Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Lebih Baik Memarahi Batu


__ADS_3

Bab 51 Lebih Baik Memarahi Batu


Xiao Chen langsung berdiri sambil mengelus-elus bokongnya karena sedikit mati rasa akibat kentut yang menakutkan itu.


Melihat gubug depannya hancur, Xiao Chen tersenyum pahit, “Aku sudah membuat lusinan obat penahan nafsu makan, akan tetapi ada sedikit kesalahan pembuatan, sehingga memiliki efek kentut yang menakutkan.”


Dia berdiri langsung membereskan dinding kayu yang jebol untuk diperbaiki. Kemudian karena suara ledakan kentut yang sangat keras membuat para murid Sekte Tanah Hitam langsung mengerutkan keningnya dan mendekati ke sumber suara itu.


Para murid kaget karena menemukan gubuk Xiao Chen hancur bagian depan, sehingga banyak yang mempertanyakan bagaimana itu bisa terjadi.


Semua murid yang mendekati gubug Xiao Chen dari kejauhan, menemukan bahwa dia sedang memungut serpihan kayu. Bahkan ada juga yang melihat Xiao Chen sedang mengambil obat pelet.


“Apakah murid Xiao Chen telah membuat obat? Obat apa yang memiliki efek ledakan seperti itu?”


Liu Shen juga mendekati gubug Xiao Chen seketika dan langsung membantu membersihkan serpihan yang berserakan.


Para murid khususnya laki-laki langsung cemberut begitu melihat Dewi kesayangan membantu Xiao Chen memunguti serpihan.


Oyang Fang tentu saja, membuntuti dan tanpa sadar kedua tangan itu mengepal sangat erat. Oyang Fang langsung berkata: “Shen'er, kamu tidak perlu repot-repot untuk memunguti serpihan ini, akan melukai tangan halus kamu.”


Namun, Liu Shen tidak menjawab. Sehingga dirinya cemberut menatap ganas Xiao Chen langsung membantu memunguti serpihan dan tidak diijinkan Liu Shen memunguti.


“Kamu...” Tidak mendapat andil memungut serpihan, Liu Shen marah kepada Oyang Fang sambil memelototinya.


Di tatap marah oleh Liu Shen,Oyang Fang hanya tersenyum dan berkata: “Untuk lebih efisien aku membantu mu sayang,”


“Sayang pamanmu!” Dada Liu Shen ingin meledak karena menahan amarah yang membatin.


Di samping itu, Xiao Chen melihat perdebatan mereka berdua, langsung tersenyum, “Sungguh romantis sekali kalian selalu berantem, aku doakan kalian hidup bahagia dengan Nona Liu Shen sampai tua.”


“Tentu saja, kamu sudah ditakdirkan Dewa akan selalu bersama, dan tidak akan pernah tergantikan!” Oyang Fang membusungkan dada.

__ADS_1


Xiao Chen mengangguk, “Baik selamat kepada kalian berdua, jika pertunangan akan di selenggarakan, kamu undang semua murid.”


“Ohh tentu saja, bahkan sekalian kamu adalah sampah, kamu masih murid Sekte Tanah Hitam. Semua murid akan aku undang,” balas Oyang Fang dengan gembira. Dia tidak membayangkan jika dirinya memasukkan cincin pertunangan kepada Liu Shen.


Akan tetapi, Liu Shen mendengarkan kenarsisan Oyang Fang seketika ingin muntah darah terus-menerus, ini tidak bisa diterima! Dalam hatinya ingin memberontak kepada orang tua kenapa dimasa lalu membuat kesepakatan perjodohan, dengan pengaturan seperti itu, sungguh tidak leluasa.


Liu Shen pokoknya ingin kembali kerumahnya dan memprotes masalah perjodohan. Karena dia tidak mencintai Oyang Fang, dia hanya mencintai Xiao Chen.


Xiao Chen hanya mengangguk dan melihat semua serpihan sudah di bereskan sampai bersih, kemudian dia berkata kepada Oyang Fang, “Senior, junior ini berterimakasih karena telah membantu ku membereskan serpihan ini.”


“Huh! Jika kalo Liu Shen tidak di sini, aku tidak sungkan!” Oyang Fang cemberut. Ingin sekali memukuli wajah palsu Xiao Chen, akan tetapi kekuatan antara dirinya dengan Xiao Chen kesenjangan terlalu jauh.


Ibarat dirinya seterang bulan, itu tidak bisa di bandingkan dengan Xiao Chen yang memiliki seterang bulan, matahari dan seisinya.


