
Bab 204 Mendapatkan
Xiao Chen salto sekitar tiga kali, tapi tembakan itu sungguh sangat cepat dan Xiao Chen tidak membiarkan untuk beristirahat terlebih dahulu.
Hujan Asam!
Xiao Chen Ini baru pertama kali menggunakan teknik racun yang diwariskan oleh Gu. Seketika setelah menggunakan teknik racun seluruh tubuhnya mengeluarkan ledakan asap tipis yang tidak terlihat oleh mata siapapun langsung mengenai senjata seperti katana maupun belati kecil sehingga beberapa senjata tersebut terbuat dari besi, seketika hancur karena hukum korosif yang sangat hebat dari racun yang dimiliki Xiao Chen.
Mata Xiao Chen seperti obor menyala-nyala sambil melihat ke sekelilingnya dan tidak sengaja langsung mengaktifkan mata ular sehingga pandangan sinar inframerah terlihat.
Sepertinya setelah mengaktifkan mata inframerah dia melihat hawa panas yang bersembunyi di balik-balik benda.
Xiao Chen langsung berlari ke arah sumber hawa panas yang bersembunyi di sebuah benda.
Kecepatan larinya sungguh sangat mencengangkan sehingga beberapa kelompok yang memakai penutup pelindung agar tidak terkena racun langsung terkejut.
“Dia sepertinya mengenali keberadaan kita semua!" pikir kelompok berbaju ketat dan tertutup sambil menoleh kepada rekan satu tim.
Jimat gagak api emas!
Tangan Xiao Chen seketika mengeluarkan api berwarna emas seukuran bola kecil. Warna api emas itu sangat menelaukan langsung menyambar dua orang yang sedang bersembunyi di balik batu itu.
Bom!
Sekali serang, batu tersebut langsung hancur meleleh menjadi cairan lava yang sangat panas, bukan hanya itu saja sarangan yang dilakukan oleh Xiao Chen, seketika menembus dan mengenai dua orang itu sehingga langsung meninggal tanpa pikir panjang.
Xiao Chen telah membunuh dua orang itu langsung melompat ke kiri seperti katak dan mengeluarkan pedang ya sudah memiliki jimat api.
__ADS_1
Melompat sambil memutar tubuhnya dengan sangat indah langsung mengeluarkan semburan api mengenai mereka.
Buarrr!
“Sial kita harus menghindar dia seperti sudah mengetahui persembunyian kita,” seru beberapa kelompok kepada rekannya untuk berhati-hati karena serangan yang dilakukan oleh pemuda bertopeng itu, sungguh sangat aneh.
Baik!
Mereka langsung menghindar dengan melompat ke atas dan menyebar secara terpisah sehingga untuk menyerang lagi, Xiao Chen mungkin harus menggunakan satu persatu karena jarak musuh satu dan lainnya sangat tidak berdekatan.
Tangan kanannya menggunakan jimat petir tangan kirinya menggunakan jimat api seketika langsung diluncurkan secara bersamaan.
Duar!
Jeder!
“Awas menghindar!” ucap salah satu kelompok yang terlebih dahulu Melihat tembakan yang dilakukan oleh Xiao Chen. Dia tidak bisa habis pikir Bagaimana mungkin bisa mengeluarkan serangan dua elemen yang secara bersamaan.
Akan sangat dikhawatirkan Jika saja yang sedang dilawan adalah jenius dari sekte tertentu ataupun peringkat resimen yang memiliki emas lencana tinggi.
Karena seluruh wilayah ditutupi kabut beracun mereka semua tidak memiliki penglihatan bahwa logo yang sedang digunakan oleh Xiao Chen, adalah kelompok peringkat rendah.
Tetapi mereka tidak berpikir seperti itu, yang mereka pikirkan adalah bagaimana menumpas Pemuda aneh itu dan bisa menyelamatkan diri masing-masing dari serangan pemuda bertopeng.
Benar, 'kan? Ada beberapa kelompok yang meninggal menjadi daging panggang yang gosong karena terkena serangannya dilakukan oleh Xiao Chen tadi.
Setelah sudah menyerang dan membunuh sebagian kelompok, Xiao Chen tidak mengundurkan pertahanannya dia bergegas maju untuk menyerang lagi dengan dibekali mata inframerah.
__ADS_1
Seketika setelah melompat dengan ketinggian 6 m diam menemukan satu kelompok yang bersembunyi. Tanpa berpikir panjang, Xiao Chen seketika tangannya berubah menjadi ular raksasa langsung menggigit separuh badan kelompok yang bersembunyi sampai meninggal seketika.
Slash!
Ada cahaya yang sangat menyilaukan langsung menghantam beberapa kelompok sehingga tidak membutuhkan sakit sekitar 10 menit, kelompok yang pada mulanya menyerang Xiao Chen sekarang hanya tersisa menjadi berbagai bongkahan kecil-kecil yang terletak di tanah.
Wuitt! Xiao Chen membunyikan peluit langsung Transformers kickback meloncat dan mendekati.
“Sepertinya para kelompok itu sengaja menunggu di sini untuk mengetahui apakah ada seorang yang bisa mengarungi danau sampai di tengah-tengah itu sehingga bisa mengambil benda yang ingin diinginkan oleh Putri keluarga besar. Untungnya Aku memiliki berbagai bekal untuk mengelak para musuh itu jika tidak maka aku sudah meninggal sejak lama.” Pada saat itu Xiao Chen melihat bahwa Serigala Transformers kickback seketika meloncat langsung berubah menjadi versi monster lain yaitu menjadi burung raksasa langsung membawakan Xiao Chen ke tengah-tengah danau itu.
Xiao Chen di dalam hatinya cukup terkejut mungkin apa yang telah digambar menggunakan jimat pemanggilan monster tidak sederhana yang dikira.
Sepertinya setelah keluar dari jimat itu para Transformers bisa memiliki pikiran sendiri dan tentu saja bisa mengambil bentuk alternatif lebih dari satu.
Ini sungguh sangat hebat!
Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Xiao Chen sudah tiba di tengah-tengah danau beracun itu. Ternyata di tengah-tengah danau juga ada pulau kecil yang di tengah-tengahnya ada bunga matahari yang memiliki kilau emas dan tentu saja bumi itu sungguh sangat cantik.
Bunga itu memiliki tiga tangkai, sehingga dia memutuskan untuk memberikan satu tangkai kepada putri dari keluarga besar dan sisanya tentu saja digunakan untuk sendiri.
Xiao Chen memakan bunga tanpa pikir panjang. Seketika ada perasaan yang sangat menyejukkan yang beredar ditubuhnya.
Bahkan Xiao Chen cukup terkejut ternyata bunga ini juga bisa memberikan efek kebal racun yang terkandung di semua tempat. Walaupun kebal racun juga tidak sepenuhnya membantu karena dia juga sudah memiliki teknik Gu.
Tapi bunga itu bisa digunakan oleh para anggota yang lain sehingga mereka semua aman dengan efek racun dari musuh, walaupun setidaknya bunga itu bisa membantu sekitar 60%.
60% juga besar daripada tidak mendapatkan kekebalan.
__ADS_1
Sekarang setelah sudah mengambil bunga itu, akhirnya Xiao Chen memutuskan untuk kembali ke perahu yang sedang ditunggu oleh Beiming Youhuang dan lainya.
Betapa terkejutnya setelah Xiao Chen hendak pergi ke prahu itu, karena dia sendiri melihat ada monster cumi-cumi yang sedang menyerang perahunya.