Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 255


__ADS_3

Bab 255


Darah yang menjadi sabit melesat seperti cambuk dan menari-nari ke wajah panutua ke enam sangat cepat sehingga kepalanya menjadi menakutkan seperti buah apel digigit setengahnya.


Alhasil panutua ke enam meninggal dengan wajah menghilang akibat terkena cambukan darah dari Xiao Chen.


Yang berada di ruangan itu terdapat setidaknya panutua dua sampai ke tujuh, panutua ke lima dan ke enam sudah mati hanya menyisakan panutua ke dua, tiga,empat dan tujuh.


"Nak Er Chen! Apa yang sebenarnya terjadi!” Liao Wudi berdiri dan berteriak karena tiba-tiba ada pertempuran yang bahkan dia sendiri tidak mengetahuinya.


”Panutua ke tiga. Aku tidak tahu apakah kamu sudah berkomplot dengan mereka, tapi yang aku tahu mereka semua tidak membiarkan Yang Zhiqing ku pergi meninggalkan sekte ini walaupun sebentar. Mereka serakah, mereka hanya ingin mengorek ketrampilan yang dimiliki Yang Zhiqing ku!” Kedua darah yang berupa seperti cambuk dan menari-nari sangat indah, seketika melesat ke arah panutua ke dua.


Bang!


Panutua ke dua mundur dengan serius, sambil menatap Xiao Chen. “Wanita kecil seperti itu, tidak pantas memiliki harta yang bagus. Secepatnya harus diserahkan kepada pihak Sekte kami! Kamu adalah bocah busuk penghalang, mati kamu!” Panutua ke dua mengeluarkan item artefak seperti rantai dan bergerak-gerak seketika menyerang Xiao Chen.


Xiao Chen menghindari begitu sangat mudah. “Yang mati itu kamu kakek tua busuk! Secepatnya kamu akan menyusul kepada panutua yang meninggal lebih dahulu!” pekik Xiao Chen mengeluarkan pedang kesombongan surgawi dan memutar-mutarkan pedangnya dengan elegan.


Sring!


Sring!


Item artefak yang sangat kuat seperti kertas dibawah tekanan pedang kesombongan surgawi. “Hahahah!” Xiao Chen tertawa terbahak-bahak mengerikan sambil menghunuskan pedang kesombongan surgawinya ke dada panutua ke dua.


Engah!


Panutua ke dua menatap ngeri Xiao Chen, dia mencoba mundur. Tapi pedang itu seperti sudah tidak bisa dicabut sehingga dia menatap ke arah Xiao Chen sungguh sangat ganas. "Bajingan lepaskan asu!” kata Panutua ke dua melototkan matanya.


Mimpi!


Xiao Chen tidak berperasaan seketika tangannya bergerak sangat lincah dan cepat. Sehingga Panutua ke dua meninggal dengan seluruh tubuhnya dicincang menjadi ribuan potong kecil-kecil.

__ADS_1


Item serbaguna dikeluarkan berubah menjadi basoka langsung melesat menabrak perut panutua ke tujuh.


Bom!


Bom!


Tiga dinding dan tiga ruangan diterjang oleh panutua ke tujuh sambil meluncur dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


“Hahahah!” Xiao Chen terbang sambil menabrak atap hingga jebol seketika mendekati ke arah panutua ke tujuh yang sedang terkapar. Panutua ke tujuan sungguh tidak menyangka bahwa bocah itu kekuatan sangat keterlaluan.


Tapi demi item yang dimiliki Yang Zhiqing, berani menukar nyawa agar bisa mendapatkan item tersebut. Sayang sekali Xiao Chen sudah mengetahui niat busuk mereka sehingga akhirnya seluruh panutua meninggal hanya panutua ke tiga yang masih hidup.


Panutua ke tujuh meraung sungguh sangat keras. “Xiaohai! Bunuh Bajingan ini!” triak panutua ke tujuh seketika dari cincin penyimpanannya keluar anjing sangat besar langsung menampar wajah Xiao Chen hingga Xiao Chen terhempas sangat jauh dan menabrak ratusan kali bangunan rumah.


Bom!


Bom!


