
Bab 64 Xiao Chen Kecewa
"Bom!"
Xiao Chen seketika terbang sangat cepat untuk mendekati di mana Feng Huang sedang berada. Tidak membutuhkan waktu yang lama dia sudah mendarat di asrama tepat di mana Feng Huang sedang ditendang-tendang sampai darah mengalir ke lantai kayu itu.
“Kalian ingin mati!" Feng Huang langsung meraung mengeluarkan pedang usangnya untuk memenggal kelompok itu dengan sekali tebas.
"Sring!"
"Ahhhh!"
Satu wanita seketika kepalanya melayang dan terjatuh ke lantai kayu. Kepala itu, tatapannya mengarah kepada tubuh sendiri yang masih berdiri dengan kokoh sambil menendang-nendang Feng Huang. Pada saat itulah dia melihat bawah kepalanya sudah terlepas dan terjatuh di lantai kayu.
“Apakah aku mati, Bagaimana ini bisa-bisanya aku mati sial!”
Ketiga wanita itu yang melihat teman sendiri kepalanya menghilang akibat ditebas oleh pemuda yang tiba-tiba datang ke sini langsung mundur dengan ngeri.
“Siapa kamu, jangan ikut campur dalam masalah ini jika tidak kamu akan ma...”
"Sring!"
Belum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba lehernya langsung dipenggal oleh pedang usang Xiao Chen.
“Masalah yang rumit pikirkan nanti, yang lebih penting aku harus membunuh kalian semua!"
Setelah itu, Xiao Chen langsung menatap ke arah kedua wanita itu yang masih tersisa langsung mengeluarkan pedang itu dan menebas sekaligus.
"Sring!"
Tiga wanita kepalanya dipenggal hanya satu wanita yang ditusuk wajahnya sampai terbelah otak-otaknya keluar. Sekarang Xiao Chen melirik ke arah satu wanita yang terletak dengan matanya berdarah-darah akibat diserang oleh Feng Huang.
“Sekarang giliran kamu!”
Mata Xiao Chen menyala-nyala seperti obor langsung bergegas ke arah wanita yang terletak itu karena tidak bisa melihat akibat matanya terluka oleh serangan Feng Huang.
Wanita itu otomatis kaget dia tidak bisa melihat akan tetapi, ada firasat buruk yang akan menimpa ke arah dirinya.
__ADS_1
“Kamu siapa bajingan!”
"Sring!"
Xiao Chen tidak peduli langsung membelah isi perutnya sampai usus-usus itu keluar dan beserta makan makanannya. Dia tidak tinggal sampai itu saja, pedang itu langsung memotong leher wanita yang sudah buta matanya.
Di kejauhan, Su Xing seketika senyum yang seperti iblis, langsung mengeras tiba-tiba ketika melihat Xiao Chen tiba-tiba menyerang kelima wanita itu dengan membantai habis-habisan.
“Bajingan! Xiao Chen bodoh! Kenapa kamu datang di waktu yang tidak tepat,” gerutu su Xing. Dia ingin sekali melihat Xiao Chen datang melihat Feng Huang mati. Akan tetapi, sebelum Feng Huang mati, Xiao Chen sudah tiba untuk menolongnya.
Setelah membunuh kelima murid wanita, Xiao Chen melirik kearah beberapa murid yang sedang menonton dan berteriak langsung: “Apakah kalian buta? Bagaimana mungkin melihat orang yang sedang disiksa kalian diam-diam saja! Bukankah di sekte ini tidak diizinkan untuk saling berkelahi, tetapi kenapa kalian diam saja!”
Xiao Chen meraih tubuh Feng Huang. Seketika setelah tubuh itu diangkat tiba-tiba ada darah yang bercucuran ke lantai kayu sangat deras sehingga tanpa berpasrah langsung merobek bajunya dan membalut luka yang sangat serius itu.
Xiao Chen langsung terbang sambil meraih tubuh Feng Huang dan dia akan dirawat ke gubuk sendiri karena lebih aman. Bahkan Xiao Chen melihat guru Su Xing hanya menatap dengan dingin dan tidak berkata apa-apa lagi.
"Swosh!"
Terbang yang sangat cepat, dan Su Xing langsung mengikuti sambil menggerakkan giginya.
