Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 272 Cara Tercela Xiao Chen


__ADS_3

Bab 272 Cara Tercela Xiao Chen


Peri Xuanyi setelah menggunakan jiwa pendekar anginnya dan diarahkan kepada Xiao Chen langsung hilang ditelan oleh pusaran di ujung telapak tangan Xiao Chen, dia langsung kagum dan menurunkan kekuatannya dia bertepuk tangan.


"Huuuuhuu! Sungguh sangat hebat keterampilan ini sangatlah keren!" Peri Xuanyi matanya berbinar-binar melihat kekuatan atau keterampilan baru seperti dia menemukan mainan baru.


”Tetapi formasi jimat ini tidak ada kekuatan yang lain banyak bisa digunakan untuk memurnikan segala sesuatu negatif maupun positif." Xiao Chen menganggukkan kepalanya dan menjelaskan kepada Peri Xuanyi dengan lembut.


Setelah sudah membuat jimat pelahap, Xiao Chen langsung menjadi serius lagi untuk melanjutkan percobaan kedua yaitu, meneliti formasi cincin kegelapan.


Otak Xiao Chen berputar sangat cepat intuk menulis ulang formasi yang berada di sebuah lembar kertas. Bahkan energi kegelapan selalu bocor di tulisan itu, sehingga Xiao Chen merasakan bahwa untuk membuat jimat cincin kegelapan sungguh sangat menguras jiwa sangat banyak.


Setiap Xiao Chen menggambar hanya dua cm, dia akan berhenti sambil dan merasakan rasa lapar. Peri Xuanyi yang di sampingnya sambil melihat pertunjukan Xiao Chen yang wajahnya pucat dan berkeringat, tanpa sadar berinisiatif untuk mengambil lap dan menyeka wajah Xiao Chen.


Sementara itu, Xiao Chen juga tidak menyadari tindakan dari Peri Xuanyi, dia hanya fokus untuk menulis sedikit demi sedikit.


Setidaknya Xiao Chen jika menulis jimat kegelapan itu hanya satu saja mungkin bisa membutuhkan satu sampai dua jam. Akan tetapi, Xiao Chen berinisiatif membuat jimat kegelapan sekitar lima jimat kegelapan.


Maka Xiao Chen selama setengah hari terlalu fokus untuk menulis jimat itu, Hua Ning Bing yang sedang di kejauhan melihat tindakan Peri Xuanyi yang sangat begitu perhatian dengan menyeka keringat Xiao Chen selama setengah hari di sampingnya.


Hua Ning Bing tersenyum dan tidak terlihat lagi untuk mengganggu, mungkin itu adalah cara pendekatan dari Peri Xuanyi. Tapi dia sangat khawatir dengan Yun Wuxin sudah emm jam masih mengurung diri di kamar tidak keluar untuk sesuatu.


Secepatnya masalah selesai harus meminta pertanggung jawaban, Xiao Chen harus datang ke kamar untuk mengetuk pintu Yun Wuxin.


Tidak terasa Xiao Chen menyelesaikan sekitar lima buah jimat kegelapan, sampai makan waktu 12 jam. Sekarang Xiao Chen menghela nafas dan membenamkan tubuhnya ke rerumputan. Bahkan Peri Xuanyi juga ikut rekan Langsung tertidur di sampingnya Xiao Chen.


Xiao Chen ingin mengatakan kepada Peri Xuanyi kenapa kamu begitu sukarela untuk mengelap keringat sepanjang pagi siang sampai malam, namun tidak ingin melukai hatinya seperti Yun Wuxin, Xiao Chen mengurungkan diri untuk bertanya seperti itu.


Jimat kegelapan Xiao Chen masih kosong tidak ada sesuatu seperti zombie karena jimat itu adalah jimat baru bukan seperti cincin kegelapan milik Hua Ning Bing sudah ter akumulasi beberapa tahun lamanya.


Xiao Chen tidak perlu khawatir untuk mendapatkan monster untuk dijadikan Zombie. Kamu pergi ke hutan dan memburu monster maka monster yang sudah mati akan menjadi zombie.


