Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Menggambar Jimat Di Tubuh Wenren Wushuang


__ADS_3

Bab 116 Menggambar Jimat Di Tubuh Wenren Wushuang


Xiao Chen langsung menjadi sangat serius dia beranjak keluar dari kamar untuk melihat situasi dari asal muasal suara geraman master.


Bukan dia saja, Liu Ruyun juga keluar langsung mendekati ke sumber suara itu. Dia sangat yakin bahwa itu adalah monster dari penjelmaan yang tiba-tiba para pengunjung berubah menjadi makhluk mengerikan.


Swosh!


“Coba kamu selidiki ke sumber suara itu,” pinta Xiao Chen kepada Yang Zhiqing. Sebagai pemimpin, Bagaimana mungkin untuk melakukan tugas harus selalu dirinya. Pemimpin harus memerintahkan para bawahannya untuk melakukan sesuatu. Jika bawahan itu tidak sanggup, barulah dirinya yang bertindak.


Yang Zhiqing mengangguk dan berlari dengan sangat serius.


Yang Zhiqing setelah sudah tiba di tempat TKP, dia menemukan bahwa ada makhluk seperti manusia tetapi memiliki rambut halus berwarna putih dengan wajahnya penuh taring mata merah.


Manusia itu seperti terkena efek yang tidak diketahui, sehingga wajahnya dan penampilannya seperti perpaduan antara manusia dan monster.


“Ahhhb tolong manusia itu berubah menjadi monster jangan dekati aku!" Wanita yang ingin tidur semalam dengan lelaki dari keluarga terpandang, seketika Entah kenapa berubah menjadi makhluk yang menakutkan Sehingga dia langsung berteriak panik.


Liu Ruyun berteriak: “Kamu menghindari jangan berdiam di tempat!”


”Tidak dia sudah mencakar kakiku sehingga tidak bisa berjalan tolong aku!” Wanita itu juga berteriak tanpa busana.


Liu Ruyun mengangguk dan mencoba bergegas untuk menghadapi sendiri. bahkan para bawahannya ingin menghentikan sikap Liu Ruyun yang sangat superior, hanya takut makhluk setengah manusia itu bukan tandingannya.


Tetapi Liu Ruyun sungguh bersikukuh sehingga peringatan anggota lain, diabaikannya.


“Humpp kamu monster jahat Jangan membuat keresahan di tempat penginapan ini!”


Teknik pedang kembali ke dasar!


Seketika kecepatan tubuh Liu Ruyun langsung menjadi sangat mencengangkan sehingga pergerakannya tidak diketahui oleh mata telanjang biasa. Tetapi, monster setengah manusia setengah hewan masih bisa melihat pergerakan dari Liu Ruyun sehingga cakar yang sangat panjang langsung menebas pedang milik Liu Ruyun seketika langsung patah menjadi dua bagian.


Roar!


Makhluk jadi jadian itu, meraung sangat keras sehingga akibat gelombang raungan itu, Liu Ruyun langsung terhempas ke belakang empat meter dan berguling-guling sekitar tiga kali.


Uhukk! Uhuk!


Liu Ruyun terbatuk karena merasakan rasa sesak di dadanya. Sambil memegang dadanya menggunakan tangan kiri, dia menatap ganas ke arah makhluk jadi-jadian.


“Sepertinya aku bukanlah lawan dia! Tetapi aku masih mempunyai satu jurus yang belum aku coba!” Kemudian Liu Ruyun langsung menggunakan jurus tamparan api Brahma yang sudah dijadikan sebagai kartu AS.


Hiya!


Telapak tangannya langsung mengeluarkan api yang sangat mengamuk-ngamuk berbentuk tangan raksasa seperti lebarnya dua kali lipat dari mobil langsung menyambar ke arah makhluk jadi-jadian.


Namun, makhluk jadi-jadian bisa melompat ke atas setinggi sepuluh kaki. Setelah itu, makhluk nya langsung menukik ke bawah sambil menyerang menggunakan cakar yang sangat tajam berniat untuk memenggal kepala Liu Ruyun.


Liu Ruyun melompat ke samping untuk menghindari serangan cakar dari makhluk jadi-jadian.


Sring!


Sring!

__ADS_1


“Tidak! ternyata pergerakan makhluk itu sungguh sangat cepat aku tidak bisa mengimbanginya!?” Liu Ruyun berkeringat deras dia juga sudah terkena beberapa sangkar di bagian tertentu sehingga kulitnya sangat putih langsung menetes darah.


“Ahh aku tidak kuat!"


Dang!


