
Bab 202 Tidak Ada Belas Kasih
Xiao Chen kemudian langsung bergegas untuk melajukan kapal tersebut lebih cepat sehingga untuk menemukan Pulau racun itu cepat ditemukan.
“Melihat hadiah yang diberikan, memang sangat menggiurkan. Heheh ayo kita secepatnya untuk datang ke Pulau racun.” Ye Tian tertawa lebar.
“Baik tapi ini sungguh sangat beresiko. Sepertinya kita akan dijadikan beberapa kelompok jangan terpisah,” jelas Xiao Chen.
“Aku setuju dengan kamu. Untuk berpencar sendiri-sendiri akan sangat berbahaya walaupun bisa jadi perlengkapan yang diberikan olehmu sudah cukup mendukung dirinya masing-masing,” imbuh Yang Zhiqing.
“Aku juga berpikir demikian Ayo kita berbuat kelompok dan jangan berpencar Setelah tiba di Pulau racun itu!” pikirnya Xiao Chen.
Akhirnya kelompok Violet Garden sudah positive thinking untuk mengambil tugas ke pulau racun itu untuk mengambil harta yang akan diberikan oleh Putri keluarga besar dari Banua seberang.
Tentu saja sembari menunggu tiba di Pulau racun, Xiao Chen di tengah-tengah lautan mengambil beberapa ikan besar untuk dijadikan stok makanan ketika tersedianya habis.
“Hey! Kamu mendekatlah aku akan memberikan sesuatu kepadamu mungkin ini akan cocok,” ucap Xiao Chen diarahkan kepada Hua Ning Bing.
Hua Ning Bing kemudian tanpa berpikir panjang, langsung berjalan mendekati Xiao Chen dan berkata: “Apa yang ingin kamu berikan kepadaku.”
“Tentu saja aku memberikan ini.” Xiao Chen langsung mengeluarkan cincin yang hasil rampasan dari Wenren Mingyue. Cincin Artefak berasal dari Wenren Mingyue memungkinkan tubuhnya berubah menjadi asap dan bisa menjadi untuk penyamaran yang sangat berguna ketika melawan musuh tertentu.
Bahkan dengan item cincin itu, bisa mengendalikan asap yang keluar dari cincin tersebut dijadikan bilah senjata.
Jelas Hua Ning Bing langsung menerimanya dan dipakai cincin tersebut sehingga seketika langsung pikirannya terkoneksi dengan cincin dari peninggalan Wenren Mingyue.
Bahkan untuk Wenren Wushuang tidak berkata apa-apa lagi atau tidak curiga kenapa cincin tersebut diberikan kepada Hua Ning Bing, yang dia tahu sebagai kelompok violet Garden, adalah komitmen, kerja sama dan saling mendukung sesama anggota. Jadinya beberapa anggota lainnya melihat Xiao Chen memberikan item artefak yang sudah dimodifikasi oleh Xiao Chen tidak akan protes dan hanya tersenyum sambil memuji.
Tentu saja pergi ke Pulau racun masih pada rintangannya, beberapa kelompok seperti bajak laut dari kelompok lain sedang mendekati ke arah kapal yang sedang ditunggangi oleh Xiao Chen dan lainnya.
Tembakan hujan meteor yang dilancarkan oleh perompak langsung ingin menghantam kapal yang sedang ditunggangi oleh Xiao Chen.
__ADS_1
Wush!
Wsuhh!
“Ye Tian! Cepat halau serangan itu,” pinta Xiao Chen.
“Baik! Serahkan kepada aku!" jelas Ye Tian.
Tap! Ye Tian langsung melompat menggunakan jimat pelompatan diri yang diberikan oleh Xiao Chen.
Ye Tian maupun Xiao Chen melihat dari produk itu adalah pemimpinnya sebenarnya wanita yang sangat cantik dengan memakai bibir yang sangat hitam mata sebagian kanan ditutupi oleh penutup sehingga cocok dengan gaya perompak.
Akan tetapi yang namanya bajak laut tetaplah bajak laut, mereka semuanya adalah penjahat ingin merampas apa yang dimiliki oleh target. Karena itulah Xiao Chen tidak akan berbelas kasih langsung membunuh.
"Ye Tian bunuh dia!" seru Xiao Chen.
“Oke... ” Ye Tian bingung sebentar tapi pada akhirnya menjawab juga dan setuju.