Xiao Chen mengambil botol bambu dari cincin penyimpanannya langsung meminum air, setelah itu langsung diserahkan kepada Peri Xuanyi. "Nona Xuanyi, mungkin kamu juga merasa haus nah ini minumlah.”

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Peri Xuanyi menganggukan kepalanya dan dia menerima botol bambu itu langsung meminum. “Ahhh ini sungguh sangat enak! Apa nama minuman ini? Aku baru pertama kali meminum minuman ini.”


"Minuman ini bisa disebut air nira. Untuk membuatnya, kamu harus memanjat pohon kelapa, dan mencari bunga kelapa yang belum seutuhnya menjadi kelapa kecil-kecil. Kamu hanya mengikat bunga itu dan dipotong-potong sebagian. Setelah itu, kamu hanya memberikan wadah di bawahnya nanti juga dari bekas potongan bunga kelapa itu, langsung memunculkan air sedikit demi sedikit.” Xiao Chen menjelaskan.


"Cukup impresif. Aku pertama kali minuman seperti ini tidak buruk juga, nanti kalau aku senggang akan mempraktekkan seperti kamu,” angguk Peri Xuanyi sambil melihat botol bambu itu dengan takjub. Hanya saja tiba-tiba wajahnya langsung memerah karena dia baru ingat minuman ini, bekas dari bibir Xiao Chen.


Dia berpikir liar sehingga setelah menyadari, ini sama saja kamu mencium dengan Xiao Chen.


"Kenapa wajahmu memerah? Apa yang terjadi?” Xiao Chen melihat wajah peri Xuanyi yang memerah akhirnya bertanya-tanya.


“Tidak aku setelah melihatmu membuat keterampilan aneh, aku merasakan rasa gerah.” Peri Xuanyi membalas dengan tergagap.


"Ohhh jadi seperti itu," kata Xiao Chen langsung berdiri dan meninggalkan peri Xuanyi. Akan tetapi Hua Ning Bing sudah berada di hadapannya dengan tatapan cemberut.


“Xiao Chen bodoh! Sekarang sudah malam, Apakah kamu tahu adik ke enam dari pagi sampai sekarang masih mengurungkan diri di kamar! Kamu harus membujuknya!” kata Hua Ning Bing sambil memeluk kedua tangannya.


"Yahh aku tahu, aku akan membujuknya." Xiao Chen melangkah maju langsung melewati Hua Ning Bing dan seketika retakan ruang muncul Xiao Chen masuk ke dalam retakan ruang itu dan sampai sudah di kamar Yun Wuxin.


Peri Xuanyi memerah lagi, dia memalingkan wajah. "Nona Hua Apa yang sedang kamu katakan aku hanya ingin melihat keterampilan aneh dari Xiao Chen. Ternyata dia bisa menciptakan penglihatannya ajaib."


Hua Ning Bing mengangguk. "Yah bisa dibilang seperti itu karena seluruh wanita Xiao Chen memiliki kekuatan yang di luar lebih ke karena campur tangan dia. Jika kamu ingin memiliki kekuatan yang sangat kuat sepertiku maka kamu harus memiliki dua cara berlatih dengan giat, cara satu, berpetualangan sampai menemukan item yang kuat, atau tidak kamu menggunakan cara ke dua kamu harus melakukan cara agar kamu menjadi kekasih Xiao Chen. Jika kamu niat dengan tulus karena cinta, dan tidak ada niat tersembunyi maka Xiao Chen mungkin akan menerima mu."


Peri Xuanyi seperti sedang melihat ceramah yang betul sangat penting ketika Hua Ning Bing berbicara. Setelah itu, Peri Xuanyi menggegam tanganya sangat erat. "Baiklah aku mengerti,” balas Peri Xuanyi.


Sementara itu, Xiao Chen yang sudah di dalam kamar Yun Wuxin, melihat dia sedang tertidur membelakangi dirinya dan ada Xiao Renfeng sambil menyusui.


