
Bab 58 1 Vs 5
Kemudian setelah melaporkan ke tetua keluarga Wang, akhirnya para penjaga langsung mengejar pembunuh itu. Mungkin saja belum lama ini, dia tidak jauh dari jangkauannya.
Tiba-tiba penjaga keluarga Wang yang memiliki level pendekar delapan ke atas, langsung mengeluarkan monster anjing peliharaannya.
Mereka semuanya tidak tahu bahwa yang membunuh Wang Xitong sebenarnya Xiao Chen. Jika dia tahu, mungkin akan ragu-ragu untuk mengejar apalagi menyerang.
"Roar!"
Sekawan monster anjing, langsung berlari sangat cepat seperti motor sport. Tidak membutuhkan beberapa lama, anjing itu menemukan jejak bau sipelaku.
"Roar!"
Di sisi Xiao Chen, dia sudah santai dan berjalan ringan. Dia tidak mengetahui bahwa dirinya sudah di temukan oleh anjing monster sehingga ketika sedang ingin melepaskan topengnya, tiba-tiba di punggung itu langsung terkena ludah api dari anjing.
"Bom!"
"Uhh!"
Jubah itu kebakar langsung sehingga Xiao Chen terpental sedikit jauh sekitar lima meter. Saat itu, Xiao Chen merasakan rasa sakit di punggungnya akibat terkena serangan api dari monster anjing pelacak.
"Bajingan kamu membunuh tuan muda Wang Xitong! Ayo kita serang dia!" salah satu penjaga lansung meraung dan memgeluarkan pedang untuk membunuh Xaio Chen.
"Cih!"
Di dalam topeng itu, raut wajah Xiao Chen mencibir. Walaupun masih meremehkan, Xiao Chen percaya diri untuk memenangkan pertempuran ini.
Kemudian berdiri setelah itu, berkata: “Hahha kalian penjilat, sebenarnya kalian penjilat keluarga Wang hahaha!”
“Brengsek!” Kemudian satu penjaga keluarga Wang untuk maju menggunakan pedangnya. Dia menggunakan jurus pedang yang sudah terampil.
Seketika dari lompatan kakinya meninggalkan gelombang angin yang sedikit memukau sehingga rambut semua orang yang sedang berada di tempat itu langsung berkibar-kibar.
"Swosh!"
Tidak membutuhkan beberapa nafas, penjaga itu sudah tepat di hadapan Xiao Chen langsung mengeluarkan pedangnya dan hendak menebas lehernya.
Xiao Chen juga mengeluarkan pedang usangnya langsung menahan seketika.
"Dentang!"
Percikan api dihasilkan dari kedua pedang itu yang saling berbenturan. Namun, Xiao Chen menggunakan jurus tablet petir langsung menyalurkan listrik itu dari pedang usangnya, sehingga penjaga itu merasakan ada petir mengenai tangannya, dengan refleks langsung melemparkan pedangnya.
“Sial dia mempunyai elemen petir! Cepat kalian bantu aku!” Penjaga itu mundur empat langkah sambil meminta bantuan.
Ketika Xiao Chen mengeluarkan jurus petir seketika teringat dengan Raikage seperti dunia Naruto.
Sambil berpose Raikage, pedang itu di unuskan ke depan seperti ingin menusuk benda. Kemudian sosoknya Xiao Chen langsung berlari sangat cepat sambil seluruh tubuhnya ada kilatan petir yang mengikutinya.
“Brengsek dia sungguh cepat!”
__ADS_1
Mereka semuanya sangat waspada dengan serangan kilat Xiao Chen. Dia matanya sangat terfokus dengan arah angin yang tiba-tiba berubah.
Benar saja, tiba-tiba di salah satu penjaga itu langsung Xiao Chen menyerang menggunakan pedangnya.
"Sring!"
“Hei awal di samping mu!”
“Ahhh berngsek!"
"Dentang!"
Penjaga itu langsung menghalau mengganggu bom asap yang sangat pekat sehingga mengganggu pemandangannya.
Orang yang menggunakan bom asap tiba-tiba menyerang ruang kosong dengan nagasal. Akan tetapi tiba-tiba serangan itu mengenai.
"Ahh!"
"Swosh!"
Xiao Chen terkena serangan di peirutnya sampai meludahkan darah dari mulut dan terpental empat meter langsung jatuh di tanah.
"Bug!"
Xiao Chen langung mengelus-ngelus pantatnya karena terjatuh sambil duduk.
