
Bab 245 Kegigihan Qiu Feng
Sudah berjarak puluhan kilo meter, Qiu Feng menggendong jasad Ye Tian, bahkan jika kamu melihatnya, kedua bola mata Qiu Feng sedikit semu dan merah. Itu diakibatkan karena dia menangis terlalu sedih.
Qiu Feng tidak tahu kenapa dia menangis, padahal dia baru berkenalan dengan Ye Tian belum lama hanya satu hati saja. Tapi, mengetahui Ye Tian sudah meninggal, hati itu sungguh sakit.
”Apakah manusia seperti ku sudah ditakdirkan menjadi manusia yang biasa-biasa saja, bahkan aku sama sekali tidak merasakan apa itu bahagia. Oh dewa kenapa menjadi seperti ini. Andai aku kuat, mungkin bisa membantu Ye Tian.” Qiu Feng mengeluh sambil nafas sudah terengah-engah. Berjalan cukup jauh membuang banyak energi bahkan untuk terbang dia masih kesulitan.
Dalam perjalanan, Qiu Feng sudah mengalami seperti dikejar-kejar monster, orang gila bahkan para penjahat. Hanya saja bagaimana pun Qiu Feng memikirkan bahwa itu mustahil untuk dilalui, tapi kenyataannya dia sehat sampai sekarang.
”Mungkin karena aku adalah wanita yang baik sehingga sang Dewa mempermudah melalui semua ini. Tidak ini bukan karena Dewa, tapi karena kegigihan ku! Dewa kentut! Jika ada Dewa, entah kenapa hidup ku menyedihkan.” Qiu Feng mengeluh sambil menjatuhkan tubuh Ye Tian dan dia beristirahat dan bersender di pohon yang besar.
Sekarang penampilan Qiu Feng sungguh sangat lusuh, bajunya sudah ada yang robek seperti Tarzan.
Menghela nafas sedikit, dia langsung tertuju kepada sungai kecil. Alhasil, dia langsung berjalan meninggalkan Ye Tian yang tergeletak tak bernyawa.
Membuka seluruh pakaian yang sobek, Qiu Feng memasuki sungai dan membasahi seluruh tubuh yang lecet.
“Kya ... Sungguh sakit!” Qiu Feng mringis setiap tubuhnya tersiram air, dia akan mengeluarkan suara yang kesakitan.
Ahh!
Mphh!
Setelah dirasa bahwa tubuhnya sudah ringan dan bersih, barulah dia menggunakan energi pendekar untuk mengeringkan baju yang sudah tak layak pakai.
Saat ini Qiu Feng bertelanjang dada tanpa busana sambil duduk diatas batu besar sambil mengeringkan bajunya. Setelah satu menit sudah, akhirnya baju itu sudah kering dan Qiu Feng mencoba menggunakan kembali.
Dia pergi dari sungai itu, langsung kembali ke sebuah pohon besar yang dimana Ye Tian masih tergeletak. Akan tetapi, ketika Qiu Feng sudah sampai di tujuan, betapa terkejutnya karena setelah sudah tiba di pohon itu, tubuh Ye Tian habis hanya menyisakan kepalanya saja. Untuk anggota tubuh sudah dilumat tanpa tersisa.
__ADS_1
“Ahhh monster sial sungguh menyebabkan!” isak Qiu Feng langung meraih kepala Ye Tian yang tersisa sambil menyerang monster kecil itu.
Qiu Feng menendang dengan marah, bahkan ada yang terpental sangat jauh setelah ditendang olehnya.
Hisss!
Nafasnya tidak teratur dia menatap tubuh Ye Tian yang sudah hilang sepenuhnya hanya menyisakan kepalanya saja.
”Andai aku tidak mandi, mungkin tubuhnya masih utuh ... Dewa kentut kenapa hidup ku sungguh sangat sial dan menyedihkan!" Sekali lagi Qiu Feng menangis sambil meraih daun pisang untuk membungkus kepala Ye Tian.
Setelah perasaan yang sedikit teraduk sudah sedikit mending, Qiu Feng berjalan lagi untuk kembali ke rumah.
Dua hari sudah berlalu!
Bom!
Bom!
Bom!
Wanita itu berlari sangat cepat dan wajahnya memiliki perasaan campur aduk selalu menatap belakang takut saja monster sapi berkepala ikan itu menerkam.
