Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Nasibku Terserah Padaku.


__ADS_3

Bab 319 Nasibku Terserah Padaku.


“Ohh sial lihat! Ternyata masih ada yang di atas langit!”


”Bagaimana ini! Apakah sang kaisar Naga bisa melawan empat orang dari kekuatan tertinggi yang sedang berdiri di atas langit!”


Seluruh masyarakat langsung berdiskusi dengan wajah yang sangat tegang, dia sungguh tidak ingin mengalami mimpi buruk karena tempat kelahirannya, sedang dalam bahaya.


”Kamu begitu sangat sombong. Kamu baru membunuh keluarga Yang seberapa," ucap Yang Yuan kemudian kedua gelang emas seketika bercahaya dan memunculkan kekuatan yang sangat mengerikan menyebar ke segala arah dan seluruh penduduk kaisar Naga seperti merasakan rasa sesak!


”Berani melukai rakyat ku? Maka kamu juga mati seperti saudara-saudara mu tadi." Xiao Chen matanya dingin.


“Matilah kamu!”


Xiao Chen mengarahkan jarinya ke udara dan mengikuti kata-katanya. Tiba-tiba di tangan Xiao Chen mengeluarkan energi pendekar yang sangat kuat, langsung melesat ke arah langit, menghancurkan seluruh ruang dan menyebabkannya runtuh lapis demi lapis!


“Cih sungguh sombong!”


Yang Yuan langsung mencibir dan satu keluarga Yang juga datang untuk membantu untuk menghajar kekuatan cahaya yang keluar dari jari Xiao Chen sedang membidik ke arah mereka.


Yang Yuan dan Yang Wu langsung bergabung menjadi satu, dan mereka benar-benar berinisiatif menghalangi energi pendekar yang membombardir ke arahnya!


Bom!


Ledakan kekuatan pendekar Xiao Chen dan dua keluarga Yang bentrok, seketika memunculkan badai bergemuruh yang sangat menakutan!


Tapinya Yang Yuan dan Yang Wu tubuhnya terguncang dan sedikit sulit untuk menstabilkan tubuhnya!


Xiao Chen yang melihat mencibir diam-diam, kemudian mengeluarkan jimat versi sempurna yang belum pernah dia pakai!

__ADS_1


Cakram Reinkarnasi!


Begitu Cakram Reinkarnasi muncul, tekanan kuat langsung menekan Yang Yuan dan Yang Wu sampai terjatuh ke tanah, tidak mampu berdiri tegak. Hukum jimat cakram Reinkarnasi itu seperti rantai besi, mengikatnya dengan erat, membuatnya tidak bisa bergerak.


”Sudara Yang! Kalian dikalahkan! Biar aku ikut membantu!” Dalam kehampaan, sosok pemuda tampan keluar, dia bernama Yang Qitian langsung seluruh tubuhnya bercahaya emas seolah tubuh itu menjadi besi emas yang sangat kuat!


Yang Qitian meraung kecepatannya sungguh sangat cepat, dia hanya satu napas saja sudah dihadapan Xiao Chen yang sedang berdiri di udara.


”Kamu mati kamu!” Suara Yang Qitian begitu sangat menggelegar, dan membuat orang tidak nyaman jika mendengarkan raungan Yang Qitian!


Xiao Chen menggelengkan kepalanya, Xiao Chen tidak melakukan hal apapun, dia hanya berdiri saja membiarkan Yang Qitian memukul sesuka hati.


Begitu tinju Yang Qitian mendarat di tubuh Xiao Chen, tiba-tiba ada ledakan yang sangat kuat keluar dari tubuh Xiao Chen, sehingga mementalkan Yang Qitian begitu sangat jauh.


Bom!


”Qitian!” Yang Yuan dan Yang Wu meraung secara bersamaan, wajah yang tadinya penuh kesombongan sekarang sungguh sangat tidak bisa dijelaskan setelah mengetahui kekuatan sejati dari Xiao Chen.


Setelah mendekati tubuh Yang Qitian sudah tergeletak tidak bisa digerakkan, akhirnya dari kekosongan memunculkan tangan monster mayat hidup langsung menyerahkan pedang kepada Xiao Chen.


