
Bab 95 Kamu Menghancurkan Pertahanan Ku
Dicium Xiao Chen, jantungnya bergejolak. Dia sepertinya merasakan darah mendidih. Perasaan yang aneh ini Wenren Wushuang merasakan kembali. Bahkan jika terus dibiarkan akan di khawatirkan dia akan masuk ke lembah kultivasi ganda.
Tangan Wenren Wushuang selalu mendorong keatas, dia melakukan berbagai cara agar lolos dari cengkraman Xiao Chen. Meskipun begitu, ludah itu mengikuti ritme ciuman Xiao Chen sehingga dikatakan salah tapi tidak sepenuhnya benar.
Xiao Chen menekan lagi pelukannya sehingga gunung yang elastis menekan dada sendiri sehingga merasakan perasaan yang tak terlukiskan.
Energi Yang Xaio Chen menelusuri lewat mulut dan mulut sehingga Wenren Wushuang sedikit tersesat dan ingin terjatuh di jurang kesenangan.
‘Tidak ... Tidak ... Jika seperti ini terus, aku dalam masalah.’ batinnya.
Tubuh Wenren Wushuang semakin panas dan tak terkendali. Bahkan, Alat vitalnya tanpa sadar di gesekan ke paha kiri Xiao Chen terus-menerus sehingga buah persik itu berair.
Tangan kanan Xiao Chen melepaskan satu per satu baju Wenren Wushuang sampai telanjang bulat. Sehingga cakar iblis Xiao sangat leluasa untuk menjarah di tempat sensitif dan terlarang.
Sekiranya sudah selesai pemanasan itu, dia meletakkan Wenren Wushuang di kasur yang sedikit empuk sambil dirinya membuka baju.
Wenren Wushuang terlentang tanpa busana. Pandangan kabur dan dia tidak berani menatap Xiao Chen.
“Xiao Chen jangan melakukan itu,” ucapnya mata sayu.
Tetapi Xiao Chen hanya tersenyum. Karena dia tahu bahwa Wenren Wushuang sedang masa puncaknya harus cepat diselesaikan jika tidak, maka akan tidak puas.
Lalu Xiao Chen langsung membuka dua paha Wenren Wushuang dengan lembut.
“Ahhh jangan Xiao Chen tidak...” Wenren Wushuang menolak. Tetapi dia juga membuka pahanya yang indah untuk diperlihatkan buah persiknya yang sudah ada cairan lengket.
“Bagaimana mungkin aku akan menghentikan ini, aku melihat buah persik mu sudah sangat berair banyak.” Lalu Xiao Chen menggosokkan tongkat pedasnya sehingga Wenren Wushuang berteriak menolak untuk tidak melakukan hal seperti itu.
Tetapi teriakan penolakan Wenren Wushuang seperti teriakan kesenangan bahkan dia ikut menggoyang pinggangnya ketika tongkat pedas Xiao Chen berhenti menggesek.
Xiao Chen tersenyum dan langsung mencelupkan tongkatnya ke buah persik yang sudah mengeluarkan cairan lendir yang amat banyak dengan hati-hati.
Tongkat itu mendesak, dan perlahan-lahan langsung memasuki persembunyian yang terdalam.
__ADS_1
Wenren Wushuang merasakan benda hangat yang menyusup ke dalam tubuhnya dengan perlahan, dia tidak bisa memejamkan matanya sambil mengeluarkan suara seperti ini: “Uhhhhh!”
Dia sadar bahwa mengeluarkan suara yang memalukan sehingga tangannya langsung menutupi mulutnya.
Saat ini, tongkat pedas sudah terbenam seutuhnya dan Xiao Chen langsung menggoyangkan pinggulnya sambil menari-nari dengan indah.
Otak Wenren Wushuang meledak berubah menjadi perasaan extasi energi Yin - Yang terjalin satu sama lain, kaki Wenren Wushuang menjepit pinggul Xiao Chen dengan erat bahan tangannya memeluk dia sangat erat seperti tidak membiarkan Xiao Chen untuk lepas dari pelukannya.
Mulut Wenren Wushuang terbuka dan terengah-engah. Melihatnya seperti itu, Xiao Chen mencium langsung.
Bam!
Jiwa pendekar 16!
Jiwa pendekar 18!
Ada ledakan tiga kali, bahkan Wenren Wushuang naik menjadi level 13.
