
Bab 43 Tidak Ingin Melampoi Batas
Meski begitu, bagai Liu Shen Su Xing sudah beruntung dan bisa merekrut murid Xiao Chen Walaupun harus memiliki sedikit usaha.
Bahkan, dirinya sendiri seperti sudah menebak dimasa depan Xiao Chen akan menjadi orang besar.
Kemudian Liu Shen berkata lagi, “Guru aku merasa dia adalah sosok yang aneh, pada waktu itu aku melihat dia terbang tanpa menggunakan jiwa pendekar?”
“Jika kamu bertanya seperti itu, aku tidak bisa menjawabnya. Karena aku sepertimu, baru pertama kali melihat bocah seperti Xiao Chen,” ucap Su Xing sambil menggelengkan kepalanya tidak berdaya.
Liu Shen mengangguk kemudian berkata:“ Ada satu lagi, ketika murid ini melihat dia menggunakan jurus Tinju Gajah Prajna Gong, sepertinya memiliki cara-cara yang berbeda, apkah guru juga mengetahui?”
”Berbeda bagaimana? Guru ini, melihat belum lama dia menggunakan jurus Tinju Gajah Prajna Gong, toh baru satu hari dia berlatih,” guman Su Xing kepada Liu Shen.
Untuk masalah yang dibicarakan Liu Shen, Su belum sepenuhnya yakin, tetapi mungkin saja ada benarnya juga. Dirinya sedikit percaya karena hanya membutuhkan setengah hari, Xiao Chen sudah bisa menggunakan jurus Tinju Gajah Prajna Gong di lapisan manusia.
Tentu saja, kata-kata yang barusan di ucapkan Su Xing, setelah didengar Liu Shen langsung matanya melotot tajam dan berseru.
“Apa!”
“Guru, kamu bilang dia hanya membutuhkan dua hari dengan sekarang untuk menguasai Tinju Gajah Prajna Gong?”
“Bagaimana mungkin, bahkan jika hanya berlatih selama dua hari, kecakapan tidak akan seperti dia, ketika aku melihat dia bertarung di samping memiliki gaya yang aneh tapi kecakapan seperti sudah bertarung cukup lama?”
Su Xing menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu, rahasia murid, sebagai Guru tidak akan mengetahui biarkan saja dan tidak perlu tahu akan masalah itu.”
“Tapi aku penasaran,” Liu Shen menatap lurus ke arah Su Xing.
“Apakah kamu jatuh cinta?” Su Xing tiba-tiba berkata kepada Liu Shen dengan nada terkekeh.
__ADS_1
“Tidak, aku tidak jatuh cinta, hanya saja aku penasaran,” balas Liu Shen sambil memalingkan wajah, walaupun dirinya tidak suka diabaikan Xaio Chen, sayangnya hati keponya kepada Xiao Chen sangatlah besar.
Melihat expresi Liu Shen, Su Xing tentunya sudah paham. Su Xing tidak berkata lagi sambil bercanda.
“Murid awas kalau kamu memiliki rasa kepada murid ku, aku khawatir jika murid Oyang Fang akan cemburu dan di khawatir karena dia melukai murid ku.” Su Xing menasehati.
Mendengar nama yang sangat dibenci oleh dia, Liu Shen tanpa disadari langsung mengepalkan tangannya dan berkata.
“Oyang bedebah, aku sungguh sangat merapotkan jika dia keluar dari masa pelatihan, aku sungguh ingin mencakar-cakar wajahnya,‘ desah Liu Shen sepertinya tidak berdaya memikirkan dia yang seperti lem yang sangat melekat kemanapun pergi selalu mengikuti.
Setelah itu, tiba-tiba terbesit untuk mengejek kepada Su Xing.
“Oh iya Guru, akan menikah tidak akan lama lagi 'kan? Murid ini sungguh ingin datang merayakan pesta pernikahan.” Liu Shen berkata kepada Su Xing.
Tawa Su Xing seketika langsung mengeras setelah mendengarkan perkataan dari Liu Shen.
“Ini benar, aku akan merayakan pernikahan mungkin saja sekitar tiga minggu lagi.” Su Xing berkata sambil tidak berdaya.
