
Bab 308 Xiao Chen Melawan Seluruh Penduduk Kekaisaran Yang Mulia Agung (2)
Seketika seluruh aula menjadi sunyi setelah Xiao Chen mengucapkan omong kosong, ini mengejutkan semua orang yang hadir. Tidak ada yang berpikir bahwa dia akan memiliki keberanian untuk menantang seluruh orang yang menghadiri ulang tahun Raja Yang Kai. Dalam menghadapi sudah dipastikan Xiao Chen akan menuai kehancuran total dan hanya meminta kematian. Tindakan Itu sangat bodoh baginya!
Faktanya, bahkan jika Xiao Chen tidak melakukan ini, dia juga tidak akan pernah terlepas dari incaran para keluarga Kasar Yang Mulia Agung bagaimanapun, bersujud atau tidak Xiao Chen sudah ditakdirkan untuk diincar dan dibunuh.
Karena Xiao Chen juga punya kartu truf, selama mereka mengambil tindakan, mereka pasti akan mati atau kalah!
Tapi begitu Xiao Chen mengambil tindakan, itu akan menjadi situasi yang tidak dapat diselesaikan. Jika dia benar-benar menentang seluruh orang yang datang diperjamuan, mereka tidak akan lagi mentolerirnya, dan mereka akan secara senang hati membuhuh Xiao Chen untuk melepaskan rasa cemburu akibat merebut kecantikan Yin Yu.
Pada saat ini, melihat Xiao Chen begitu sombong Li Bai tertegun sejenak, dan kemudian mencibir, “Karena kamu ingin mati, aku akan membantumu!” Saat dia mengatakan itu, Li Bai memutar kepalanya sedikit dan berteriak lagi. “Kalian apakah dengar, pemuda ini ingin mati dan sudah memprovokasi orang yang tidak bisa di provokasi, siapapun yang berhasil membunuh Xiao Chen, akan aku jadian tangan kanan ku!”
Yang pertama maju adalah Feng Chen, dia masih tidak puas, dan ingin membunuh Xiao Chen.
“Biarkan aku yang pertama membunuh Bajingan ini!” Feng Chen memgeluarkan tongkat dan menatap ke arah Xiao Chen sangat ganas.
Xiao Chen hanya mencibir, “Ayo jika kamu bisa membunuh ku, jangan banyak omong kosong. Keluarkan senjata terkuat mu.”
”Jangan sombong, kemarin aku kalah karena belum mengeluarkan kekuatan terpenuhnya, sekarang demi keadilan raja Yang, aku akan membunuhmu Bajingan!”
Saat berikutnya, Feng Chen membuat segel dan tombak yang sudah dilengkapi segel, langsung meluncur ke depan, dengan kekuatan yang kuat, seperti sungai dan melonjak seperti ombak, ada menderu ke arah Xiao Chen.
Di depan kekuatan besar ini, Xiao Chen sangat kecil, seperti semut yang roboh hanya dengan sedikit sentuhan.
Melihat kekuatan itu mendekat, tiba-tiba mata Xiao Chen menyipit tajam langsung membuat tindakan. Pada saat ini, sebuah telapak tangan tiba-tiba muncul langsung menangkap tombak yang sangat menakutan itu, hingga Xiao Chen terseret seratus meter dan membuat aula perjamuan menjadi hancur.
Tapi raut wajah Yang Kai melihat semua ini tidak peduli, dia hanya ingin melihat bagaimana Xiao Chen mati.
Wushh!
Kekuatan dorongan tongkat begitu sangat besar langsung bertemu dan bentrok dengan telapak tangan Xiao Chen sangat liar. Tiba-tiba energi pendekar mengamuk, aliran udara melonjak, dan gelombang udara yang dahsyat menyapu ke segala arah.
Bom!
Xiao Chen menahan sampai terseret seratus meter dan menyebabkan gelombang angin yang sangat menakutkan, tetapi anehnya seluruh pakaiannya tidak ada jejak kotor, hanya rambut panjang Xiao Chen berkobar-kobar begitu sangat heroik.
Yin Yu yang melihatnya meloncat-loncat, “Lihat adik Yin Ying! Xiao Chen begitu sangat keren dan sangat kuat! Ahhh aku tidak sabar untuk bergegas dan memeluknya!”
__ADS_1
"Diam! Dalam situasi ini, kamu masih bercanda!” Yin Ying beserta keluarga Yin menatap ke arah Yin Yu tidak berdaya.
“ehehehe!” Yin Yu menggaruk kepalanya.
Kemudian Xiao Chen setelah menangkap tombak itu, tersenyum dan mengeluarkan seluruh tenaga jiwa pendekar pringkat empat puluh satu untuk melemparkan ke arah Feng Chen berada.
Cih!
Xiao Chen mencibir dan melemparkan tombak, dan tombak itu diselimuti elemen guntur dan kecepatan tembakan Xiao Chen juga lebih cepat.
“Tidak baik!"