“Dewa kentut semua Dewa kentut! Hentikan lelucon ini aku sudah muak!” pekik Qiu Feng dia sudah berlari sepanjang satu jam untuk menghindari serangan monster sapi berkepala ikan mujair.
Qiu Feng sungguh ingin cepat-cepat keluar dari mas hutan yang berbahaya ini karena setelah melewati hutan itu maka kamu sudah tiba di tempat kelahirannya.
Apa yang membuat mencengangkan adalah, Qiu Feng selamat 2 hari belum mencicipi makanan dia sudah letih dan ingin pingsan tetapi kemauan untuk menguburkan kepala Ye Tian lebih besar daripada penyerahannya.
Karena energi pendekar sudah terkuras habis, akhirnya tembakan meriam itu langsung mengenai kakinya sehingga Qiu Feng terhempas berguling-guling sekitar 6 meter dan dia merasakan punggung itu sangat sakit seperti cedera yang sangat parah.
__ADS_1
Engah!
“Apakah akhirnya aku akan mati?” Qiu Feng terkapar tidak berdaya dia menatap kosong ke atas langit. Hanya saja Setelah dia sudah merasa pasrah akan kematiannya, dia juga melihat mulut monster itu hendak menggigit. Hanya saja tiba-tiba dari samping kiri atas ada tembakan yang sangat menggelegar langsung membunuh monster itu seketika.
Bom!
Monster terkena serangan itu meninggal seketika dan akhirnya Qiu Feng seperti menghela nafas lega. Kepala Qiu Feng melihat sosok pemuda yang datang kepadanya.
Hanya saja ketika ingin mengucapkan kata terima kasih dia langsung pingsan karena kehabisan energi bahkan dia juga kelaparan.
Pemuda itu mengerutkan keningnya setelah membunuh monster dia menemukan sosok wanita yang tidak terlalu cantik ataupun jelek hanya saja setelah pemuda itu melihat wanita yang terkapar sudah berdiri langsung mendekati dan mengerut.
“Di hutan ini, kamu suruh sendirian sangat berani dan akan ada bahaya yang selalu menghantuinya, hanya saja kamu beruntung mendapatkan aku karena bisa membunuh monster tersebut. Tapi ....” Pemuda itu melihat ada kepala pemuda yang tampan yang sudah tidak ada tubuhnya.
Tapi dia tak peduli, setelah dipikir-pikir dan menatap wanita itu yang sudah tak sadarkan diri memiliki kulit yang halus akhirnya dia berencana jahat untuk memperkosa.
“Tidak apa-apa. ini kompensasi atas mah aku sudah menyelamatkan dari masa tersebut. Sebagai gantinya, aku ankan menikmati tubuhmu,” ucapnya sambil tersenyum.
Dia melepaskan seluruh pakaiannya dan dia juga perlahan-lahan membuka baju yang sobek dari Qiu Feng. Hanya saja ketika rencana itu hampir berhasil, tiba-tiba kepala Ye Tian langsung ada cahaya yang tidak disadari oleh dia.
Setelah Ye Tian sudah bangkit kembali menggunakan jimat tiba-tiba menemukan sosok, Qiu Feng yang terkapar hendak ingin diperkosa oleh pemuda bajingan, akhirnya langsung tanpa pikir panjang mengeluarkan pedang dan menebas kepala sampai kepala menjadi dua bagian.
Sring!
Pemuda itu meninggal dan terkejut dia tidak tahu bagaimana dia meninggal tetapi dia sungguh sangat menyesal setelah sebelum kematiannya otong itu masih berdiri cukup perkasa.
Ye Tian memgeluarkan baju di cincin penyimpanannya dan dia juga mengeluarkan baju untuk digunakan oleh Qiu Feng.
Ye Tian melihat sekujur tubuh Qiu Feng yang memiliki permukaan hasil langsung hatinya menjadi sangat hangat dia tahu bahwa Qiu Feng sudah berkorban cukup jauh sampai sekarang.
__ADS_1
Alhasil Ye Tian menyembuhkan Qiu Feng dan dia membakar bongkahan daging sambil menunggu Qiu Feng tersadar kembali.
Begitu Qiu Feng membuka mata, Ye Tian sudah memutuskan untuk menjadikan wanitanya.