Sambil menatap ke arah Yang Qitian dengan sinis, tiba-tiba mata Xiao Chen berubah menjadi mera, aura kekerasannya semakin dalam, dan kekuatannya benar-benar menunjukkan tren kenaikan yang samar-samar: “Nasibku terserah padaku, tidak ada yang bisa mengendalikan bahkan Dewa itu sendiri.”


Setelah berkata, pedangnya dihunuskan kepada wajah Yang Qitian hingga terbelah menjadi dua bagian. Otak Yang Qitian keluar seperti usus dan dua bola mata masih melotot tajam ke arah Xiao Chen. Tapi tatapannya bercampur ngeri!


Setelah membunuh Yang Qitian, kemudian dia mengambil item sabuk emas di pinggang Yang Qitian dan menusukkannya ke cincin penyimpanannya.


Yang Yuan dan Yang Wu melihat keluarga sendiri mati lagi, akhirnya meraung dan dia meledakan kekuatan yang sangat mengerikan.


Tetapi kekuatan mengerikan itu masih belum bisa menghancurkan cakram Reinkarnasi. Xiao Chen merasakan bising akibat teriakan dua orang keluarga Yang.

__ADS_1


Sambil cemberut, Xiao Chen mengendalikan cakram Reinkarnasi dan meneriaki gaya kedua dari Cakram Reinkarnasi tersebut.


“Cakram reinkarnasi, formasi dua! Perintah pemusnah kejahatan!”


Tiba-tiba Formasi cakram Reinkarnasi berputar dan seperti ada gerigi yang sangat tajam langsung menghisap Yang Yuan dan Yang Wu.


”Kamu binatang! Bahkan jika aku mati aku menjadi hantu, keluarga Yang tidak akan memaafkan kekejaman mu!”


“Kurangi omong kosong mu, matilah dengan tenang." Xiao Chen tersenyum tipis seperti bulan sabit.


Setelah membunuh beberapa orang dari keluarga Yang, Xiao Chen menyerap esensi seluruh darah keluarga yang dan tidak sedikit juga mengambil darah yang berceceran untuk ditampung dan dijadikan bahan teliti juga menemukan ketrampilan unik lagi.


Menyerap tiga orang dari keluarga Yang, tiba-tiba dia meledakan energi pendekar murini dari tubuhnya sehingga langsung menerobos menjadi jiwa pendekar level 43!


”Tunggu dulu di sini sayangnya ku," ucap Xiao Chen pamit terhadap YinYu, dia pergi mendekati ke arah kepala Yang Qitian. Kemudian Yin Yu melihat bahwa Xiao Chen berjongkok dan tiba-tiba mencokel mata Yang Qitian dua-duanya. Dan dia ada beberapa orang mata yang Xiao Chen ambil untuk dijadikan bahan penelitian.


Tepatnya Xiao Chen mengambil mata untik di tanam jimat mata dewa millik Yang Kai, dan mata pemusnah dari Ye Tian.


Setelah memamadukan ketrampilan mata menggunan jimat Fu Huairan, tiba-tiba dua bola mata Yang Qitian menyatu kedalam mata Xiao Chen, sehingga mata Xiao Chen yang kanan memiliki kemampuan Ye Tian, dan yang kiri memiliki kemampuan Yang Kai yaitu bisa menggunakan kekuatan telekenesis dan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat seperti urat nadi manusia hewan.


Tentu saja kemampuan Xiao Chen yang dulu masih bisa digunakan seperti Indra sense.


Ketika Xiao Chen sudah menanam dua ketrampilan mata, dia merasakan bahwa dunia yang sekarang sedang dipijaki seperti sedang menghukum dirinya, dan dia merasa bahwa langit tidak menerima keberadaannya!


”Perasaan apa ini!” Xiao Chen gelisah dan Yin Yu yang melihat perilaku Xiao Chen langsung ikut berkata.


”Suami kamu kenapa?”


“Aku merasakan rasa tidak nyaman, dan langit seolah sedang menghukum diriku.” kata Xiao Chen.

__ADS_1


”Mungkin kamu harus pergi ke alam yang lebih tinggi lagi.”


__ADS_2