"Apakah kamu tidak lapar? Setengah hari kamu mengurung diri.” Xiao Chen mendekati Yun Wuxin dan duduk di sampingnya.


Akan tetapi Yun Wuxin tidak bersuara masih diam di tempat sambil membelakangi Xiao Chen.


Xiao Chen tangannya menyentuh punggung halus Yun Wuxin, akan tetapi tangan Yun Wuxin sengat cepat langsung menimpal tangan Xiao Chen.


Plak!

__ADS_1


Setelah menimpali tangan Xiao Chen, Yun Wuxin langsung tubuhnya ngengsot untuk menjauh dari Xiao Chen.


Xiao Chen mendekati lagi dengan bingung langsung meraih tangan Yun Wuxin dengan erat. Alhasil, Yun Wuxin seperti cacing kepanasan karena ingin melepaskan tangan Xiao Chen tanpa suara.


Tangan satunya mencekram pergelangan Yun Wuxin, tangan kirinya meraih dagu Yun Wuxin dan berkata. "Apa yang kamu suka dari ku, bukankah ada laki-laki yang kuat di luar sana selain aku?”


Setelah berkata, Xiao Chen cukup terkejut setelah melihat Yun Wuxin berlinang air mata. Hanya saja tatapan Yun Wuxin selalu menghindari tatapan Xiao Chen sambil menangis.


'Sial kenapa aku menangis!' ucap Yun Wuxin dalam hati. Dia ingin membendung dan menahan air mata agar tidak keluar, tapi itu percuma karena setiap ditahan semakin menjadi air mata keluar.


Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan bingung sehingga dia tidur di samping Yun Wuxin dan meraih bahunya langsung menarik Yun Wuxin langsung jatuh dalam pelukannya. Kepala Yun Wuxin langsung menyusup di dada Xiao Chen tanpa suara. Bahkan ketika Yun Wuxin dipeluk air mata itu semakin tumpah sehingga hanya ada suara isakakan tangis yang kecil seperti yamuk.


Xiao Chen masih diam dan mengelus rambut Yun Wuxin selama satu jam. Setelah satu jam berlalu, Yun Wuxin sudah berhenti menangis barulah Xiao Chen berkata lagi. ”Kenapa kamu menyuka?ku. Bahkan jika kamu ingin selalu dekat dengan ku, kamu bisa dengan perantara Xiao Renfeng sebagai ibu sambung, sedangkan aku menganggap Xiao Renfeng adiku.”


Yun Wuxin menggelengkan kepalanya. "Kamu tampan, kuat, dan berbeda dari laki-laki yang sering aku temui. Tidak, aku mencintaimu tanpa alasan.”


"Kamu ingin menjadi kekasih ku?" tanya Xiao Chen dan Yun Wuxin mengangguk dengan cepat.


"Hmmm baiklah. Jika kamu ingin menjadi kekasih ku seumur hidup, ada satu syarat yang harus kamu turuti." Xaio Chen hatinya menjadi jahat.


"Syarat apa? Bahakan jika aku harus menunggu mu selama seratus tahun aku bersedia.” Yun Wuxin mengangguk tulus.


”Tidak, syarat yang aku lakukan cukup sederhana." Xiao Chen tersenyum penuh arti.


“Apa?" Yun Wuxin masih bingung.


Xiao Chen tersenyum dan berdiri langsung. Setelah itu, Xiao Chen langsung membuka penutup bagian bawah sehingga adik laki-laki yang besar terlihat oleh mata telanjang Yun Wuxin.


"Jika kamu bersedia menjadi kekasih ku, maka kamu harus mengisap adik laki-laki ku sampai aku puas.” Xiao Chen tersenyum.


Yun Wuxin melihat adik laki-laki yang sangat perkasa yang sedang tertidur wajahnya menjadi memerah. Yun Wuxin berpikir apakah Xiao Chen meminta memainkan adik laki-laki yang besar menggunakan mulutnya?


Semakin memikirkan, semakin memerah. ”Hmmm aku bersedia!” kata Yun Wuxin.

__ADS_1


__ADS_2