Bom!


Bruakkk!


Bekas cakaran tangan di tanah Xiao Chen, panjangnya sekitar enam meter. Setelah sekiranya berhenti, Xiao Chen melompat dan mengeluarkan sayap dari punggungnya langung mendekati ke Xiaohai.


“Dasar anjing jelek! Mati saja kamu!” Jimat pemanggilan monster keluar robot lebah sebesar kambil menyerang Xiaohai.


Untuk Xiao Chen mendekati ke arah panutua ke tujuh karena dia sepertinya sudah tidak berkutik lagi setelah perutnya terkena meriam basoka.


“Hummpp kamu madesu tua, secepatnya akan mati!” Xiao Chen mengepalkan tangannya dan memukul wajah panutua ke tujuh dengan tinju gajah Prajna Gong.


Bang!

__ADS_1


Saking kuatnya, kepala panutan ke tujuh terlepas dan leher itu copot sampai memuncrat darah seperti air mancur.


Setelah itu, Xiao Chen melompat lagi untuk menyerang Liao Wudi dengan amarah yang sangat membara. “Sekarang kamu yang terakhir, apa kata-kata yang ingin kamu ucapkan sebelum kematian dekat hah!” seru Xiao Chen sangat keras dan begitu menggelegar sehingga Xian Miaomiao dan Mi Qiongqi terkejut dengan suara Xiao Chen.


”Apakah Xiao Chen ini dia sedang gila?” Mi Qiongqi menggelengkan dan berhenti sebentar lalu menatap ke arah Xiao Yun yang sedang mengikuti dirinya terus menerus.


“Kamu wanita menyebalkan dan penguntit, enyahlah!” Mi Qiongqi menyerang Xiao Yun dan mendorongku dadanya sehingga gunung yang berkembang terpegang sehingga Mi Qiongqi merasa rasa kenyal dan elastis.


Bom!


Xiao Yun mundur beberapa langkah, tapi apa yang Xiao Yun tidak tahu, dibelakangnya ada retakan ruang sehingga Xiao Yun saat itu sudah dipindahkan dengan jarak yang sangat jauh.


"Kakak Mi Qiongqi! Kamu juga bisa membuka pintu ajaib! Aku belum bisa!” Mata Mi Qiongqi berbinar-binar dia ingin sekali memiliki pintu ajaib seperti itu sehingga tidak akan memakan waktu yang lama untuk kembali ke rumahnya.


”Nanti kamu minta kepada kakak Er Chen. Ayo kita melihat bagaimana Er Chen membantainya penjahat.” Mi Qiongqi berkata dengan lembut.


Wushh!


Mi Qiongqi meraih tubuh kecil Xian Miaomiao dan membawakan ke Sekte Dewa Perang.


Sisi lain, Xiao Chen yang sudah tiba di Sekte, hendak membunuh Liao Wudi tiba-tiba Yang Zhiqing tiba dan mencegah Xiao Chen sambil berteriak.


“Hentikan Xiao Chen! Diaken ke tiga tidak jahat. Aku yakin akan semua ini!” seru Yang Zhiqing sambil menatap Xiao Chen serius.


Seketika Xiao Chen mendarat disamping Yang Zhiqing. “Apa yang dikatakan oleh mu apa benar?” tanya Xiao Chen.


“Aku bisa yakin.” Yang Zhiqing serius.


"Hmmm! Baiklah tapi jika aku mengetahui bahwa dia memiliki tipu muslihat, aku tidak segan-segan untuk mengesekusi!” Cakar yang panjang tiba-tiba hilang. Bahkan lebah raksasa kembali di sisi Xiao Chen.


"Tuan Chen! Aku sudah membunuh anjing gila itu!" Transformers lebah bersujud dan berubah menjadi lebah dan terbang ke hutan.

__ADS_1


“Nak Er Chen. Aku juga tidak tahu bagaimana mereka mencoba menikam ku dari belakang. Sepertinya mereka merencanakan sepengetahuan ku.” Liao Wudi wajahnya sangat saleh.


“Aku tidak tahu. Berani mencelakai Yang Zhiqing tak ku maafkan.”


__ADS_2