Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Kemampuan Lipan


__ADS_3

Bab 96 Kemampuan Lipan


#Malam Hari!


“Apakah yang dikatakan kamu itu benar? bahwa di rumah ini ada wanita yang sangat cantik?" Ada dua pemuda yang sedang mengitari rumah yang ditinggali Xiao Chen dan Wenren Wushuang.


Mereka saling berbisik dengan hati-hati agar tidak diketahui para penduduk lainnya karena ini sudah di malam hari.


”Aku berani bersumpah di rumah ini yang kecil ada wanita cantik, aku melihat tanpa sengaja. Makanya aku memberitahukan ini kepadamu.” ucap orang itu sambil mengangguk secara berat.


“Baiklah! Ayo kita telusuri ke dalam dan melihat wanita itu.” Salah satu pria setelah berkata kemudian menggunakan taktik yang sangat rumit.


Sring!


Kedua telapak tangannya langsung bercahaya merah dan membesar ke atas langit menutupi rumah yang sedang ditinggali Xiao Chen dan Wenren Wushuang.


Ini adalah Array pelindung dari luar agar keberadaan dan suara pertempuran dan pembunuhan tidak diketahui oleh orang luar.


Array yang dilakukan kedua orang itu adalah array peredam suara.


Tetapi, Xiao Chen sebenarnya sudah mengetahui lewat semut peliharaannya yang sedang berlulalang di tembok-tembok rumah.


Xiao Chen langsung menggunakan bajunya dan mengambil selimut yang sangat lembut untuk menutupi tubuh Wenren Wushuang yang sangat halus.


“Kecantikan bisa menggulingkan negara. Tetapi kejahatan akan membinasakan kamu.” Xiao Chen matanya tajam seperti iblis.


Kemudian dia beranjak di balik pintu untuk menyerang secara sembunyi-sembunyi.


Bam!


Pintu di buka secara paksa oleh kedua orang itu akan tetapi tiba-tiba tepat di depannya ada telapak tangan yang ramping langsung menampar mereka berdua.

__ADS_1


Plak!


Plak!


Kedua orang langsung mundur sekitar 6 langkah dan kedua tatapannya tertuju kepada pemuda yang sedang menangkap ke arah dirinya dengan tatapan yang sangat sengit.


Menyentuh pipinya yang sehabis ditampar oleh pemuda Xiao Chen, tatapannya sungguh ganas.


“Kamu menamparku brengsek!” Dia menggertakan giginya sangat keras sampai berbunyi berderit-derit.


“Aku seharusnya bertanya lebih dahulu kepadamu, siapa sebenarnya kamu kenapa ingin menyusup ke tempat yang aku sedang tinggali.” Xiao Chen bertanya sambil melangkahkan kakinya ke depan untuk mencoba menyerang mereka berdua.


“Hahaha tidak perlu tahu siapa kita berdua hanya saja lebih baik serahkan wanitamu agar kamu hidup aman jika tidak kamu akan mat...!”


Plak!


“Yang mati itu bukan aku tapi kalian berdua,” ucap Xiao Chen setelah sosoknya menghilang langsung bergegas ke arah kedua kepala mereka berdua langsung menampar satu persatu.


Bang!


Bang!


Tulang rusuk langsung retak dan organ internalnya langsung terluka ingin runtuh mereka juga memuntahkan beberapa sebab darah sangat banyak.


Xiao Chen lupa bahwa memiliki pedang berwarna biru yang ditemui Ketika melawan partisi iblis.


“Rasakan pedang kesombongan surgawi ku, hiyaa!”


Xiao Chen berlari dengan ancang-ancang setelah itu mengayunkan ke udara seperti bulan sabit sehingga tanpa berlama-lama kedua orang itu perutnya terbelah menjadi dua bagian.


Sring!

__ADS_1


Ada beberapa makanan yang sedang dicerna keluar dari perut mereka berdua.


"Cihhh! Dasar sampah! Kalian ingin melukai wanitaku maka ini adalah yang kamu tanggung.” Tiba-tiba kedua pergelangan tangannya keluar hewan lipan yang sangat hitam bercampur ungu langsung mendekati mereka berdua yang sudah meninggal untuk dimakan.


Lipan itu menggerogoti dengan perlahan-lahan, setiap gigitannya akan membuat kulit daging membusuk sehingga akan memindah mencerna.


Xiao Chen yang melihat kemampuan lipan, hanya berkata, ”Memang benar, lipan ini sungguh sangat efektif untuk membuat musuh musuh membusuk hahahah! Hahahh uhuk! Uhuk!"


Ketika sedang tertawa, ada nyamuk masuk kedalam mulutnya hingga tersedak.


Daging dan darah yang dimakan lipan akan beresonansi dengan jimatnya sehingga tanda ungu akan berkedip setiap lipan memakan daging. Itu juga berlaku dua budidayanya.


Karena ada penyusup ingin mencelakai Wenren Wushuang, akhirnya tidak mengantuk lagi, dia hanya membuka kita jimat dan membuka jimat tingkat lanjut yang hanya satu belum dipelajari.


Setelah membaca jimat itu, Xiao Chen hanya merasakan bahwa jimat yang sudah dibaca tidak ada gunanya. Dia hanya membuat tubuhnya menjadi berbagai benda yang kecil-kecil seperti: tubuhnya berubah menjadi asap, debu, kelopak bunga, dan berbagai benda-benda yang tidak berguna.


Tetapi Xiao Chen masih ingin memperhatikan jimat itu. Hanya saja jimat itu sungguh mudah dan tidak membutuhkan beberapa menit, sudah menghafal dan menyederhanakan menjadi simpel mungkin.


Setelah menggunakan simulasi yang tepat, Xiao Chen langasung menggunakan jimat itu. Seketika seluruh tubuh Xiao Chen berubah menjadi burung gagak menyebar ke atas langit dan berkumpul menjadi satu dan terbentuknya Xiao Chen lagi.


Emmm bukan magsudnya Author jiplak kemampuan Itachi uchiha, tetapi setalah nulis ini tiba-tiba kepikiran bahwa ketrampilan jimat seperti Itachi uchiha jahaha! 😹


“Hanya ini saja? Tidak ada kegunaan yang lain? Tetapi aku menyukainya.” Setelah itu, Xiao Chen menggunakannya lagi dan tubuhnya berubah menjadi air dan menyesal ke sela-sela rumah dan kembali ke kamar.


#Pagi Hari!


Akhirnya Xiao Chen dan Wenren Wushuang berkemas untuk melanjutkan lagi ke tempat lembah Phoenix kematian.


Mereka sudah memakai pakaian tertutup seperti topeng dan jubah hitamnya.


Bahkan tidak kemungkinan, Xiao Chen melihat ketrampilan Wenren Wushuang untuk disederhanakan agar lebih efesien daya serangnya.

__ADS_1


Wenren Wushuang sudah mati rasa melihat keajaiban dari Xiao Chen. Dia cukup berterimakasih karena teknik pedangnya yang sekarang lebih ringan dan memiliki daya serang dua kali dari teknik pedang sebelum disempurnakan Xiao Chen.


__ADS_2