
Bab 158 Dugu Muchen Murka
Beberapa saat kemudian!
Mereka sudah memakai baju masing-masing. Akan tetapi, Hua Ning Bing masih memiliki wajah yang merah bahkan, tangan kirinya tanpa sengaja mengusap bokongnya terus-menerus.
Dia masih merasakan rasa perih di lubang bokong akibat dimasukkan benda perkasa dari Xiao Chen. Walaupun sebenarnya di samping merasakan perih ada juga perasaan yang menyenangkan entah itu perasaan yang tidak diketahui oleh dirinya bahkan sangat rumit.
“Ahhh akhirnya kamu sepenuhnya menjadi wanita aku, walaupun berhubungan intim dengan cara salah.” Xiao Chen langsung menghela nafas panjang.
“Wanita Paman mu! Kamu sungguh bajingan! Pantatku sungguh sangat sakit!” Hua Ning Bing menggerutu dan sedikit ada rasa tersipu.
Akan tetapi, ketika Xiao Chen hendak ingin mengelak tiba-tiba ada ledakan yang sangat besar dari luar sana.
Bom!
Bom!
“Apa yang terjadi?" Xiao Chen langsung menggunakan topeng. Bahkan Hua Ning Bing juga langsung resmi dijadikan sebagai anggota Resimen violet Garden. Dia menggunakan topeng yang memiliki hiasan mata iblis yang sangat menyala-nyala.
“Ayo kita pergi ke luar sana dan pikiran masalah yang ini lupakan terlebih dahulu." Xiao Chen langsung membawakan Hua Ning Bing langsung menuju ke atas.
Mereka berdua langsung keluar dengan hati-hati. Begitu mereka berdua keluar dari tempat persembunyian, ada beberapa kelompok yang dirinya ingat yaitu fraksi pembunuh surga.
Adapun yang paling mencolok adalah satu orang yaitu Dugu Muchen.
Dugu Muchen yang melihat Xiao Chen seketika langsung menunjuk-nunjuk tangannya dengan sangat marah, “Kamu bajingan... kembalikan item artefak aku!"
“Sebagai perampok yang handal kamu sejatinya juga pernah mencuri dari artefak orang lain secara paksa. Sekarang saatnya aku yang mencuri artefak yang kamu miliki. Jika kamu merasa tidak puas, ayo lawan aku." Xiao Chen tidak takut sama sekali, dia malahan langsung mengajak berkelahi jika Dugu Muchen berani.
Dugu Muchen karena sudah dirasuki iblis kebencian demi mendapatkan harta miliknya langsung tanpa berlama-lama menyetujui apa yang dikatakan oleh Xiao Chen.
“Kamu bedebah! Kamu tidak biarkan hidup lebih lama Aku pastikan kamu sudah mati!" pekik Dugu Muchen seketika langsung menggunakan jurus Sabit Memotong Bulan.
Hiya!
Diatas langit ada cahaya seperti bulan sabit yang bersinar terang, melesat ke bawah untuk menghantam tubuh Xiao Chen.
Wushh!
Wush!
Tiba-tiba, item artefak serbaguna berubah menjadi wajan raksasa untuk menutupi Xiao Chen dan Hua Ning Bing.
Dentang!
__ADS_1
Dentang!
Dugu Muchen seketika bertambah murka melihat item artefak miliknya sedang digunakan oleh pemuda tak tahu malu sehingga marah lagi.
“Kamu bajingan! Cepat serakah item artefak itu!”
Xiao Chen tidak peduli sama sekali langsung memanggil monster Transformers yang tingginya 2 meter berbentuk serigala ada sayapnya.
Roar!
Dia berlari langsung ingin menggigit tubuh Dugu Muchen.
Tinju Kingkong!
Bang!
Dugu Muchen langsung menghindari gigitan Serigala bersayap itu sehingga, monster Transformers Serigala bersayap, langsung terhempas berputar-putar di udara sekitar 6 kali.
Kikuk! Kikuk!
Suara robot Transformers Serigala bersayap berubah menjadi robot setinggi 4 meter sambil berlari mengeluarkan pistol api untuk menembaki ke arah Dugu Muchen.
Dor!
Dor!
Dor!
Bom!
Uhuk!
Robot Transformers seperti kau berlari dan merupakan tubuhnya menjadi Serigala bersatu lagi dan langsung menggigit kepala Dugu Muchen sehingga tewas seketika.
Akhirnya setelah Dugu Muchen meninggal, banyak para anggota Fraksi pembunuh surga yang bersembunyi di luar sana langsung menyerbu monster yang memiliki sayap seperti Serigala.