Ketika cakar itu mendarat di wajahnya seketika pedang yang patah langsung untuk dihalaukan. Alhasil, Liu Ruyun terpental lagi dan menabrak tanah sehingga seperti akan mengalami patah punggung.


Bom!


Ada sedikit cedera di bagian punggungnya sehingga dia kesusahan untuk beranjak bangun melawan makhluk jadi-jadian itu.


Roar!


Mahkluk jadi jadi langsung menerkam ke arah Liu Ruyun berniat mencabut-cabek menjadi beberapa potongan kecil. Tetapi, Yang Zhiqing langsung bertindak menggunakan tinju Banteng.


Bang!


Sekali tinju, makhluk jadi jadian itu terhempas sepuluh meter sampai menabrak dinding dinding pembatas itu juga jebol.


Roar!


Teknik pendekar spiritual diaktifkan sehingga penglihatannya berubah menjadi 160 derajat tanpa ada titik buta dalam jangkauan dua puluh meter.


“Huh dasar makhluk jelek mati kamu!" Yang Zhiqing menggunakan pedang pembelah cakrawala sehingga langsung tubuh makhluk jadi-jadian meninggal di tempat.


Sring!


Yang Zhiqing langsung menghampiri Liu Ruyun untuk mendukung dan mencoba mengecek apakah ada hal-hal saudara yang sangat serius.


Yang Zhiqing mengangguk dan berkata: “Bawakan dia ke kamar tunggu beberapa saat untuk menyembuhkan cedera sepenuhnya.”


Kemudian, Yang Zhiqing beberapa petugas untuk membersihkan bekas pertempuran itu. Setelah menyelesaikan dia pergi kembali ke kamar yang sudah dipesan.


Tidak lama kemudian, Yang Zhiqing Setelah tiba di kamar langsung dipanggil oleh seseorang yang tidak diketahui.


Yang Zhiqing membuka pintu dan bertanya, “Apakah ada yang bisa aku bantu?”


“Aku datang ke sini mungkin terlalu mendadak tetapi ini adalah pertemuan yang sangat penting. Bolehkah aku memasuki ke ruangan?” Dia bertanya kepada Yang Zhiqing.


Yang Zhiqing membolehkan masuk. Ketika orang itu memasuki ke dalam tiba-tiba menemukan ada satu wanita lagi yang sedang memakai topeng. Mi Qiongqi saling memandang dan mengangguk secara bersamaan.


”Hummm perkenalkan namaku adalah Wan Zhangjie. Aku adalah salah satu murid dalam dari Sekte Pagoda Hitam di wilayah benua Dongling ini. Aku juga tergabung dari Resimen Emas Cakrawala.”


Yang Zhiqing juga mengetahui dari seragam yang dikenakan oleh Wan Zhangjie, Tetapi dia sepertinya memakai lambang resimen emas yang memiliki peringkat bintang empat puluh. Dapat dikatakan setelah melihat lambang yang dikenakan Wan Zhangjie, Yang Zhiqing cukup terkejut karena melihat resimen yang kuat walaupun ketika terjadi serangan makhluk jadi-jadian tidak menampakan diri.


Alhasil, Yang Zhiqing menjawab seperti ini, “Kami berdua adalah anggota Resimen Violet Garden. Nama ku Bertha dan satunya adalah Zola.”


Wan Zhangjie cukup menyipit nama yang digunakan kedua wanita ini sungguh sangat aneh, jika dirinya ingin mengumpulkan informasi sedikit kesusahan terlebih lagi dia memakai topeng.


“Ohh seperti itu Kamu memiliki nama yang aneh dan aku baru pertama kali mendengarnya. Aku datang ke sini hanya ingin mengetahui saja siapa seseorang yang telah menyelamatkan di penginapan ini. Terimakasih karena telah membunuh makhluk jadi-jadian kami perwakilan dari Resimen Emas Cakrawala, cukup tersanjung dengan kekuatan kamu.”


Lalu Wan Zhangjie mengeluarkan beberapa jumlah kepingan emas untuk diserahkan kepada Yang Zhiqing karena sebagai kompensasi akibat telah menyelamatkan beberapa pelanggan di penginapan ini. Tentu saja kata Xiao Chen siapapun orang yang memberikan sebuah benda secara cuma-cuma patut diterima dengan lapang dada.

__ADS_1


Yang Zhiqing mengambil dan mengangguk: ”Terimakasih!”


Wan Zhangjie mengangguk dan bertanya, “Darimana asal kalian?”