Wajah Feng Chen langsung berubah, dan dia buru-buru membentuk perisai spiritual di depannya.
Bom!
Akan tetapi tombak itu yang diselimuti aura guntur menghantam perisai, dan perisai itu langsung hancur, dan aura menakutkan berdampak pada Feng Chen.
"Engah—"
Setelah itu, semuanya perlahan kembali tenang.
Dengan Xiao Chen sebagai pusatnya, dalam jarak beberapa puluh kaki, tanahnya tenggelam, dan membuat garis yang sangat panjang. Dari ujung akhir gari itu, terdapat Feng Chen yang sudah meninggal dengan keadaan kepalanya tertusuk oleh tombak sambil menancap di tanah bersamaan tongkat.
Dari kejauhan, Xiao Chen menarik napas secara dalam-dalam, dia melihat bahwa Feng Chen sudah meninggal dan dia langsung berbalik arah untuk melihat seluruh tamu kekaisaran Yang Mulia Agung.
Namun, saat dia hendak berbalik, dia melihat sesosok tubuh berjalan di sampingnya kemudian Xaio Chen melihat seorang lelaki tua berjubah perak berdiri di sampingnya, nafasnya stabil seperti gunung dan matanya dalam, memberikan perasaan yang tak terduga kepada orang-orang.
Tapi Xiao Chen sudah menebak bahwa pria tua itu tatapan marah kepada dirinya.
“Bajingan kamu membunuh anakku!”
Feng Yi marah, dan ada jejak pembunuhan yang sangat kental.
Tetapi Xiao Chen hanya menjawab secara ringan, "Karena dia bersikeras untuk membunuh ku, maka aku akan membunuh terlebih dahulu. Jika kamu tidak puas, jika anak Bungsu mi mati lawan aku.”
Feng Yi murung, “Pertama-tama sebelum kamu sombong, kamu harus memikirkan apakah kamu dapat meninggalkan tempat ini hidup-hidup. Kamu sudah membunuh anakku dan sudah memprovokasi seluruh penduduk kekaisar Yang Mulia Agung.”
__ADS_1
“Hey nak, kamu tidak tahu bagaimana hidup atau mati. Jika kamu berani melawan seluruh kekaisaran Yang Mulia Agung kami, kamu hanya mencari kematian!”
"Biar kuberitahu padamu kakek tua, aku tidak takut ancaman mu. Bahkan jika Kaisaran Yang datang ke sini, itu tidak sebagus pantat ku yang malus! Ayo jika kamu punya nyali, bunuh aku! Jangan terlalu banyak omong kosong!”
“Anak muda, kamu tidak boleh impulsif, lebih baik kamu menyerah dan berlutut biar aku yang memenggal kepala mu!” pikir Feng Yi.
Namun, Xiao Chen sama sekali tidak berniat pergi dia merentangkan kedua tangannya dan membalas, “Aku ingin pergi, tapi sudah terlambat. tapi jika kamu ingin mati, maka aku akan membantumu!”
Feng Yi tidak berkata apa-apa lagi, jika dia terus meladeni perkataan iblis Xiao Chen, maka akan cepat mati.
Tanpa pikir panjang, Feng Yi menghunus pedangnya dan menyerang secara tiba-tiba. Aura pembunuh yang keluar dari tubuhnya membuat semua orang di aula merasa berdebar-debar, seolah adegan berdarah akan menimpa Xiao Chen.
"Bocah binatang, pergilah ke neraka!” Feng Yi hanya dalam sekejap langsung pedang itu diarahkan untuk leher Xiao Chen.
Pada saat ini, Xiao Chen tampak dingin dan acuh tak acuh langsung menunjuk ke depan!
Sring!
Saat berikutnya, Feng Chen tiba-tiba berhenti saat dia melesat ke depan, tubuhnya menegang, dan dia dengan cepat menutupi lehernya dengan tangannya, menatap Xiao Chen dengan ngeri.
Segera setelah itu, darah terus mengucur dari jari-jarinya!
Feng Yi, bahkan tidak memahami situasinya. Tentu saja, dia tidak bisa menghindari jimat Xu Qingxuan sama sekali. Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi sebelum dia meninggal.
Feng Yi terjatuh ke tanah seperti tiang kayu, tangannya masih memegang erat lehernya, matanya melebar seperti ikan mati. Sebelum meninggal, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, dan dia tidak akan menutup matanya sampai dia mati!
Jimat Xu versi Qingxuan milik Xiao Chen begitu sangat mematikan, hanya melambaikan tangan saja, leher Feng Yi tersembelih.
Adegan itu menjadi sunyi senyap untuk sesaat!
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi sekarang. Bagaimana mungkin Feng Yi, yang awalnya begitu agresif dan ingin sekali membunuh Xiao Chen serta ingin mengambil nyawanya, tiba-tiba mati di tengah jalan?
~
Ngomong-ngomong Saya sungguh sangat menyesal sekali membuat plot kekaisaran! Karena untuk membuat plot pertarungan sungguh sangat sulit!
~
__ADS_1