“Sial pantat ku sakit!” Xiao Chen meringis. Belum sempat mengeluh, tiba-tiba sudah di serang lagi menggunakan tinju yang berwarna emas. Bahkan tinju itu memiliki perwujudan macam putih yang sedang ingin menerkam dirinya.
“Tidak baik!” Xiao Chen seketika meloncat menyamping kiri sangat sigap.
"Bam!"
“Bajingan kamu cukup menghindari serangan sangat baik! Ayo kita semua serang bersama-sama!” pinta salah satu penjaga kepada mereka semua.
“Baik ayo kita berlima, dia hanya satu orang saja! Bagaimana mungkin kita kalah cepat kita serang!”
"Swosh!"
Xiao Chen langsung berdiri menggunakan tinju Gajah Prajna Gong dengan sigap.
"Hiya!"
Xiao Chen pertama langung menghindari tinju macan putih yang sangat menakutkan ke kiri. Akan tetapi dia langsung meninju musuh di belakangnya.
"Bam!"
Satu orang terpental tiga meter, kemudian kaki kanannya memutar manuver untuk memukul punggung kepada musuh yang menggunakan tinju emas macan putih.
"Bam!"
Xiao Chen minat dia terhuyung-guyung ke depan tiga langkah juga, setelah itu pukulan Tinju Gajah Prajna Gong tinggal satu serangan, dia memukul punggung orang itu lagi sehingga langsung memuncrat darah dari mulutnya.
__ADS_1
"Engah!"
"Uhukk! Uhuk! Kalian cepat bantu aku!" salah satu penjaga marah sambil menyeka darah di mulutnya.
"Swosh!"
Ketiga penjaga lainya ikut menyerang langsung sehingga Xiao Chen seketika melompat ke atas seperti katak langsung membiarkan mereka memukul dirinya.
Ketiga orang yang ingin menyerang, mereka semuanya bereaksi bahwa Xiao Chen akan ketakutan karena melihat dia tidak berkutik hanya diam ditempat.
Akan tetapi, tiba-tiba ketika cibiran di hati itu belum puas dan ketiga orang itu menyerang menggunakan pukulan terkuatnya, seketika ada ledakan yang mengamuk dan mengenai mereka bertiga.
"Bam!"
Xiao Chen tertawa jahat: “Hahaha mati kau!"
Jimat cangkang kura-kura langsung digunakan untuk menghancurkan kepala ketiga orang itu.
"Bang!"
"Bang!"
"Bang!"
Ketiga orang itu tidak bereaksi seketika kepalanya ditinju oleh Xiao Chen meledak seperti semangka yang terjatuh di ketinggian 20 meter.
Masih ada jeda beberapa nafas, Xiao Chen langsung memukul anjing itu.
"Bang!"
Anjing itu melolong sambil terpental sangat jauh dan mati seketika sambil tersangkut di pohon.
Kemudian, Xiao Chen menggunakan pedang usang untuk membunuh keduanya lagi, karena dia harus cepat-cepat untuk pergi dari sini, bisa jadi Tetua Wang sudah mengejarnya.
Pedang itu seketika dikeluarkan lagi langsung di unuskan ke leher kedua orang itu. Karena mereka berdua sudah terkena racun dan mengalami pusing sementara, sehingga untuk membunuh sangatlah mudah.
“Hahha mati kamu!"
"Sring!"
Untuk sekarang, mundur terlebih dahulu setelah meningkatkan jiwa pendekarnya barulah pergi ke keluarga Wang untuk membuh patriak Wang.
Setelah membunuh kelima orang itu tiba-tiba pedang usangnya bercahaya merah langsung menyerap semua darah dari kelima orang itu.
Xiao Chen merasakan kesegaran karena energi yang sangat nyaman memasuki ke tubuhnya.
Jiwa pendekar level tujuh!
Tubuh Xiao Chen bergemuruh karena jiwa pendekarnya naik menjadi tujuh level. Kemudian, Xiao Chen mengambil rampasan seperti: pedang obat-obatan dan sebagainya.
Bahkan dia mengambil mayat anjing itu untuk di ambil ketrampilannya.
__ADS_1
“Baik sekarang sudah membunuh Wang Xitong sudah cukup. Mari kita pergi terlebih dahulu untuk meningkatkan kekuatannya lagi, jika sudah kuat dan percaya diri aku akan kembali lagi untuk memudahkan keluarga Wang.”
Seketika Xiao Chen melompat sangat jauh dan kembali kerumahnya untuk melapor kepada Ayahnya bahwa dirinya sudah membunuh Wang Xitong.