Di kejauhan, Liu Shen tiba-tiba melihat Xiao Chen sedang membopong wanita yang dilumuri darah sangat banyak sehingga dengan ingin tahu langsung terbang juga untuk mengikuti.
“Sial teman ku Feng Huang kenapa dia!” Wu Lian langsung terbang sangat cepat juga untuk mengikuti Xiao Chen.
Sementara itu, Lan Xuaner yang hendak menolong Feng Huang terlambat karena ada Xiao Chen terlebih dahulu menolong. Sehingga dia mendarat di depan lima murid wanita yang tidak memiliki kepala.
Kemudian, Lan Xuaner mengeluarkan jurus yang dia kuasai.
"Pembekuan kristal Es!”
Seketika lima jasad dan darah itu membeku menjadi bongkahan es dan pada saat itu, Lan Xuaner langsung memerintahkan murid tukang untuk menguburkan lima jasad wanita yang sudah di bantai Xiao Chen.
Setelah itu, dia terbang untuk menemui temannya Feng Huang.
”Semoga kamu baik-baik saja!” Lan Xuaner berguman sambil terbang.
~
__ADS_1
~
~
#Gubuk Xiao Chen
Setelah beberapa saat, Xiao Chen sudah tiba di dalam gubuk milik sendiri tanpa berlama-lama langsung menurunkan Feng Huang sangat hati-hati.
Setelah itu, tangan kanannya langsung ditempelkan ke tubuh Feng Huang.
Seketika ada cahaya hijau yang membalut seluruh tubuh Feng Huang, sehingga para saat itu, ada suara geraman rendah dari Feng Huang.
Di sampingnya ada Su Xing yang melihat terus menerus perkembangan Feng Huang. Melihat tubuh Feng Huang yang semakin membaik, tiba-tiba kedua tangannya mengepal sangat erat.
“Ahh aku tidak mati!" Feng Huang sadar dan dia sedikit bingung. Namun, sesaat kemudian ingat bahwa dirinya sedang kritis. Akan tetapi, ketika dirinya kaget, langsung bingung mendapati di tempat yang familiar ini.
“Bukankah ini di gubuk Xiao Chen? Bagaimana mungkin?” Feng Huang bingung dia melihat tubuh sendiri hal yang pertama sehingga tidak melihat ada Xiao Chen yang sedang menatap ke arah dirinya dengan lega.
Feng Huang masih dalam keadaan kebingungan. Namun, melihat baju sendiri yang memiliki darah yang masih segar itu membuktikan bahwa nyata tadi habis di bertempur dengan kelima wanita.
“Kamu selamat dan tidak perlu berpikir lagi karena kelima wanita itu sudah aku Bunuh semua.” Xiao Chen berkata sehingga langsung membuyarkan pikiran Feng Huang.
“Jadi kamu yang menyelamatkan aku,” ucap Feng Huang dengan ingin tahu.
“Iya aku telah menyelamatkan mu,” balas Xiao Chen.
“Hmmm terimakasih!” Feng Huang berterimakasih kepada Xiao Chen. Jika tidak tertolong maka nyawanya akan hilang.
Bahkan, Feng Huang tiba-tiba ketika dalam keadaan sekarat ingat sekali mengatakan bahwa dirinya mencintai Xiao Chen. Akan tetapi, Tika sudah diselamatkan oleh dia dan melihat tubuh sendiri sudah tidak cedera ingin mengatakan seperti itu tiba-tiba tidak ada memiliki keberanian.
Wu Lian dan Liu Shen tiba-tiba langsung memasuki ke gubuk Xiao Chen. Akan tetapi Wu Lian langsung berlari dan memeluk Feng Huang.
“Aku tadi melihat kamu tidak sadarkan diri, wajah dan bajunya mu dilumurid darah. Aku sangat khawatir, apakah sekarang kamu tidak apa-apa?” Wu Lian sungguh sangat panik Bahkan dia sedikit meneteskan air mata..
Feng Huang menggelengkan kepalanya dan menjawab: “Aku tidak apa-apa ini berkat dari saudara Chen. Jika tidak ada dia mungkin aku tidak akan melihat kamu selamanya.”
Wu Lian seketika langsung menatap ke arah Xiao Chen dan berkata lembut: “Terimakasih telah menolong temanku.”
__ADS_1
Xiao Chen hanya mengangguk kemudian menatap ke arah Su Xing dan berkata, “Guru aku kecewa kepada mu.”