Bom!
Bom!
Bom!
Roar! Serigala Transformers itu langsung berguling-guling seperti bantal guling dan kepala Serigala itu diarahkan ke atas langsung menyemburkan api yang sangat berkobar-kobar.
Roar!
__ADS_1
Bom!
Bom!
Sayangnya, Transformers Serigala itu dibombardir lebih dari 4 kelompok fraksi pembunuh surga akhirnya kewalahan. Xiao Chen ingin menggunakan satu lagi monster Transformers yang tetapi pada saat itu, Transformers adalah Langsung Melompat ke atas berubah menjadi robot dan berlari dan menembaki satu persatu sambil salto.
Bom!
Kemudian satu tembakan robot Transformers itu salto ke depan.
Bom!
Bom!
Tinggal satu kelompok fraksi pembunuh surga yang masih selamat dia melompat dan berubah menjadi serigala lagi.
Kikuk! Kikuk!
Transformers Serigala bersayap langsung mencakar wajah tersebut sehingga langsung kedua bola matanya terlihat dan isi otaknya, juga jatuh ke tanah.
Setelah sudah membunuh beberapa kelompok fraksi pembunuh surga, Transformers Serigala bersayap langsung meraung ke atas dengan bangga.
Meong!
Xiao Chen tersenyum mendekati setumpukan jenazah dan mengambil cincin penyimpanannya.
“Hmmm. Untuk empat hari ini kita berada di lembah Phoenix kematian terlebih dahulu. Aku akan mengambil tulang belakang milik Feng Huang dalam empat hari kemudian.” Xiao Chen menganggukan kepalanya dan pergi dari tempat hutan tersebut sambil melepaskan seluruh perlengkapan seperti baju jubah lambang Kasemen coret Garden agar tidak ketahuan gerak-geriknya.
“Apakah kamu begitu sadis untuk mencuri tulang Phoenix yang sudah dicangkokkan oleh mantan kekasihmu?” Hua Ning Bing juga tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi dirinya juga tahu bahwa cara itu sungguhlah sangat kejam, mengambil paksa tulang Phoenix yang sudah dicangkokkan oleh Feng Huang.
“Apa yang harus aku lakukan? Dia menjadi sombong karena tulang Phoenix tersebut. Jika tulang itu masih bersemayam, akan sangat dikhawatirkan menjadi jahat dan tidak kemungkinan mencari jalur cepat dengan menghalalkan segala cara. Aku tahu ini kejam. Tetapi Feng Huang yang dulu bukan seperti itu, Dia memiliki wajah yang periang dan selalu menghormati manusia biasa.” Xiao Chen tak berdaya.
“Mari kita pikirkan itu nanti. Kita pergi ke kota terlebih dahulu dan mencari sebuah penginapan. Oh ya. Di sini sungguh sangat terkenal dengan pelelangan benda berharga. Jika kamu tertarik, Mungkin kamu bisa datang ke sana." Hua Ning Bing mendesak dan meraih pergelangan tangan Xiao Chen dan langsung terbang dari hutan tersebut.
Transformers Serigala itu langsung menghilang ke tempat buku penyimpanan Jiang Chen.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berdua sampai tiba di tempat yang ramai. Dia langsung dikejutkan bahwa pada wajah sendiri yang terpampang jelas.
Xiao Chen membacakan poster yang menempel di setiap dinding pertokoan dan rumah-rumah yang inti dari pengumuman tersebut adalah, siapa yang menemukan sosok ini dan bisa mengambil kepalanya akan dihargai hadiah yang sangat besar dari sekte Lembah Phoenix kematian.
Xiao Chen membaca dengan serius. Akan tetapi tipe-tipe ada satu wanita berumur kurang lebih 15 tahun langsung mendekati ke arah dirinya dan menabrak. Dia juga membaca poster tersebut sehingga langsung berkata, “Wahh Resimen Violet Garden sungguh sangat jahat! Dia sudah memberantas dan membinasakan ribuan murid sekte Lembah Phoenix! Jika aku menemukannya akan sudah dipastikan diambil nyawa tersebut. Hahah!”
Wanita itu yang sedang tertawa tiba-tiba menyadari di sampingnya ada pemuda yang sedang memasang wajah jelek. “Ahh kamu siapa? Kenapa kamu memasang wajah yang sangat jelek?"
“Tolong. Kamu menginjak kakiku." Xiao Chen berkata dengan wajah gelap.
__ADS_1
UPS! Gadis itu langsung tersadar dan mengangkat kakinya.