
Bab 268 Tiba di Sekte Awan Melonjak
Yun Wuxin menatap wajah tampan Xiao Chen dan menemukan bahwa Xiao Chen sedang menatap ke arah dirinya dengan linglung, akhirnya tersenyum.
”Kamu menatap ku seperti ini apakah wajah ku cantik?” tanya Yun Wuxin sambil tangan kanannya, mengambil selimut di cincin penyimpanan langsung menutupi Xiao Renfeng agar tidur nyenyak.
Xiao Chen tersadar kembali. “Tidak ... Tidak ... Aku hanya membandingkan setelah melihat wajah mu dan wanita ku, ternyata masih cantik wanita ku.”
Yun Wuxin tidak bahagia sama sekali. “Oh.. Apakah itu wanita yang sedang berada di Sekte Awan Melonjak?” tanya Yun Wuxin.
"Hmmm bisa jadi, tapi sepenuhnya tidak benar." Xiao Chen memberikan jawaban yang ambigu. Pasalnya jika membandingkan kecantikan Yun Wuxin dan Hua Ning Bing, itu sama seperti diibaratkan oleh mobil Ferarri dan mobil Lamborghini keduanya sama-sama mahal, tapi memiliki minat yang berbeda.
Jika Hua Ning Bing adalah kecantikan panas, maka Yun Wuxin hanyalah kecantikan nakal dan licik. Dia hanya patut dibandingkan dengan Wenren Wushuang walaupun Wenren Wushuang adalah versi kalem dari Yun Wuxin.
”Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan.” Yun Wuxin menggelengkan kepalanya.
”Intinya wanita ku cantik yang pertama. Itu saja." Xiao Chen menghela nafas.
Mereka berdua tidak berbicara satu sama lain, karena ketika Yun Wuxin berbicara, maka semakin menjadi-jadi sehingga Xiao Chen selalu menjawab dengan beberapa kata saja.
Karena udaranya terlalu canggung, Xiao Chen mengalihkan topik pembicaraannya.
"Kenapa kamu begitu repot mengikuti ku untuk pergi ke sekte Awan Melonjak, apakah kamu tidak takut jika aku membunuh mu?” Xiao Chen menatap ke arah Yun Wuxin.
"Tentu saja aku ingin merawat Xiao Renfeng kecil ini. Mungkin saja aku akan menjadi ibu sambung. Sungguh kasihan jika Renfeng kecil sudah besar menemukan bahwa tidak memiliki ibu. Maka aku sangat bersedia. Untuk ayah dari Renfeng kecil ini ....” Tiba-tiba Yun Wuxin menatap wajah tampan Xiao Chen dan ingin berkata lagi, tapi langsung dipotong oleh Xiao Chen.
"Jangan mengatakan omong kosong, aku menganggap Xiao Renfeng sebagai adik perempuan ku.” Mata Xiao Chen menyipit.
"Ughh ... Kamu sungguh hambar tidak bisa diandalkan sama sekali!” Yun Wuxin langsung memeluk kedua tangannya dan mengambil Xiao Renfeng langsung membelakangi tubuh Xiao Chen.
Selama setengah jam perjalanan, Xiao Chen ingin sekali menggendong atau melihat wajah bayi kecil nan imut dari Xiao Renfeng, akan tetapi entah mengapa Yun Wuxin sungguh sangat galak seperti ayam betina yang sedang mengerami telurnya, setiap ada yang mendekat akan mematuk. Sehingga Xiao Chen ingin menangis tetapi tidak ada air mata.
Apakah wanita jika kalau sedang marah seperti itu sangatlah tidak masuk akal. Jika kamu ingin menjadi Ibu sambung dari Xiao Renfeng, Xiao Chen tidak mempermasalahkannya tetapi cuma gara-gara dia salah berucap, Yun Wuxin menjadi ayam yang sangat ganas.
”Kenapa kamu marah?” Mata Xiao Chen menatap lurus Yun Wuxin.
”Bukan urusan ku, lebih baik kamu minggir biarkan Xiao Renfeng tidur jangan mengganggu." Yun Wuxin cemberut.
