Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 138


__ADS_3

Bab 138


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Xiao Chen langsung membangunkan mereka semua untuk pergi melanjutkan lagi melihat pertempuran di wilayah tanah api neraka.


Pada saat itu, banyak para penduduk di tanah api neraka yang memiliki berita sangat besar karena di sebagian padang pasir sudah menjadi basah seperti ada jejak hujan dan beberapa bongkahan es.


Padahal, udah sangat lama sekali wilayah tanah api neraka belum pernah mengalami hujan atau ada hal anak tertentu tetapi, pada hari ini ada kejadian aneh sebagian wilayah tanah api neraka Padang pasirnya menjadi basah.


Xiao Chen Yang mendengarkan berita tersebut, tentu saja sudah mengetahui karena itu berasal dari pertempuran dirinya melawan Jiang Hongyan pada malam itu.


Sekarang mereka semuanya menjadi pusat perhatian karena kelompok resimen violet Garden walaupun seluruh tubuhnya ditutupi menggunakan topeng dan baju hitam yang sangat panjang sayangnya Aura wibawa dan kecantikan itu tidak akan bisa dibohongi oleh para mata orang yang melihat.


Banyak juga yang ingin menjadi seperti Xiao Chen karena dia adalah pemimpin satu-satunya yang sangat menikmati dan memerintah beberapa anggota presemen salat Garden yang berjenis kelamin perempuan.


Pada saat ini Xiao Chen berbisik kepada Ye Tian.


“Apakah kamu sudah merasakan efek dari batu permata biru yang telah aku tanamkan ke dalam tubuhmu?” Sebelum kepergiannya, Xiao Chen membuat eksperimen memecah belah batu permata biru menjadi beberapa bagian dengan besar satu kuku manusia. Tetapi pecahan itu hanya diberikan oleh Ye Tian saja, karena dia belum memiliki jumlah energi pendekar di atas peringkat tujuh. Sehingga dengan peringkat pendekar level tiga, maka akan memiliki wadah energi yang tidak terlalu lebar sehingga jika dalam pertempuran cepat akan kelelahan dan cepat mengalami kehabisan energi.


Untuk mengantisipasinya Xiao Chen menanam batu permata biru yang telah dipecah beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam bagian dada Ye Tian.


Teknik ini seperti memasukkan sosok ke dalam tubuh manusia. Xiao Chen anak hanya menerka-nerka saja setelah memasang batu permata biru itu tepat di jalur para Meridian bersambung ke seluruh tubuh, tiba-tiba berhasil sehingga Ye Tian berkata: “Ini sungguh sangat berguna bagi aku. Sepertinya energi pendekar ku tidak akan habis-habis walaupun peningkatannya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.”


“Baik itu tidak apa-apa. Setidaknya batu itu bisa mendukung pertempuranmu walaupun hanya sebesar 2% saja.” Xiao Chen mengangguk.


Kemudian, Xiao Chen melirik kearah Wenren Wushuang dan Meng Wuling yang tatapannya sungguh jahat kepada Beiming Youhuang.


Beiming Youhuang seperti sedang menjaga barang mainannya agar tidak boleh disentuh orang lain sehingga ketika Wenren Wushuang sedang menyentuh tangan kanan Xiao Chen, langsung memelototinya.


Begitupun ketika Meng Wuling ingin mendekati dari sisi kiri tiba-tiba Beiming Youhuang langsung dengan sikap mencegat sambil matanya melotot.


Mi Qiongqi dan Yang Zhiqing Dia adalah wanita yang netral hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mungkin Xiao Chen adalah satu tipe pemuda yang sangat populer bagi kalangan wanita.


Bahkan mereka berdua yang telah melihat wajah asli dari Xiao Chen, hanya bisa mengakui bahwa wajahnya sangat tampan. Dan ini adalah idaman bagi kaum wanita.


Meski demikian, mereka berdua tidak akan begitu terlalu mencolok seperti wanita yang lain. Hidup harus ala kadarnya tidak boleh memaksakan sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika ini adalah takdirnya toh, maka tidak akan ke mana-mana.


“Hei Kenapa tatapanmu seperti itu ... Aku adalah wanitanya, kenapa kamu seseorang tidak suka aku menyentuh Chid!” Wenren Wushuang seketika memunculkan listrik dari matanya sambil melototi terus-menerus ke Beiming Youhuang.


“Dia juga miliku,” jawab Beiming Youhuang seperti ayam sedang menjaga anak-anaknya.