”Banyak bacot! Kita semua tidak perlu basa-basi apakah kamu bodoh? Jelas-jelas kita semua ingin merampok barang yang dimiliki oleh Anda!” Salah satu kelompok produk itu langsung menghina Ye Tian.
“Aku tahu, tapi Jika kalian ingin merampok barang berharga dari kelompok kami, lebih baik kalian berbalik dan putar arah karena jika kalian semua melewati garis yang telah aku berikan di sini maka penyesalan tidak akan dirasakan oleh kalian semua. Cepat Kalian pergi dari sini sebelum menyesal!” pekik Ye Tian.
“Halah! Hanya bacotan yang Anda keluarkan untuk mengancam kita semua, kita tidak takut!” Dia mencibir.
“Baik jangan salahkan aku!” Ye Tian langsung mengeluarkan pedang yang dia temukan ketika mendapatkan tugas di waktu Xiao Chen sedang pergi untuk menyelamatkan guru Hua Ning Bing.
Ye Tian melompat dan mendekat ke arah kelompok para bajak laut untuk menyerang satu persatu menggunakan pedang yang sedang dipegang.
Kecepatan serangan Ye Tian sungguh sangat mencengangkan sehingga beberapa kelompok ada yang mundur seketika karena takut jika serangan pedang selanjutnya mengenai dirinya.
"Ahhh tidak dia melapisi pedang itu menggunakan racun!" pikir salah satu kelompok bajak laut itu dengan berseru, bahkan wajahnya ada raut yang sangat panik dengan racun yang telah menimpanya.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama, habis sayatan pedang itu yang sudah dilapisi racun, langsung menjadi biru seperti ada pembuluh darah yang sudah mati.
Efek racun yang sangat luar biasa!
Setidaknya ada 10 kelompok yang terkena pedang dari Ye Tian yang sudah dilapisi racun.
Mereka mundur walaupun sudah dipasangkan jimat peledak diam-diam oleh Xiao Chen melalui lebah yang terbang tanpa disadari kelompok bajak laut.
Xiao juga meloncat terbang menggunakan sayap lebah yang keluar dari punggungnya langsung mendekati Ye Tian.
“Sepertinya para bajak laut ini adalah para perompak yang lemah tidak ada ancaman yang nyata dari pihak kita. Lebih baik habis tanpa ampun,” pikir Xiao Chen.
Setelah itu, Xiao Chen memerintahkan Ye Tian untuk membunuh dan mengesekusi beberapa bawahan dari perompak tersebut. Kamudian, Xiao Chen langsung menghadapi pemimpin yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tetap yang sangat ketakutan dan kakinya juga gemetar.
“Maaf nona terkasih, seperti punya kamu sudah waktunya untuk menjadi mayat.” Xiao Chen setelah mengatakan seperti itu mengeluarkan pedang yang sangat tajam dan berjalan pelan ke arah pemimpin bajak laut.
"Ahhh bajingan! Aku tidak takut dengan geretakan yang kamu lakukan!" Wanita yang identitasnya sebagai pemimpin bajak laut langsung mengeluarkan dua belati tajam dari cincin penyimpanannya langsung berlari untuk menyerang Xiao Chen.
Xiao Chen menghindari begitu sangat mudah sambil menendang parut wanita itu menggunakan kaki kirinya.
Bang!
Sontak mulut terseksi itu mengeluarkan beberapa saat darah dan terjatuh sambil berlutut.
Dia merasakan rasa bahaya sehingga langsung menggunakan opsi kedua yaitu menjilat. “Ahhh aku mohon jangan bunuh aku. Aku bersedia menjadi budakmu dan menjadi pemuas dari mu, yang terpenting kamu jangan membunuhku.”
Xiao Chen tidak peduli langsung menendang leher wanita itu sampai terlentang. Setelah itu, langsung menancapkan pedang di alat vitalnya.
Setelah menancapkan pedang di alat vitalnya, Xiao Chen menggunakan jimat listrik yang keluar dari pedang tersebut sehingga alat vital wanita itu langsung kosong dan menjerit sejadi-jadinya.
Tidak membiarkan menjerit sangat keras, Xiao Chen langsung menginjak keras sampai dia tidak bisa bernafas. Wanita itu meronta-ronta beberapa saat sehingga pada saatnya akhirnya kehabisan nafas wanita tersebut meninggal dengan mengenaskan, wajahnya hancur tak berbentuk akibat diinjak-injak oleh kaki Xiao Chen.
__ADS_1