Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Pembunuh Datang


__ADS_3

Bab 39 Pembunuh Datang


Liu Shen menatap Su Xing kemudian berkata basa-basi, “Guru Xing kapan kamu merekrut murid, aku belum mengetahui berita heboh ini?”


“Belum lama ini, tepatnya ketika perekrutan murid baru Guru membawa Murid itu,” jawab Su Xing sambil mengunyah makanan.


Liu Shen tersenyum dan membalas lagi, “Aku tidak menyangka Guru akan merekrut murid beru dan ini sungguh membuka mata bagiku. Aku ingat jelas ketika aku ingin menjadi murid Guru, di tolak karena sepertinya aku kurang cocok dengan kriteria Guru, namun sekarang tanpa ku sadari sudah memiliki murid heheh!”


Liu Shen terkekeh dan matanya tidak pernah lupa kearah di mana Xiao Chen memasuki tubuh tersebut, karena siapa tahu Xiao Chen akan kembali keluar.


Sayangnya, sudah menunggu lama Liu Shen sedikit tidak berdaya karena Xiao Chen tidak kunjung keluar, tapi itu tidak apa-apa, masih ada cara lain.


Liu Shen berkata lagi, “Makanan ini sungguh sangat lezat, bisakah aku memakan makanan yang lezat ini lagi dimasa depan?”


“Tidak ada yang melarang, kamu boleh saja datang kesini kapan kamu mau,” jawab Su Xing tanpa mengetahui isi pikiran Liu Shen.


Di dalam gubuk, Xiao Chen sedang mengintip di lubang yang kecil, setelah mendengarkan perkataan Liu Shen hatinya marah sekaligus curiga.


“Apa yang kamu inginkan, aku tidak bersimpati kepada mu jadi, jangan berharap di masa depan,” guman Xiao Chen sambil tidak berdaya.


Di dalam kamar, Xiao Chen mengeluarkan beberapa potong daging dan di makan kepada semut peliharaanya. Setelah itu, Xiao Chen memanfaatkan waktunya untuk mempelajari jenis racun serangga lagi selain semut Rangrang.


Kemudian Xiao Chen membuka buku teknik Gu, langsung tertuju teknik memelihara serangga seperti lebah dan serangga hama.


Untuk jenis lebah, Xiao Chen menyediakan satu koloni lebah dan diharuskan memelihara, setelah itu ambil ratu lebah dan di kasih pakan berubah darah miliknya secara rutin.


Tentu saja selain darahnya, Xiao Chen memasukan darah sendiri menggunakan cacing parasit milik Gu Qinseng yang masih kecil.


Cacing parasit berbeda dengan cacing di lembah kematian, cacing parasit sangat kecil seperti semut hitam.


Cacing parasit bisa bertelur sangat banyak bahkan di cincin Gu Xiao Chen tidak bisa menghitung jumlah berapa yang pasti.


Cacing parasit ini bisa memasuki tubuh inang seperti serangga dan menipulasi pikiran dari inang tersebut. Karena itulah media yang kedua Xiao Chen kembangkan mencari koloni lebah dan di ambil Ratu tersebut langsung dimasukkan cacing parasit sehingga tanpa di sadari Ratu lebah akan bertelur yang sudah terkontaminasi parasit cacing.


Lebah yang terkena parsist cacaing akan mengikuti perintah Xiao Chen sehingga cocok untuk menjadi perajuritnya.


Lebah yang terkontaminasi cacing parasit makan dia selagi mengambil nektar, para koloni yang terkontaminasi cacing parasit juga mengumpulkan racun di seluruh hutan.


Dengan lebah di jinakan maka Xiao Chen tidak khawatir jika di hutan akan di serang musuh.

__ADS_1


Setelah mempelajari sebentar, Xiao Chen tergeletak di kasur yang sedikit empuk dan mencoba memejamkan matanya.


Kamu melihatnya? Xiao Chen tidak peduli masalah wanita, karena sekarang Xiao Chen sedang berfokus meningkatkan kekuatan. Perlu diketahui, kamu bukan Xiao Chen, jika posisi ini digantikan kamu mungkin tidak tahan jika ada wanita cantik yang sedang mengejar-ngejarmu.


~


~


#Di Malam Hari.


“Boss, apakah benar target yang kita bunuh di tempat ini,” Ada orang berpakaian gelap yang sedang berdiskusi di atas pohon.


