
Bab 284
Xiao Chen menuruni gunung sangat lama membutuhkan tujuh menit. Selama tujuh menit, Xiao Chen sembari memberikan perlengkapan jimat kepada Jiang Hongyan sehingga tidak terlalu bertanggung kepada kekuatan es itu.
Sambil berjalan, Jiang Hongyan menatap Xiao Chen aneh.
”Biar aku katakan Yan'er, dari wanita ku yang pertama sampai terakhir itu kamu, aku menjalin tanpa kasih sayang. Aku mencintai mereka semua tidak gampang butuh beberapa hari untuk menumbuhkan benih cinta. Ada suatu yang rumit mengapa aku menjadikan mereka kekasih ku. Nyatanya mencintai seorang dengan sangat sepenuh hati membuat hati sakit. Aku menganggap wanita pertama sampai terakhir sebagai wanita yang menyebalkan. Tapi disamping itu aku menyadari bahwa mereka lah yang benar-benar ada untuk ku."
"Lan Xuan'er entah Feng Huang dulu aku mencintainya sepenuh hati tapi hanya ada kekecewaan.”
Xiao Chen menatap ke arah Jiang Hongyan lagi dan berhenti berjalan langsung berkata untuk meyakinkan lagi, "Untuk sekarang aku tidak memiliki perasaan terhadap mu, biarkan waktu yang merubah hati ku menjadi pria yang terbaik untuk melindungi mu itu saja."
Jiang Hongyan tidak bergeming, tapi terkekeh dan menghina. "Kamu memang pria bodoh! Jika kamu tidak kuat, aku sangat yakin bahwa semua wanita mu tidak akan suka rela menjadi selir mu."
Xiao Chen juga mebalas lagi dengan tenang. ”Aku tahu dan aku paham apa yang kamu katakan, yang terpenting aku tidak rugi mencicipi seluruh tubuh kamu dan mereka. Kamu adalah cantik yang sombong tapi tidak ada orang yang lain yang pernah mencicipi buah persik mu selain aku. Aku menjadi kuat hanya ingin mencicipi keindahan yang aku temui walaupun aku sungguh sangat muak.”
"Humpp memang kamu adalah pria yang mesum!” Jiang Hongyan setelah mendapatkan ingatan ketika dia bercinta dengan Xiao Chen memanglah memalukan dan membuat marah. Akan tetapi dalam sisi lubuk hati yang lain, dia menyukai ketahanan Xiao Chen dan hawa maskulin.
"Hentikan perkataan yang tidak berguna seperti itu, aku akan memberikan untuk mu yang terakhir." Xiao Chen duduk sebentar dan membuat formula jimat dengan rune sama persis tripod sembilan elemen.
Xiao Chen meniatkan untuk memberikan tiga elemen kepada Jiang Hongyan.
(1) Elemen Kegelapan. (2) Elemen Angin. (3) Elemen Bumi.
__ADS_1
Xiao Chen menuliskan di udara menggunakan darah sendiri begitu sangat mudah tidak seperti jimat pelahap. Membutuhkan satu menitan, jimat itu bercahaya mengambang dan bercahaya sesuai warna hukum elemen.
”Teteskan darah mu ke masing-masing rune ini.” Xiao Chen menyeka keringat dengan tenang.
Jiang Hongyan mengangguk dan menciptakan darah ke tiga buah jimat itu. Setelah menciptakan darah tiba-tiba tiga jimat tersebut langsung bercahaya terang memasuki ke dalam tubuh Jiang Hongyan.
Setelah sudah memasukkan ke tiga jimat elemen ke dalam tubuh Jiang Hongyan, Xiao Chen sudah menjelaskan bahwa operasi itu masih sama dengan operasi jimat yang lain.
Jiang Hongyan sungguh sangat terkejut sebenarnya Xiao Chen adalah orang yang baik. Dia menatap heran ke Xiao Chen. ”Apakah mungkin semua wanitamu menjadi sangat kuat akibat perlengkapan yang kamu buat ke dalam tubuh mereka masing-masing?”