Mereka berdua melakukan kultivasi ganda selam tiga jam. Selama tiga jam, ada energi emas yang mengelilingi mereka berdua sehingga tidak ada orang yang mendengarkan suara lolongan Wenren Wushuang yang sedang merasakan nikmat fana.
Lapisan-lapisan emas yang mengelilingi mereka berdua, akhirnya pecah dan memunculkan sosok dua insan yang sangat tampan dan sangat cantik.
Kedua sekarang memiliki kulit yang putih seperti susu dan halus seperti batu giok.
Wajah Xiao Chen sekarang tatapan sangat tajam seperti pedang, alisnya seperti Phoenix yang menyala-nyala dan bibirnya seperti iblis penuh kelicikan.
Dibandingkan Wenren Wushuang, dia memiliki penampilan berdebu. Auranya seperti kembang api, wajahnya menyihir dan tatapan kedua mata menunjukkan Dewi bulan Change yang menerangkan para bintang-bintang.
Rambut hitam bertambah lurus dan panjang seperti air terjun. Bahkan, secara samar-samar Xiao Chen mencium harumnya anggerek dari mulut yang keruh itu.
“Tenang saja, selama kamu melakukan kultivasi ganda dengan ku, tidak akan hamil. Kamu hanya menuai manfaat. Bahkan aku akan bertanggung jawab.” Xiao Chen memeluk Wenren Wushuang sambil mengelus-elus punggungnya yang sangat putih.
"Uhhhh!” Wenren Wushuang mengerangg dan tatapan yang indah nan menyihir, ditunjukkan kepada Xiao Chen penuh kasih dan sayang.
“Aku baru pertama kali mendengar memperhatikan jalan Iblis tetapi energi Yin akan di akumulasi sehingga kedua belah pihak akan menuai untung. Aku sekarang naik jiwa pendekar 13. Ini semata-mata berkat mu." Dia mengangguk.
__ADS_1
Xiao Chen membalas sambil tersenyum kecut. “Apakah hanya itu saja, apakah kamu tidak menyukai ku (╯︵╰,) kamu semata-mata hanya ingin menaiki ranah!”
“Tidak seperti itu, tapi aku juga bingung perasaan apa ini," ucap Wenren Wushuang serius.
“Kamu bilang tidak tahu perasaan apa yang sedang kamu rasakan? Aku akan memberikan informasi masalah yang kamu hadapi.”
“Itu adalah perasaan jatuh hati, semakin kamu dekat orang yang dicintai, semakin aneh perasaan mu, begitu sebaliknya jika kamu merasa jauh, tiba-tiba kamu mengingat dan ingin selalu dekat dengan orang itu. Untuk menghadapi masalah ini, sebaiknya kamu lepaskan dan jangan terlalu terbebani.”
Xiao Chen menjelaskan apa itu cinta bagi Wenren Wushuang. Walaupun arti cinta sungguh rumit dan belum tentu kata-kata dirinya adalah benar, tetapi mungkin saja perkataan dirinya hampir mendekati kebenaran.
Wenren Wushuang kemudian tersenyum sambil menatap Xiao Chen lagi. Dia berkata: “jika perasaan yang melanda adalah cinta, berarti selamat kamu bisa menjebol pertahanan ku."
“Jadi apa lagi, bukankah ini hebat bukan? Jika kamu menerima fakta ini tidak ada gunanya mengelak,” ucap Xiao Chen sambil tersenyum.
Wenren Wushuang tersenyum dan menghela nafas, “Baiklah mungkin aku jatuh hati kepada mu.”
“Hehehe tunggu apa lagi, untuk merayakan hubungan kita, ayo ronde kedua.” Xiao Chen menyringai.
“Bajingan kamu mesum menyingkirlah!"
"Ahhh tidak... sial jangan menampar pantat ku!”
“Ahh tidak....”
“Hehe panggil aku suami terlebih dahulu!" Xiao Chen tertawa jahat.
Plak!
“Bajingan kamu menampar lagi.. ahh sakit sial!"
"Ahh tidak suami!"
Akhirnya mereka berdua melakukan kultivasi ganda penuh, tanpa ada pengekangan dari kedua belah pihak.
Demi kenyamanan bersama, kami akan mensensor tulisan ini. Mari kita menunggu petualangan keesokan harinya.
__ADS_1