Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 191


__ADS_3

Bab 191


Wenren Wushuang juga berkata serius, “Aku juga melindungi apa yang patut dilindungi. Bisakah kamu berpikir dengan baik? Benar dan salah?”


“Aku tahu apa yang dikatakan kamu. Tapi jika aku tidak diselamatkan oleh dia, maka akan sangat kemungkinan besar bahwa aku sudah meninggal.” Wenren Mingyue sungguh serius.


“Baiklah, jika tidak ada Xiao Chen aku juga bisa membalaskan dendam para Fraksi Iblis yang sudah merenggut nyawa keluarga kita. Ingat keluarga kita sudah hilang semua akibat di bantai oleh Fraksi iblis. Hanya menyisihkan aku saja! Aku lihat di lambang mu, kamu juga salah satu anggota Fraksi iblis, 'kan?” Wenren Wushuang sungguh marah dia tak pernah berpikir jika saudara kembar yang sudah menghilang juga salah satu anggota fraksi iblis.


Wenren Wushuang masih memuntahkan kata-katanya lagi, “Bahkan jika aku itu kamu, aku akan bunuh diri.”


“Tidak mungkin ... Pasti kamu mengatakan omong kosong! Orang tua kita tidak meninggal,'kan?” Wenren Mingyue menggelengkan kepalanya terus menerus.


“Dia sudah meninggal dan jika aku tidak ditolong oleh Xiao Chen, maka aku juga sudah menjadi mayat sejak lama.” Kemudian Wenren Wushuang langsung mendorong Wenren Mingyue dengan tenaga yang lebih sehingga Wenren Mingyue terlempar beberapa langkah dan pada saat itu, Wenren Wushuang memutarkan tubuhnya untuk menyerang Wenren Mingyue.


Wusshh!


Dentang!


Percikan api keluar dari pedang Wenren Wushuang hingga ingin menyambar ke arah wajah Wenren Mingyue. Akan tetapi, Wenren Mingyue sudah mengantisipasi dia mundur lagi beberapa langkah dan dibelakang Wenren Wushuang, ada Cai Yang dan Chu Sanguan yang sudah beraksi untuk melawan Wenren Wushuang.


Hiya!


Wenren Wushuang langsung menangkis menggunakan teknik pedangnya dan dia melangkah mundur beberapa langkah. Sambil mengeluarkan api, pedang Chu Sanguan langsung menjadi merah seperti bara api sehingga jika terus berlanjut, akan sangat dikhawatirkan pedang tersebut meleleh.


Untuk menghindari seperti pedang meleleh, Chu Sanguan tidak implusif langsung mundur sebentar dan melirik ke arah Cai Yang, “Pedang ku ingin meleleh akibat panas api keluar dari pedang wanita itu! Tunggu sebentar aku ingin mengaktifkan formasi Angsa penggali air!"


Chu Sanguan sudah menginstruksikan kepada Cai Yang, akhirnya dia mundur dan mulutnya komat-kamit seperti sedang membacakan sesuatu.


Bang! Putaran tornado terbuat dari air yang sangat bergejolak langsung menyapu ke arah Wenren Wushuang. Bahkan pepohonan yang sudah terbakar hanya menyisakan tunggak saja, seketika langsung tercabut terbawa tornado air itu.

__ADS_1


Cai Yang sudah menahan seketika langsung mundur sehingga melihat topan air itu, mendekat Wenren Wushuang.


Bom!


Tangan yang indah seperti polesan patung dewa, seketika mengeluarkan api emas yang sangat menyilaukan langsung terbang melesat ke topan air itu hingga mengakibatkan ledakan uap yang maha dahsyat.


Bom! Akibatnya di dua kubu tersebut termasuk Gou Jian langsung terhempas sangat jauh sambil berguling-guling seperti bola.


Xiao Chen melihat Fan Qin terhempas akibat ledakan yang dihasilkan topan air dan api gagak emas, langsung membuat terlempar sangat jauh. Tetapi, Xiao Chen tidak tinggal diam. Dia langsung melewati hantaman udara panas itu sangat mudah langsung menangkap Wenren Wushuang dan dia mencoba menukiknya ke tanah dan menancapkan pedang itu agar buat dukungan dan tidak terseret lagi.


“Sungguh ledakan yang kuat!” Xiao Chen serius.


”Akupun tidak menyangka akan menghasilkan ledakan Supernova,” ucap Wenren Wushuang sambil mengusap-usap matanya ada beberapa debu yang memasuki.


Xiao Chen langsung melesat tajam ke arah Cai Yang dan Chu Sanguan untuk membunuh terlebih dahulu.


Xiao Chen mengeluarkan pedang hitam andalannya langsung diarahkan pada Cai Yang terlebih dahulu.


Sring!


Padahal Cai Yang menggunakan tangan satunya menggunakan tameng kecil. Tetapi langsung tembus dan menerjang dada sehingga dada itu terpong menjadi dua bagian.


Setelah tubuh Cai Yang meninggal dan terbagi menjadi dua bagian, satu bagiannya lagi ditendang oleh kaki Xiao Chen langung ke arah Chu Sanguan.


Bang!


Chu Sanguan menggunakan pedang untuk menangkis jasad Cai Yang. Akan tetapi, dibelakang sudah ada Xiao Chen yang sudah sangat cepat memotong lehernya.


Sring!

__ADS_1


“Walapun Anda cantik, tapi kecantikan itu tidak bisa digunakan untuk menawar kehidupan anda.” Hanya sekejap, Xiao Chen sudah kembali di sisi Wenren Wushuang.


Bajingan!


Gou Jian marah melihat murid jeniusnya langsung terbunuh hanya beberapa nafas saja. Dia memerintahkan Fan Qin untuk melihatt hidup-hidup Xiao Chen.


“Tuan Fan Qin! Bunuh dia jika Anda tidak membunuhnya akan sangat mengancam kedudukannya sekte kabut asap!”


Fan Qin seketika bulu-bulunya berdiri berubah menjadi bilah yang sangat tajam langung membombardir Xiao Chen dan Wenren Wushuang.


Xiao Chen mengangkat tangan menggunakan jimat lubang hitam seukuran enam meter persegi langung menyedot sekumpulan bulu yang sangat tajam dari Fan Qin.


Buummm!


Setelah menyedot seluruh bulu burung hingga tak tersisa, Xiao Chen membalikkan dan keluar di atas Fan Qin.


Sring!


Sring!


Seketika Fan Qin langsung membungkuk melindung tubuhnya menggunakan bulu yang sangat keras.


Jimat pemberat senjata!


Seketika tembakan itu memiliki masa berat berkali kali lipat sehingga Fan Qin merasakan rasa sakit yang tak terbendung.


Dia mencoba berdiri dan menyemburkan api hingga tembakannya membuat bulu lancip meleleh dan terbakar diudara.


Fan Qin menatap ganas ke arah Xiao Chen sambil terbang dan sepertinya ingin memakan hidup-hidup Xiao Chen.

__ADS_1


__ADS_2