“Tepat sekali." Xiao Chen mengangguk.
”Apakah kamu tidak takut jika aku maupun yang lain akan berkhianat?" Jiang Hongyan terkekeh.
”Jika mereka ataupun kamu berkhianat, tidak terlalu berpikir serius karena aku bisa membunuh kalian semua dengan sangat mudah.“ Xiao Chen begitu sangat percaya diri.
Sampai tidak terasa, akhirnya Xiao Chen sudah tiba di desa Zhangjiajie. Desa Zhangjiajie sungguh sangat terpencil, hanya beberapa kepala rumah tangga.
Xiao Chen sendiri melihat orang-orang yang menatap kedatangannya dengan raut yang aneh. Sepertinya Zhangjiajie sangat terisolasi, karena diakibatkan lembah Duyao.
Dengan hati-hati Xiao Chen mengingat mayat hidup dari pemuda yang dirinya telah dibunuh bahwa setelah sudah tiba di Zhangjiajie harus nerjan dan ketika menemukan rumah, kamu terus melewati sampai menemukan air terjun. Jika sudah menemukan air terjun, di sebelahnya ada rumah kecil.
Rumah itu adalah rumah orangtua pemuda yang sudah disebutkan.
__ADS_1
Xiao Chen mengetuk pintu dan setelah beberapa saat, ada seorang wanita sudah memiliki raut keriput. Xiao Chen berkata langsung tanpa berlama-lama, dia juga memberikan uang yang cukup agar wanita tua tersebut akan hidup bahagia.
Setelah sudah menyelesaikan amanahnya, Xiao Chen dan Jiang Hongyan langsung berpamitan. Dia terbang dan membuka retakan ruang langsung pergi ke sate Awan Melonjak.
Xiao Chen sudah tiba di Sekte Awan Melonjak dan melihat bangunan sekte ada yang sedikit rusak. Mungkin saja itu diakibatkan oleh pertempuran pembunuh yang dilakukan keluar Gongsun.
Bahkan ada sedikit desas desus bahwa keluarga Gongsun sudah musnah diakibatkan amukan monster hitam yang keluar dari kegelapan.
Semakin Xiao Chen mendengarkan berita itu semakin dia menebak bahwa monster yang sudah memusnahkan keluarga Gongsun adalah Hua Ning Bing.
Xiao Chen tanpa berpikir panjang langsung memasuki ke dalam rumah Peri Xuanyi dan melihat Hua Ning Bing sedang menyusui Xiao Renfeng.
”Bing'er. Aku ingin mengatakan kepadamu sesuatu hal.” Xiao Chen menatap ke arah Hua Ning Bing.
"Ohh suami ada apa? Hahh! Siapa wanita di samping mu?” Hua Ning Bing terkejut langsung mendekati Jiang Hongyan dan melihat wajahnya yang begitu sangat cantik.
”Itu bisa ditanyakan nanti saja. Aku ingin mengatakan kepadamu hal yang penting Apakah benar, keluarga Gongsun kamu yang memusnahkan hingga tidak tersisa?" tanya Xiao Chen.
"Hmmm. Ini benar siapapun yang berani menghalangi Xiao Chen ku, maka aku harus bertindak. Tapi tenang saja suamiku. Aku tidak sepenuhnya membunuh keluarga Gongsun, aku menyisakan beberapa anggota seperti; keluarga cabang kecil beberapa anak yang tidak tahu apa-apa. Aku hanya membunuh tetua yang murka dan serakah.” Hua Ning Bing menjelaskan panjang kali lebar.
“Syukurlah!” Xiao Chen lega tapi Hua Ning Bing berkata lagi, “Siapa wanita disamping mu?”
"Dia adalah Jiang Hongyan.”
__ADS_1
"Ummm halo adik junior bertemu dengan kakak perempuan!” angguk Jiang Hongyan tersenyum.
Tiba-tiba Peri Xuanyi datang dan berkata. "Nona Hua! Ada tiga orang yang sedang mencari mu!”