Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Memusnahkan Lima Kelompok


__ADS_3

Bab 249 Memusnahkan Lima Kelompok


Tidak diijinkan untuk melarikan diri!


Seketika Xiao Chen melemparkan pedang itu dan melesat seperti tombak seketika membunuh beberapa orang sekaligus, dengan isi perut yang sudah bolong.


Barulah Xiao Chen menyerang Ximen Hualing terlebih dahulu, karena dialah yang paling membuat kontribusi banyak dalam pembidikan Mi Qiongqi.


Xiao Chen melompat layaknya Ashura yang sangat ganas, “Cepat bagaimana kamu ingin meminta kematian yang inda!" Mata Xiao Chen seperti obor, langsung memunculkan pedang dari cincin penyimpanannya seketika diarahkan ke Ximen Hualing.


Dentang!


Ximen Hualing menahan menggunakan satu tangan sehingga tubuhnya terseret beberapa meter sambil menggerutu karena tidak puas.


Tatapan Ximen Hualing kepada Xiao Chen sungguh sangatlah berbahaya sama sekali. “Siapa kamu!” kata Ximen Hualing.


"Siapa aku, itu tidak penting, yang terpenting kamu berani membuat celaka kepada orang terdekatku. Maka kamu pantas mendapatkan kematian yang nyata,” jawab Xiao Chen sangat tenang seperti dalamnya air.


”Bajingan jangan sekali-kali mengancam ku, aku adalah tuan muda dari keluarga Ximen, apakah kamu tahu, keluarga Ximen adalah keluarga yang mendonorkan di wilayah Naga Ilahi. Jika kamu berani memprovokasi, maka kamu sangat merugi dan pastinya kamu tidak memiliki hidup yang aman.” Wajah Ximen Hualing sungguh sangat saleh, dia seketika menghunus pedang dan diarahkan pada wajah Xiao Chen.


Xiao Chen seketika menampis sehingga pedang itu terlepas dari tangan Ximen Hualing dan terjatuh ke kanan sekitar dua meteran.


“Keluarga mu tidak penting bagiku. Bahkan kehidupan mu tidak ada artinya di mata ku. Aku akan membuat daerah ini menjadi sungai darah." Xiao Chen seketika tangan kanannya berubah menjadi ular sangat besar dan melilit tubuh Mi Qiongqi. Setelah ular itu terlepas dari tangan, seketika tumbuh kembali menjadi tangan yang baru.


Ke-4 kelompok sungguh terkejut, jurus yang dilakukan oleh Xiao Chen sangatlah aneh. Dalam posisi ini seharusnya mereka sudah tahu batasan bahwa Xiao Chen tidak bisa dikalahkan. Hanya saja alih-alih melarikan diri, mereka malahan menyempatkan untuk mengetahui item yang digunakan oleh Xiao Chen.


Tentunya mereka serakah untuk merebut item yang dimiliki oleh Xiao Chen! Sehingga kelima kelompok itu sudah membuat sepakat langsung menggunakan kekuatan terkuatnya.

__ADS_1


Jimat Fulu Penyegelan langsung diarahkan langit seketika memunculkan tali emas menjerat Xiao Chen.


Akan tetapi, Xiao Chen berubah menjadi air dan melesat menyerang Fang Buyan dengan membentuk bongkahan es yang sangat runcing seketika menerjang dada Fang Buyan hingga bolong sangat besar dan terlihat jantung yang masih berdetak.


Xiao Chen berubah menjadi manusia lagi dan mencubit leher Fang Buyan hingga darah memuncrat membasahi bajunya.


Satu Patriak Fang sudah meninggal, Xiao Chen terbang untuk membunuh Ximen Hualing dahulu. Xiao Chen menyringai dan berlari sungguh sangat cepat, seketika tangannya mengeluarkan kilatan listrik mencoba mengenai Ximen Hualing.


Bang!


Ximen Hualing terhempas langsung menabrak pohon hingga pohon itu roboh, akhirnya memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Tapi ketika hendak berbicara, Xiao Chen sudah berada di hadapannya, Xiao Chen memasang sepuluh jimat peedak sekaligus di kepalanya.


Mati!


Bom!


Bom!


Setelah membunuh, Xiao Chen menjadi iblis dan rambutnya semakin gelap dan matanya berubah menjadi merah.


Tiba-tiba dari tubuhnya mengeluarkan benang darah yang yang sangat banyak seketika menghancurkan ke-empat Patriak clan sekaligus sampai beberapa bawahan yang berada jarak jauh, sedang melarikan diri sekaligus melapor, tiba-tiba meninggal terkena tali merah yang sangat tipis.


Alhasil hutan itu banjir darah dan mengalir ke sebuah sungai sehingga sungai menjadi merah.


Banyak para pendekar yang tidak tahu apa-apa dengan di pinggiran sungai tiba-tiba kaget karena air itu berubah menjadi merah.

__ADS_1


Mereka semua langsung mengikuti sungai itu, karena mereka tahu ada pertumpahan besar yang sedang berlangsung. Alhasil tidak sedikit juga ingin tahu tentang pertempuran yang membuat sungai menjadi darah.


Xiao Chen tatapannya serius langsung meraih tubuh Mi Qiongqi dengan mata merah menyala-nyala, seketika meloncat dan punggungnya mengeluarkan sayap lalat raksasa.


Xiao Chen berbalik arah sehingga terbangnya berpapasan dengan sekumpulan pendekar yang hendak melihat pertempuran yang mengakibatkan sungai menjadi merah.


Seluruh orang sedikit curiga sekaligus kagum dengan Xiao Chen karena dia memiliki cara terbang yang sangat unik, tapi yang membuat curiga mereka adalah, Xiao Chen membawa satu jasad tanpa kepala, apalagi jasad itu adalah wanita sehingga orang yang tidak tahu apa-apa, menganggap bahwa Xiao Chen jahat.


Alhasil tidak beberapa pendekar langsung mengejar Xiao Chen. ”Hey kamu berhenti! Apa yang sedang kamu bawa!”


Tapi Xiao Chen tidak menghiraukan masih melanjutkan terbang lagi untuk pergi ke rumah Xian Guo.


Alhasil mereka menyerang karena takut jika jasad gadis itu terjadi apa-apa, atau disalah gunakan.


Sring!


Bom!


Xiao Chen hanya memutarkan tubuhnya dan menggunakan jimat topan yang sangat kuat sehingga meluluhkan mereka semua hingga terbawa angin cukup jauh. Sebagian ada yang terkena racun Gu sehingga pada berjatuhan dan pingsan.


Xiao Chen membuka ruang dan menyelinap ke dalam seketika langung tiba di rumah Xian Guo dengan membawa Mi Qiongqi tanpa kepala.


Xian Miaomiao yang melihatnya seketika ngeri begitu Xiao Chen membawa jasad tak berkepala.


“Kakak Er Chen! Apa yang kamu lakukan! Itu bukankah mayat? Apa yang akan dilakukan?" kata Xian Miaomiao dengan hati-hati.


”Tidak. Dia bukan mayat, tapi tunggu selama dua hari maka kamu akan tahu." Xiao Chen mengangguk ringan. Xian Miaomiao bingung tapi dia masih menurut dan menunggu setelah dua hari.

__ADS_1



Ilustrasi Mi Qiongqi


__ADS_2