“Kami berasal dari daratan Dongwu.” Yang Zhiqing menjelaskan sampai pada suatu saat, akhirnya menyadari bahwa dia barusan keceplosan sehingga langsung menatap ke arah Wan Zhangjie lalu berkata: “Maaf kami berdua tidak sungguh sangat kelelahan, kami akan pergi melanjutkan keesokan harinya untuk berpetualang.”


“Ahh hahaha tidak apa-apa!” Wan Zhangjie kembali berbalik keluar. Tetapi dia juga memakai jimat perekaman suara sehingga anggota lain yang sedang di luar ruangan mendengar percakapan antara Wan Zhangjie dan Yang Zhiqing.


Wan Zhangjie setelah keluar dari kamar Yang Zhiqing, akhirnya mengangguk dia mendapatkan informasi sedikit Resimen Violet Garden.


Pada malam hari, Xiao Chen juga sudah mengetahui semuanya, sehingga malam ini udah dipastikan aman tanpa pengganggu langsung menatap ke Wenren Wushuang.


“Baik sekarang mungkin sudah tidak ada insiden lagi penyerangan. Kita berbuat bisa melanjutkan lagi untuk membuat jimat kalung Xu Qingxuan.


Wenren Wushuang mengangguk sambil wajahnya memerah. Dia langsung menanggalkan seluruh bajunya sehingga kulit yang sangat halus seperti batu giok dan putih seperti susu langsung terlihat oleh mata Xiao Chen.


Gunung kembar yang padat dan tegak, apalagi ada puncak merah yang sangat menggoda disetiap puncak gunung tersebut sehingga Xiao Chen ingin memainkannya.


“Aku mulai!”


Pfff!


Xiao Chen baru melukis menggunakan darah di bagian dada kiri, tiba-tiba merasakan rasa kenyal dari gunung bagian kiri sehingga hidungnya langsung mimisan.


Gunung yang padat dan kenyal seperti perpaduan slime dan lumpur. Apalagi ketika tangan Xiao Chen menekan rasa empuk itu, membuat cakar Xiao Chen ingin meremas-remassnya.


Ahhh!


“Sial kamu jangan meremass gunungku!” Wenren Wushuang tersipu. Ketika gunungnya di tekan-tekan oleh cakar iblis Xiao Chen merasakan sensasi kesemutan yang sangat mengasikan.


“Maaf gunung mu sungguh sangat indah aku hanya ingin meraba saja," ucap Xiao Chen dengan suara yang sudah serak.


Dari lukisan jimat yang dilakukan Xiao Chen dia menggambar dari gunung kiri dan kanan. Bahkan semua lekuk tubuh Wenren Wushuang, digambar menggunakan jimat Xu Qingxuan sehingga akibat sentuhan nakal Xiao Chen, tiba-tiba Wenren Wushuang langsung merinding dan menjadi bergairah.


Kedua putingg gunung, langsung meneteskan air putih, tetapi Xiao Chen tidak menyadarinya Karena dia sudah menggambar formasi jimat Xu Qingxuan di bagian bawah sekitar paha.


Air susu menetes sungguh sangat deras, Wenren Wushuang tidak tahan sehingga nafasnya tidak teratur. Tetapi dia memejamkan matanya mencoba tenang.


‘Sial aku harus berpikir jernih. Bajingan Xiao Chen aku bunuh kamu!’ dalam hatinya dia memarahi Xiao Chen.


Sampai pada suatu ketika, Xiao Chen sudah menyelesaikan semuanya. Dia berniat melukis dilipatan paha yang tersembunyi, dia menemukan bahwa alat vital Wenren Wushuang sudah mengeluarkan selai susu putih yang sangat banyak, akibat inilah Xiao Chen langsung darahnya mendidih dan berteriak.


“Ahaha! Aku tidak kuat!” Xiao Chen langsung bergegas untuk menjilati selai susu yang menetes di alat vital Wenren Wushuang.


Akibat sentuhan bibir dan lidah yang mengenai alat vital sensitiff, akhirnya Wenren Wushuang kejang-kejang dan lubang Surgawinya, memuncratkan selai susu asin sangat banyak.


Ahh!


Splash!


Splash!


“Tidak kamu Bajingan Xiao Chen hentikan!” Walaupun Wenren Wushuang berteriak menolak, tetapi, kedua tangannya memegang kepalanya Xiao Chen dan menekannya agar dia menjilati alat vitalnyaa lebih keras dan lebih cepat.

__ADS_1


Akibat inilah Xiao Chen gagal satu kali menggambar jimat Xu Qingxuan dan dia melakukan hubungan intimm dengan penuh gairah.


Kami menulis ini sungguh tidak tahan, maka demi kenyamanan bersama, kami akan sensor.


__ADS_2