbahaya. Tentunya kamu juga sudah mengetahui bahwa aku sedang di dengan imbalan hadiah yang sangat besar. Aku sungguh tidak ingin terjadi apa-apa dengan wanitaku karena ulahku kalian akan terciprat masalah.”
“Iya kamu sekarang wanita jadi aku tidak ingin ada seorang yang ingin melukaimu, tentunya yang diizinkan untuk melukai hanya aku sendiri.” Xiao Chen tatapannya serius.
“Hahahha entah Kenapa dengan pertanyaan itu aku merasa bahwa ini adalah pernyataan yang sangat lucu dan aku tidak bisa menahan tawa ini. Akan tetapi Entah kenapa perasaan ini sungguh sangat senang dan tidak bisa dijelaskan,” ucap Hua Ning Bing sambil tertawa terbahak-bahak sehingga kedua Gunung itu bergetar dengan sangat indah.
“Humpp ini juga disebut cinta. Kamu tidak bisa menyimpulkan apakah itu cinta, yang pastinya cinta itu sungguh sangat rumit melebih kesusahan untuk bersemedi untuk meningkatkan ranah pendekar.” Xiao Chen tersenyum dia kemudian langsung terlentang tidur untuk mengisi tenaga agar keesokan harinya bisa melanjutkan lagi untuk menemui ke arah pelelangan.
~
__ADS_1
~
#Sekte Lembah Phoenix Kematian!
Pada saat ini, Feng Huang tidak peduli dia berlatih dan meningkatkan kekuatan untuk naik level menjadi pendekar level 20, dia masih stagnan di akhir level 18. Bahkan dia cukup khawatir jika dalam empat hari mendatang, Feng Huang tidak kunjung naik level walaupun hanya pringkat 19.
“Jika seperti ini, aku tidak bisa mengalahkan Xiao Chen, sungguh bodoh kenapa aku mengatakan hal seperti itu," ucap Feng Huang tidak berdaya.
Feng Huang bodoh! Jika kamu tidak mengatakan hal seperti itu, kamu sudah menjadi angsa yang sebenarnya. Mari kita kesampingkan masalah kamu menyukai atau tidak, jika seperti ini penyesalan tidak bisa diobati!
“Memang aku bodoh, tetapi harus bagaimana lagi Aku tidak bisa meminta maaf dan aku juga terpisah mundur dengan mudah seperti ini. Jika aku bisa melawannya maka kehidupanku selamat tetapi juga aku tidak bisa melawannya mungkin ini adalah takdirnya,” gumam Feng Huang sepertinya ada iblis yang membisiki pikirannya bahwa dirinya sangat bodoh. Bahkan pikiran itu seperti sedang mengejek dirinya.
Pada saat itu, Feng Huang melihat ada tetua Agung yang datang menghampiri dengan tatapannya sangat bermartabat.
“Tetua Agung, apakah ada hal yang perlu kita bicarakan lagi,” tanya Feng Huang.
“Aku datang kesini untuk menanyakan kabar gembira kepadamu, ini juga kabar buruk bagi kita semua. Kamu akan mendengarkan yang buruk atau yang baik terlebih dahulu?” tanya tetua Agung.
“Tentu saja buat ini mendengarkan kabar bar terlebih dahulu.” Feng Huang menganggukkan kepalanya.
Hmmm baiklah!
Tetua sekte menganggukan kepalanya langsung mengeluarkan seperti sekumpulan daging yang ada detak jantung dan itu sungguh sangat menjanjikan. Karena Feng Huang sangat kepo langsung bertanya, “Tetua, apa gumpalan daging ini? Kenapa begitu sangat menjijikan?"
__ADS_1
Tentu saja Tetua itu langsung mengatakan dengan serius. “Ini adalah hati iblis yang sudah aku simpan selama beberapa dekade dari generasi ke generasi selanjutnya. Hati iblis adalah ganteng pertahanan kita karena dengan kamu mencangkokan hati ini, kamu memiliki kekuatan yang sangat hebat dan tentu saja tidak mustahil kamu akan naik ranah pendekarnya menjadi level 20 ke atas.”
Feng Huang tiba-tiba tubuhnya menjadi bergetar dengan berita yang dikatakan oleh tetua Agung.