Xiao Chen menggaruk hidungnya lalu berkata: "Umm ngomong-ngomong kenapa aku harus menjadi ayah Xiao Renfeng? Bukankah menjadi kakak yang bisa diandalkan itu juga baik-baik saja?"
Yun Wuxin langsung menjepit tajam dan berkata, ”Apakah kamu begitu tidak manusiawi, coba kamu bayangkan jika Xiao Renfeng sudah besar tiba-tiba dia mencari sosok seorang ayah? Lagi pula kamu dan aku sungguh cocok menjadi pasangan ayah dan ibu."
__ADS_1
”Ayah paman mu!" Xiao Chen cemberut.
Sepuluh menit kemudian, selama sepuluh menit mereka berdua saling bertukar argumen, peningkatan pakisa dari sudah tiba Sekte Awan Melonjak.
"Nona Wuxn! Kita udah sampai di dipen Sekte Awan Melonjak!”
Yun Wuxin langsung memerintahkan tukang pengendara gerobak itu untuk melanjutkan lagi ke dalam Sekte Awan Melonjak.
Begitu mereka masuk ke dalam **** langsung dihampiri beberapa murid. Tetapi, Yun Wuxin langsung keluar dan membuka tirai tipis sehingga mereka seluruh murid yang melihat wajah Yun Wuxin langsung berbinar-binar.
Semua murid yang melihat wajah Yun Wuxin seperti sedang merasakan bahwa akhir-akhir hari ini sedang mengalami nasib baik untuk melihat keindahan. Belum lama ada kecantikan yang sangat kuat dan perkasa bernama Hua Ning Bing yang masih tinggal sementara di gubuk Peri Xuanyi.
Sekarang, tiba-tiba ada wanita cantik yang ditekanlah dengan Peri Xuanyi dan Hua Ning Bing yang tiba-tiba datang ke Sektenya.
Karena cantik, mereka langsung berkata Dengan hormat dan sangat lembut. “Oh nona terkasih, Apa yang membuat Anda datang ke sini? Apakah Anda mencari sesuatu?”
"Mmmm saya yang mencari orang bernama Hua Ning Bing. Apakah kalian pernah mengetahui nama itu?”
Ini ....
Mereka semua setelah mendengarkan nama yang dilontarkan oleh Yun Wuxin, langsung tersesat dan memungkinkan untuk mencocokkan sesuatu.
Mereka akhirnya menebak dengan liar bahwa Yun Wuxin adalah wanita yang setara kekuatannya dengan Hua Ning Bing.
"Nona bertanya kepada orang yang pas. Nona keluar dari sekte ini sedikit ke perbukitan itu, jika Nona lihat ada gubuk yang paling indah dan di tengah-tengah atapnya ada gapura berbentuk burung Phoenix, maka di situlah nona Nona Hua Ning Bing berada.”
"Hmmm!" Yun Wuxin menganggukkan kepalanya dengan lembut setelah melihat para murid menjawab dengan sangat sopan, dia berpikir bahwa murid semua dari sekte awan melonjak sangatlah sopan-sopan. Tetapi, mereka mengatakan hal yang sangat sopan karena mereka salah paham bahwa kamu dan Hua Ning Bing adalah orang-orang yang memiliki kekuatan yang sangat kuat.
Terlebih lagi, Yun Wuxin adalah kecantikan setara dengan Peri Xuanyi dan Hua Ning Bing sehingga mereka semua harus berpose seperti penjilat anjing.
Bahkan Peri Xuanyi tidak menyadari bahwa dirinya sedang tidak memakai cadar untuk menutupi wajah. Sementara itu Xiao Chen sudah merasakan keberadaan Hua Ning Bing dan Hua Ning Bing juga sudah tahu bahwa Xiao Chen sedang mendekati ke arahnya.
“Ayo paman. kita pergi ke bukit belakang sekte ini kita mencari nona Hua Ning Bing."
Beberapa saat kemudian, Yun Wuxin sudah menemukan gubuk peri Xuanyi, bahkan Hua Ning Bing sudah menantikan di depan pintu untuk menunggu Xiao Chen datang.