Di samping Liu Shen sungguh ingin kali membungkam mulut Xiao Chen selalu memuja dan mendukung dirinya dan Oyang Fang untuk menjenjang lebih dalam percintaan ke pelaminan.


Kamu pikir, Liu Shen menyukai dengan Oyang Fang? Itu benar, sebenarnya Liu Shen menyukai Xiao Chen.


Kamu juga tahu, Xiao Chen setelah melihat Liu Shen menyiksa Lan Xuaner dia sudah semakin membenci Liu Shen. Bahkan kamu tahu Xiao Chen tak ingin selalu dekat dengan Liu Shen.


Kemudian setelah melihat potongan kecil kayu yang berhamburan akibat terkena ledakan kentut sudah dibareskan, Xiao Chen berterimakasih, “Terimakasih kepada kalian berdua telah membantuku untuk membersihkan serpihan kayu.”


“Huh!” Oyang Fang hanya mendengus tidak menjawab.


Kemudian Xiao Chen karena masih memiliki beberapa waktu untuk menjelang malam dia menyempatkan mencari beberapa ranting bambu untuk dijadikan dinding gubuk sementara.


Ketika Xiao Chen berjalan melewati mereka berdua, tiba-tiba Liu Shen langsung berkata ingin tahu, “Mau kemana kamu?”


“Mencari beberapa batang pohon bambu untuk dijadikan dinding gubuk sementara. Akan bahaya jika aku tertidur memiliki gubuk yang rusak bisa-bisa, aku kedinginan.”


"Swosh!"

__ADS_1


Xiao Chen melompat dan pergi ke hutan terdekat langsung memotong beberapa batang pohon bambu.


“Tunggu aku iku!” Liu Shen kemudian berteriak meloncat terbang menghampiri Xiao Chen.


Akan tetapi, Xiao Chen melihat Liu Shen sedang membuntuti dirinya langsung berkata dengan bingung, “Aku tidak perlu bantuanmu, aku juga bisa memotong pohon bambu tersebut dengan mudah? Kamu adalah seseorang wanita, bagaimana mungkin akan tahan dengan bambu itu, apakah kamu ingin tangan mu gatal-gatal?”


Liu Shen seketika menggertakan giginya. Dia benar apa yang dikatakan. Bambu itu, memiliki perlindungan seperti bulu jika terkena kulit, akan gatal-gatal. Sebagai wanita cantik, mana tahan dengan gatal-gatal itu, bisa-bisa akan menjadi merusak pemandangannya.


Akan tetapi karena Liu Shen terkena cinta buta dari paras tampan dan misterius sosok Xiao Chen dia harus selalu bersamanya.


Xiao Chen tiba-tiba tersenyum jelek melihat kata-kata dirinya tidak mempan kepada Liu Shen. Sehingga langsung berkata kepada Oyang Fang yang kebetulan mengikuti Lui Shen.


“Senior Fang, aku mohon kekasihmu jangan mengikuti aku. Kamu sebagai sepasang kekasih harus menjaga wanita agar tidak terjerumus dari pemuda lain.”


“Aku tahu kamu sedang cemburu kepadaku, tapi aku jujur kepadamu. Bahwasanya, aku tidak menyukai Liu Shen. Mungkin setelah aku mengatakan demikian, kamu akan menjadi lega dan tidak bermusuhan denganku lagi.”


Liu Shen marah dan mendekati Xiao Chen.


“Bajingan kamu Xiao Chen!”


Kemudian setelah memarahi Xiao Chen, langsung terbang mendekati langsung memeluk tangan kanan Xiao Chen.


"Engah!"


Xiao Chen seketika muntah darah karena apa yang dikatakan dengan berbagai macam alasan untuk menghindari agar tidak berdekatan dengan Liu Shen, itu percuma saja. Lebih baik kamu memarahi batu yang jelas-jelas tidak bisa berpikir karena tidak punya otak.


Sehingga jika kamu memarahi Liu Shen itu sama saja kamu sedang memarahi batu karena dua-duanya tidak memiliki otak untuk berpikir.


“Oi brengsek! Lepaskan! Aku adalah pria mahal jangan sentuh aku!” Mulut Xiao Chen berkedut hebat.


Sementara itu, Oyang Fang juga muntah darah dan terjatuh karena pingsan.

__ADS_1


“Uhukk bajingan kamu Xiao Chen aku akan mengadu orang tua ku!”


__ADS_2