Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Berlatih


__ADS_3

Bab 292 Berlatih


Pagi hari, akhirnya datang. Xiao Chen terbangun karena tidak tahan terik matahari yang mengenai wajahnya.


Sambil mengerutkan keningnya, Xiao Chen berpikir bahwa dirinya sebelum melakukan bercinta bukankah dia sedang di dalam kamar? Lantas kenpa pagi-pagi ini dia merasakan rasa panas akibat matahari menyinari wajah.


Kemudian karena tidak nyaman, Xiao Chen membuka mata sebentar. Berapa kagetnya dia setelah membuka mata, karena dia sudah bangun di belakang rumah keluarga Yun posisinya di atas batu yang besar.


“Bajingan siapa yang berani memindahkan ku dari tempat tidurnya!” Xiao Chen tidak bisa mengeluh. Lalu dia langsung bangun dan memakai baju untuk menutupi tubuh.


Untung saja tidak ada orang yang melihatnya jika ada orang lain yang melihat, tentu saja Xiao Chen tidak akan bisa menaruh wajah karena malu.


Hanya saja setelah memakai baju dan mencoba memasuki rumah keluarga Yun dengan cemberut, Jiang Hongyan datang menemuinya sambil membawa semangkuk bubur dengan wajahnya yang tertawa jahat.


”Aku tahu kamu sudah melakukan hubungan intim! Aku tidak tahu juga kakak Hua tiba-tiba marah dan dia mengajak kami semua untuk membuang kamu di belakang rumah keluarga Yun ketika kamu tidur.” Jiang Hongyan kemudian tangan satunya menarik tangan Xiao Chen dan memaksa agar duduk di atas batu.


Setelah itu, Jiang Hongyan menaruh mangkuk bubur dengan kasar sambil tersenyum.


”Makanlah, ini panas lho, akan lebih enak. Masih bersyukur aku mengantarkan makanan ini secara sembunyi-sembunyi, jika kakak Hua mengetahui mungkin akan marah kepadaku." kemudian mata Jiang Hongyan menyipit tajam langsung ke Xiao Chen.


”Hummm! Mungkin dia tidak tahan untuk digauli.” Xiao Chen menganggukan kepalanya sambil menjawab dengan lembut, lalu langsung mengambil mangkok yang berisikan bubur masih sangat dan memakan begitu lahap.


Sembari makan, Jiang Hongyan menatap ke arah Xiao Chen dan berkata: ”Sampai sekarang aku tidak takut bagaimana Harus mencintaimu? Hati ini sepertinya tidak ada rasa sedikit kepada mu.”


"Apakah kamu pikir aku mencintaimu?” Xiao Chen juga membalas dengan tatapan tidak puas.


Jiang Hongyan mengangguk dan berkata lagi, "Yah, meskipun begitu kamu dan aku sudah melakukan ritual apa itu hubungan intim, ketika kamu sudah mencicipi tubuhku dan kamu meninggalkanku, maka aku akan mencarimu dan aku juga akan membunuhmu.” Setelah berkata, Jiang Hongyan pergi meninggalkan Xiao Chen, tapi tangannya tiba-tiba langsung dipegang oleh Xiao Chen.


”Tunggu di sini. Apakah kamu begitu galak,” ucapnya langsung menarik tangan Jiang Hongyan lalu, memeluk dari belakang.


Jiang Hongyan menyipit dan berkata: ”Apakah kamu ingin melakukan hal romantis seperti pasangan yang lain?”


Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan menjawab, ”Walupun hubungan masih seperti ini, tapi tidak apa-apa, setidaknya aku bisa melihat kecantikan.”


Tanpa pikir panjang, Xiao Chen kembalikan tubuh Jiang Hongyan lalu mencium bibir merah tersebut begitu lembut.


Jiang Hongyan langsung terkejut dan matanya menatap kosong seolah jiwanya tersetrum oleh kekuatan aneh. Raut wajah Jiang Hongyan begitu aneh sulit dijelaskan bahkan dia bergumam di dalam hatinya, ‘Ciuman ini sangatlah menjijikan, Tetapi entah kenapa ada perasaan aneh seolah tubuhku tidak bisa menolak ciuman ini?’


Sampai pada suatu saat akhirnya seluruh tubuh Jiang Hongyan berhasil dikendalikan oleh Xiao Chen. Sehingga mata Jiang Hongyan kejam sambil menikmati ciuman tanpa dia sadari bahwa cakar iblis Xiao Chen sudah menjarah ke tempat bagi yang sangat tersembunyi.

__ADS_1


Jiang Hongyan meraung tersadar langsung melepaskan ciuman itu dengan wajah memerah.