Hanya saja setelah gerobak itu datang dan tirai tipis itu dibuka langsung kaget.
Ternyata yang keluar dari gerobak itu adalah wanita cantik, apalagi dia membawa bayi kecil.
Apa magsudnya ini? Tentu saja Hua Ning Bing bingung. Hua Ning Bing langsung berjalan mendekati Yun Wuxin dan berkata dengan lembut. “Umm apakah Xiao Chen sedang di dalam gerobak?"
__ADS_1
Mmmm!
Yun Wuxin menganggukkan kepalanya dia juga melihat wajah Hua Ning Bing yang begitu sangat cantik.
Ketika Hua Ning Bing melihat Xiao Chen keluar, langsung mencibir. ”Humpp apakah kamu datang ke sini sambil memamerkan wanita terbarumu!”
Hua Ning Bing langsung mendekati Yun Wuxin dan melihat Xiao Renfeng seketika langsung luluh.
“Wahh! Bayi ini sungguh sangat imut!" Hua Ning Bing seketika meraih baik itu dan menggendong dengan sepenuh hati. “Ngomong-ngomong, siapa nama bayi ini," imbuhnya.
“Namanya Xiao renfeng.” Yun Wuxin menjawab dengan lembut.
“Hmmm nama yang sangat cantik aku menyukainya heheh .... Ehh tunggu!” Hua Ning Bing menyipit dan menatap ke arah Xiao Chen. “Apa magsud mu? Apakah apakah bayi ini hasil kalian berdua!”
”Hehehe tentu saja itu adalah anaku!"
"Tidak!" Xiao Chen buru-buru menjelaskan bahwa dia menemukan Xiao Renfeng di gunung salju dan Xiao Chen menyelamatkannya.
Hua Ning Bing lega. "Sayangnya aku lebih percaya dengan kata-katamu Xiao Chen!” Hua Ning Bing menjulurkan lidahnya ke arah Yun Wuxin.
Xiao Chen tidak memperdulikan pertengkaran antara dua wanita, dia langsung menyamping untuk bersender di sebuah pohon yang besar langsung memejamkan matanya karena dia cukup lelah.
Kebetulan Peri Xuanyi Dia sedang berlatih sehingga kedatangan Yun Wuxin dan Xiao Chen tidak mengetahui.
Tetapi setelah beberapa jam, Yun Wuxin dan Hua Ning Bing akhirnya cepat berbaur dan dia saling berganti untuk menjaga Xiao Renfeng sampai pada suatu saat, Peri Xuanyi tiba dan melihat Hua Ning Bing dan Yun Wuxin sedang memanjakan bayi kecil.
Peri Xuanyi melihat Yun Wuxin memang cantik, sehingga dia mendekat dan berkata kepada Hua Ning Bing. "Nona Hua apakah wanita ini adalah wanita yang kamu magsud?”
Hua Ning Bing tersadar dan melihat kedatangan Peri Xuanyi. ”Itu benar. Tapi aku belum mengonfirmasikan kepada Xiao Chen.”
”Ahh apakah Xiao Chen datang juga?" tanya Peri Xuanyi terkejut dan tiba-tiba ingin tahu bagaimana penampilan Xiao Chen.
”Memang benar, dia datang. Sekarang dia sedang tidur di bawah pohon tepat di samping Peri Xuanyi.” Hua Ning Bing menjawab tidak fokus sambil memainkan bayi Xiao Renfeng.
Begitu diucapkan, Peri Xuanyi melihat kesamping dan melihat sosok yang sedang tidur.
Penampilannya sungguh sangat tenang, ketika mata itu terpejam, seolah dunia redup. Wajahnya sangat tampan dan cantik dan begitu damai seolah wajahnya bisa memadamkan dan menenangkan hati.
Sosoknya sungguh sangat sempurna seperti pahatan dewa dia tidur dengan tenang, tapi seolah dunia sedang menyerah kepada pemuda itu.
‘Apakah ini Xiao Chen! Sungguh tampan dan aku tidak bisa menenangkan hatiku!’ batin Peri Xuanyi.
__ADS_1