Xiao Chen langsung sakit kepala tanpa basa-basi meraih kedua wanita itu sehingga saling berpelukan.

__ADS_1


“Kamu jangan menggigit lebih banyak apa yang kamu bisa kunyah, jangan serakah mati kita berbagi ok!” Xiao Chen menegur Beiming Youhuang.


“Ratu ini tidak menyukai jika ada barang kesayangan dan diambil oleh orang lain.” Beiming Youhuang cemberut dia juga memeluk tangan kiri lebih erat.


Adegan itu sungguh sangat memanjakan mata tetapi juga sangat membuat orang lain menjadi cemburu tanpa sadar mereka sudah memasuki lebih untuk melihat pertandingan antara para resimen yang ingin bertantang.


Xiao Chen dan lainya duduk paling atas sehingga pemandangannya cukup sangat luas dan tidak ada halangan apapun. Tetapi, saat ini Ye Tian seketika wajahnya menjadi sangat serius karena pada saat ini dirinya melihat wanita yang sangat dibenci.


Xiao Chen menyadari ada yang tidak bahas dari penampilan Ye Tian kemudian tatapannya diarahkan kepada di mana tempat saat ini Ye Tian sedang menatap.


Saat inilah Xiao Chen melihat ada wanita yang cantik, dia mengenakan gaun panjang lantai berwarna merah darah, wajahnya yang cantik selembut kulit bayi. Hidungnya tinggi dan seputih salju dengan rambut sehalus sutra di punggungnya. Matanya dalam dan jernih, memberikan rasa kebijaksanaan dan dingin, anehnya memikat. Itu dingin namun menawan. Matanya yang cantik agak panjang dan sipit. Saat dia menyipitkan mata, dia memberikan kekaguman yang tak ada habisnya, membuat orang merasa sulit untuk melihatnya.


Dua anting emas seperti naga tergantung di cuping telinganya yang bulat dan penuh. Itu jelas bukan anting-anting biasa karena memancarkan cahaya yang berkilauan. Sosoknya yang tinggi dan ramping meninggalkan kesan yang luar biasa.


Sosok tubuhnya ramping dan proporsional dengan pinggang mungil dan kaki panjang. Pita merah dengan pinggiran emas menguraikan lekuk tubuhnya yang indah dengan sempurna. Hampir mencapai lantai, tirai hitam dengan bingkai emas semakin membesar-besarkan keanggunan, keanggunan, dan kebanggaannya.


Dia luar biasa berdada, menyebarkan kain di dadanya tinggi dan kencang. Lekukan yang penuh dan menggairahkan sangat enak dipandang, membuat orang bersemangat untuk disentuh.


Wanita itu memiliki tangan yang sangat ramping dan tampak cantik, proporsional. Jari-jarinya juga lembut, halus, dan berkilau seperti kristal giok. Sepasang tangan ini sangat indah sehingga bisa mengalahkan model tangan di kehidupan sebelumnya ketika Xiao Chen belum dilahirkan di dunia pendekar.


Xiao Chen kemudian langsung berkata kepada Ye Tian.


“Benar. Dia adalah Hong Tian mantan kekasihku yang sudah menikam dari belakang.” Kata-katanya tenang. Tetapi suaranya sungguh sangat muram seperti sedang menahan emosi.


“Tunggu apa lagi balas dendam adalah cara yang terbaik.” Xiao Chen mengangguk.


“Dengan peringkat pendekarku yang masih tiga lapisan, apakah bisa melawan dia yang sudah melebihi peringkat sepuluh?” Ye Tian sungguh sangat ragu-ragu untuk melawan bedebah wanita itu karena kesenjangan kekuatannya sungguh sangat jauh.


Ye Tian sungguh sangat khawatir jika dirinya sangat naif untuk melawan wanita bedebah, maka sudah dipastikan bahwa dirinya adalah orang yang seperti badut.


“Aku bisa membantumu. Tetapi berikan jurus pertempuran yang telah kamu kuasai pada waktu itu tulis di buku kertas ini biar aku akan menganalisis dan menyederhanakan menjadi sebaik mungkin.” Xiao Chen sembari melihat pertempuran, lebih baik membantu Ye Tian untuk mengalahkan wanita yang seperti itu dengan cara menyederhanakan teknik yang dimiliki dia agar lebih efisien mungkin.


Akan tetapi, Ye Tian tulis Hanya dua keterampilan saja dan diserahkan kepada dirinya dengan canggung.


Jurus Api ular!


Jurus Bom Pelarian Asap!