”Apa yang kamu lakukan bajingan!” Jiang Hongyan tersipu dan lututnya sudah tidak tahan untuk mendukung tubuhnya sehingga bisa jadi kapanpun akan terjatuh.


Xiao Chen tidak menjawab, tapi menyringai langung merobek pakaian bagian bawah Jiang Hongyan, seketika adik laki-laki itu langung masuk ke bolongan surgawi.


Ahhhh


Tangan Xiao Chen yang satunya menutupi mulut Jiang Hongyan agar tidak berteriak sehingga menimbulkan wanita yang lain akan mendekatinya.


~


~


Satu jam kemudian, Xiao Chen menatap Jiang Hongyan dengan seringai, tapi Jiang Hongyan sudah menangis malu langsung mengeluarkan pakaiannya dari cincin penyimpanan langsung berlari.


Dia tidak mengira akan video cuti tanpa perlawanan oleh Xiao Chen, bahkan Peri Xuanyi yang sengaja keluar melihat Jiang Hongyan belari menuju kesebuah tempat akhirnya bingung.


"Apa yang terjadi dengan dia?‘’ Peri Xuanyi bingung langsung berjalan untuk keluar mencoba berlatih.


Peri Xuanyi adalah wanita yang sangat serius dalam melakukan pelatihan, dia selalu berlatih sendiri untuk mengasah kemampuannya agar lebih diperkuat.


Peri Xuanyi mengangguk, ”Jangan katakan aku bisa mengalahkan mu, tapi aku akan mencobanya sebisa mungkin.”


Peri Xuanyi memgeluarkan pedang dan jimat pedang Xuanyuan disuntikkan menggunakan energi pendekar.


Mulai!


Tanpa berlama-lama, Peri Xuanyi tubuhnya langsung berubah menjadi sangat ringan seperti capung yang terbang ke sana karena di udara sambil berputar-putar membawa pedang langsung diarahkan kepada Xiao Chen.


Tangan dan kaki Xiao Chen langsung membuat kuda-kuda dia bersiap mencoba menahan pedang Xuanyuan.


Pedang itu melesat cepat ke arah Xiao Chen akan tetapi, Xiao Chen seketika menggunan tangan yang kokoh langsung meraih pergelangan tangannya Peri Xuanyi.


Hap!


Setelah meraih pergelangan tangannya, Xiao Chen menarik ke depan dan tangan kirinya membuat pukulan ringan ke arah leher Peri Xuanyi.


Hanya saja Peri Xuanyi kaki kanannya melangkah maju, dan mencubit kaki Xiao Chen kemudian pinggangnya membungkuk sedikit ke bawah langsung memutar dengan sangat elastis.

__ADS_1


Setelah itu, tangan kirinya menarik pinggang Xiao Chen dan mencoba mengangkat sambil melemparkan dengan gaya SmackDown.


Bang!


Xiao Chen tersenyum dan tubuhnya berputar satu kali dan mendarat mulus menggunakan dua kakinya, setelah mendarat begitu sangat mulus siku kiri langsung menyerang perut peri Xuanyi.


Bang!


Peri Xuanyi sedikit ingin muntah tetapi masih bisa ditahan langsung mundur beberapa kali ke belakang sambil mencoba menstabilkan tubuhnya.


Xiao Chen menyerang lagi sambil menendang kakinya ke depan dengan tubuh berputar-putar.


Bang!


Bang!


Bang!


Peri Xuanyi sekarang terdesak langsung menjatuhkan pedang itu dan menangkis tendangan demi tendangan yang dilakukan oleh Xiao Chen menggunakan kedua pergelangan tangannya sambil mundur.


Menggunakan jimat elemen kayu, Peri Xuanyi dari bawah langsung memunculkan pohon berduri tajam langsung menyerang Xiao Chen.


Bang!


Xiao Chen menghindari ke belakang dengan terbang, setelah itu langsung jimat Fu Huairan digunakan.


Ratusan cincin penyimpanan Xiao Chen bergetar-getar seketika memuntahkan ratusan pedang yang mencoba menyerang Peri Xuanyi.


Sring!


Sring!


Sring!


Peri Xuanyi meliuk-liuk seperti capung menghindari ratusan pedang begitu sangat mudah, akan tetapi Xiao Chen menganggukkan kepalanya tiba-tiba ratusan pedang itu meledak sehingga Peri Xuanyi terlepas ke belakang sambil terbatuk.


Engah!


Asap tebal membuat pandangan terganggu, tapi Peri Xuanyi melihat ada kilatan cahaya biru seketika keluar dari debu berupa ular listrik.

__ADS_1


Telepak tangan peri Xuanyi diangkat ke depan seketika ratusan ular listrik itu diserap menggunakan jimat pelahap.


__ADS_2