Orang dengan pakaian gelap sedang melancarkan pembunuhan Xiao Chen. Para komplotan tersebut, diperintahkan dari keluarga Wang.


Akan tetapi, gerak-gerik kelompok tersebut sudah diketahui Xiao Chen berkat semut Rangrang.


Xiao Chen berpura-pura tidur menunggu para pembunuh memasuki kedalam gubuknya begitu sudah masuk, barulah Xiao Chen bangun untuk menghajar.


Tidak lama kemudian, komplotan pembunuh langsung mendobrak pintu tersebut. Akan tetapi, tiba-tiba ketian pintu di dobrak, wajah satu pembunuh terkena tinju Xiao Chen.


"Bang!"


Tinju Gajah Prajna Gong digunakan untuk menghajar yang tersisa.


"Bam!"


“Pemuda itu sudah menyadari kedatangan kita, tapi kita harus maju jangan gegabah.” Satu kelompok sambil menyeka darah berkata serius.


"Ayo serang lagi!"


Semua kelompok langsung menyerbu Xiao Chen mengunakan berbagai jurus yang telah dikuasai.


"Hiya!" Kelompok itu, berteriak langsun mengunakan jurus Amukan Singa Nirwana langsung menuju Xiao Chen.


Xiao Chen posisinya tidak menguntungkan, kemudian melompat mundur sehingga orang itu mengenai angin. Walaupun mengenai angin, ada gelombang yang sangat besar sehingga rambut semua orang dan Xiao Chen berkibar seperti bendera.


“Jurus yang sangat kuat?” Xiao Chen menatap sekawan kelompok tersebut dengan serius, karena dirinya baru menguasai Tinju Gajah Prajna Gong lapisan pertama dan teknik Penguatan Tubuh Kingkong lapisan pertama, untuk menghadapi mereka sungguh merepotkan.


Namun, Xiao Chen tidak takut sama sekali dia meluncur berlari sangat cepat untuk mengalahkan sekawan pembunuhan.

__ADS_1


Tubuh Xiao Chen sudah di tempelkan jimat racun sehingga cukup berguna untuk memusingkan musuh.


“Hati-hati! Bocah itu menggunakan racun!” Satu kelompok mengingatkan sehingga semuanya menutup hidung dan menahan nafas.


Xiao Chen menggunakan belati kecil langsung mencoba menyerang sekawan pembunuh.


"Sring!"


"Dentang!"


“Hehehe apakah dengan belati kecil mu bisa melukai ku sungguh mimpi!” Pembunuh itu, menyringai sambil menahan belati Xiao Chen menggunakan pedangnya. Akan tetapi, tiba-tiba tawa mengejek menghikang ketika melihat bibir Xiao Chen tersenyum mengejek dan ....


Tiba-tiba di tangan Xiao Chen mengeluarkan listrik yang mencicit langsung menyambar pembunuh itu.


Tangan pembunuh itu, seketika mati rasa dan pedang yang sedang di pegang jatuh. Kaki kiri Xiao Chen menyikut perut pembunuh tersebut, akan tetapi karena merasakan rasa krisis, pembunuh itu langsung berteriak.


“Kalian cepat tolong aku!"


"Bam!"


“Tinju Tapak Budha!"


Tubuh Xiao Chen di tampar tapak Budha raksasa langsung meluncur jauh sekitar lima belas meter dan menyangkut disebuah pohon.


Dari kejauhan, Xiao Chen menggunakan jimat guntur sehingga di atas langit ada formula formasi berawan biru yang berputar-putar sangat cepat sehingga sekawan pembunuh itu, menatap tajam ke arah Formasi itu.


"Apa itu?" Sekawan pembunuh bingung, akan tetapi tiba-tiba Formasi tersebut meludahkan guntur langsung mencoba menyambar.


"Gemuruh!"


"Bam!"


“Brengsek! Menghindar cepat!"


Sayangnya ada satu pembunuh telah menghindari langsung tersambar guntur sehingga tubuhnya langsung gosong dan kulitnya terbakar sangat menyedihkan.


Serangan guntur sudah selesai, tiba-tiba ada formasi merah menyalah langsung mengeluarkan Api.


"Bam!"

__ADS_1


Semua pembunuh terbakar sehingga pakaiannya hangus dan sekarang bertelanjang bulat.


“Bocah ini aneh, pendekar macam apa dia!" Satu pembunuh berkedut mulutnya sambil menutupi burung sendiri karena tidak memakai baju.


__ADS_2