Xiao Chen yang telah membaca jurus tersebut langsung menatap ke arah Ye Tian dengan curiga. kemudian Xiao Chen berkata: “Apakah hanya ini keterampilan yang kamu kuasai pada masa lalu?”


”Uhuk ... uhuk ... dulu Aku adalah Alkamis terhebat, tidak membutuhkan jurus. Pada masa lalu, aku hanya berpikir dengan status Alkamis yang sudah tinggi, maka polaritasnya tidak ada yang berani mengganggu. Hanya saja gagasan itu sungguh sangat salah besar, akhirnya aku ditikam dari belakang,” jawab Ye Tian dengan lesu.

__ADS_1


Xiao Chen langsung menggelengkan kepalanya dia hanya bisa menyempurnakan satu jurus saja yaitu teknik ular api.


Xiao Chen langsung mengamati kekurangan dan kekurangan, kemudian langsung menggunakan jimat duplikat untuk diperbadukan dengan jurus ular api. Jurus ini sungguh sangatlah mudah daripada jurusan lain tidak membutuhkan lebih dari empat menit, akhirnya Xiao Chen sudah menyempurnakan teknik itu menjadi sempurna.


“Teteskan darahmu ke kertas ini.” Xiao Chen langsung memerintahkan Ye Tian agar menetaskan darah ke tulisan jimat yang telah dirinya buat.


Ye Tian menyayat tanganya lagi sehingga mengeluarkan darah.


Tes!


Jimat itu langsung berubah menjadi cahaya dan memasuki ke dalam tubuhnya.


Ye Tian langsung menyelidiki menggunakan energi pendekarnya di dalam tubuh itu ada gambar yang sangat rumit yang sudah menyatu dengan jiwanya.


“Sekarang kamu tidak perlu memperagakan jurus ular api. Sekarang kamu hanya mengalirkan sedikit energi pendekar ke rune yang telah menyatu di dalam jiwamu.” Xiao Chen menjelaskan.


Kemudian Ye Tian langsung mengikuti petunjuk dari Xiao Chen. Benar saja, tiba-tiba Ada ular sebesar tiga kali lipat pada hari jari manusia yang mengitari seluruh tubuh Ye Tian. Bahkan dia bisa menggerakkan ular api sesuka hati menggunakan pikirannya.


Hanya saja ada jeda waktu jimat yang digunakan hanya berlangsung lama dua menit saja. Setelah dua menit berlalu, akan memasuki masa pendinginan sekitar satu menit.


Karena Ye Tian hanya memiliki beberapa jurus yang sangat lemah akhirnya Xiao Chen memberikan beberapa jimat seperti: jimat peledak, jimat petir, jimat bola api, jimat hujan es dan berbagai jimat lainnya yang menurutnya berguna bagi Ye Tian.


Semua jimat itu sungguh sangat praktis hanya menggunakan energi pendekar saja langsung bisa mengaktifkan jimat itu. Dibandingkan jimat pendahulu Jiang Chen masih memiliki ratusan kecacatan sehingga akan sangat membuang-buang waktu jika menggunakan jimat tersebut.


Sebenarnya sekarang buku peninggalan Jiang Chen masih banyak jimat yang kekuatannya seperti Dewa dan tak terkalahkan. Hanyalah saja buku itu belum mengizinkan agar dirinya menguasai. Setelah dirinya menaiki pendakar level dua puluh, maka buku itu akan membuka jimat yang lebih jahat dan kuat.


Kini Ye Tian yang telah diberi bekal lusinan jimat oleh Xiao Chen, hanya bisa digambarkan sebagai Xiao Chen kedua hanya saja tidak semua apa yang di miliki Xiao Chen, hanya jimat keterampilan diberikan kepada Ye Tian hanya 2%.


Akan tetapi Ye Tian saat ini sungguh sangat gemetar ingin terjatuh karena semua keterampilan yang digunakan oleh Xiao Chen sangat keren dan sangat praktis.


”Sekarang kamu sudah memiliki tubuh yang gemuk sehingga akan percaya diri untuk menghadapi wanita bedebah.” Xiao Chen tersenyum.


“Terimaksih pemimpin! Aku akan berjanji tidak akan berkhianat kepada pihak Resimen Violet Garden.” Ye Tian masih gemetar.


“Tunggu apa lagi, mari kita tunggu biarkan wanita itu puas dalam pertandingan ini setelah tidak ada para anggota resimen yang melawan Girian kamu untuk melakukan serangan balik.” Xiao Chen tertawa.


~


Yuk Vote 😁😁


~

__ADS_1


__ADS_2