Seketika Su Xing Kenapa tanpa alasan langsung tersirat kepada Xiao Chen, jika saja suaminya adalah seperti muridnya tak masalah dan akan menerima.
Namun, calon suami sendiri memiliki sifat yang buruk bahkan melihatnya saja serasa ingin mual.
Su Xing sangat tidak berdaya.
Sementara itu, Xiao Chen yang sedang memasak, mengabaikan obrolan yang tidak penting baginya selama masakan sudah selesai makan pekerjaan sudah selesai barulah tinggal istirahat.
“Hmmm!” Xiao Chen setelah mencicipi tumis kangkung kemudian menatap ke arah rebusan tulang iga babi yang sudah matang juga.
“Citra rasa masakan Indonesia sungguh sangat kental hahaha.” Xiao Chen tertawa pelan, walaupun sekarang sudah di dunia pendekar yang notabennya seperti Tiongkok kuno akan tetapi, kebiasaan yang dilakukan sebagai penduduk bumi khususnya dari kerajaan Konoha masih melekat kepada diri Xiao Chen sekarang.
__ADS_1
Xiao Chen mengetahui bahwa semua yang dimasak sudah siap langsung membawa tumis sayur kangkung terlebih dahulu untuk disajikan kepada mereka berdua.
Setelah itu, barulah mengambil tulang tiga babi untuk disajikan.
“Guru, masakan sudah selesai selamat menikmati!” Xiao Chen berkata kepada Su Xing sambil tersenyum sopan.
Dia memutuskan untuk memakan menjauhi mereka berdua. Alasan ini karena tidak terlalu nyaman dengan wanita, apa lagi wanita yang bernama Liu Shen, Xiao Chen sungguh sangat ingin menghindarinya.
Setelah menghidangkan makanan untuk mereka, Xiao Chen kemudian pergi meninggalkan untuk mencari tempat yang nyaman.
Su Xing menemukan bahwa Xiao Chen pergi meninggalkan dirinya langsung berkata, “Murid! Kenapa kamu pergi? Apakah tidak ingin mengambil masakan ini?”
Xiao Chen menoleh dan menjawab, “Guru, tenang saja aku sudah menyisakan, aku akan memakan di tempat itu!”
Xiao Chen langsung menunjukkan tangannya ke arah pohon yang sedikit rendang dan sedikit besar untuk bisa dinaungi ke bawahnya sambil memakan.
Kemudian Su Xing sepertinya tidak senang dia dalam hati sunabari ingin membuat masakan hanya bersama Xiao Chen. Namun, entah kenapa bocah itu selalu menjauh untuk memakan bersama secara berdekatan.
Karena tidak senang, Su Xing berkata, “Murid, kenapa setelah kamu memasak dan menghidangkan masakan itu kepada guru, kamu tidak selalu makan bersama? Melainkan selalu menghindari sekitar tujuh langkah dariku ada apa yang terjadi?”
“Guru, kita adalah berbeda jenis gendernya. itu sungguhlah sangat mencolok dan tidak kontras apalagi kalian berdua aku dengar tadi kalian membicarakan calon pasangan masing-masing.”
“Jika aku berdekatan dengan kalian berdua, jika calon suami kalian mengetahui, aku takut akan menuai masalah yang baru.” Xiao Chen menjelaskan. Tentu saja, dengan mengatakan demikian adalah kata-kata yang pas untuk menolak secara halus.
Dari obrolan mereka berdua, walaupun dirinya mengabaikan, karena jarak antara mereka dan dirinya tidak terlalu jauh suara itu sungguh terdengar walaupun secara samar-samar.
“Kamu....” Su Xing bingung akan melanjutkan perkataannya lagi, sehingga kata-kata itu langsung ditelan secara mentah-mentah langsung mengambil makanan itu dan melahapnya.
Awalnya sebelum Xiao Chen mengatakan demikian melihat hidangan ini sungguh sangatlah menggugah selera. Sekarang karena Xiao Chen berkata seperti itu, tiba-tiba suasana selera laparnya hilang.
__ADS_1
‘Kenapa aku sedih, bocah itu mengatakan yang benar, kenapa aku sedih,” batin Su Xing.