Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 243


__ADS_3

Bab 243


Xian Miaomiao dan yang lain, berhenti sebentar dan melihat Xiao Yun yang berlari menghampirinya.


“Nona terkasih. Ada apa lagi?” tanya Xiao Chen.


“Humpp! Aku tidak ingin berurusan dengan mu. Aku hanya ingin berkata kepada gadis kecil ini." Xiao Yun cemberut dan melihat Xian Miaomiao dengan tatapan seperti melihat harta karun.


Mi Qiongqi yang melihat hanya mendesahh dihatinya, ‘Sungguh wanita tak tahu malu.’


Xian Miaomiao alhasil menatap Xiao Yun dengan bingung. ”Hmm apakah ada hal yang ingin kakak perempuan sampaikanlah?”


“Begini gadis, apakah kamu hendak pergi mendaftar di Sekte Dewa Perang ini? Jika memang itu benar, lebih baik jangan. Perkenalkan nama ku adalah Xiao Yun salah satu jenius dari Sekte Gagak Hitam.” Xiao Yun memperkenalkan diri.


Xiao ....


Mereka semua terkejut bahkan Xiao Chen cukup terkejut. Dunia memang luas tapi sungguh sangat kebetulan di sini ada marga Xiao. Tapi meskipun begitu keluarga Xiao yang ada di dunia atas ini sama dengan marga miliknya, itu tidak ada hubungannya dengan Xiao Chen.


Tetap saja Xiao Chen akan menolak Xian Miaomiao menjadi murid Gagak Hitam. Sehingga Xiao Chen menatap Xian Miaomiao penuh arti.


Tentu saja Xian Miaomiao tahu betul kode yang dilakukan oleh Xiao Chen. “Maaf. Tapi saya tidak ingin bergabung di Sekte manapun,” kata Xian Miaomiao dengan perasaan yang tulus.


Begitu kata-kata dilepaskan, Xiao Yun kaget. Ada apa dengan gadis ini? Apakah dia tidak mengikuti rutinitas murid yang lain? Jika orang lain akan semangat masuk ke sekte manapun dengan jalur orang dalam, sekarang Xiao Yun hampir tidak bisa berkata apa-apa setelah gadis kecil itu menolak.


“Kenapa kamu menolak gadis, apakah kamu tidak tahu manfaat setelah menjadi murid dengan jalur dalam? Bahkan banyak orang-orang yang ingin memiliki pencapaian seperti ini. Dengan masuk menggunakan jalur dalam, maka kamu tidak akan melakukan tes yang membosankan,” balas Xiao Yun dengan wajah yang harum.


“Gadis itu sudah menolak. Akan sangat tidak nyaman jika nona memaksa, lagipula gadis itu sudah bergabung kelompok petualangan.” Mi Qiongqi ikut berbicara.


“Gadis, ini sungguh berbahaya, kamu masih memiliki umur tergolong muda. Akan sangat berbahya jika nyawanya terancam.” Xiao Yun terkejut dan dia tidak tahu kelompok petualangan yang mencoba membawa Xian Miaomiao kedalam.

__ADS_1


“Itu tidak mungkin terjadi. Jadi Nona jangan khawatir. Karena saya adalah pemimpin dari kelompok petualangan.” Xiao Chen meraih bahu kecil Xian Miaomiao dan bergegas untuk melanjutkan perjalanan lagi.


Mata Xiao Yun menyipit. Walaupun dia tidak tahu seberapa kuat kekuatan pemuda mesum itu, tapi tindak itu sangatlah berbahaya dan gadis kecil tersebut tidak sepatutnya melakukan hal macam pembunuhan.


”Kamu pemuda musum, aku tidak tahu bagaimana kamu menghasut gadis tersebut sehingga enggan untuk bergabung ke sekte manapun. Tapi yang aku tahu, kamu melakukan hal itu sama saja memancing pembunuhan terhadap gadis kecil.” Xiao Yun menatap lurus ke Xiao Chen dan penampilan sungguh sangat saleh.


"Bukan urusan mu!" Tiga kata yang diucapkan oleh Xiao Chen membuat Xiao Yun marah. Bagaimana mungkin melihat bibit jenius seperti Xian Miaomiao akan melepaskan begitu mudah?


Tentu saja setelah itu Xiao Yun berkata: "Aku berjanji akan melepaskan belenggu yang kamu gunakan terhadap gadis itu.” Xiao Yun langsung terbang untuk mengorek informasi dari Xian Miaomiao. Dalam hal membuat sketsa wajah, Xiao Yun sangat ahli sehingga tidak membutuhkan satu hari, mungkin sudah menemukan identitas asli dari gadis tersebut.


Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan berpikir bahwa dia sangat serakah.


”Baiklah. Kita jangan memikirkan wanita tidak masuk akal seperti dia, ayo kita pergi ke sekte Dewa Perang terlebih dahulu.” Xiao Chen melanjutkan perjalanan dan begitu setelah tiba, Xiao Chen meminta agar Mi Qiongqi membawakan Xian Miaomiao untuk berpuas di tempat keramaian.


Untuk Xiao Chen dia memutuskan untuk menyelinap dan memasuki ruangan dimana Yang Zhiqing berada.


Seketika Xiao Chen menghilang sudah tiba dia ruangan yang sepi. Dia pergi menelusuri taman yang sangat indah sehingga sampai pada tempat di mana ada bongkahan balok kotak yang besar terdapat wanita yang sangat anggun sedang bersila.


Matanya berkedut dan membuka sedikit. Setelah membuka, betapa terkejutnya Yang Zhiqing karena dihadapannya ada Xiao Chen yang menatap ke arahnya dengan lembut.


Yang Zhiqing tanpa berpikir berlari dan memeluk tubuh Xiao Chen. ”Akhirnya kamu datang!” kata Yang Zhiqing sambil tersenyum lebar.


“Tentu saja aku datang untuk menjemput mu.” Xiao Chen tersenyum mencoba melepaskan tubuh Yang Zhiqing yang memeluk erat dirinya sehingga dia sangat tidak suka.


”Kenapa kamu menghindar? Bukahkah kamu selalu mencari alasan untuk mendekatkan?” Yang Zhiqing mencibir. Yang Zhiqing tahu bahwa Xiao Chen selalu ada motif tersembunyi hanya saja tindakan kurang mulus diakibatkan oleh Beiming Youhuang.


"Ummm ... Apakah kamu gila melakukan hal itu di sini?” Xiao Chen malu sambil menggaruk hidungnya.


”Apakah seorang Xiao Chen memiliki rasa malu?” Yang Zhiqing terkekeh.

__ADS_1


"Hahaha kapan kamu menjadi tak terkendali? Ini seperti bukan Yang Zhiqing yang aku kenal yang selalu menyendiri dan berpikiran seperti ibu yang baik.” Mata Xiao Chen menatap ke arah Yang Zhiqing curiga.


”Ada waktunya aku diam dan ada waktunya sedikit gila. Ini hanya maslah kesempatan.” Yang Zhiqing kembali setelan awal dan mengendurkan tangannya lalu kepala itu dibenamkan ke dada Xiao Chen.


Xiao Chen menggangkat dia tangannya mencoba mengelus-ngelus pinggung Yang Zhiqing. Segera cukup lama untuk berpelukan, Xiao Chen dan Yang Zhiqing saling memandang ...


Dua kepala semakin dekat dan Xiao Chen hendak mencium bibir manis Yang Zhiqing. Hanya saja Xia Yang, yang tiba-tiba melihat Yang Zhiqing sedang dipeluk oleh seseorang, tiba-tiba mengeluarkan pedang dan menyerang.


Siapa yang berani mencoba melecehkan senior Yang Zhiqing!


Dentang!


Mata Xiao Chen menyipit dan melepaskan pelukan Yang Zhiqing sambil mundur sepuluh langkah.


Wajah Xia Yang sedikit terkejut karena wajah Xiao Chen sangatlah tampan. Tapi itu tidak bisa merubah bahwa pemuda dihadapannya ingin sekali melecehkan Yang Zhiqing.


”Kamu penguntit mesum! pergi sana!”


Sekali lagi Xia Yang menggunakan teknik Arti Pedang sehingga Xiao Chen melihat pedang Xia Yang seperti sepuluh pedang tajam menjadi satu yang mencoba menyerangnya.


Xiao Chen menggunakan jimat peniru sehingga seluruh tubuhnya berubah menjadi Xia Yang dan Xiao Chen juga memiliki pedang yang sama.


Xiao Chen melompat dan menggunakan pedang itu untu memotong pedang Xia Yang.


Dentang!


Setelah memotong pedang, sosok Xiao Chen berubah menjadi semula sambil menggunakan tinju untuk memukul perut Xia Yang.


Bang!

__ADS_1


Alhasil Xia Yang meluncur ke bawah.


__ADS_2